Liburan Seru Natal dengan LRT Jabodebek, 25 dan 26 Desember Tarif Maksimal Rp 10.000

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka menyambut liburan Natal, LRT Jabodebek memberikan kemudahan transportasi dengan tarif yang sangat terjangkau. Pada tanggal 25 dan 26 Desember 2024, tarif LRT Jabodebek mulai dari Rp 5.000 hingga maksimal hanya Rp 10.000. Selain itu LRT Jabodebek akan mengoperasikan 270 perjalanan pada kedua tanggal tersebut untuk mendukung mobilitas masyarakat yang ingin mengunjungi berbagai destinasi menarik di Jabodek, seperti taman wisata, pusat perbelanjaan, atau sekadar menikmati pemandangan kota Jakarta. 

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menyampaikan dengan tarif yang terjangkau dan frekuensi perjalanan yang tinggi, LRT Jabodebek siap melayani masyarakat yang ingin menikmati liburan seru Natal.

Adapun jadwal keberangkatan LRT Jabodebek pada 25 dan 26 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

Dukuh Atas BNI – Harjamukti: pukul 06.28 WIB
Dukuh Atas BNI – Jatimulya: pukul 06.21 WIB
Harjamukti – Dukuh Atas BNI: pukul 05.35 WIB
Jatimulya – Dukuh Atas BNI: pukul 05.25 WIB

Keberangkatan terakhir untuk kedua tanggal tersebut adalah:

Dukuh Atas BNI – Harjamukti: pukul 22.39 WIB
Dukuh Atas BNI – Jatimulya: pukul 22.31 WIB
Harjamukti – Dukuh Atas BNI: pukul 21.46 WIB
Jatimulya – Dukuh Atas BNI: pukul 22.13 WIB

“Pada 25 dan 26 Desember masyarakat juga diperbolehkan membawa sepeda non-lipat di dalam kereta. Namun, perlu diketahui bahwa pada kedua tanggal tersebut, kereta khusus wanita tidak diberlakukan,” tambah Mahendro.

Selain itu, LRT Jabodebek juga terus mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Di musim hujan ini, LRT Jabodebek mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan, baik saat berada di stasiun maupun di dalam kereta. 

LRT Jabodebek menghubungkan berbagai destinasi menarik di Jabodek, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pusat perbelanjaan, hingga pemandangan indah kota Jakarta yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan dari rel layang. Dengan tarif yang terjangkau, LRT Jabodebek menjadi pilihan tepat untuk menikmati liburan yang seru dan bebas stres, tanpa khawatir terjebak kemacetan.

Dalam masa angkutan Nataru ini, LRT Jabodebek telah berhasil melayani sebanyak 254.783 pengguna (19 s.d. 22 Desember 2024) yang memanfaatkan layanan LRT Jabodebek untuk perjalanan mereka. Dengan angka ini, LRT Jabodebek semakin membuktikan komitmennya dalam menyediakan transportasi massal yang handal bagi masyarakat.

“LRT Jabodebek berkomitmen untuk melayani mobilisasi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu libur Natal di Jabodek. Dengan tarif yang terjangkau dan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi, kami berharap masyarakat dapat menikmati liburan seru Nataru dengan transportasi yang nyaman, aman, dan bebas hambatan,” tutup Mahendro.***/mel

Bulan Ramadan, KAI Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Dalam Gerbong LRT Jabodebek

JAYAKARTA NEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan aturan khusus bagi pengguna LRT Jabodebek selama bulan Ramadan.

Dikutip dari Rilis BUMN, Jumat (15/3/202), mulai Selasa (12/3), pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan berbuka atau membatalkan puasa di dalam kereta.

Pengguna bisa minum dan makan makanan ringan di dalam LRT Jabodebek saat waktu berbuka telah tiba dengan durasi satu jam.

“Pemberlakuan aturan ini merupakan bentuk toleransi kepada pengguna jasa LRT Jabodebek yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, agar pengguna dapat leluasa berbuka di tengah perjalanannya menggunakan LRT Jabodebek.

“Pengguna diperbolehkan makan dan minum mulai waktu berbuka puasa hingga satu jam setelahnya,” jelas Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

Selain itu, petugas LRT Jabodebek juga akan berperan aktif untuk memberitahu pengguna saat waktu berbuka puasa telah tiba.

KAI turut mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan di dalam LRT Jabodebek.

Untuk itu, pengguna dimohon kesadarannya untuk tidak membawa makanan yang berbau menyengat atau makanan berat untuk berbuka di dalam LRT Jabodebek.

Pengguna juga dimohon untuk menyimpan sampah sisa makanan sampai di stasiun tujuan.

Di bulan Ramadan ini, KAI juga akan membagikan takjil gratis kepada pengguna LRT Jabodebek pada tanggal 15, 19, dan 22 Maret 2024.

KAI juga menyediakan air minum gratis yang bisa dinikmati seluruh pengguna di 18 stasiun LRT Jabodebek.

Adapun, selama bulan Ramadan ini LRT Jabodebek akan tetap beroperasi seperti hari-hari lainnya.

Operasionalnya terdiri dari 308 perjalanan saat hari kerja dan 260 perjalanan saat akhir pekan, hari libur nasional, dan cuti bersama.

Sepanjang bulan Maret, LRT Jabodebek telah melayani 484.480 pengguna, dengan rata-rata harian sebanyak 44 ribu pengguna.***/mel

Pastikan Layanan Aman saat Libur Nataru, LRT Jabodebek Gandeng BNN Lakukan Tes Narkoba kepada Para Petugas

JAYAKARTA NEWS – LRT Jabodebek berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine bagi para petugas. Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan pemeriksaan yang dilakukan secara acak kepada para petugas dimaksudkan guna memastikan bahwa petugas dalam siap dan prima serta fokus dalam melayani pengguna.

Pemeriksaan urine ini diikuti oleh 25 petugas yang terdiri dari Train Attendant, Station Operation, Petugas sarana dan prasarana, keamanan, dan frontliner.

Pemeriksaan ini dilakukan guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta kepada para penguna LRT Jabodebek utamanya untuk menyambut Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Selain itu, pemeriksaan bertujuan untuk meyakinkan bahwa petugas yang sedang berdinas betul-betul dalam kondisi sehat dan performa terbaiknya sebagai garda terdepan perusahaan yang melayani penumpang secara langsung.

“Selain dalam menyambut Nataru 2023-2024, pemeriksaan ini juga dalam rangka penanggulangan penggunaan narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (NAPZA) di lingkungan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.***/mel

Soal Gangguan LRT, Presiden Jokowi: Kekurangan akan Kita Evaluasi dan Perbaiki

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan atas gangguan yang dialami oleh moda transportasi Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) setelah diresmikan. Menurut Presiden Jokowi, gangguan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan diperbaiki oleh semua pihak terkait.

“Bahwa ada kekurangan, ya itu koreksi. Bahwa ada kekurangan, itu akan kita evaluasi dari INKA, evaluasi dari KAI,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan pers, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (31/08/2023).

Menurut Presiden, ini merupakan kali pertama Indonesia memiliki moda transportasi LRT yang digerakkan secara otomatis tanpa masinis. Selain itu, kata Presiden, LRT tersebut juga merupakan produk dalam negeri yang harus berani untuk dicoba dan digunakan oleh bangsa Indonesia.

“Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal bahwa ini adalah kita pertama kali memiliki LRT tanpa masinis, semuanya dioperasikan lewat operation control center di Bekasi. Jadi saya ulang lagi, kalau kita tidak berani menggunakan produk dalam negeri, untuk dalam hal ini LRT, kapan kita akan mencoba? Kapan kita akan berani memulai?” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mencontohkan kereta cepat TGV (Train à Grande Vitesse) di Prancis atau kereta cepat Shinkansen di Jepang juga membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi seperti sekarang. Oleh karena itu, Presiden mendorong semua pihak agar dapat terus mendukung produk dalam negeri.

“Di Jepang apa buat mobil langsung bagus seperti sekarang ini? Berpuluh tahun. Shinkansen juga berpuluh tahun. TGV juga sama seperti itu. Saya ngerti karena saya datang ke mereka, mengetahui tahapan-tahapannya. Kalau kita tidak berani memulai, dan setiap ada kekurangan kita langsung bully, orangnya kan tidak berani mencoba membuat sesuatu,” tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan dari PT Kereta Api Indonesia, antusiasme masyarakat dalam mencoba LRT Jabodebek sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (28/08/2023) cukup tinggi. Sampai dengan hari kedua, volume penumpang LRT Jabodebek mencapai 28.925 penumpang.***/mel

LRT Jabodetabek Mengurangi Polusi Udara

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Keberadaan LRT Jabodebek yang menggunakan sarana produksi dalam negeri, yakni PT Inka menunjukkan kemandirian dan kemampuan Bangsa Indonesia untuk teknologi transportasi perkeretaapian. Sebelumnya, PT Inka juga membuat sarana LRT Sumatera Selatan dan Kereta Bandara. Juga sarana yang digunakan PT KAI sekarang.

PT Inka ditempatkan sebagai industri strategis tidak harus ditargetkan memberikan keuntungan bagi negara. Namun diberi target menghasilkan karya yang unggul dan bermanfaat bagi kemajuan teknologi transportasi Indonesia.

Rencana awal pembangunannya menghabiskan anggaran Rp 29,9 trilun, namun dalam realisasinya membengkak menjadi Rp 32,5 triliun.

Kontruksi Aman

Desain dan hasil pekerjaan LRT Jabodebek telah mendapatkan persetujuan dan sertifikasi dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR. Selain itu, seluruh pekerjaan dari proyek ini juga telah dilakukan pengujian oleh Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA) serta telah mendapatkan penilaian sistem manajemen keselamatan perkeretaapian.

Ada 10 jembatan bentang panjang ( elevated long span) LRT Jabodebek, yaitu longspan JORR, longspan Cililitan, longspan Cawang, longspan Cikoko, longspan Kali Bekasi, longspan Kuningan, longspan Ciliwung, longspan Dukuh Atas, longspan Cikunir, dan longspan Halim.

Longspan Kuningan yang cukup menarik perhatian terdiri dari 3 bentang dengan konfigurasi 86,5 meter – 148 meter – 86,5 meter dan total panjangnya 321 meter. Sistem konstruksi adalah balanced cantilever dan single cell prestressed concreted box girder. Jumlah lintas ( track) ganda dan pondasi tiang bor dengan diameter 1,8 meter.

Di sekitar perempatan jl. Jend. Gatot Subroto dan Jl. H. Rasuna Said terdapat banyak gedung bertingkat, sehingga menjadi tantangan dalam membuat desain dan konstruksi jalan layang. Jembatan 3 bentang, yakni 321 meter dengan jari-jari lengkung 115 meter.

Konstruksi longspan di Kuningan dengan jari-jari 115 m mengingat kondisi lapangan, mengikuti trase jalan raya, sehingga tidak mungkin dibuat lebih besar lagi karena ada gedung-gedung tinggi di sekitarnya.  Konsekuensi berjalan di lengkung kecil, yaitu harus berjalan dengan kecepatan rendah. Bagi penumpang kereta api komuter atau angkutan kota yang penting adalah kepastian jadwal berangkat dan tiba di stasiun (Dwiatmoko, Agustus 2023).

Pada saat kereta api berjalan melalui lengkung horisontal, timbul gaya sentrifugal ke arah luar yang akan berakibat (1) rel luar mendapat tekanan yang lebih besar dibandingkan dengan rel dalam, (2) keausan rel luar akan lebih banyak dibandingkan dengan yang terjadi pada rel dalam, dan (3) bahaya tergulingnya kereta api.

Akibat yang ditimbulkan dari gaya sentrifugal tersebut, maka lengkung horisontal memerlukan peninggian pada rel luarnya, sehingga perancangan lengkung horisontal berkaitan  erat dengan analisis peninggian rel.

Rel paksa atau rel gongsol dipasang pada jalan rel dengan jari-jari kurang dari 200 meter. Tujuan pemasangan adalah untuk mengurangi gesekan antara roda dan rel, karena rel akan menempel di rel paksa (gigi gongsol).

Tarif

Kemenhub menetapkan tarif LRT pada 19 Juli 2023 dengan tarif termurah untuk satu kilometer pertama Rp 5.000 dan Rp 700 untuk setiap kilometer berikutnya. Tarif untuk jarak terjauh adalah Rp 27.500. dalam beberapa bulan setelah pengoperasian akan ditetapkan tarif khusus untuk menarik sebanyak mungkin masyarakat menggunakannya.

Melihat stuktur tarif, layanan LRT Jabodebek ditujukan untuk kelompok masyarakat menengah ke atas. Tujuannya, supaya warga dapat meninggalkan kendaraan pribadi untuk beralih memakai angkutan umum, sehingga dapat mereduksi kemacetan lalu lintas di jalan. Selain itu, setidaknya dapat membantu pula mereduksi polusi udara yang terjadi sekarang. Di sisi lain, kelompok masyarakat menengah ke bawah sudah disediakan KRL Jabodetabek dengan tarif yang lebih murah. Tarif LRT Jabodebek lebih tinggi dari tarif KRL Jabodetabek karena prasarana dan sarana semuanya baru.

Namun harus diupayakan, ongkos warga yang menggunakan tidak dari Rp 50 ribu untuk pulang pergi. Termasuk ongkos dari tempat tinggal menuju stasiun terdekat ( first mile), menggunakaan LRT Jabodebek dan stasiun tujuan menuju lokasi dikehendaki ( last mile).

Hasil survei penulis sebelum pandemi, rata-rata pengguna kendaraan pribadi dalam sehari menghabiskan ongkos transportasi per hari kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu. Kemudian, ada pembanding layanan Bus JR Connection yag cukup laris bertarif Rp 20 ribu sekali perjalanan berhenti di pusat Kota Jakarta, seperti Kawasan Blok M dan Monas.

Secara umum LRT Jabodebek dalam kondisi laik operasi. Angkutan pemadu moda ( feeder) berupa bus juga dikabarkan sudah disiapkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan biaya Rp 5.000. Pentingnya aksesibilitas ke stasiun menjadi titik pelayanan LRT Jabodebek. Pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan akses yang mudah dan nyaman menuju stasiun tersebut. LRT Jabodebek adalah Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga seluruh stakeholder harus bekeja keras untuk menyukseskannya.

Layanan Pendukung

Terkait dengan layanan feeder, pentingnya ketersediaan moda transportasi yang dapat mengantarkan penumpang dari berbagai lokasi menuju stasiun LRT dengan aman dan nyaman. Selain itu, faktor keamanan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan guna memberikan jaminan keselamatan bagi para penumpang.

Untuk layanan angkutan umum yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek hanya layanan di wilayah DKI Jakarta yang ia nilai sudah matang dan siap. Di wilayah Bekasi dan Depok, masih kurang. Di Depok bahkan belum terlihat ada layanan transportasi publik memadai.

Supaya setiap pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati lintasan layanan LRT Jabodebek bersedia mendukung. Kementerian Perhubungan dapat berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Ketika satu program strategis nasional dikerjakan di daerah, Kemendagri harus diajak supaya bisa mengkoordinasikan pemerintah daerah itu dan membuat aturan untuk dipatuhi pemerintah daerah. Kemendagri bisa memberikan warning kepada pemda untuk jauh-jauh hari mengalokasikan anggaran untuk rerouting layanan ataupun menyediakan bus.

Di samping itu, diperlukan informasi mengenai kedaruratan juga sudah disampaikan dalam bentuk video di stasiun dan kereta. Namun, masih diperlukan simulasi penanganan kedaruratan supaya semua petugas memahami prosedur dan tidak panik. Simulasi ini juga lumrah dilakukan di bandara, setidaknya diikuti para petugas supaya memahami apa yang harus dilakukan di saat genting.

Di tengah tingginya tingkat polusi udara di Jakarta, harapan hidup masyarakat Jakarta diperkirakan akan berkurang selama 2 – 3 tahun jika tingkat polusi bertahan seperti sekarang. Polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Pilihan menggunakan transportasi adalah pilihan yang bijak. Kelompok warga menengah ke atas diharapkan mau meninggalkan kendaraan pribadi untuk beralih menggunakan LRT Jabodebek. Permasalahan kemacetan lalu lintas harus dituntaskan dengan komprehensif dan multi sektoral. Penyelesaiannya harus lintas sektor. Jika tidak dilakukan mulai sekarang, dipastikan Kota Jakarta dan sekitarnya akan terus didera kemacetan lalu lintas yang parah dan pada akhirnya memicu pelambatan ekonomi.

Kemungkinan kemacetan di Stasiun TMII dapat terjadi, mengingat proses naik turun penumpang yang menggunakan angkutan umum masih memanfaatkan area tepi jalan tanpa tersedia celukan. Lain halnya, jika aktivitas itu dilakukan di dalam halaman stasiun, akan sangat membantu. Terlebih jika sudah terbangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan halaman parkir Taman Anggrek Indinesia Permai, turut mengurangi orang yang menyeberang.***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemeberdayaan dan Penguatan Wilayah MTI Pusat

LRT Jabodebek di Mata Para Menteri

JAYAKARTA NEWS – Moda transportasi massal Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 28 Agustus 2023. Sebelum meresmikannya, Presiden Jokowi terlebih dahulu menjajal moda transportasi kereta api ringan tersebut dengan menumpanginya bersama masyarakat hingga sejumlah menteri dari Stasiun Harjamukti di Depok, Jawa Barat menuju Stasiun Cawang di Jakarta.

Salah satu menteri yang turut menaiki LRT tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengaku senang karena ibu kota dan wilayah penyangganya makin terkoneksi dengan kehadiran transportasi massal LRT. Menurutnya, transportasi massal adalah sebuah keharusan bagi metropolitan seperti Jakarta.

“Jakarta sebagai metropolitan dengan penduduk yang sangat besar dan daerah sekitarnya, beberapa daerah Bogor, Tangerang, Bekasi, yang semuanya memiliki kepadatan dan mobilitas penduduk yang sangat tinggi, maka infrastruktur seperti transportasi massal itu menjadi suatu keharusan dan kebutuhan,” ujar Sri.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang telah menjajal LRT ini untuk ketiga kalinya. Erick menilai bahwa transportasi publik merupakan hal yang sangat prioritas dan perlu untuk terus ditingkatkan mengingat Jakarta merupakan kota besar dengan jumlah penduduk yang padat.

“Ya memang transportasi publik menjadi hal yang sangat prioritas hari ini, apakah MRT, LRT, dan fasilitas pendukungnya yang harus terus kita tingkatkan karena memang kembali sebagai kota yang menjadi salah satu terbesar di dunia dari jumlah penduduk, memang fasilitas publik harus menjadi prioritas,” ungkap Erick.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpandangan bahwa transportasi massal seperti LRT dapat memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar untuk mobilitas orang. Selain ramah lingkungan, moda transportasi LRT juga merupakan moda yang cepat, ramah, dan murah, serta membangun budaya baru bagi masyarakat.

“Ini bisa menjadi contoh bahwa ini bisa dilakukan pada kota-kota yang lain. Dan satu yang penting, ini adalah budaya baru di mana kita menghargai waktu, lalu kita bersih, enggak boleh makan. Ini budaya baru yang insyaallah bisa ditularkan ke masyarakat,” tuturnya.

Para menteri pun berharap, kehadiran LRT Jabodebek ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di ibu kota dan sekitarnya sekaligus meningkatkan kualitas udara Jakarta. Menteri BUMN Erick Thohir menilai bahwa butuh partisipasi semua orang untuk menyelesaikan isu polusi, di antaranya dengan menggunakan transportasi publik.

“Jadi dengan ada percepatan dari LRT ini akan membantu juga pengurangan kendaraan pribadi sehingga ini bisa membantu lah, apalagi kan polusi tinggi, ini hal-hal yang sangat dibutuhkan partisipasi kita semua untuk menggunakan kendaraan umum,” ucap Erick.

“Kita mengharapkan dengan makin banyak masyarakat menggunakan fasilitas transportasi umum tentu akan mengurangi juga mobilitas menggunakan mobil pribadi dan akan memperbaiki kualitas dari udara di daerah Jabodetabek,” ujar Sri Mulyani.***/mel

LRT Jabodebek Layani Masyarakat di 18 Stasiun

JAYAKARTA NEWS – LRT Jabodebek direncanakan mulai beroperasi pada Senin, 28 Agustus 2023.

Terdapat 18 stasiun yang akan melayani pelanggan LRT Jabodebek, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.

Stasiunstasiun LRT Jabodebek berada di lokasi-lokasi strategis mulai dari kawasan perumahan hingga kawasan bisnis. Tujuannya untuk memudahkan para penglaju bertransportasi dari dan menuju Ibu Kota atau wilayah lainnya,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Stasiun LRT terdiri dari 2 tipe yaitu tipe In terchange Station yakni Stasiun Cawang dan tipe untuk 17 stasiun lainnya. Perbedaan dari tipe stasiun ini adalah jumlah jalur, luas stasiun dan fasilitas tambahan yang ada di dalamnya.

Interchange Station terdiri dari 3 lantai dimana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial.

Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron.

Stasiun Cawang merupakan Interchange Station dikarenakan merupakan  stasiun  persimpangan atau stasiun transit.

Dimana pelanggan dari stasiun Harjamukti yang ingin menuju ke arah Stasiun Jatimulya dapat berhenti dulu di Stasiun Cawang dan berganti kereta tujuan Stasiun Jatimulya, maupun sebaliknya.

Untuk menunjang kenyamanan para pelanggan saat berada di stasiunstasiun  LRT  Jabodebek dilengkapi dengan fasilitas akses berupa eskalator, tangga, dan lift, toilet, ruang menyusui, musala, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), passenger announcement, dan CCTV.

“Pemerintah dan KAI juga berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah disabilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas serta tactile. Dengan hadirnya fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas menggunakan LRT Jabodebek,” kata Joni.

Untuk mengoptimalkan layanan di stasiunKAI sudah menyiapkan petugas yang siap sedia untuk melayani pelanggan. Petugas tersebut meliputi Pengawas Stasiun, petugas loket, passenger service, cleaning service, petugas kesehatan, dan security.

Dari sisi akses stasiunstasiun LRT Jabodebek memiliki keunggulan karena akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum.

Misalnya Stasiun Dukuh Atas, lokasinya berada di dekat Stasiun KRL Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun KA Bandara BNI City, halte Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya.

Ada juga Stasiun Halim yang terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Stasiunstasiun LRT Jabodebek terletak tidak jauh dari titik moda transportasi umum lainnya. Sehingga akan memudahkan pelanggan yang akan menggunakan transportasi umum lanjutan,” tutup Joni.***/mel

Jelang Diresmikan, Pemerintah Tetapkan Tarif Promo LRT Jabodebek

JAYAKARTA NEWS – “Tarif promo ini kami berikan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 78, serta untuk memperkenalkan LRT Jabodebek kepada masyarakat. Melalui pemberian tarif promo ini, diharapkan akan mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada Minggu (27/08) di Jakarta.

Adita menjelaskan, selain tarif flat Rp. 5.000, skema selanjutnya yang disiapkan yaitu pengenaan tarif maksimal Rp 20.000,- untuk jarak terjauh dan di bawah Rp 20.000,- untuk selain jarak terjauh. Skema tarif ini mulai diberlakukan pada awal bulan Oktober 2023 sampai dengan akhir Februari 2024.

Lebih lanjut Adita menjelaskan, pemberian tarif promo ini menggunakan subsidi dari pemerintah menggunakan skema Kewajiban Pelayanan Publik/Public Service Obligation (PSO). “Besaran PSO yang diberikan untuk subsidi tarif dari mulai beroperasi sampai dengan akhir tahun 2023 yaitu sebesar Rp 66 Miliar. Jumlah ini di luar pemberian subsidi untuk prasarana,” ucap Adita.

Sebagai informasi, tarif LRT Jabodebek sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.

Berdasarkan regulasi ini, tarif dasar LRT Jabodebek ditetapkan mulai Rp 5.000 untuk 1 km pertama, dan mengalami penambahan sebesar Rp 700 per Km selanjutnya.

Pemerintah memberikan subsidi PSO dengan membiayai selisih dari biaya yang diusulkan oleh operator LRT Jabodebek, agar biayanya lebih terjangkau bagi masyarakat banyak, Tarif yang telah ditetapkan ini telah dikaji tim independen Polar UI dan PWC bersama Operator dan Kementerian Perhubungan.***/mel

Tinjau LRT Jabodebek, Presiden Jokowi: Keselamatan Harus Diutamakan

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek, Kamis (03/08/2023). Kedatangan Presiden tersebut untuk memastikan kesiapan sistem, terutama dari segi keamanan dan keselamatan, sebelum LRT tersebut secara resmi dioperasikan.

“Jadi tidak usah tergesa-gesa untuk segera dioperasikan, tetapi semuanya yang berkaitan dengan sistem, yang berkaitan dengan keamanan, yang berkaitan dengan keselamatan itu harus diutamakan,” ujar Presiden di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta.

Presiden yang terlihat didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menaiki LRT dari Stasiun Harjamukti di Depok hingga Stasiun Dukuh Atas di Jakarta. Presiden menilai perjalanan dengan LRT tersebut cukup nyaman.

“Saya telah mencoba LRT dari Stasiun Harjamukti di Cibubur, kemudian Cawang, kemudian Dukuh Atas. Nyaman dan semuanya alhamdulillah lancar,” ungkap Presiden.

Namun Presiden juga mengakui, dari hasil uji coba yang dilakukan masih terdapat sejumlah hal yang harus disempurnakan. Presiden menilai hal tersebut wajar karena Indonesia baru pertama kali memiliki LRT, begitu juga dengan moda raya terpadu (MRT), dan juga kereta cepat.

“Jadi kalau ada kekurangan, masih ada yang perlu dikoreksi, masih ada yang perlu dievaluasi ya saya kira wajar. Jangan mengharapkan ini nanti operasi langsung semuanya sempurna, tidak, pasti ada perbaikan-perbaikan sistem, perbaikan perbaikan teknis yang lain-lainnya,” ujarnya.

Presiden mengharapkan kehadiran LRT ini nantinya akan meningkatkan integrasi moda transportasi di wilayah Jakarta dan sekitar.

“Nanti ini titik ini, di Dukuh Atas nanti pertemuan semuanya. Di Dukuh Atas ini pertemuan MRT, pertemuan KRL, pertemuan kereta bandara, pertemuan LRT ada di sini, Transjakarta semuanya, sehingga ini akan menjadi sebuah titik sentral bagi semua moda transportasi yang ada di Jakarta,” tandasnya.***/mel

Uji Coba Operasional Terbatas LRT Jabodebek Mulai Dilakukan Hari Ini

JAYAKARTA NEWS – LRT Jabodebek hari ini , Rabu (12/7), perdana melakukan uji coba operasional terbatas dengan penumpang. Serangkaian uji coba akan dilakukan secara bertahap hingga nantinya siap beroperasi komersial pada 18 Agustus 2023.

Tahap pertama mulai 12 Juli 2023 sampai 26 Juli 2023. Pada tahap ini, yang dapat mengikuti uji coba adalah undangan terbatas dari Kementerian/Lembaga, jurnalis/media, dan komunitas.

Selanjutnya, pada tahap kedua mulai 27 Juli 2023 sampai 15 Agustus 2023, masyarakat umum dapat mengikuti uji coba dengan mengisi link pendaftaran yang disediakan oleh pihak operator LRT Jabodebek.

“Uji coba ini akan terus dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kesiapan sistem operasi. Semoga nanti di tanggal 27 juli saat melibatkan masyarakat umum, sistem operasinya sudah semakin matang dan pelayanannya semakin meningkat,” ujar Menhub saat menghadiri ujicoba operasional terbatas LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Pada kesempatan ini, Menhub menjajal LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti, Depok menuju Stasiun Dukuh Atas, Jakarta.

Menhub mengatakan, kehadiran layanan LRT Jabodebek sudah sangat dinanti-nantikan masyarakat di Jakarta maupun di kota penyangga seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan sekitarnya, karena mampu mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke kota penyangga maupun sebaliknya.

“Saat ini masyarakat yang mau mendaftar untuk mencoba LRT Jabodebek sudah puluhan ribu,” ucap Menhub

Lebih lanjut, Menhub meminta dukungan kepada Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan Integrasi antarmoda dengan moda lainnya seperti : Transjakarta, Angkot, KRL dan Moda lainnya. Integrasi antarmoda yang baik akan semakin memudahkan aksesibilitas masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek baik dari Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Pada kesempatan yang sama, Dirut KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, ujicoba ini akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan sebelum nantinya beroperasi secara komersial.

Ia mengungkapkan, pada ujicoba tahap pertama akan ada 22 perjalanan kereta per hari. Sedangkan pada uji coba tahap kedua akan ada 434 perjalanan kereta perhari, dimana 6 perjalanan diantaranya akan mengangkut penumpang yang telah mendaftar.

“Melalui ujicoba ini, kami sekaligus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada penumpang, serta ujicoba sistem ticketing, integrasi antarmoda, aksesibilitas, dan pengaturan parkir di area stasiun,” ucapnya.

Ia menyebut, nantinya LRT Jabodebek akan beroperasi sebanyak 560 perjalanan dalam sehari pada hari kerja, dengan headway atau waktu tunggu kedatangan kereta rata-rata 3-6 menit.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, Perwakilan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, dan perwakilan Kementerian BUMN.***/mel