Lebaran di Tengah Laut, Pelaut Pertamina Patra Niaga Tetap Bertugas Saat Idulfitri Demi Jaga Pasokan Energi Nasional

JAYAKARTA NEWS – Di tengah hangatnya perayaan Idulfitri yang identik dengan kebersamaan keluarga, ratusan pelaut dari Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan tugas di tengah laut.

Mereka memastikan distribusi energi nasional tetap berjalan lancar di momen penting tersebut.

Salah satunya adalah Captain Arendra, yang bertugas di Kapal Pertamina Gas 2.

Tahun ini menjadi kali ketiga ia merayakan Lebaran di tengah lautan.

Ia mengaku, momen Idulfitri menjadi waktu paling berat karena harus berjauhan dengan keluarga, terutama istri dan anak.

“Kalau sudah takbir berkumandang, itu momen yang paling terasa. Biasanya berkumpul bersama keluarga, sekarang hanya bisa melalui video call.

“Tapi ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kami, demi memastikan energi tetap sampai ke masyarakat,” ujar Arendra, dikutip dari Ragam BUMN, Sabtu (21/3/2026).

Cerita serupa datang dari Captain Basuki, yang juga bertugas menjaga distribusi energi di laut.

Baginya, Idulfitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga amanah untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Walaupun tidak bisa berkumpul dengan keluarga, kami di kapal sudah seperti keluarga kedua. Kami saling menguatkan dan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Ada kebanggaan tersendiri saat saya dan awak kapal Pertamina Gas 1 karena bisa tetap berkontribusi untuk masyarakat di momen penting seperti ini,” ungkap Basuki.

Meski jauh dari keluarga, suasana Lebaran tetap terasa hangat di atas kapal.

Para pelaut melaksanakan salat Idulfitri bersama di dek kapal dan berbagi hidangan sederhana, mempererat kebersamaan di tengah keterbatasan.

Momen saling bermaafan pun berlangsung penuh makna.

Di tengah rasa rindu yang mendalam terhadap keluarga di rumah, para pelaut tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Peran pelaut menjadi sangat krusial dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional, terutama selama Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya konsumsi energi.

Melalui jalur laut, energi didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang sangat bergantung pada akses maritim.

Pada periode Idulfitri 1447 H, lebih dari 345 armada kapal Pertamina Patra Niaga bersiaga penuh untuk memastikan pasokan energi tetap aman.

Para pelaut menjadi garda terdepan dalam rantai distribusi tersebut, memastikan energi tersedia tepat waktu di seluruh penjuru negeri.

Dedikasi para pelaut ini menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan masyarakat merayakan Idulfitri, ada peran penting insan yang tetap bekerja tanpa henti.

Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, pelaut Pertamina Patra Niaga terus memastikan energi tetap mengalir bagi negeri, kapan pun dan di mana pun.***/mel

H-6 Lebaran, 52 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta Via GT Cikatama

JAYAKARTA NEWS – Polri merilis data pergerakan lalu lintas kelar dan masuk Jakarta Selasa (25/3) kemarin atau H-6 Lebaran. Tercatat ribuan kendaraan keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama (Cikatama).

“Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Tol Trans Jawa) sebanyak 52.561 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Jakarta) sebanyak 26.242 kendaraan,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago, Rabu (26/3/2025).

Kemudian, volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Tol Cikupa arah Merak sebanyak 46.452 kendaraan. Sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Tol Cikupa sebanyak 45.302 kendaraan.

“Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Ciawi arah Bogor sebanyak 31.722 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Ciawi sebanyak 30.890 kendaraan,” jelasnya.

Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Kalihurip Utama arah Bandung, ujarnya, mencapai 29.196 kendaraan. Sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 26.077 kendaraan.***/mel

Tiket Gratis Lebaran Kapal PELNI 2025 Sudah Bisa Dipesan, Simak Syaratnya

JAYAKARTA NEWS – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) resmi membuka pendaftaran Program Tiket Gratis Lebaran 2025 mulai Senin, 10 Maret, secara online.

Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Perhubungan RI yang bertujuan memfasilitasi masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik menggunakan kapal PELNI.

Tahun ini, sebanyak 9.250 tiket gratis disediakan untuk 28 rute perjalanan, mencakup keberangkatan sebelum dan setelah Lebaran.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Evan Eryanto, menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan RI kembali menugaskan PELNI untuk mengadakan Program Tiket Gratis dalam rangka angkutan Lebaran 1446 H/2025.

“Pemerintah menyediakan tiket gratis pada ruas-ruas padat penumpang dengan skema setiap ruas disiapkan untuk arus mudik dan arus balik,” ungkap Evan.

PELNI berharap masyarakat dapat memanfaatkan Program Tiket Gratis dari Kemenhub ini dengan baik.

“Kami akan membuka pendaftaran mulai Selasa (11/3) secara online. Jadi kami harapkan masyarakat atau calon peserta Program Tiket Gratis Lebaran dapat menyiapkan data yang dibutuhkan, khususnya tanda pengenal,” terang Evan.

“Pastikan nama yang berangkat sesuai dengan identitas diri yang didaftarkan,” tegasnya.

Berikut rincian rute, nama kapal serta kuota tiket dan tanggal keberangkatan pada Program Tiket Gratis dengan kapal PELNI 2025:

1. Batam – Belawan (KM Kelud) 25 & 28 Maret 2025 : 600 pax
2. Belawan – Batam (KM Kelud) 7 & 10 April 2025: 600 pax
3. Kumai – Semarang (KM Kelimutu) 26 Maret 2025: 375 pax
4. Semarang – Kumai (KM Kelimutu) 5 April : 375 pax
5. Makassar – Baubau (KM Labobar) 24 Maret 2025 : 250 pax
6. Baubau – Makassar (KM Labobar) 6 April 2025 : 250 pax
7. Balikpapan – Surabaya (KM Dorolonda) 26 Maret 2025 : 350 pax
8. Surabaya – Balikpapan (KM Dorolonda) 7 April 2025 : 350 pax
9. Makassar – Surabaya (KM Labobar) 24 Maret 2025 : 450 pax
10. Surabaya – Makassar (KM Labobar) 6 April 2025 : 450 pax
11. Batam – Tanjung Priok (KM Kelud) 17 Maret 2025: 400 pax
12. Tanjung Priok – Batam (KM Kelud) 4 April 2025 : 400 pax
13. Balikpapan – Makassar (KM Lambelu) 26 Maret 2025 : 250 pax
14. Makassar – Balikpapan (KM Lambelu) 7 April 2025: 250 pax

15. Ternate – Ambon (KM Tatamailau) 17 Maret 2025: 300 pax
16. Ambon – Ternate (KM Tatamailau) 7 April 2025 : 300 pax
17. Sampit – Semarang (KM Kelimutu) 28 Maret 2025: 300 pax
18. Semarang – Sampit (KM Kelimutu) 7 April 2025 : 300 pax
19. Manokwari – Sorong (KM Gunung Dempo) 22 Maret 2025 : 250 pax
20. Sorong – Manokwari (KM Gunung Dempo) 7 April 2025 : 250 pax
21. Ambon – Baubau (KM Ciremai) 24 Maret 2025 : 200 pax
22. Baubau – Ambon (KM Ciremai) 13 April 2025: 200 pax
23. Kumai – Surabaya (KM Kelimutu) 23 Maret 2025 : 300 pax
24. Surabaya – Kumai (KM Kelimutu) 6 April 2025 : 300 pax
25. Ambon – Banda (KM Sangiang) 23 Maret 2025 : 300 pax
26. Banda – Ambon (KM Sangiang) 12 April 2025 : 300 pax
27. Makassar – Bima (KM Binaiya) 23 Maret 2025 : 300 pax
28. Bima – Makassar (KM Binaiya) 9 April 2025: 300 pax

Syarat dan ketentuan Program Tiket Gratis dengan kapal PELNI 2025:

1. Daftar melalui tautan https://linktr.ee/DaftarTiketGratisLebaran2025.
2. Penumpang wajib memiliki KTP dan KK.
3. Jumlah maksimal peserta dalam 1 keluarga maksimal 4 orang.
4. Pendaftaran dapat dilakukan paling lambat H-3 sebelum keberangkatan.
5. Pencetakan tiket dapat dilakukan paling lambat H-2 sebelum keberangkatan.
6. Tiket gratis ini hanya untuk kategori Ekonomi.
7. Tiket gratis tidak boleh diperjualbelikan maupun dipindahtangankan.
8. Tiket gratis tidak dapat diberlalukan pembatalan.
9. Penumpang yang berangkat harus sesuai dengan identitas pada saat melakukan pendaftaran.
10. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center 162 atau whatsapp 08111621162.

Pada Lebaran tahun ini, PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.

Total kapasitas angkut untuk 25 kapal penumpang sebanyak 48.323 seat dan 11.889 seat untuk 30 kapal perintis, sehingga gabungan kapasitas kapal penumpang dan perintis mencapai 60.212 seat untuk Lebaran 2025.

Untuk menghadirkan Mudik Tenang dan Menyenangkan sebagaimana harapan Pemerintah dan Kementerian BUMN, pelanggan kapal PELNI sudah dapat memanfaatkan saluran digital seperti aplikasi PELNI Mobile ataupun website resmi PELNI.

Tiket kapal PELNI juga dapat diperoleh di berbagai aplikasi perbankan seperti fitur Lifestyle BCA Mobile, Sukha Livin Mandiri, dan BNI agen46, jaringan Indomaret dan OMI mitra Indomaret, jaringan Alfamart dan Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, easybook.com, via.com, MMBC, Darmawisata Indonesia hingga Versa dan Topindo.

Untuk pembayaran, PELNI sudah bekerja sama dengan Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret dan OMI mitra Indomaret, jaringan Alfamart dan Alfamidi, iSaku, Finpay, dan Fastpay.***/mel

Deretan Pantai Cantik Sepanjang Jalur Pantura, Cocok untuk Wisata Bersama Keluarga Saat Mudik Lebaran

JAYAKARTA NEWS – Bagi yang mudik melewati jalur Pantura, jangan lupa sempatkan diri untuk wisata.

Ada banyak deretan pantai-pantai cantik di sepanjang jalur Pantura.

Dilansir dari Kabar BUMN, Selasa (9/4/2024), berikut daftar pantai-pantai cantik yang bisa dikunjungi saat lewat jalur Pantura:

1. Pantai Widuri

Pantai yang satu ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Pemalang.

Direkomendasikan mampir ke sini saat sore hari, karena pemandangan sunset di pantai ini sangat menawan.

2. Pantai Sigandu

Ini merupakan destinasi wisata andalan Kota Batang.

Di tepi pantainya ada banyak spot santai dan kafe yang cocok untuk istirahat menghilangkan penat di tengah perjalanan panjang.

3. Pantai Cahaya

Pantai di Kabupaten Kendal ini tidak seperti pantai-pantai pada umumnya.

Di sini, pengunjung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang pasti disukai oleh anak-anak.

4. Pantai Marina

Saat tiba di Kota Semarang, jangan lupa mampir ke Pantai Marina.

Pantai ini cukup populer di kalangan wisatawan.

5. Pantai Kartini

Pantai di Kabupaten Jepara ini juga tidak kalah populer.

Selain fasilitas lengkap, pantai ini juga memiliki patung penyu raksasa yang berpadu cantik dengan pemandangan laut yang memukau.

6. Pantai Karang Jahe

Pantai berombak tenang ini bisa ditemukan di Kabupaten Rembang.

Pantai ini memiliki pasir putih serta pohon-pohon cemara yang rindang.

Demikian beberapa pantai di jalur Pantura yang bisa dikunjungi saat mudik Lebaran.***/mel

Tradisi Menyambut Lebaran yang Unik dan Bermakna di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, umat Islam akan merayakan kemenangannya dengan suka cita dalam Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Sama seperti bulan Ramadan yang disambut meriah, Idulfitri pun disambut penuh kebahagiaan. Bahkan, setiap daerah di Indonesia seakan memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut Idulfitri. 

Kalau membahas tradisi Lebaran atau Idulfitri, mungkin akan langsung menjawab: mudik (pulang ke kampung halaman), dan sungkem (meminta maaf sekaligus memohon restu agar mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan lahir batin kepada orang yang lebih tua) sebagai tradisi wajib saat Lebaran. Mengingat, keduanya menjadi momen sakral menyambut Idulfitri.

Tapi, tahukah ternyata tradisi Lebaran di Indonesia tidak hanya “mudik” dan “sungkem” saja. Nyatanya, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang terkenal unik sesuai dengan budaya dan kepercayaan yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun. Bahkan, setiap tradisi Lebaran tersimpan makna yang sangat indah dan mendalam.

Berikut beberapa tradisi Lebaran di berbagai daerah di Indonesia yang penuh makna, dikutip dari Laman Kemenparekraf, Selasa (9/4/2024).

Grebeg Syawal (D.I. Yogyakarta)

Membahas tradisi menyambut Lebaran, Grebeg Syawal menjadi salah satu ritual rutin digelar setiap tahunnya. Tradisi yang berasal dari Keraton Yogyakarta ini dilakukan setiap 1 Syawal, atau tepat pada Hari Raya Idulfitri. Grebeg Syawal merupakan wujud syukur setelah melewati bulan Ramadan yang sudah dilaksanakan sejak abad ke-16.

Daya tarik dari tradisi Grebeg Syawal ada pada tujuh gunungan yang terdiri dari: gunungan lanang/kakung sebanyak tiga buah, gunungan wadon/estri, gunungan darat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan masing-masing satu buah.

Seluruh gunungan akan dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit Bregodo dari Alun-Alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan. Gunungan tersebut akan didoakan terlebih dahulu, sebelum nantinya diperebutkan masyarakat.

Foto: Salah satu rangkaian dalam tradisi Peran Topat menyambur Lebaran di NTB (Shutterstock/fotone agus)Foto: Salah satu rangkaian dalam tradisi Peran Topat menyambut Lebaran di NTB (Shutterstock/fotone agus)

Perang Topat (Nusa Tenggara Barat)

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ada tradisi Perang Topat atau “perang ketupat” sebagai tradisi menyambut Lebaran yang unik dan penuh makna. Konon, tradisi saling melemparkan ketupat ini merupakan simbol kerukunan antar umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok. 

Sebelum “perang” dimulai, masyarakat akan melakukan doa dan ziarah di Makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang, dan Makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Uniknya, setelah tradisi dimulai, ketupat-ketupat yang digunakan untuk berperang akan kembali diperebutkan, karena dipercaya membawa kesuburan sehingga membuat panen melimpah.

Ronjok Sayak (Bengkulu)

Tradisi Lebaran di Indonesia yang tidak kalah unik bisa ditemukan di Bengkulu yang disebut Ronjok Sayak. Secara umum, kata Sayak sendiri bisa diartikan sebagai batok kelapa. Dengan kata lain, Ronjok Sayak adalah tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi satu meter. Menurut kepercayaan, tradisi Lebaran Ronjok Sayak sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam. 

Masyarakat Bengkulu percaya jika api merupakan penghubung antara manusia dan leluhur. Itu mengapa, pelaksanaan tradisi Ronjok Sayak berjalan hikmat, dibarengi dengan banyaknya doa-doa yang dipanjatkan selama proses pembakaran batok kelapa. Biasanya, tradisi Ronjok Sayak ini dilakukan setelah melaksanakan salat Isya pada 1 Syawal. 

Binarundak (Sulawesi Utara)

Masyarakat Motoboi Besar di Sulawesi Utara juga memiliki tradisi menyambut Lebaran warisan leluhur yang masih dilakukan dan dilestarikan hingga sekarang, yakni tradisi Binarundak. Sebuah tradisi membuat atau memasak nasi jaha secara bersama-sama yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idulfitri.

Nasi jaha adalah makanan khas Sulawesi Utara yang berbahan dasar beras dan dimasak dalam batang bambu. Hidangan khas ini memiliki perpaduan rasa gurih dari santan, serta jahe yang cukup kuat. Menurut kepercayaan, tradisi Binarundak dalam menyambut Lebaran merupakan sarana silaturahmi terhadap sesama, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Festival Meriam Karbit (Kalimantan Barat)

Kalimantan Barat pun turut memiliki tradisi Lebaran yang tidak kalah unik dan penuh makna, yakni Festival Meriam Karbit. Sedikit berbeda dengan tradisi-tradisi lainnya, Festival Meriam Karbit justru menjadi pengingat kepada warga akan keberanian dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Festival menyambut Lebaran yang terkenal meriah ini digelar selama tiga hari berturut-turut. Dimulai sejak sebelum, sesaat, dan sesudah Lebaran. Menariknya, Festival Meriam Karbit tidak hanya menjadi tradisi Lebaran saja. Melainkan, juga menjadi warisan budaya yang kental dengan nilai historis karena berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.***/mel

Deretan Makanan Nostalgia yang Bikin Kangen Kampung Halaman Saat Rayakan Lebaran

JAYAKARTA NEWS – Lebaran menjadi momen untuk saling memaafkan bersama keluarga dan juga menikmati kebersamaan yang hangat. 

Salah satu hal istimewa dari perayaan hari raya ini adalah keberadaan hidangan lezat yang tersaji.

Beberapa makanan dapat menghadirkan kembali ingatan manis di masa lalu dan kerinduan terhadap kampung halaman.

Dikutip dari Kabar BUMN, Sabtu (6/4/2024), berikut adalah deretan makanan yang bisa Anda sajikan agar menambah nuansa nostalgia di hari raya tersebut. 

Rawon Surabaya

Rawon adalah sup daging dari Jawa Timur dengan bumbu khas bernama kluwek. 

Berbeda dengan sup lain yang umumnya berwarna bening, kuah rawon justru berwarna gelap.

Anda bisa mencoba membuatnya sendiri untuk bernostalgia, terutama jika Anda menghabiskan masa kecil Anda di daerah Jawa Timur.

Apalagi, Anda bisa membuatnya dengan mudah karena sudah banyak bumbu instan rawon tersedia di minimarket.

Telur Asin Brebes

Yang satu ini kerap dijadikan oleh-oleh setiap kali seseorang bepergian dari Brebes.

Kelezatannya bersumber dari bahan baku telur bebek yang menciptakan rasa gurih namun tidak amis. 

Tidak ada salahnya Anda mengobati kerinduan akan Brebes dengan menghadirkan telur asin ciptaan Anda sendiri.

Anda hanya perlu butuh kesabaran untuk menanti telur buatan Anda benar-benar siap santap.

Atau jika ingin praktis, Anda bisa mendapatkannya di gerai supermarket terdekat. 

Lumpia Semarang

Semarang adalah kota Lumpia.  Makanan perpaduan dua budaya Jawa dan Tionghoa ini memang selalu memikat. 

Baik yang basah atau goreng, keduanya sama-sama lezat disantap.

Jika belum sempat bertandang ke Semarang, Anda menghadirkan nuansa ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini dengan menghidangkan lumpia untuk sajian lebaran. 

Cara praktisnya adalah dengan membeli lumpia beku di toko swalayan dan memasaknya di rumah.

Agar lebih nikmat, tambahkan saus sambal saat memakannya.

Bika Ambon

Makanan khas Medan ini memiliki tekstur khas dengan rasa yang semakin beragam.

Kini Anda bisa memiliki aneka rasa seperti durian, coklat atau keju.

Jika belum bisa mudik ke Medan, bukan berarti Anda tidak bisa menikmati bika ambon saat Lebaran. 

Anda masih bisa menikmati bika ambon dengan membelinya dari sejumlah gerai online.

Bakpia Yogyakarta

Kue bulat mungil ini memang selalu bikin ketagihan.

Tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke toko oleh-oleh kue ini jika sedang pulang ke Yogyakarta.

Saat menghidangkannya sebagai menu camilan Lebaran, Anda akan merasakan kembali suasana khas Yogyakarta dan ingatan indah tentang kota tersebut.***/mel

5 Tradisi dan Budaya Unik di Betawi Saat Lebaran, Wajib Dilestarikan

JAYAKARTA NEWS – Hari Raya Idul Fitri disambut dengan suka cita bagi umat muslim yang merayakannya.

Di momen lebaran, banyak perantauan yang memilih mudik ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan sanak saudara.

Momen lebaran biasanya dimanfaatkan untuk silaturahmi, namun di Betawi ada tradisi yang unik.

Berikut 6 tradisi dan budaya unik Lebaran Betawi dilansir dari jakarta.go.id.

1. Nyorog atau Tuker Rantang

Tradisi nyorog atau sorogan atau tuker rantang biasanya dilakukan sebelum berpuasa atau di malam takbiran.

Isi rantang biasanya semur daging maupun ketupat ketan dan sayur sambel godok.

Rantang akan dikembalikan dan diisi makanan oleh orang yang tadinya diberi.

Tradisi ini merupakan wujud silaturahmi warga Betawi dengan cara saling berbagi makanan antara tetangga, kerabat, dan saudara.

2. Bermain Bledugan

Umumnya permainan ini dilakukan anak laki-laki dan remaja Betawi.

Selain nama Bledugan, permainan ini juga dikenal dengan nama lain seperti bumbungan, lodong, jleguran atau meriam bambu.

Permainan ini biasa dimainkan di tanah lapang untuk menyemarakkan suasana malam takbiran.

Alat yang digunakan berupa bambu panjang berdiameter sedang dan diberi lubang, karbit atau minyak tanah, serta kain lap atau pakaian bekas.

3. Tradisi Andilan

Andilan artinya urunan atau patungan membeli kerbau sebelum atau menjelang Ramadan tiba.

Nantinya kerbau itu akan disembelih jelang Lebaran.

Kerbau yang dibeli lalu diberi makan yang baik agar cepat gemuk, kemudian digembalakan secara bergiliran oleh warga selama Ramadan.

Dahulu, masih banyak lahan atau tanah lapang di Jakarta sehingga dengan mudah kerbau dapat digembalakan.

Sebelum Lebaran, masyarakat yang ikut arisan Andilan bersama-sama memotong kerbau dan dagingnya dimasak lalu dimakan bersama-sama.

Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah dan upaya menumbuhkan gotong royong di antara sesama warga Betawi.***/mel

Parlemen S’pura Telpun Bamsoet

JAYAKARTA NEWS – Hubungan Indonesia dan Singapura menunjukkan kehangatan. Idul Fitri yang bukan hanya menjadi ritual keahamaan tetapi juga budaya, tampaknya dipahami betul oleh Singapura. Itulah sebabnya, Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan Jin pun menelpun Ketua MPR Bambang Soesatyo untuk berlebaran.

Ketua tokoh ASEAN itu pernah bertemu di Ruang Kerja Ketua MPR RI pada 18 November 2020, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Bamsoet menilai, penyampaian ucapan selabat berlebaran tersebut mendandai begitu kuatnya hubungan bilateral RI – Singapura, baik antar pemerintah, antar rakyat kedua negara (people to people), maupun antar pelaku bisnis kedua negara (business to business).

“Selama lebih kurang 54 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, Singapura telah menjadi mitra strategis bagi Indonesia, baik di kawasan regional maupun internasional,” ujar Bamsoet usai menerima telepon Ketua Parlemen Singapura, di Jakarta, Jumat (14/5/21).

Keduanya sepakat untuk saling mengunjungi setelah pandemi Covid-19 berlalu. Mereka juga saling mengapresiasi atas kepedulian masing-masing pemerintah dalam penanganan pandemi Covid 19.

“Secara khusus saya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan bantuan Singapura yang membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam beberapa waktu yang lalu. Saya berharap hubungan baik dan kerjasama antara kedua negara dapat terus ditingkatkan di semua bidang, yang dapat kita optimalkan melalui hubungan kerjasama antar parlemen kedua negara,” jelas Bamsoet.

Bamsoet berharap RI dan Singapura bisa menjalin kerjasama travel bubble, sehingga masyarakat dari kedua negara bisa saling mengunjungi satu sama lain, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan demikian, pandemi Covid-19 tidak menutup seratus persen perjalanan bisnis kedua negara.

Lebih lanjut dikatakan, melalui travel bubble, aktifitas dunia usaha kedua negara dapat menggeliat kembali. PDB Singapura pada tahun 2018 mencapai USD 364,139 miliar dan Indonesia USD 1,04 triliun, memperlihatkan betapa kuatnya perekonomian kedua negara. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 34.354,5 juta. “Jadi, sangat penting bagi Indonesia dan Singapura untuk terus meningkatkan hubungan perekonomian,” tandas Bamsoet.(sm)

Bencana tak Kenal Lebaran dan Natalan

Pendeta Gilbert Lumoindong bertandang ke Graha BNPB. Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, bahwa yang namanya bencana (alam ataupun non alam) datangnya tak kenal lebaran, tak kenal natalan, tak kenal hari, tak kenal jam.

Karenanya, aparat yang bekerja di BNPB harus siap dengan kondisi seperti itu. Lantas pendeta Gilbert pun memberi tips tentang bagaimana mengantisipasi hal itu.

5 Film Nasional Merajai Bioskop di Liburan Lebaran

JAYAKARTA NEWS – Suguhan film Nasional bukan lagi sebagai ‘kuburan’ bagi bioskop seluruh Indonesia.

Lebaran 2018, film Kuntilan menggaet 1.236.000 penonton. Si Doel the Movie meraih 1.757.653 penonton dan Single (2015) menggiring 1.351.324 penonton.

Untuk tahun 2019 ini, belum diperoleh data tentang jumlah penonton yang pasti. Namun, Lebaran tahun ini, 5 film Nasional ‘merajai’ bioskop XXI, 21, Premier. Belum lagi di Cinemaxx dan CGV.

Diperoleh data dari pihak bioskop Kuntilanak 2 memperoleh 307 layar, Single 2 (302), Ghost Writer (287), Hit & Run (283) dan Si Doel 2 (379).Ditotal, 1558 jumlah layar di Indonesia dikuasai 5 film Nasional.

Jumlah layar seluruh Indonesia ada 1750 lbuah Berarti sisanya adalah film-film asing/Hollywood, yaitu Aladdin, Godzilla dan John Weick 3.

Belum tahu, dari 5 film Nasional, manakah peringkat pertama, kedua dan terakhir yang bakal menggaet jumlah penonton terbanyak ? Mungkin setelah 7 hari paska Lebaran, kita baru dapat data dari pihak bioskop.

Diperoleh kabar, Si Doel 2 di hari pertama Lebaran (5 Juni) memperoleh jumlah penonton lumayan banyak dan hal ini berarti ada pertambahan layar.

Si Doel 2 masih disutradarai Rano Karno. Konfliknya kali ini tertuju pada Sarah (Cornelia Agatha) yang telah melahirkan anaknya di Belanda, Doel Junior (Rey Bong). Konflik lain muncul mencuat, masalah Zaenab (Maudy Koesnaedi), ibunya yang menjanda sepeninggal ayahnya ingin dinikahi duda tua beranah tujuh. Masalah Mak Nyak yang lumpuh tapi tak ingin Doel berpoligami. Masalah si bujang lapuk Mandra dengan Munaroh, pacar lamanya. Bagaimana cara atau kiat menuntaskan semua konflik dengan arif dan bijaksana ?

Si Doel 2 berdurasi 90 menit dan lolos sensor untuk 13 tahun ke atas.

Tak kalah seru adalah Single 2, durasi 90 menit dan untuk 13 tahun ke atas.

Masih disutradarai Dika Angkasaputra Moerwani Nasution alias Raditya Dika, masalah yang mencuat masih di seputar Ebi yang sudah berusia 30 tahun, tapi belum dapat pacar.

Ebi tetap jomblo alias single. Sejak SMP, belum pernah berpacaran lagi. Padahal adiknya, Alva, akan menikah. Ebi bertekad sebelum ultahnya yang ke 20 harus punya pacar. Namun, ia belum tahu bagaimana caranya.

Dibantu 2 temannya, Wawan dan Victor, ia berusaha melakukan pendekatan dengan cewek. Sebagai pemeran utama adalah Raditya Dika, dibantu Annisa Rawles, Arief Muhammad, Mentari Novel, Yoga Arizona, Ridwan Remin, Rina Hassim, Dede Yusuf dll.

Film Single 2 sangat memukau sinematografinya yang ditagani oleh Muhammad Firdaus. Kali ini, Firdaus berhasil ‘memindahkan’ keelokan dan keindahan Pulau Dewata Bali ke layar lebar. Jalan tol laut ke Pulau Nusa Dua bena-benar indah dilihat. (pik)