Beda Negara, Beda Caranya, Ini 5 Teknik Menyeduh Kopi di Dunia

JAYAKARTA NEWS – Banyak daerah di Indonesia punya metode dan cara menyajikan segelas kopi khasnya masing-masing.

Seperti kupi khop (Aceh), kopi takar (Sumatra Utara), kopi joss (Yogyakarta) dan masih banyak lagi lainnya.

Begitu pula dengan dunia. Setiap negara punya menu kopi yang berbeda-beda dan khas setempat.

Ini lima gaya meracik kopi yang cukup populer di dunia.

1. Oliang
Racikan kopi khas negeri Thailand ini kental dipengaruhi budaya Tiongkok.

Dalam dialek Teochew, oliang artinya hitam dan es batu.

Oliang terbuat dari biji kopi yang dipanggang sedikit gosong kemudian dicampur biji-bijian.

Seperti biji wijen, biji kedelai, jagung, beras dan juga kardamon.

Saat diseduh, bubuk itu ditambahkan gula bisa dengan air atau susu cair lalu diberi es.

Sekarang bubuk oliang sudah dijual bebas. Orang bisa cepat meracik sendiri kopi oliang di rumah.

2. Nitro cold brew
Beberapa coffee shop kekinian sudah menjual nitro cold brew.

Resep awalnya berasal dari sebuah kedai kopi bernama Stumptown Coffee Roasters di Amerika.

Konsepnya mirip dengan cold brew, di mana bubuk kopi diteteskan dengan air selama 24 jam.

Tujuannya, agar menghasilkan kopi dingin dengan keasaman tertentu.

Bedanya, pada nitro cold brew, ada penambahan gas nitrogen pada kopi.

Gas ini menghasilkan gelembung-gelembung kecil dan buih pada permukaan kopi.

Cita rasanya jadi sedikit mirip dengan bir hitam Guinness.

3. Cafe de olla
Minuman kopi dari Meksiko ini agak unik karena harus diolah dalam pot tradisional bernama olla.

Pot terbuat dari tanah liat sehingga memengaruhi cita rasa dari kopi.

Dalam pot, biji kopi dipanggang dengan tambahan kayu manis, cengkeh dan kadang juga cokelat.

Setelah diseduh ditambahkan dengan piloncillo (sejenis gula tradisional).

Bila tidak ada, bisa diganti dengan gula merah atau gula molasses.

Dipercaya cafe de olla sudah sejak era Revolusi Meksiko pada tahun 1910.

4. Turk Kahvesi
Masyakat Turki sangat suka menuntaskan makannya dengan dengan menyeruput segelas kopi.

Turk kahvesi dimasak dengan ketel khusus yang dinamakan cezve. Proses pembuatannya pun unik.

Kopi dan air dimasukkan di cezve kemudian dimasak di atas pasir panas hingga mendidih.

Untuk meminumnya, orang harus sabar menunggu sampai ampas kopi mengendam di dasar gelas.

Setelah itu baru bisa dicampur dengan gula atau rempah.

Sebagai informasi, kopi Turki hanya menggunakan bubuk dari biji kopi kualitas premium.

5. Kopi filter
Berbeda dengan masyarakat India Utara yang senang minum teh, India Selatan lebih memilih kopi.

Tradisi minum kopi sudah lama berlangsung.

Biji kopi di India Selatan selalu diolah dengan mencampurkan akar chicory.

Untuk menyeduhnya, kopinya dicampur dengan susu, krim, dan gula.

Percampuran ini dinamakan kopi filter. Rasanya kopinya cenderung manis dan berkrim.***/mel

Mau? Ngopi yang Out of The Box: Raih Manfaat Antioxidant untuk Kesehatan

JAYAKARTA NEWS – Anda mungkin salah satu dari penikmat kopi yang paham benar bagaimana racikan kopi favorit Anda menghasilkan rasa yang begitu lezat.

Kopi favorit Anda begitu memberikan sensasi rasa yang segar. Kopi memberi Anda energi yang sangat dibutuhkan sejak tegukan pertama. Namun, tahukah Anda bahwa kopi tidak hanya enak, tetapi juga dapat memperkaya tubuh Anda dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh dari dalam?

Ternyata, kopi mengandung berbagai senyawa yang membuatnya menjadi salah satu minuman yang paling sehat dan bergizi. Banyak dari senyawa ini tergolong sebagai antioksidan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tri Hariyadi tentang antioksidan di kopi, telah mengantar dosen Politeknik Negeri Bandung meraih gelar doktor di Universitas Padjadjaran Bandung. Risetnya bertajuk “Rekayasa Tingkat Kematangan Panen dan Pengolahan Buah Kopi untuk Memproduksi Biji Kopi Kering Kaya Antioksidan”.

Salah satu kunci untuk mengoptimumkan kadungan antioksidan dalam kopi adalah proses pada pasca panen. Masalahnya, biasanya petani atau buruh pemetik biji kopi di kebun, lazimnya bukan hanya memetik buah kopi yang sudah matang, tetapi yang masih kuning atau bahkan yang hijau pun dipetik. Sehingga dalam hal ini perlu ada pemilahan biji kopi untuk “ditreatment” tertentu agar menghasilkan biji kopi yang kaya akan antioksidan.

Masalahnya, masih ada PR (pekerjaan rumah) untuk riset selanjutnya. Bagaimana mempertahankan zat antioksidan tetap baik-baik saja tatkala mengalami proses sangrai (roasting). Ada jawaban yang menarik dari Tri Hariyadi, masalah di penikmat kopi adalah bahwa ngopi itu adalah dari biji kopi yang sudah disangrai, yang bahkan ada yang menyukai tingkat penyangraiannya hingga biji kopi menjadi arang. Inilah problem antara nikmat rasa, aroma dan mempertahankan zat antioksidan.

Dr. Tri Hariyadi, peneliti kopi dari Politeknik Negeri Bandung usai mempertahankan disetasinya di Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung (Foto: M. Ashuri/MG85)

Pertanyaannya, beranikah orang keluar dari area mainstrem “ngopi” dengan menyedu bubuk kopi yang diolah dari biji kopi tanpa disangrai. Out off the box dalam ngopi. Menimkati green coffee.

Apa itu Antioksidan?
Sebelum kita membahas berbagai jenis antioksidan yang terdapat dalam kopi, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu antioksidan. Secara sederhana, antioksidan adalah jenis senyawa alami atau buatan yang mencegah atau menunda kerusakan sel. Beberapa jenis yang paling umum ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan sayuran meliputi selenium, mangan, karotenoid, flavonoid, dan fenol.

Mengapa penting untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak antioksidan? Secara sederhana, senyawa ini bekerja untuk melindungi sel-sel Anda dari radikal bebas.

Radikal bebas adalah molekul yang dihasilkan oleh tubuh saat mencerna makanan. Mereka juga dihasilkan saat Anda terpapar rangsangan lingkungan tertentu, seperti asap rokok atau radiasi.

Jika dibiarkan berkeliaran secara bebas, radikal bebas dapat merusak sel-sel Anda pada tingkat molekuler. Ini termasuk bahkan molekul-molekul penting seperti protein dan DNA. Seiring waktu, kerusakan ini dapat menyebabkan stres oksidatif dalam tubuh Anda, yang meningkatkan risiko terkena beberapa kondisi kesehatan, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Antioksidan membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan yang dapat diakibatkan oleh radikal bebas. Meskipun Anda bisa mengonsumsi suplemen yang diperkaya dengan antioksidan, lebih mudah untuk mendapatkan sebagian besar antioksidan dari diet yang kaya akan nutrisi alami dan sehat.

Antioksidan tidak hanya ditemukan dalam kopi, tetapi juga dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, biji-bijian utuh, herba, dan rempah-rempah.

Sebagai bonus tambahan, sebagian besar makanan di atas juga kaya serat namun rendah lemak jenuh dan kolesterol. Mereka juga penuh dengan vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berkinerja optimal.

Saat Anda mengisi piring Anda dengan tambahan berwarna ini, jangan lupa mengisi cangkir Anda juga. Kopi mengandung beragam antioksidan dan merupakan pelengkap yang sangat baik untuk rejimen harian Anda. Bahkan, satu penelitian menemukan bahwa hanya satu cangkir kopi dapat mengandung antara 200 hingga 550 miligram antioksidan!

Menganalisis Lebih Dekat Antioksidan dalam Kopi
Sekarang bahwa kita tahu kopi adalah sumber antioksidan yang sangat baik, mari kita selami lebih dalam lagi. Apa jenis-jenis khusus antioksidan yang dapat Anda temukan dalam secangkir kopi di pagi hari?

Meskipun ada daftar panjang judul khusus, sebagian besar vitamin dan antioksidan sehat dalam kopi termasuk dalam salah satu dari dua kategori berikut:

  • Asam Hidrosinamik
  • Polifenol
  • Mari kita bahas ini sedikit lebih dalam.

Asam Hidrosinamik
Asam hidrosinamik adalah antioksidan yang bertanggung jawab untuk menetralisir aktivitas radikal bebas di seluruh tubuh Anda. Semakin banyak senyawa mikronutrien ini yang Anda konsumsi, tingkat stres oksidatif internal Anda akan semakin rendah.

Kopi mengandung sejumlah signifikan antioksidan yang termasuk dalam keluarga asam hidrosinamik, seperti Asam klorogenat (CGA), Asam ferulat, dan Asam p-koumarat. Berikut pandangan yang lebih rinci tentang bagaimana antioksidan khusus ini bekerja dan sifat-sifat yang mereka miliki.

Banyak orang memilih kopi sebagai teman mereka dalam aktivitas menulis atau bekerja. (Foto Pexels.com)

Asam Klorogenat (CGA)
Asam klorogenat adalah senyawa biologis aktif yang ditemukan terutama dalam tanaman, seperti biji kopi hijau, yerba mate, dan teh.

Mereka juga terdapat secara alami dalam banyak jenis buah dan sayuran, termasuk apel, artichoke, plum, terong, anggur, pir, dan buah kiwi.

Asam-asam ini, beserta senyawa terkaitnya, memiliki sifat-sifat yang dapat melindungi tubuh Anda dari efek stres oksidatif. Selain itu, mereka juga dapat menurunkan risiko diabetes, melindungi untai DNA sensitif, mendukung fungsi otak yang sehat (seperti neuroprotektif), mendukung tekanan darah yang sehat, mendukung kadar glukosa yang sehat, serta membantu pengelolaan berat badan.

Salah satu alasan mengapa asam klorogenat sangat bermanfaat adalah cara mereka memperkuat kesehatan fisik Anda dan dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan mental.

Pertama, asam-asam ini meningkatkan stamina mental, memungkinkan Anda tetap waspada dan lebih fokus dalam waktu yang lebih lama. Anda juga mungkin merasa lebih bersemangat. Ini membantu menjelaskan mengapa sebagian besar dari kita merasa lebih berenergi dan tenang setelah kita menikmati secangkir kopi hangat di pagi hari.

Asam Ferulat
Asam ferulat adalah jenis asam lain yang termasuk dalam keluarga asam hidrosinamik. Sebagai senyawa antioksidan alami yang ditemukan dalam sel-sel tumbuhan, asam ferulat dikenal dapat mengurangi peradangan, meratakan warna kulit, dan membalikkan tanda-tanda penuaan. Oleh karena itu, sering ditambahkan ke produk perawatan kulit untuk mendorong kulit yang sehat dan bercahaya.

Beberapa manfaat kesehatan dan kecantikan yang diklaim termasuk kemampuan untuk menetralisir radikal bebas dalam tubuh Anda, memperbaiki dan melindungi sel-sel kulit yang rusak, serta mengurangi tanda-tanda peradangan kulit.

Berita baik bagi para pecinta kopi adalah bahwa asam ferulat hadir dalam biji kopi. Selain mempromosikan kesehatan kulit, para ahli percaya bahwa asam ferulat juga dapat berguna dalam meredakan kelelahan otot. Baik Anda seorang atlet yang sedang berlatih atau Anda hanya berjalan terlalu banyak kemarin, ini bisa menjadi sumber kenyamanan yang menenangkan.

Asam p-koumarat
Anda mungkin belum pernah mendengar tentang asam p-koumarat, tetapi sudah saatnya mengenalinya. Senyawa organik ini adalah salah satu dari tiga isomer asam hidroksisinamat dan menghasilkan efek serta menjadi sumber antioksidan yang hebat. Ini juga dianggap sebagai antiinflamasi dan antimikroba yang hebat.

Bukan hanya sebagai pemain kuat dalam hal ini, tetapi juga berperan sebagai prekursor utama dalam sintesis asam fenolik lainnya, termasuk asam kafeat, klorogenat, rosmarinat, dan ferulat.

Polifenol
Polifenol adalah senyawa berbasis tumbuhan yang juga membantu menetralisir radikal bebas. Selain itu, mengonsumsi diet yang kaya akan senyawa ini juga dapat membantu menurunkan risiko mengembangkan beberapa kondisi kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Dalam kopi, salah satu antioksidan yang paling menonjol dari keluarga polifenol adalah asam kafeat. Berikut adalah pemahaman singkat tentang senyawa spesifik ini.

Asam Kafeat
Asam kafeat adalah salah satu polifenol yang paling menonjol yang ditemukan dalam kopi. Diklaim mengandung kemampuan antiinflamasi, antikanker, dan antiviral. Sebagai senyawa organik yang ditemukan terutama dalam tumbuhan, peneliti juga percaya bahwa asam kafeat dapat membantu meningkatkan performa atlet.

Ketika Anda mengonsumsi asam kafeat, jumlah radikal bebas dalam sistem Anda berkurang. Pada gilirannya, ini mengurangi tingkat stres oksidatif. Meskipun ini dapat menghasilkan sejumlah manfaat kesehatan, beberapa kemungkinan yang paling menonjol meliputi:

  • Peradangan yang berkurang
  • Pencegahan kanker
  • Pencegahan diabetes
  • Risiko penuaan dini yang lebih rendah
  • Kelelahan terkait olahraga yang lebih sedikit
  • Pencegahan penyakit neurodegeneratif (seperti penyakit Parkinson)
  • Seperti halnya antioksidan lainnya, asam kafeat juga dapat meningkatkan warna dan tekstur kulit Anda, terutama dengan melindunginya dari sinar UV yang merusak. Namun, manfaat utamanya jauh lebih dalam dari sekadar kulit.

Dikonsumsi secara teratur, senyawa ini dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, terutama seiring bertambahnya usia. Sifat antioksidan yang ada dalam asam kafeat dapat menurunkan risiko Anda terkena beberapa kondisi, termasuk kanker dan penyakit jantung. Mereka juga dapat melawan penyakit terkait usia tua, seperti penyakit Alzheimer.

Kafein
Meskipun namanya, asam kafeat bukanlah hal yang sama dengan kafein. Namun, ilmuwan mengklasifikasikan kafein sebagai antioksidan. Ketika Anda berpikir tentang polifenol khusus ini, Anda mungkin segera teringat tentang peningkatan energi yang diberikannya.

Meskipun para peneliti masih mempelajari lebih lanjut tentang kafein sebagai antioksidan, kopi tetap menjadi sumber terbaik dari senyawa ini. Bahkan, satu penelitian menemukan bahwa kopi mengandung lebih dari dua kali jumlah kafein dibandingkan teh.

Baik Anda memilih kopi panggang gelap, minuman energi, atau sepotong cokelat hitam, kafein biasanya adalah hal pertama yang kita inginkan ketika merasa lelah tetapi perlu tampil maksimal di tempat kerja, sekolah, atau di rumah. Meskipun energi yang meningkat tentu saja adalah salah satu fitur yang paling menonjol dari kafein, ini bukanlah satu-satunya manfaatnya.

Kafein juga dapat membantu meredakan sakit kepala, mendukung penurunan berat badan, meningkatkan tingkat metabolisme, meningkatkan performa atletik, membantu mencegah beberapa kondisi kesehatan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan manfaat terbaik dari kafein, sebaiknya konsumsi dengan jumlah yang moderat. Meskipun beberapa cangkir kopi sehari adalah ideal, terlalu banyak konsumsi kafein juga bisa berdampak negatif.

Nikmati rutinitas harian Anda, tetapi ingatlah untuk menguranginya jika Anda mulai merasakan efek buruk dari kopi Anda, termasuk getaran kafein.

Flavonoid
Seperti namanya, flavonoid bertanggung jawab atas memberikan warna, rasa, dan aroma khas pada beberapa jenis buah-buahan dan sayuran. Ini termasuk biji kopi.

Terletak dalam keluarga polifenol, flavonoid memiliki berbagai manfaat yang melampaui pengaruh fisik dari biji kopi favorit Anda. Fitonutrien ini juga memiliki efek antiinflamasi dan membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit.

Fitur-fitur lain dari flavonoid mungkin termasuk mengurangi risiko asma dan stroke serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Jenis-jenis flavonoid yang paling menonjol dalam kopi dan teh disebut katekin. Ini adalah jenis flavonoid khusus yang dapat membantu menurunkan risiko kanker, serta membantu dalam penurunan berat badan.

Agen Polifenolik Lainnya
Selain asam kafeat yang sering diteliti, ada agen polifenolik lain yang ada dalam kopi. Mari kita lihat beberapa yang perlu Anda ketahui.

Kafeestol
Kafeestol adalah antioksidan yang masih ada dalam biji kopi, bahkan setelah proses dekafeinasi dilakukan oleh pembakar biji kopi. Mengapa ini bermanfaat?

Senyawa khusus ini membantu mengatur jumlah asam empedu yang dihasilkan oleh usus Anda, yang dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan Anda. Ini juga memiliki efek antiinflamasi yang kuat pada otak Anda, yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi dan retensi ingatan Anda.

Trigonelin
Anda mungkin pernah mendengar bahwa kopi bisa mengotori gigi Anda. Meskipun penting untuk menyikat gigi sekitar 30 menit setelah mengonsumsinya untuk membersihkan noda permukaan, penelitian menunjukkan bahwa minuman pagi Anda sebenarnya bisa meningkatkan kesehatan gigi Anda.

Ini karena keberadaan antioksidan bernama trigonelin. Terkenal karena sifat antibakterinya yang kuat, agen polifenolik ini bisa membantu mengurangi kerentanan Anda terhadap karies gigi. Juga dikenal sebagai alkaloid pahit dalam kopi, trigonelin juga membantu memberikan rasa dan aroma unik pada minuman tersebut!

Studi menunjukkan bahwa kadar senyawa ini sekitar 10 kali lebih tinggi dalam kopi yang dipanggang dibandingkan kopi hijau. Juga ada konten yang signifikan lebih tinggi dalam kopi Arabika daripada campuran lain, termasuk Robusta. Ini adalah alasan lain untuk menikmati Kopi Arabika Murni 100% kami!

Banyak manfaat fisik dan emosional yang Anda dapatkan dari kopi juga dapat dilacak kembali pada trigonelin. Senyawa ini memiliki efek kesehatan berikut, yang dapat membantu memperbaiki mood Anda dan mengoptimalkan kinerja Anda.

Baik Anda sedang berolahraga di gym atau siap membuka buku dan belajar, trigonelin dalam kopi dapat membantu memaksimalkan hasil yang Anda capai. Selain itu, satu studi menunjukkan bahwa senyawa ini juga dapat menurunkan kemungkinan Anda mengembangkan beberapa kondisi kesehatan, termasuk diabetes dan penyakit sistem saraf pusat.

Senyawa yang Meningkatkan Sifat Antioksidan
Selain berbagai jenis antioksidan yang terdaftar di atas, ada senyawa lain yang meningkatkan kesehatan yang ada dalam kopi. Meskipun mungkin tidak secara langsung diklasifikasikan sebagai antioksidan itu sendiri, mereka dapat meningkatkan sifat antioksidan yang tercantum di atas. Dua dari yang paling umum meliputi:

Melanoidin
Secara ilmiah, melanoidin adalah kelompok polimer coklat kaya nitrogen yang diproduksi selama tahap terakhir reaksi Maillard. Ini adalah reaksi non-enzimatik yang terjadi antara asam amino dan gula pereduksi selama proses pemanggangan kopi, yang menyebabkan biji kopi menjadi coklat.

Melanoidin dalam kopi bertanggung jawab atas memberikan warna coklat tua khas pada minuman ini. Mereka menyumbang hingga 25% dari biji kopi panggang, dan jumlahnya semakin bertambah seiring dengan semakin parahnya teknik pemanggangan. Pada dasarnya, mereka memiliki sifat anti-bakteri dan antiinflamasi, serta dapat mempercepat efek antioksidan senyawa molekuler lain.

Quinin
Sebuah senyawa pahit yang berasal dari kulit pohon kinin, quinin ada dalam kopi, tetapi Anda mungkin menghubungkannya dengan minuman lain: air tonik.

Meskipun quinin awalnya dikembangkan sebagai obat untuk melawan malaria, itu juga telah digunakan sebagai bahan utama dalam air tonik sejak tahun 1850-an. Meskipun dapat memiliki efek samping negatif, mengonsumsi dalam dosis kecil aman.

Untuk memastikan keselamatan konsumen, Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatur jumlah quinin yang dapat ditambahkan secara hukum ke air tonik yang dijual secara komersial. Batas ini adalah 83 bagian per juta.

Sama seperti quinin memberikan rasa pahit khas pada air tonik, itu juga mengubah rasa kopi, di mana itu terjadi secara alami. Ketika biji kopi tertentu terasa lebih pahit daripada yang lain, ini biasanya akibat dari kandungan quinin yang lebih tinggi. Saat biji kopi dipanggang, efek antioksidan quinin menjadi lebih menonjol.

Fenilalanin
Fenilalanin adalah asam amino yang hanya dapat kita konsumsi melalui makanan, kita tidak bisa memproduksinya sendiri. Ada dua jenis yang berbeda, yang disebut L-fenilalanin dan D-fenilalanin. Dari keduanya, L-fenilalanin diklasifikasikan sebagai asam esensial karena tubuh Anda membutuhkannya untuk membuat zat kimia otak, protein, hormon tiroid, dan zat penting lainnya.

Sebelum bisa digunakan untuk membuat zat-zat tersebut, fenilalanin harus terlebih dahulu diubah menjadi jenis lain dari asam amino yang dikenal sebagai tirozin. Tubuh Anda bisa mengurus proses konversi ini sendiri.

Meskipun kadar fenilalanin yang tinggi dapat memiliki efek negatif, jumlah jejak yang ada dalam kopi bermanfaat dan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi.

Senyawa Heterosiklik
Ada beberapa senyawa heterosiklik yang mudah menguap dalam kopi seduh, termasuk pirol, tiopen, tiazol, dan oksazol. Meskipun kita masih belajar lebih banyak tentang manfaat kesehatan yang bisa mereka bawa, beberapa manfaat kesehatan yang diklaim meliputi:

Efek antiinflamasi dan antibakteri
Peningkatan mood
Kemampuan untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif

Kesimpulan
Menggali manfaat antioksidan dalam kopi dapat memberi Anda wawasan lebih mendalam tentang mengapa minuman ini sangat baik untuk kesehatan Anda. Dari sifat perlindungan seluler dari radikal bebas hingga potensi penurunan risiko penyakit, kopi adalah pilihan minuman yang hebat untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun kopi kaya akan antioksidan dan berbagai manfaat kesehatan, konsumsi yang berlebihan juga dapat memiliki efek samping. Seperti dalam banyak hal dalam kehidupan, keseimbangan adalah kunci. Jangan ragu untuk menikmati cangkir kopi yang nikmat setiap hari, tetapi selalu perhatikan respons tubuh Anda dan konsumsi dalam batas yang wajar. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, selalu bijaksana untuk berkonsultasi dengan profesional medis sebelum melakukan perubahan signifikan pada diet atau rutinitas Anda. (diolah dari berbagai sumber/ sm)

Food Green Belt, Solusi Ketahanan Pangan

Jayakarta News – Bahasa kerennya Food Green Belt, lalu diartikan sebagai Sabuk Hijau Pangan. Ide ini kemudian bergulir menjadi kerjasama gotong royong yang sering disebut pentahelix. Ada unsur pemerintah, unsur masyarakat, unsur akademisi, unsur pengusaha, dan media terlibat di sana.

“Insya Allah minggu kedua Juli 2020 sudah jalan. Secara ringkas bisa saya katakan, Sabuk Hijau Pangan adalah solusi peningkatan produksi pangan sekaligus jawaban atas kebutuhan resolusi konflik. Konflik apa saja yang bersumber dari ketersediaan pangan atau kesejahteraan,” papar Koordinator Program, Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo, hari ini (1/7/2020).

Berbicara di Dojo Renzo, Griya Lembah Depok – Jawa Barat, Kikiek menyebut programnya sudah selesai disusun enam bulan lalu. Apa boleh buat. Pandemi Covid-19 memupus rancangan yang sudah siap diaplikasikan. “Tuhan selalu punya rencanaNya sendiri. Saat ini, program Sabuk Hijau Pangan ini justru menjadi semakin relevan dan urgen,” tandasnya.

Ditambahkan, pandemi corona telah menghancurkan banyak sendi kehidupan masyarakat. Dalam keadaan seperti ini, satu satunya sektor yang menjadi harapan bagi viability dan kelangsungan kehidupan masyarakat hanya sektor pangan. Negara memerlukan stok pangan, terutama dengan kondisi yang diperkirakan akan berlangsung lama.

Sementara itu, konflik berlarut-larut (protracted conflict) khususnya di Papua menyebabkan pemerintah menerapkan hard approach, dibantu dengan soft approach. Sejak tahun 2018 Polri mengembangkan program Binmas Noken di Papua. Sebuah program community development (comdev) berskala mikro di berbagai zona merah wilayah konflik.

Binmas Noken didesain sebagai instrumen soft approach Polri pada kasus Papua. Tetapi, sekalipun Binmas Noken sukses sehingga dilanjutkan pada TA 2020/2021, namun program ini mengandung sejumlah kelemahan. Di antaranya, produksi pangan bukanlah tugas pokok Polri. Kedua, Polri tidak memiliki keahlian teknis dalam bidang pertanian dan perkebunan. Ketiga, anggaran yang bisa disediakan sangat terbatas, sehingga hasilnya kurang maksimal.

Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis dan Prof (Ris) Hermawan Sulistyo. (ist)
Hermawan Sulistyo dan Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo. (dok. Jayakarta News)

Oleh karena itu, Polri dan masyarakat Papua membutuhkan bantuan teknis dari Kementerian Pertanian. Sebaliknya, program produksi dan ketahanan pangan di Papua tidak mungkin dilaksanakan sendiri tanpa melibatkan aparat keamanan, mengingat situasi konflik di sana.

Program Sabuk Hijau Pangan ini dirancang untuk menopang ketahanan pangan nasional. Adapun, Papua merupakan kasus ekstrem karena situasi keamanan di sana. “Keberhasilan di Papua merupakan model bagi daerah-daerah lain yang lebih aman namun membutuhkan produksi pangan yang kuat,” tambah Hermawan Sulistyo.

Oleh karena itu, selain di Papua, secara diskresional—khususnya atas pertimbangan ketersediaan lahan—dipilih program peningkatan kapasitas produksi kopi di Jember dan produksi tepung pisang di Sukabumi dan Cileungsi Bogor.

Tak pelak, Sabuk Hijau Pangan merupakan crash program ketahanan pangan dalam situasi pandemi. Ia sekaligus menjadi prototype bagi program berskala nasional. “Yang tak kalah penting adalah penyerapan tenaga kerja, karena program ini dilakukan secara padat karya,” tambahnya.

Untuk tahap awal, akan dilakukan peningkatan kapasitas produksi kopi di Yagara Wamena; Lanny Jaya (Papua) dan Argopuro Jember. Selain itu, produksi tepung pisang di Arso Jayapura; Yagara Wamena; dan Cibadak, Sukabumi; Cileungsi Bogor. “Untuk workshop dan gudang distribusi, dipusatkan di Depok,” katanya.

Kikiek yang terlibat aktif dalam program Bimas Noken, telah membagi program dalam sejumlah klaster kegiatan. Yang pertama, melakukan teaming-up dengan Program Bimas Noken Polri di Papua. Back up teknis pada berbagai program yang sudah dilakukan oleh Binmas Noken. Mixed farming skala mikro, dengan designated areas di hot spots konflik. “Fokus pada produksi kopi di Yagara, Wamena,” ujar Kikiek.

Kemudian program produksi tepung pisang, dengan sebaran lokasi yang lebih merata di Papua. Klaster ketiga adalah peningkatan kapasitas produksi kopi kebun-kebun rakyat di wilayah Argopuro, Jember, Jawa Timur.

Program Sabuk Hijau Pangan (Food Green Belt) ini dilaksanakan oleh tim teknis gabungan, yang terdiri dari personel empat lembaga. Masing-masing Binmas Noken Mabes Polri, Kementerian Pertanian, BKO dari Puskamnas (Pusat Kajian Keamanan Nasional) Universitas Bhayangkara Jakarta, dan Yayasan Renzo Untuk Pembangunan Bangsa/CONCERN (Conflict and Peace Research Network). “Kami juga di-back up sejumlah institusi media,” tambah Hemawan “Kikiek” Sulistyo.

Kikiek sebagai Koordinator Program, bertanggung jawab kepada Menteri Pertanian Dr Syahrul Yassin Limpo, SH, MSi dan Kasatgas Binmas Noken Mabes Polri sebagai penanggung jawab program. Sebagai panasihat program, Mayjen TNI (Pur) Noor Aman dan Brigjen (Pol) Prof Dr Chrishnanda, dan Pengawas dr Ayodya Heristyorini, MSc (FMS, MSc (BAFA).

“Kami sudah membentuk tim lapangan untuk Papua dan Jember. Semoga sesuai rencana, minggu kedua kami sudah start,” ujar Kikiek optimis. (rr)

Sipirok PDM, Kopi Juara

Oleh: Joko Intarto
Penulis menyajikan kopi Sipirok untuk penyanyi Maher Zein.

JAYAKARTA NEWS – Sah! Kopi Sipirok PDM dinobatkan sebagai kopi juara. Kopi Arabica Gayo yang dibudidayakan di dataran tinggi Kabupaten Tapanuli Selatan itu menyabet gelar tertinggi untuk kategori: green bean se-Sumatera Utara. Penghargaan diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara.

Kabar baik itu saya terima dari Pak Jaffar Ritonga, generasi kedua pendiri Pesantren Darul Mursyid (PDM). Pak Jaffar mengirimkan berita itu melalui Whatsapp beberapa waktu lalu.

Saya tidak kaget kalau kopi PDM bisa menyabet penghargaan bergengsi itu. Saya sudah memperkirakannya, saat berkunjung ke PDM awal tahun ini. Memang kopi PDM memiliki citarasa yang unik. Meski bibitnya Arabica Gayo dari Takengon, kopi PDM memiliki citarasa dan aroma yang berbeda. Kandungan unsur hara tanah Tapanuli Selatan itulah penyebabnya.

Karena keunikannya, saya gunakan kopi Sipirok untuk menjamu penyanyi kondang Maher Zain saat menggelar pentas amal di Jakarta akhir Maret lalu. Maher menyukai kopi yang ditanam di pegunungan Pandoloan dan kopi luwak liar. Dua-duanya merek PDM: produksi kilang kopi milik pondok pesantren modern di SD Hole itu.

Pak Jaffar memang memiliki misi memajukan ekonomi masyarakat Sipirok melalui kopi. Visi itu diwujudkan dengan membangun kilang kopi di dalam kompleks pesantrennya. Dengan kilang kopi modern itu, pesantren memberi kontribusi langsung dalam pengembangan pasca panen kopi hasil perkebunan rakyat.

Sipirok merupakan salah satu kawasan penghasil utama kopi terbaik di Sumatera Utara. Kawasan ini menghasilan 15 ton green bean per minggu, Dari 36 kopi termahal di dunia, 11 di antaranya ada di Indonesia. Empat dari 11 jenis kopi itu ada di Sipirok. (*)

Ngopi Bareng Milenial, Semakin Pahit Kian Nikmat

Hasto Kristiyanto ngopi bareng milenial Bandung, Jumat malam (22/2/2019)–foto istiemwa

JAYAKARTA NEWS—Mengisi malam yang dingin di Kota Bandung, Jawa Barat, bisa dilakukan dengan ngopi bareng teman-teman sejawat. Selain bersantai, ngopi bareng juga bisa memunculkan kreativitas, inspirasi, dan ajang mengeluarkan serta menyalurkan ide dan gagasan.

Sebuah warung kopi, Sinopis Creative Space di bilangan Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2) malam, itu terlihat ramai. Halaman sebuah bangunan berisi meja dan kursi. Lantainya pun diisi bebatuan. Dari balik pagar besi, terlihat dari kejauhan sejumlah anak muda yang belakangan beken dengan sebutan kaum milenial terlihat asyik duduk bercengkrama. Ya duduk sambil minum kopi.

Ngopi bareng tepatnya. Sembari menikmati malam di kota kembang. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan rombongan dari Jakarta juga tidak mau ketinggalan. Mereka bergabung bersama dengan para anak muda yang merupakan para sinopsis tersebut. Diskusi sambil ngopi.

Sejumlah tokoh juga tampak hadir. Antara lain Ketua DPD PDIP TB Hasanuddin, Tim Kampanye Kiai Ma’ruf Amin, Habib Soleh Almuhdar, politikus muda PDIP Ramond Dony Adam, serta para pecinta kopi. Asyik membaur. Menikmati kopi sambil berdiskusi yang dipandu seorang sinopsis yang juga pelukis Edrike Joosencia atau Keke.

Salah satu narasumber yang juga pecinta kopi, Ketut mengatakan, di Bandung sekarang ini hampir setiap tikungan ada kedai kopi.

“Kedai tentang kopi juga banyak di Bandung. Kami ingin kopi menjadi perhatian, mulai petani, roaster, pekerja maupun penikmatnya,” ujar Ketut.

Salah satu pecinta kopi Fery atau karib disapa Kang Fey, lebih detil menjelaskan soal kopi. Menurut dia, memang kedai kopi sudah sangat menjamur di Kota Bandung, ini. “Kalau secara angka memang agak sulit dihitung, tapi kata teman-teman sinopis ada sekitar 500 kedai kopi di Bandung,” ujar Kang Fey.

Dari warung kopi, Kang Fey berujar beragam kreasi, kreativitas, ide bisa dikelola menjadi pergerakan positif. Berangkat dari pergerakan kopi, ada suatu yang menarik yang dimulai dari budidaya sampai bagaimana bisa diminum. Kang Fey juga mengungkap bahwa siklus kopi ini sangat memberikan kontribusi positif bagi manusia.

“Circle-nya manusia selamatkan kopi, kopi selamatkan hutan, dan hutan kembali menyelamatkan manusia. Satu pohon menyuplai oksigen untuk 10 orang,” ungkap Kang Fey.

Dia menjelaskan kopi tidak produktif kalau kebun atau hutan tempatnya tumbuh menyerap lebih dari 40 persen matahari. Jadi, butuh pohon pelindung. “Kalau kami menyebutnya hutan kopi. Dan yang perlu diketahui akar pohon kopi bisa menahan longsor selama 20 tahun,” ungkapnya.

Kang Fey berujar, berdasar sebuat riset ada 1,6 juta hektar kebun kopi di Indonesia yang bisa menghasilkan 1000 ton per hari. Dari sisi konsumsi, Indonesia masih kekurangan sekitar 200 hingga 500 ton per hari.

Dia menjelaskan satu orang Indonesia mengonsumsi kopi lebih dari 20 gram setiap hari. Jika dikalikan dengan jumlah orang yang ngopi, yakni 60 juta, berarti sehari bisa menghabiskan 1200 ton. Masalahnya, dari 1200 ton produksi kopi, 500 ton diekspor. Pada akhirnya banyak pula kopi-kopi yang beredar karena dicampur jagung dan beras.

“Secara produktivitas pembudayaan kopi masih kurang namun dengan adanya pegiat kopi, kedai kopi, itu sangat membantu meningkatkan produktivitas,” kata Kang Fey.

Hasto menyatakan Presiden Jokowi adalah pecinta kopi yang sebenarnya. Dia memahami dan mendorong agar tren minum kopi naik. Sebab anak-anak muda milenial memang lebih suka mengambil jalan sendiri, membuat usaha sendiri, yang salah satunya adalah terkait kopi.

“Karena Pak Jokowi memahami apa yang disenangi anak muda atau para milenial,” kata Hasto.

Berbeda dengan Jokowi, Hasto mengaku dirinya adalah seorang penikmat kopi.

“Dulu saya minum kopi pakai gula. Sekarang sudah tidak lagi. Karena jadi politikus itu kadang-kadang hidupnya pahit,” ungkap Hasto sambil tertawa.

Hasto mengatakan Bandung sebagai pusat kreativitas apapun terlihat baik. Sense of creativity, inovasi yang ada, membuat segala sesuatu yang ada di Bandung menjadi indah.

Dia mengatakan, Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya, telah banyak melahirkan kreativitas, pejuang, maupun para tokoh. Bahkan, ujar Hasto, Bung Karno juga dulu belajar soal nasionalisme, patriotisme, mencintai alam, bertemu Marhaen di Bandung, hingga akhirnya dirumuskan dalam Pancasila. “Bandung adalah kreativitas untuk Indonesia Raya,” kata Hasto.***/ebn

Warung Kopi Taubat

Oleh Joko Intarto

Lepas magrib, Adi, anak sahabat saya: Bang Uncu Natsir, datang ke kantor saya di Tebet. Reporter stasiun televisi di Amerika Serikat itu baru selesai mewawancarai mantan narapidana yang masuk bui saat masih kanak-kanak.

Dari beberapa orang yang diwawancarai, ada satu remaja, yang menurut Adi, sangat menarik. Sebut saja Satria. Ia mengusai ilmu barista dan memasak resep Nusantara. Dengan bekal itu, Satria akhirnya diterima sebagai karyawan di sebuah café. Ia menjadi barista dan chef.

Namun, akhir-akhir ini dia merasa tidak nyaman. Masa lalunya itu, selalu menjadi batu sandungan, untuk berkarir seperti kawan-kawan kerjanya. Akhirnya Satria membulatkan tekat: Desember ini, ia akan berhenti bekerja.

Selanjutnya mau kemana? ‘’Januari nanti dia ingin memulai lembaran baru,’’ kata Adi yang baru lulus dari Universitas Indonesia itu.

Rencananya, Satria akan memulai usaha sendiri. Membuka kedai kopi kecil-kecilan. Yang bisa dioperasikan satu orang: dia sendiri. ‘’Karena modalnya terbatas, Satria akan buka warung kopi di trotoar. Apa bisa dibantu pasokan kopinya?’’ kata Adi, sembari pamitan.

Seperti kebetulan saja. Tiba-tiba saya teringat pertemuan dengan Pak Azis, pemilik minimarket Kitamart, di kawasan Cipayung, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin siang.

Pak Azis yang asli Madura itu menawari saya membuka warung kopi di emper minimarket yang berada di samping ‘’masjid hijau’’ yang besar itu. ‘’Tidak perlu bayar sewa. Kita kerjasama,’’ kata Pak Azis.

Emper minimarket itu bisa menampung 5 kios. Sudah ada tiga yang terisi. Dua masih kosong. Di salah satu kios kosong itu, ada sebuah gerobak. Dulu dipakai untuk berdagang minuman seperti kopi, coklat dan jus buah. ‘’Pedagangnya pulang kampung. Gerobaknya akan dijual Rp 600 ribu,’’ kata Pak Azis.

Saya tidak segera menjawab tawaran Pak Azis. Terus terang, saya belum siap membuka warung kopi di situ. Kecuali, ada orang yang bisa mengelola. Seketika, saya ingat Satria. ‘’Coba tawari, maukah dia membuka warung Kopi Taubat di Cipayung?’’ kata saya.

‘’Hah? Warung Kopi Taubat?’’ kata Adi dengan nada terkejut.

Banyak remaja ‘’alumni’’ lembaga pemasyarakat anak, yang kurang beruntung selepas menjalani pidana. Karena lingkungannya belum bisa menerima mereka sepenuhnya. Yang frustasi, kata Adi, akhirnya kembali ke dunianya yang lama.

Sayangnya, handphone Satria sedang off. Tapi saya berharap, Satria bersedia membuka usaha di sana. Termasuk usulan nama warung kopinya. ***

Berkah Tren Ngopi

Joko Intarto

Oleh: Joko Intarto

Ngopi sudah menjadi gaya hidup baru kaum milenial. Di kota-kota besar, coffee shop alias warung kopi bukan lagiu tempat nongkrong. Warung kopi sudah menjadi tempat kerja. Untuk meeting dengan kolega bisnis.

Di seputar kampus, para mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah di warung kopi merupakan pemandangan biasa.

Saking ngetrennya, teman saya menyulap lobi kantornya menjadi warung kopi. Ada barustanya pula. Karyawan yang meeting bisnis boleh bayar pakai voucher. Non karyawan harus bayar tunai.

Tren gaya hidup ngopi memberi berkah buat petani kopi. Gara-gara tren ini, banyak orang muda yang baru tahu: Indonesia ternyata surganya kopi.

Jenis kopinya memang hanya dua: Arabica dan Robusta. Tapi beragam citarasanya. Bergantung tempat tumbuhnya. Maka dikenallah nama-nama baru untuk kopi lokal: Blue Lintong, Java Preanger, Java Raung, Blue Mountain Wamena dan masih banyak lagi.

Ada tren lain lagi dalam ngopi: proses penyeduhannya. Sepuluh tahun lalu, Starbuck memperkenalkan cara baru menyeduh kopi dengan mesin listrik. Mesin penyeduh kopi itu harganya puluhan hingga ratusan juta rupiah per unitnya.

Setahun terakhir, Starbuck mulai membuat layanan baru: menyeduh kopi secara manual. Tanpa mesin. Disebut manual brew.

Warung kopi berjaringan internasional itu sepertinya menyadari tren baru: semakin banyak konsumen yang menyukai manual brew.

Manual brew umumnya menggunakan kopi murni dari satu galur tanpa campuran atau single origin. Dengan cara inilah penggemar kopi tahu betapa banyaknya rasa kopi asli Nusantara. Bikin ketagihan. Seperti saya.

Alat penyeduh kopi manual brew cukup sederhana: kompor, panci, teko leher angsa, mokapot dan drip atau filter alias penyaring v60. Khusus untuk drip, ada yang berbahan metal. Ada yang berbahan kertas saring.

Nah kertas saring itu membutuhkan wadah. Namanya cone coffee drip. Umumnya terbuat dari plastik atau metal. Tapi akhir-akhir ini muncul cone jenis baru: terbuat dari bambu yang diangam dengan bentuk seperti kukusan. Alat masak tradisional untuk menanak nasi.

Munculnya cone yang terbuat dari anyaman bambu bisa menjadi peluang bisnis baru. Khususnya bagi masyarakat desa yang selama ini hidup dari usaha kerajinan berbahan bambu.

Jos Gandos, pengusaha warung kopi “Tukang Seduh” di Bekasi, punya cerita menarik tentang bamboo cone coffee drip itu. “Konsumen tidak hanya menyukai kopinya. Tapi juga membeli kukusannya,” cerita alumni ISI Jogja itu, saat berkunjung ke kantor saya, Sabtu lalu.

Apakah orang membeli kukusan itu karena unik saja? Belum tentu. “Bisa jadi, karena tahu rahasia ini: kukusan bambu mengandung senyawa silika yang bersifat antitoksin. Kopi yang diseduh menggunakan kukusan bambu menjadi lebih sehat untuk tubuh,” kata Anab Afifi, penulis buku, mengutip hasil penelitian Djumadiarto, peneliti dari Wonogiri.

Pendapat Anab Afifi mengingatkan pada sebuah desa di Kabupaten Bandung Barat. Desa ini dulu menjadi salah satu sentra kerajinan bambu. Penduduk desa menguasai teknik menganyam bambu secara turun-temurun.

Dulu, mereka memproduksi aneka peralatan masak dalam jumlah besar. Salah satunya: kukusan untuk menanak nasi.

Modernisasi membuat semua berubah. Peralatan masak berbahan bambu tergeser plastik. Perajin bambu di desa itu tak sanggup bertahan. Satu generasi kemudian, mereka menjadi kelompok warga sangat miskin.

Saya mengunjungi desa itu dua kali, atas permintaan Bank Indonesia, tahun 2017 lalu. Misinya: mencari peluang untuk meningkatkan pendapatan para perajin bambu. Terus terang, misi ini tidak mudah. Selekasnya saya akan ke Kabupaten Bandung Barat lagi: memberi pelatihan membuat kukusan mini khusus untuk ngopi. ***

Deg-degan Lagi di Blue Lotus

Oleh Joko Intarto

AKHIRNYA saya minum cold brew coffee lagi. Setelah diyakinkan pramusaji Blue Lotus: kopinya tidak keras. Kopi Arabica dari Kintamani, Bali.

Awalnya saya masih ragu. Karena pengalaman beberapa tahun lalu, jantung saya berdegup-degup. Setelah minum kopi itu. Padahal hanya setengah gelas kecil: 50 Cc.

Tapi kali ini saya memberanikan diri. Minum kopi itu lagi. Selain karena kopinya Kintamani, juga karena “ditakut-takuti” bisa tak kebagian. Karena tinggal satu porsi. Produksi 2 minggu lalu. Usia kopi siap minum yang terbaik yang diproses dengan cold brew.

Benar saja. Tak lama setelah pesanan saya siap, dua orang datang menanyakan apakah masih punya stok cold brew.

Alhamdulillah. Berarti saya beruntung.

Di meja barista, sebenarnya sedang ada proses cold brew juga. Kopinya Arabica Jawa. Pesanan pelanggan dua hari lalu. “Kopi yang ini belum bisa dikonsumsi. Tunggu paling cepat dua hari lagi,” kata pramusaji. “Lagi pula ini sudah ada yang beli,” lanjutnya.

Proses kopi cold brew memang lama. Minimal dua hari. Maksimal 2 minggu.

Komposisi kopi dan airnya juga harus tepat. Perbandingan kopi dan air harus 1 : 10. Satu kali produksi, menggunakan 120 Gram kopi dengan air dingin 1.200 Cc.

Apa pun jenis kopinya, komposisi itu tak pernah berubah. Setidaknya, itu standar produksi di Blue Lotus. Komposisi itu sudah paten. Tak boleh diubah.

Dengan air dingin 1 tetes per 2 detik, proses clod brewing berlangsung selama 5 jam. Setelah itu, kopi difermentasi. Caranya disimpan di dalam ciller. Biarkan saja di dalamnya. Minimal 2 hari.

Kopi hasil sekali proses, bisa untuk 9 orang. Itu takaran untuk para coffee mania. Kalau untuk pemula, cukup 50 Cc. Seperti saya.

Tiga jam kami di Blue Lotus. Anak-anak saya sudah selesai makan. Sesuai menu pilihannya. Dari Blue Lotus kami akan meneruskan perjalanan. Kembali ke Jakarta. Lewat jalur darat.

Tapi ada satu orang yang tak tampak di Blue Lotus: Mr Harjono, pemiliknya. Kemana dia? Biasanya ia (he) selalu ada.

Rupanya kami sisipan jalan. “Pak Harjono pulang 10 menit sebelum Anda datang,” kata pramuniaga kepada anak saya, sembari menyodorkan nota kepada saya.

Melirik panjangnya daftar pembelian di nota itu, mendadak jantung saya deg-degan. ***

Pemkab Lany Jaya Apresiasi Polri Dukung Kemandirian Petani Kopi

Sekretaris Pemkab Lany Jaya, Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si., menerima courtecy call Tim Satgas Binmas Noken Polridipimpin Komandan Satgas, Kombes Pol Dr (c) Eko Rudi Sudarto dalam rangka menyampaikan perkembangan pelaksanaan program satgas tersebut di wilayah itu.

 

PEMERINTAH  Kabupaten Lany Jaya mengapresiasi langkah Polri dalam mendukung pengembangan perekonomian masyarakat melalui budidaya tanaman kopi.

Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Pemkab Lany Jaya,  Christian Sohilait, ST, M.Si., saat menerima  Komandan Satgas Binmas Noken Polri, Kombes Pol Dr (c) Eko Rudi Sudarto, awal pekan ini di ruang kerjanya.    Christian mengungkapkan,  Pemkab Lany Jaya mendukung langkah-langkah yang dilakukan Tim Binmas Noken Polri. Menurutnya, apa yang dilakukan Polri di wilayaha tersebut sebagai  kerja yang sangat luar biasa.

Christian menilai,  kegiatan yang dilakukan Tim Binmas Noken Polri sejalan dengan  visi dan misi Bupati Lany Jaya, yakni memandirikan perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut  sekda mengungkapkan, bahwa dengan  adanya kegiatan seperti ini, Polri dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk menjalin hubungan kekeluargaan. Diharapkan, hal itu dapat menjamin keamanan dan kenyaman di kabupaten Lany Jaya.

Terkait dengan pengelolaan perkebunan kopi, Christian menyebutkan, kopi produksi  Lany Jaya  berkualitas internasional, karena ditanam di lahan dengan ketinggian  2110 meter di atas  permukaan laut. Hanya saja, kendalanya pada belum maksimalnya  pengelolaannya.

Sekda Lany Jaya berharap,  dengan adanya Tim Binmas Noken Polri ini, dapat membantu pemerintah Lany Jaya dalam mendukung budi daya kopi secara baik, sehingga  bisa masyarakat mandiri dan produknya  mampu bersaing di pasar domestik dan internasional.***

‘Nyruput’ Kopi di Kedai Kopi Bara Bandung

KEDAI Kopi ini sudah beroeprasi  sejak tahun 2013, dan pertama kali mangkal di Jalan Aceh . Dinamai Kedai Kopi Bara. Tempat ini bisa dibilang salah satu tempat yang pertama mengenalkan sajian manual brewing. Sekarang lokasinya pindah ke rumah tua di Jalan Cibadak 237 Bandung.

Buat orang luar Bandung yang ingin bermain ke lokasi Kedai Kopi Bara, jalan Cibadak merupakan salah satu kawasan yang masuk ke area Chinese Wijk atau Pecinan. Saat ini Kopi Bara menempati sebuah bangunan Belanda yang didirikan sekitar tahun 1890.

Untuk mempertahankan nilai historis bangunan tersebut, Kopi Bara sengaja tak banyak melakukan perubahan, di sana-sini masih tetap mempertahankan ornamen lama. Di sini pengunjung bisa menikmati racikan Toraja, Gayo, dan Bali.

Tersedia juga minuman lainnya ada hot chocolate with caramel, cafe latte with white chocolate, ice thai tea dan ice green tea latte mint. Camilannya ada pisang keju, pisang goreng coklat, kentang balado , tahu bumbu garam pedas dan masih banyak lagi.