Sejumlah Daerah di Banten Menghangat Jelang Pilkada 2018

SETELAH perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten usai, suhu politik pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018  di Kabupaten Seribu Industri ( Kabupaten Tangerang), Kota Berahlaqul Karimah (Kota Tangerang) dan Kabupaten Seribu Madrasah (KabupatenLebak) mulai hangat.

Di Kabupaten Tangerang, Zaki Iskandar (bupati sekarang) sudah bisa dipastikan akan maju lagi di Pilkada 2018. Begitupun dengen Iti Octavia (Bupati Lebak sekarang) dan Arif R Wismansyah (Walikota Tangerang sekarang) akan kembali ikut dalam kontestasi merebut posisi nomor satu di kabupaten dan kota tersebut.

Bagi Zaki Iskandar dan Iti Octavia, maju di Pilkada 2018 tak ada masalah. Karena, saat ini, Zaki Iskandar masih tercatat sebagai ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang. Iti Octavia pun masih tercatat sebagai Ketua DPD Demokrat Kabupaten Lebak.

Bagaimana dengan kendaraan Arief R Wismansyah? Sampai sekarang masih ‘abu-abu’. Karena, sampai hari ini dia belum memiliki ikatan kuat dengan semua partai. Namun terdengar kabar, dia tengah mendekati beberapa partai besar guna mendapatkan kendaraan partai di perhelatan pilkada nanti.

Dedi Safe’i, mantan Wakil Wali Kota Tangerang  ketika ditemui media sehubungan dengan mulai hangat  suku politik di Kota Tangerang jelang Pilkada 2018 mengatakan, sukses Beringin meraup suara kemenangan di Kota Tangerang pada perhelatan Pilgub Banten, bukan mustahil mendorong mereka menginginkan kursi nomor satu di Kota Tangerang, tentu dengan cara mendorong Sachrudin maju dan merebut kursi nomor satu di Kota Berahlaqul Karimah ini.

“Dalam kancah politik, apa pun bisa jadi. Bisa saja karena desakan pihak DPD provinsi atau pusat, perang dwitunggal pemimpin Kota Tangerang bisa terjadi,” sebut Deddi. Bila demikian, maka persaingan politik di Kota Tangerang akan semakin menarik. ***

Demokrat – Beringin, Bercerai di Lebak

SUDAH bisa dipastikan Bupati Kabupaten Lebak sekarang, Hj Iti Octavia akan melaju ke ajang pesta demokrasi lima tahunan di ‘Kabupaten Seribu Madrasah’ itu. Iti sendiri merupakan kader militan partai Demokrat, sedangkan orang tua dan keluarga besar dia adalah kader Banteng Moncong Putih (PDIP). Kedua partai itu sudah bisa dipastikan akan berkoalisi mengusung putri Ketua Kadin Banten di perhelalatan pilkada nanti (2018).

Fenomena koalisi Demokrat dan Banteng Moncong Putih itu akan kembali terlihat di perhelatan pilkada serentak pada 2018, seperti di pilkada serentak 2013 dulu, dimana koalisi dua partai itu mendudukan Iti sebagai bupati kabupaten itu.

Buah dari koalisi dua partai itu, PDIP pada pilkada serentak 2013 maupun 2018 nanti, pasti akan mendudukan kader militan partai sebagai pendamping Iti. Dan sudah digalang oleh Ketua Kadin Banten (orang tua Iti), H Ade Sumardi (Wakil Bupati Lebak sekarang), juga sebagai Ketua DPC Banten Moncong Putih kabupaten itu, harus mendampingi Iti di pilkada 2018.

Para petinggi partai berlambang pohon Beringin (Golkar), hampir sudah bisa dipastikan akan mengusung kader militan partai mereka, seperti pada pilkada serentak 2013. Dan Beringin akan berkoalisi dengan partai besar lain. Hingga pertarungan antara partai Demokrat dan Beringin pun akan kembali terlihat di perhelatan pilkada serentak 2018 nanti.

“Benar. Pertarungan Demokrat dan Beringin akan terjadi lagi pada pilkada seretak ‘Kota Seribu Madrasah’ pada 2018 nanti,” kata Drs Ibrahim, seorang pengamat pilkada di kabupaten tersebut.

Menurut pengamat itu, pada perhelatan pilkada di Bumi Jawara Banten, kalau boleh diibaratkan, Demokrat telah ‘kawin’ dengan Beringin. Dimana koalisi dua partai besar itu telah mengusung DR. H Wahidin Halim, MSi sebagai calon gubernur Banten. Buah koalisi, para petinggi partai menempatkan kader  militan partai mereka sebagai pendamping DR. H Wahidin Halim,MSi, tak lain adalah putra mantan gubernur Banten dulu. Dan di pilkada ‘Kabupaten Seribu Madrasah’ Demokrat dan Beringin sudah bisa dipastikan akan ‘cerai’. ***

Iti Tagih Janji

BARU kali ini, bupati kedatangan tamu anggota DPR dan pejabat kementerian, justru memanfaatkannya untuk “curhat”. Adalah Iti Octavia, Bupati Lebak yang cantik itu memprotes pemerintah pusat yang tidak segera memperbaiki jalan negara yang rusak parah di wilayahnya. “Rakyat tidak tahu mana jalan negara, mana jalan provinsi, dan mana jalan kabupaten. Tahunya yang tanggung jawab bupati,” kata Iti, dengan nada tinggi.

Senin (20/2) kemarin, Bupati Iti kedatangan tamu terhormat dari pusat. Mereka adalah anggota Komisi V DPR RI, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Cukup beralasan Iti menyoal jalan negara yang rusak. Sebab, maksud kunjungan mereka memang antara lain meninjau jalan nasional yang saat ini kondisinya rusak parah.

Bupati Lebak Iti Octavia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia pun menagih janji pemerintah pusat yang akan memberikan bantuan jembatan pasca terealisasinya pembangunan 10 jembatan yang telah diresmikan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. “Janji itu sampai sekarang tak kunjung terealisasi. Kalau jalan rusak dan makin rusak, bisa dibunuh rakyat, saya,” ujar Iti, serius.

Bupati Iti menegaskan, Kabupaten Lebak sangat membutuhkan intervensi pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur, termasuk memperhatikan jalan nasional yang berada di Lebak. Ia selama ini sudah menjadi “tameng” pemerintah pusat. “Saya yang disalahkan. Padahal, jembatan dan jalan rusak parah dan tidak diperbaiki tersebut adalah jalan negara, bukan jalan kabupaten,” tandas Iti.  ***