Gulingkang Chelsea, Arsenal Koleksi 13 Piala FA

GAGAL di Liga Primer, menyemangati Arsenal untuk merebut trofi Piala FA 2017 saat final derby London melawan Chelsea. Tim “Meriam London” itu menang tipis 2-1 atas the Blues, untuk memastikan gelar ke-13 Piala FA bagi the Gunner.

Dalam kemanangan pada final yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Minggu (28/5/2017) dini hari WIB itu, tidak lepas dari pincangnya Chelsea setelah pasukan Antonio Conte, harus bermain dengan 10 pemain semenjak Victor Moses diusir wasit Anthony Taylor pada menit 68.

Gelar Piala FA ini menjadi hiburan bagi Fans Arsenal, setelah tim mereka gagal masuk Liga Champions pada musim depan, karena tidak masuk empat besar pada klasemen akhir Liga Primer. Tiket Liga Champions diraih oleh Chelsea sebagai pemuncak, diikuti Tottenham Hotspur, dan Manchester City. Manchester United juga langsung melaju di fase grup,setelah mengantongi tiket dengan menjuarai Piala Eropa. Adapun Liverpool, harus melakuni babak kualifikasi, karena finis di urutan keempat Liga Primer. Arsenal,yang finis diurutan ke-5, akan berlaga di Liga Eropa musim depan.

Gol Sanchez pada Final The Emirates FA Cup antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Wembley, Minggu dini hari WIB. [Getty]

 

 

 

 

 

Dengan sukses di Piala FA ini, Arsenal menjadi klub dengan 13 kali juara kompetisi tertua di dunia itu. Pahlawan dalam pertandingan ini adalah Alexis Sanchez dan Aaron Ramsey, yang mencetak kemenangan untuk laga final tersebut. Adapun gol balasan Chelsea dibuat Diego Costa.

Arsenal membuka keunggulan lewat gol kontroversial Sanchez saat laga baru berjalan empat menit. Sebuah sepakan Sanchez berhasil mengecoh penjaga gawang Thibaut Courtois, yang keluar meninggalkan sarangnya.

Para pemain Arsenal sempat memprotes gol tersebut, yang dianulir hakim garis saat dia karena mengangkat bendera tanda offside bagi Aaron Ramsey sebelum gol terjadi. Namun, wasit Anthony Taylor menilai, Sanchez tak melakukan kontak dengan bola, sehingga putusan offside dianulir dan gol tetap disahkan.

Peluang lain yang dibuat Arsenal gagal dikonversi menjadi gol. Misalnya, tendangan lambung Sanchez yang sudah melewati kepala Courtois, sukses disapu di garis gawang oleh Gary Cahill pada menit 16. Demikian pula sundulan Danny Welbeck yang menyambut sepak pojok Mesut Oezil, masih membentur mistar gawang.

Tertinggal satu gol, Antonio Conte memasukkan Cesc Fabregas pada menit 61 untuk menggantikan Nemanja Matic. Sayangnya, tujuh menit berselang, Moses malah menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan. Sekalipun pincang, dengan memasukkan Willian yang menggantikan Pedro Rodriguez pada menit 72, the Blues berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelag gol Diego Costa yang sukses menyambut umpan silang dari Willian pada menit 76.

 

Diego Costa merayakan golnya bersama rekan-rekannya saat Chelsea menghadapi Final FA Cup Final melawan Arsenal di Stadion Wembley. (Photo by Ian Walton/Getty Images)

Sayang, tiga menit berselang Arsenal menggandakan keunggulan melalui servis Olivier Giroud yang baru masuk pada menit 78 menggantikan Welbeck, lewat umpan tarik yang disambut Ramsey untuk mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Pada menit ke 87, Oezil hampir saja mencatatkan namanya di papan skor, namun tendangannya belum tepat karena bola membentur tiang gawang.

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi FA:

Arsenal (4-2-3-1): David Ospina (PG); Hector Bellerin, Per Mertesacker, Rob Holing, Nacho Monreal; Aaron Ramsey, Granit Xhaka; Alex Oxlade-Chamberlain (Francis Coquelin), Mesut Oezil, Alexis Sanchez (Mohamed Elneny); Danny Welbeck (Olivier Giroud).
Pelatih: Arsene Wenger.

Chelsea (3-4-3): Thibaut Courtois (PG); Cesar Azpilicueta, Gary Cahill, David Luiz; Victor Moses, N’Golo Kante, Nemanja Matic (Cesc Fabregas), Marcos Alonso; Pedro Rodriguez (Willian), Diego Costa (Michy Batshuayi), Eden Hazard.
Pelatih: Antonio Conte.

The Blues Siap Angkat Tropi, Middlesbrough Turun Kasta

CHELSEA selangkah lagi memenuhi ambisiya untuk menjuarai Liga Inggris setelah dalam pertandingan Selasa dinihari WIB, memaksa Middlesbrough menangis, menyesali hasil tersebut yang memaksa mereka harus meninggakan kasta tertinggi perhelatan sepakbola di negeri the three Lions itu.

Penggrafir untuk trofi Liga Primer, kini bersiap mempertajam alat kaligrafinya untuk menuliskan klub asal London itu kembali menjadi juara. Persaingan perebutan juara Ligra Primer dapat dikatakan sudah selesai, karena Chelsea hanya membutuhkan tiga poin lagi untuk memastikan mahkota juara, yang secara matematis the Blues akan dapat menuntaskan misi juara liganya pada Jumat (Sabtu WIB) mendatang saat mereka bertemu bertandang ke markas West Bromwich Albion.

Mereka dapat mengantongi nilai penuh saat melawan Baggies dan itu akan sebuah judul berita yang sangat layak, dimana mereka untuk keempat kalinya dalam 12 tahun meraih tropi ini, yang artinya itu hanya seperlima dari sejarah klub yang telah berdiri sejak 112 tahun silam.

Dengan sukses mengalahkan Middlesbrough ini tidak salah kalau para penggemar the Blues secara konstan menyanyikan dukungannya kepada tim kesayangan mereka, dan terutama kepada pelatih Antonio Conte. Piala Liga Primer kali ini akan menjadi prestasi yang luar biasa bagi pelatih Italia di musim pertamanya di sepakbola Inggris, dimana dia tidak bisa berbahasa Inggris pada setahun lalu saat masuk ke London—namun dia membuktikan telah mampu mengangkat Chelsea, di mana hari ini posisi Chelsea setidaknya hampir juara, lagi.

Credit Photo: REX

 

Mereka pun memiliki 34 poin lebih banyak dari musim lalu. Para penggemar tentu berharap, mudah-mudahan Conte sekarang ini akan tetap bertahan menukangi Chelsea meskipun ia diminati oleh klub Italia milik pengusaha Indonesia, Inter Milan. Chelsea sangat membutuhkan Conte untuk membangun klub, mempertahankan gelar ini dan meraih tropi di Liga Champions. Itulah harapannya.

Ada harapan umum di Stamford Bridge. Roman Abramovich hadir saat Carlo Ancelotti, manajer Chelsea terakhir -dan orang Italia pertama- untuk memenangkan liga dan yang juga menyelesaikan gelar ganda dengan Piala FA, sebuah prestasi Conte. Ancelote dan Conte dulu berkawan, dimana mereka dulu pernah bekerja sama di Juventus saat posisi terakhirnya sebagai kapten. Pada gelaran Liga Champions musim depan, mereka dipastiak akan bersaing. Tentu saja kalau Anceloti masih dipercaya menukangi Munchen.

Tidak pernah ada keraguan bahwa Chelsea akan memenangkan ini. Pertanyaan kepada klub ini paling hanya tentang berapa banyak gol yang akan mereka ceploskan ke gawang lawan dan berapa nilai yang diraih pada akhir liga. Pertandingan dinihari tadi sedikit kurang sempurna, karena tidak tampilnya N’Golo Kante, yang mengalami sedikit cedera otot, dimana bertepatan dengan pengumuman bahwa dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Sepak versi wartawan sepak bola pada tahun ini. Tapi Fabregas yang diberi kepercayaan pelatih, menunaikan tigasnya dengan baik.

Gelandang asal Spanyol itu menciptakan banyak peluang dan terlibat dalam ketiga gol tersebut saat ia menjadi pemain pertama yang membukukan 10 assist di Liga Premier dalam enam penampilannya. Chelsea mencapai tonggak sejarah lain – dengan kemenangan kandang ke-300 Liga Inggris, yang sekarang ini hanya diungguli oleh Manchester United (347) dan Arsenal (306).

Adalah sebuah kegembiraan di mana mereka menggulingkan Middlesbrough dan ini sekaligus menjadi tanda juara yang bakal direngkuh klub ini. Middlesbrough sendiri yang diambang “kehancuran” di Liga Primer, malah tampil dengan disiplin yang minim, sehingga dimanfaatkan betul oleh pasukan Conte.
Setelah melakukan tekanan bertubi-tubi dengan banyak peluang semenjak menit awal, Chelsea baru membuka keunggulan mereka pada menit ke-23 melalui penyerang Diego Costa. Striker timnas Spanyol itu sukses mengelabui Brad Guzan, dimana golnya diceploskan melewati celah di antara kedua kakinya. Dengan gol tersebut, Costa menjadi pemain ketiga yang mencetak minimal 20 gol per musim secara berturut-turut dalam dua musimnya di Chelsea. Dia menyusul rekor yang dicapai Jimmy Floyd Hasselbaink dan Didier Drogba.

Pada menit ke-34 pendukung the Blues kembali bersorak, setelah sepakan keras Marcos Alonso dari sudut sempit, lagi-lagi mengarah ke gawang melalui celah di antara kedua kaki penjaga gawang Middlesbroug. Gol ketiga Chelsea tercipta pada menit ke-65 melalui tendangan Nemanja Matic. Gelandang Serbia juga sukses menaklukkan Guzan, dengan mengarahkan bola ke celah kedua kaki kiper.

Dengan hasil ini, Chelsea berhasil memperlebar jarak mereka dengan Tottenham sebanyak tujuh poin, setelah klub sekota yang menjadi pesaing utamanya itu takluk 0-1 dari West Ham United pada pekan yang sama.

Bagi Middlesbrough, kekalahan ini memastikan mereka menjadi tim kedua yang terlempar ke Championship musim depan setelah sebelumnya nasib serupa diterima Sunderland. Dengan raihan 28 poin dimana tinggal sisa dua laga lagi, The Boro mungkin mampu mengejar poin tim terbawah di luar zona degreadi, Swansea City yang mengantongi 35 poin.***

Gulung Spur 4-2, Chelsea Maju Final Piala FA

DERBI Ibukota London dalam semifinal Piala FA akhirnya dimenangi Chelsea setelah tim asuan Antonio Conte itu menggasak  Tottenham Hotspur 4-2 dalam laga yang digelar  di Stadion Wembley,  Minggu dini hari WIB.

Di final, Chelsea akan menantang pemenang  semifinal lainnya,  antara Arsenal  vs Manchester City yang baru akan dilansungkan pada Minggu malam WIB. Dua gol Willian berikut satu gol masing-masing dari  Eden Hazard dan Nemanja Matic, memastikan tiket ke final Piala FA. Gol balasan  Spurs dicetak  lewat penyerang andalannya, Harry Kane dan sebuah lagi dari Bamidele Alli.

Chelsea tampil eksplosif menyerang sejak awal laga dibuka, dan bahkan  hanya butuh  waktu lima menit untuk asa kemenangan melalui  gol Willian. Chelsea mendapat hadiah tendangan bebas, setelah Pedro Rodriguez dijatuhkan Toby Alderweireld, tak jauh dari kotak penalti. Wilian yang bertugas melaksanakannya, sukses.

Pada menit ke-18, Spur berhasil menyamakan kedudukan  lewat  Kane setelah mendapat umpan silang dari  Christian Eriksen. Son Heung-min membuat kesalahan fatal dengan melanggar Victor Moses, sehingga  pengadil Martin Atkinson menunjuk titik putih.

Willian ditunjuk  sebagai eksekutor berhasil mengecoh penjaga gawang Hugo Lloris ke arah yang salah. Tendangan pinalti Willian pada menit ke 43 itu pun membawa  Chelsea unggul 2-1.

Spur kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-7 setelah turun minum melalui  Alli yang memanfaatkan  sontekan matang Eriksen.

Gol kedua Spur tersebut direspon  Conte dengan memainkan  Hazard dan Costa,  mensubtitusi  Willian dan Batshuayi pada menit 61. Conte juga memasukkan  Cesc Fabregas pada menit ke-74 menggantikan  Pedro.

Melalui skema sepak pojok Chelsea, kembali mengungguli Spur.  Kyle Walker gagal menyapu de ngan sempurna, dimana bola malah menuju  ruang tembak Hazard tepi kotak   penalti, dan  legium  Belgia itu tak menyia-nyiakan peluang dengan menembakkan  tendangan keras. Gol! Chelsea pun unggul  3-2 pada menit ke-75. Lima menit kemudian,  Matic menambah keunggulan  Chelsea setelah mendapat k umpan matang dari Hazard yang bekerjasama dengan  Fabregas. Chelsea 4, Spur 2.

 

Susunan pemain kedua tim seturut laman resmi FA:

Chelsea (3-4-3):  Thibaut Courtois (PG); Nathan Ake, David Luiz, Cesar Azpilicueta; Victor Moses, N’Golo Kante, Nemanja Matic, Marcos Alonso; Willian (Eden Hazard), Michy Batshuayi (Diego Costa), Pedro Rodriguez (Cesc Fabregas)

Pelatih: Antonio Conte

Tottenham Hotspur (3-4-2-1): Hugo Lloris (PG); Eric Dier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen; Kieran Trippier, Mousa Dembele, Victor Wanyama (Georges-Kevin Nkoudou), Son Heung-min (Kyle Walker); Christian Eriksen, Bamidele Alli; Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino