Jawara Banten Siap Turun

BISA dikatakan, saat ini para jawara Banten sudah siap dan berancang-ancang turun gunung. Semua jawara, tanpa kecuali, baik jawara hitam atau jawara putih pendukung Dr. H. Wahidin Halim, MSi yang memenangkan Pilkada Banten berdasar rekapitulasi penghitungan suara KPUD Banten, kini fokus pada satu titik: Sikap Mahkamah Konstitusi.

Mereka sudah diberi bekal informasi tentang ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya mengenai aturan main gugatan dalam Pilkada. “Selisih suara pasangan Wahidin Halim-Andika dan Rano Karno – Embay, adalah satu koma sembilan puluh persen. Berdasar kalkulasi KPU, jumlah selisih suaranya mencapai 89.890 suara. Berdasar ketentuan, selisih suara lebih dari satu persen tidak memenuhi unsur legal formil gugatan ke MK,” ujar H. Turisnadi, Ketua KTTDH Pandeglang.

Memang, Pasal 158 ayat (1) dan (2) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dijelaskan dalam ayat (1), peserta pemilihan kepala daerah tingkat provinsi dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan dengan ketentuan:

  1. Selisih 2 persen suara untuk penduduk sampai dengan 2.000.000 jiwa;
  2. Selisih 1,5 persen suara untuk penduduk berjumlah lebih dari 2.000.000 jiwa;
  3. Selisih 1 persen suara untuk penduduk berjumlah lebih dari 6.000.000 sampai 12 juta jiwa;
  4. Selisih 0,5 persen suara untuk penduduk berjumlah lebih dari 12 juta jiwa.

Merunut data KPU, jumlah DPT Banten 2017 adalah 7.734.485. Sementara jumlah Penduduk Banten 2015 adalah 11.452.491. “Kalau MK memaksakan menerima gugatan pasangan Rano Karno – Embay, entah karena tekanan elite di pusat atau dari kekuatan politik tertentu, kami pastikan, jawara Banten tidak akan tinggal diam,” serga Ilma Fatwa, jawara muda Kecamatan Menes, Pandeglang.

Mereka menunggu sikap MK. Di mata para jawara Banten, jika MK memproses gugatan kuasa hukum Rano Karno – Embay, sama dengan MK melanggar ketentuan perundang-undangan itu sendiri. Sikap ancang-ancang menggerudug gedung MK, adalah sikap antisipasi terhadap perlakuan menyimpang dari Undang-undang, sekaligus dukungan moral kepada MK, untuk menegakkan peraturan. “Tegakkan peraturan setegak-tegaknya. Tolak gugatan kuasa hukum Rano-Embay. Jangan perkeruh suasana Banten yang sudah sangat kondusif pasca Pilkada yang dimenangkan Wahidin Halim – Andika,” ujarnya. ***

Banten seperti Jakarta

KETIKA palu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten jatuh menetapkan Dr. H. Wahidin Halim, MSi sebagai gubernur Bumi Jawara, maka Banten segera berbenah untuk menjadi seperti Jakarta. Karena, hal itu  merupakan tekad bulat putra terbaik Tangerang dalam rangka membangun provinsi tetangga dekat ibu kota negara itu secara utuh.

Menurut Wahidin Halim, Banten memiliki segudang potensi untuk bisa mengimbangi dan maju seperti Jakarta. Industri hulu hingga hilir ada di Banten. Dan isi perut bumi Banten pun belum digarap secara profesional. Seperti kandungan gas, batubara dan bahan bakar serta bahan-bahan logam berharga. Begitupun dengan sektor pariwisata, belum tergarap secara profesional.

Di samping itu, Banten pun merupakan pintu gerbang Indonesia. Karena, hampir semua orang asing ke Indonesia masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Jakarta cuma mengandalkan jasa dan perdagangan, bisa maju. Kenapa Banten tidak bisa. Padahal, potensi Banten sangat besar,” kata Wahidin Halim, belum lama ini.

Untuk menuju Banten seperti Jakarta, langkah awal Wahidin Halim, adalah membangun infrastruktur, sektor kesehatan, dan pendidikan. Karena tiga sektor tersebut merupakan modal dan landasan pijakan Banten untuk seperti Jakarta. “Kalau Banten bisa seperti Jakarta, otomatis kesejahteraan pun meningkat pesat,” kata dia.

Kendati KPU Banten belum menetapkan secara resmi bahwa Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten, namun suasana dan kondisi Banten saat ini seperti sudah dipimpin oleh putra terbaik Tangerang. Keceriaan warga terpancar dimana-mana. Dan mereka pun tidak peduli atas aksi protes olah kuasa hukum dan tim sukases calon kalah (Rano Karno).

Dan mereka pun optimis, Dr. H. Wahdin Halim, MSi, akan dilantik sebagai Gubernur Banten. Karena, KPU dan Panwaslu Banten selama menggulirkan perhelatan pilkada telah bekerja secara professional, dan selalu menutup celah kecurangan. Alhasil, provokasi adanya pilkada curang di Banten, sangat tidak berdasar. ***

Bumi Jawara Terendam

HAMPIR semua kota dan kabupaten di Provinsi Bumi Jawara, Banten terkepung banjir setelah hujan lebat turun pada dinihari hingga pagi hari, Selasa (21/2). Ribuan rumah dan sawah pun terendam dengan ketinggian air antara setengah hingga satu setengah meter.

Di Serang, banjir dengan ketinggian selutut orang dewasa merendam rumah pribadi Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir di Komplek Untirta, RT 001 RW 007, Kota Serang. Begitupun dengan kawasan wisata Pantai Anyer di Desa Bandulu. Kawasan perumahan di Kecamatan Kibin, Serang Timur juga terendam setengah meter lebih.

“Penyebab banjir, hujan dengan intensitas tinggi dan sistem drainase yang buruk. Di samping, pendangkalan dan penyumbatan. Maka penanganannya antara lain melalui normalisasi sistem drainase,” kata Jhiny Arya Ewangga, petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Selasa (21/2).

Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ratusan rumah di Perumahan Kampung Bulak, Perumahan Maharta dan Perumahan Jurang Mangu Permai, terendam banjir hingga setinggi 70 sentimeter.

Sementara di Kota Cilegon ribuan rumah dan beberapa sekolah pun terpaksa diliburkan. Seperti SDN Masigit I di Kecamatan Jombang, SMPN 6 Kota Cilegon di Kecamatan Merak. Begitu pun dengan kondisi beberapa ruas jalan di perkotaan, mengalami genangan air dengan ketinggian antara tiga puluh sampai lima puluh centimeter.

Di Kabupaten Tangerang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengabarkan debit air meninggi di sejumlah kali dan sungai. Ribuan rumah berada di Kecamatan Ciledug, Cipondoh, Jatiuwung dan Kecamatan Periuk Kota Tangerang juga tak luput dari sentuhan banjir antara 50 hingga 60 cm. Beberapa ruas jalan tertutup banjir.

Di Kabupaten Lebak, banjir menenggelamkan ratusan rumah warga Kampung Barangbarang, Kelurahan Muhara Ciujung Timur (MCT), Kecamatan Rangkasbitung ketinggian air antara dari 50 centimeter hingga satu meter. Di Kabupaten Pandeglang, dua Desa di Sumur terendam. Ketinggian air di Desa Sinarjaya dan Kertajaya, Kecamatan Sumur mencapai 70 cm dan merupakan banjir terparah. ***