Madrid Masih Kokoh di Puncak La Liga

REAL Madrid hingga kini masih memuncaki  klasemen sementara Liga Spanyol (La Liga) dengan raihan  75 poin dari 31 kali pertandingan, unggul tiga poin dari seteru abadinya,  Barcelona yang mengumpulkan  72 poin dari 32 laga yang sudah dilakoninya. Madrid lebih diuntungkan, karena masih punya tabungan 1 pertandingan dibandingkan dengan dua tim yang membuntuti mereka, Barca dan Atletico Madrid yang sudah memainkan 33 kali pertandingan.

Data yang dikutip dari  Gracenote berikut ini, menggambarkan klasemen lengkap hingga pertandingan yang dihela pada Jumat (21/4) lalu, dengan  urutan: main, menang, seri, kalah, memasukan, kemasukan, poin:

 

  1. Real Madrid 31 23 6 2 82 33 75
  1. Barcelona 32 22 6 4 91 30 72
  1. Atletico Madrid 32 19 8 5 59 24 65
  1. Sevilla 33 19 8 6 58 39 65
  1. Villarreal 32 15 9 8 46 26 54
  1. Athletic Club 32 16 5 11 45 37 53
  1. Real Sociedad 32 16 4 12 48 45 52
  1. Eibar 32 14 8 10 52 44 50
  1. Espanyol 32 13 10 9 44 42 49
  1. Celta Vigo 31 13 5 13 48 51 44
  1. Alaves 32 11 10 11 31 39 43
  1. Valencia 32 11 7 14 47 54 40
  1. Las Palmas 32 10 8 14 51 57 38
  1. Real Betis 32 9 7 16 35 51 34
  1. Malaga 32 8 9 15 36 49 33
  1. Deportivo Coruna 32 7 10 15 35 50 31
  1. Leganes 32 6 9 17 26 49 27
  1. Sporting Gijon 32 5 7 20 34 64 22
  2. Granada CF 33 4 8 21 27 70 20
  3. Osasuna 32 3 8 21 32 73 17

Jadwal pertandingan selanjutnya (waktu GMT):

Sabtu, 22 April

Malaga vs Valencia (11.00)

Villarreal vs Leganes (14.15)

Osasuna vs Sporting Gijon (16.30)

Espanyol vs Atletico Madrid (18.45)

 

Minggu, 23 April

Real Sociedad vs Deportivo Coruna (10.00)

Celta Vigo vs Real Betis (14.15)

Las Palmas vs Alaves (16.30)

Real Madrid vs Barcelona (18.45)

Senin, 24 April

Eibar vs Athletic Club (18.45).

Gareth Bale Siap Comeback di Laga El Clasico

Gareth Bale. Foto: Istimewa

GARETH Bale telah kembali berlatih bersama rekan-rekannya di tim Real Madrid hanya tiga hari sebelum bentrokan El Clasico melawan Barcelona Senin (24/4) dini hari.

Pemain internasional Wales itu mengalami cedera betis pada pertandingan perempat final leg pertama  Liga Champions yang dimenangkan Madrid dengan skor 2-1 atas Bayern Munchen di Allianz Arena pada 12 April.

Akibat cedera itu dia melewatkan kemenangan 3-2 La Liga atas Sporting Gijon Sabtu lalu dan pertandingan leg kedua melawan Bayern pada hari Rabu (19/4) dini hari WIB, di mana Madrid menang 4-2 untuk maju ke semifinal.

Bale menyelesaikan sesi dengan starting XI dari game tersebut pada hari Kamis (20/4) waktu setempat, termasuk latihan dengan bola dan penggunaan fasilitas indoor.

Masih belum jelas apakah pemain sayap berusia 27 tahun itu akan mempertaruhkan kunjungan Barca ke Santiago Bernabeu, namun yang jelas dalam latihan bahwa dia siap untuk comeback, walaupun bisa saja tak sebagai starter.

Kemenangan pada hari Senin (24/4) dini hari WIB mendatang akan membuat Madrid unggul enam poin di puncak klasemen, dengan satu pertandingan tersisa melawan Celta Vigo yang tertunda karena cuaca.

Sementara Zinedine Zidane merenungkan apakah akan memainkan trio lini depan ‘BBC’ dengan Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo, di pihak lawan pelatih Luis Enrique tidak akan dapat mengandalkan trio penyerang ‘MSN’ secara lengkap, karena Neymar diskors.

Pemain asal Brasil itu sejatinya hanya menerima larangan satu kali tampil setelah menerima kartu merah melawan Malaga. Namun sikap sarkatisnya kepada wasit membuat hukumannya ditambah menjadi 3 larangan tampil. ***

Juventus dan Monaco Melaju ke Semifinal Liga Champions

JUVENTUS dan AS Monaco sukses mengantongi tiket semifinal Liga Champions setelah menyudahi pertandingan pada Kamis dinihari tadi. Juve menahan imbang Barcelona 0-0 (agregat 3-0), sedangkan Monaco melibas Borussia Dortmund 3-1 (agregat 6-3). Kedua tim itu menyusul Real Madrid dan Atletico Madrid yang Rabu dinihari WIB sukses memastikan tiket ke semifinal.

Bermain di depan pendukungnya, ternyara tidak cukup bagi Barcelona untuk membalikkan devisit tiga gol yang dideritanya saat bertandang ke markas Juventus pada pekan lalu di leg pertama Liga Champions. Pertahanan rapi Juventus, membuat mandul tim Katalan itu untuk berakhir dengan skor 0-0.

Stadion Nou Camp menjadi saksi bisu kegagalan Messi dan kawan-kawan untuk memaksimalkan gaya tiki-taka mereka untuk dikonversi menjadi gol. Penampilan juara Italia di Nou Camp memupus harapan Barca untuk dapat mengulangi sukses saat mereka menjungkalkan Paris St Germain (PSG) di 16 besar. Kala itu, Messi dkk sukses membalikkan keadaan walau pun di leg pertama mereka kalah.

Empat tendangan Lionel Messi yang mengarah ke gawang, kesemuanya gagal membuahkan gol. Tapi, serangan yang dibangun Messi tetap merepotkan dua bek Juventus Juve Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Anak-anak asuh Luis Enrique benar-benar gagal memenuhi janji pelatihnya, yang menjanjikan Barca dapat mencetak gol pada awal pertandingan. Jangankan membayar devisit gol untuk melaju ke semifinal, gol semata wayang pun tak berhasil mereka buat. Kerja keras Ivan Rakitic dan Neymar, juga gagal membuahkan gol.

Sebenarnya penampilan Juve di kandang Barcelona, kalah memarik dibandingkan saat mereka berlaga di Turin. Namun, mereka sukses menyelesaikan balas dendam ke Barca atas kekalahannya pada final Liga Champions 2015, sehingga Juve membukukan torehan melaju ke semifinal untuk ke-12 kalinya.

Penampilan Juventus pada awal pertandingan, bahkan lebih cakep dibandingkan dengan PSG, yang ketika itu tim Ibukota Perancis tersebut menyia-nyiakan keunggulan 4-0 yang diraih pada leg pertama. Ditekan Barca bertubi-tubi, membuat tim besutan Massimiliano Allegri untuk merapatkan pertahanannya, sehingga suplai bola kepada ketiga pemain yang berada di barisan terdepannya, minim.

Gonzalo Higuain membuat peluang cukup bagus pada jelang turun minum, saat tembakannya melambung di atas mistar gawang Barca. Juga, sebuah umpan Juan Cuadrado yang disodorkan kepada striker Argentina di lini tengah, digagalkan oleh blocking yang dilakukan Gerard Pique.

Setelah istirahat, Barca meningkatkan penguasaan bola, dengan mengurung pertahanan Juve. Namun, tim yang bermarkas di Turun Italia itu, tampaknya sangat siap dengan skema serangan yang dibangun Barca.

Monaco VS Dortmund

Janji pelatih AS Monaco, Leonardo Jardim untuk memainkan gaya menyerang saat meladeni Dortmund, dibayar tunai.Hasilnya, Monaco menekuk Dortmund 3-1 pada helatan leg kedua Liga Champions tersebut. Monaco tercatat mencetak tiga gol untuk kelima kalinya secara berturut-turut di kompetisi elite benua biru. Dalam pandangan Jardim, skor sebenarnya bisa menjadi 5-3 atau 6-3, kalau saja kedua tim tidak menyia-nyiakan peluang yang didapatkan mereka.

Monaco yang sampai pekan ini masih memuncaki klasemen Liga Prancis itu, nyaris sempurna menuntaskan permainan mereka lewat gol-gol cepat dari Kylian Mbappe dan striker Kolombia Radamel Falcao. Sukses itu tak lepas dari banyak ruang terbuka yang dibuat Dortmund. Pada semifinal nanti, menurut Jardim, siapa pun lawannya, tim tersebut pastilah sangat berpengalaman di laga terelit di Eropa.

Jardim menegaskan, timnya tidak akan mengubah cara bermain mereka, ketika di babak semifinal nanti bertemu Real Madrid, Atletico Madrid, atau Juventus. “Malam ini kami memainkan permainan yang sangat solid, kami mengendalikannya namun kami memperlihatkan ambisi. Kami selalu mengincar gol tambahan, itulah cara bermain kami, itu ada dalam DNA kami,” kata Jardim sebagaimana dilansir Reuters.

Di kompetisi lokal, Monaco akan menghadapi Olympique Lyonnais pada Minggu, untuk menjaga asa merebut juara pada musim ini.