Perkuat Sinergi Antardaerah, Ketua Dekranasda Jatim Terima Kunjungan Ketua Dekranasda Kepri

SIDOARJO, JAYAKARTA NEWS– Komitmen Jawa Timur dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas terus mendapat apresiasi dari berbagai daerah. 

Kali ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menerima kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo, Jumat (1/8).

Kunjungan ini berlangsung di Ruang R. Aria Wirjaatmadja dan menjadi ajang strategis untuk saling berbagi pengalaman antarprovinsi, khususnya dalam pengembangan sektor kerajinan, kriya, dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Dalam forum yang hangat namun sarat makna tersebut, Arumi memaparkan berbagai strategi yang dilakukan Jawa Timur untuk membina dan mengembangkan UMKM agar mampu berdaya saing tinggi di tengah arus persaingan global. 

Mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi desain produk, sertifikasi mutu, hingga perluasan pasar melalui digitalisasi dan promosi terpadu.

“UMKM kita bukan sekadar pelengkap ekonomi, tapi jantungnya. Karena itu, kami terus dorong agar pelaku UMKM bisa bertransformasi. Inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan tetap menjaga akar budayanya,” ujar Arumi.

Ia juga menambahkan bahwa Dekranasda Jatim tak berjalan sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Mulai dari kemitraan dengan marketplace digital, perbankan, perguruan tinggi, hingga lembaga pembiayaan. Semua diarahkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Penting juga bagi kami memastikan UMKM mendapat akses ke pasar yang lebih luas, salah satunya melalui Jatim Fair, program kurasi produk ekspor, serta kerja sama antarprovinsi seperti hari ini,” ungkapnya

Usai diskusi, rombongan Dekranasda Kepri melakukan peninjauan langsung ke Galeri Dekranasda Jawa Timur yang berada di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. 

Galeri ini menampilkan beragam produk unggulan UMKM dari berbagai daerah di Jatim, seperti batik tulis Madura, tenun Lamongan, kriya bambu Trenggalek, bordir Sidoarjo, hingga olahan kuliner khas daerah.

Arumi menjelaskan bahwa galeri tersebut bukan sekadar tempat promosi produk, melainkan juga ruang edukasi, kurasi, dan storytelling yang menonjolkan filosofi di balik tiap produk. 

“Kami ingin galeri ini menjadi panggung kebanggaan UMKM Jawa Timur, sekaligus sumber inspirasi dan pembelajaran antar-daerah,” ujarnya.

Tak hanya meninjau produk, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai forum pertukaran ide tentang tata kelola kelembagaan Dekranasda, penguatan branding daerah, dan pengembangan jaringan antarprovinsi.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekonomi berbasis budaya yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, dengan UMKM sebagai motor penggeraknya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kepri, Hj. Dewi Kumalasari, menyampaikan kekagumannya terhadap berbagai program inovatif Dekranasda Jatim. Menurutnya, kunjungan ini membuka wawasan dan semangat baru bagi Dekranasda Kepri dalam memperkuat peran UMKM di daerahnya.

“Jawa Timur luar biasa. Kami ingin belajar bagaimana Dekranasda Jatim mengelola pembinaan yang berjenjang, membangun branding produk lokal, dan menjadikan perajin bukan hanya pelaku usaha, tapi juga duta budaya,” tutur Dewi.

Ia menambahkan, Kepulauan Riau memiliki kekayaan budaya Melayu dan potensi kerajinan yang besar, namun masih memerlukan penguatan dari sisi desain, promosi, dan daya saing. “Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tapi berlanjut dalam bentuk pelatihan bersama atau pertukaran perajin,” tandasnya.***poedji

Perkuat UMKM Tenun, Arumi Studi Banding ke NTB

LOMBOK, JAYAKARTA NEWS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto melakukan kunjungan kerja (kunker) ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (18/12).

Kunjungan Arumi Bachsin diterima hangat oleh Penjabat Ketua Dekranasda NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi di aula utama NTB Mall.

Tujuan kunjungan tersebut untuk memperlajari lebih lanjut pembuatan kerajinan tenun yang selama ini menjadi unggulan dari NTB.

Dalam sambutannya, Arumi Bachsin menyampaikan, Jawa Timur saat ini tengah fokus melatih para UMKM dalam mengembangkan produk tenun. Setidaknya terdapat tiga wilayah yang menjadi fokus pelatihan pengembangan UMKM, yakni Lamongan, Gresik dan Tuban.

“Jawa Timur selain batik, sebetulnya nomor 2 adalah tenun. Kami sudah melatih para pengrajin di sana, tapi memang kami butuh referensi lebih untuk mendiversifikasi tenunnya. Setelah dilihat, ternyata NTB ini jagonya, surganya tenun, ada banyak teknik yang dipake di sini dalam menenun,” kata Arumi Bacshin.

“Jujur saja saya membina tenun seperti di Lamongan, Gresik dan Tuban, ada yang sudah bagus, tapi desainnya gak inovatif dan tekniknya masih perlu diversifikasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Arumi menjelaskan, diversifikasi yang dimaksudkan adalah menggabungan beberapa jenis desain dalam satu kain yang akhirnya menjadikan sebuah mahakarya tenun yang telihat modern namun tetap memiliki citarasa budaya yang khas.

“Untuk divesifikasi, dalam satu baju ada bordirnya, ada tenunnya, ada batiknya. Jadi besok, mungkin kami akan habiskan waktu ke pengrajin-pengrajin untuk belajar langsung tenun dari mereka,” katanya.

Selain belajar tenun, kunjungan dari Arumi juga ingin mengajak kolabosari bersama Dekranasda NTB khususnya berkaitan dengan pengembangan UMKM mutiara.

Menurut Arumi, peringkat pertama UMKM di Jatim yang terbesar adalah perhiasan, baik logam mulia, mutiara hingga batu akik seperti yang ada di Pacitan, Tulungagung dan Trenggalek.

“Setelah kunjungan ini, saya berharap kita bisa menemukan benang merah antara Jawa Timur dan NTB. Mudah-mudahan kunjungan saya semoga bermanfaat bagi kedua wilayah,” katanya.

Sementara itu Ketua Dekranasda NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Arumi. Ia berharap, NTB dan Jatim kedepannya akan berkolaborasi bersama khususnya dalam memajukan industri tenun hingga ke kancah nasional bahkan internasional.

“Kami berterimakasih telah memilih untuk berkunjung ke NTB, mudah-mudahan kami juga bisa berkenjung ke Jawa Timur. Semoga sinergitas dan kolaborasi kita ini dapat terus berlanjut seterusnya,” katanya.

NTB katanya, memiliki banyak sekali motif tenun. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, kesemunya memiliki ciri khas motif tenun yang berbeda-beda.

“Di Lombok sendiri terdapat dua jenis kain yang populer, yakni kain tenun songket dan Kain tenun rang rang. Kain songket memiliki ragam jenis motif, diantaranya Motif anteng, Motif bulan bergantung, Motif bintang remawe, Motif wayang, Motif keker, Motif ragi genep dan masih banyak motif yang lainnya,” ucapnya.***poedji

Arumi Bachsin Launching Aplikasi E-PKK

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak secara langsung melakukan Launching Aplikasi E-PKK yang merupakan inisiasi TP PKK Prov. Jatim saat Rapat Koordinasi TP PKK Prov. Jatim di Hotel Novotel Samator Surabaya, Jumat (17/11).

Launching ditandai dengan penekanan tombol oleh Ketua TP PKK Arumi didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Jatim Budi Sarwoto, perwakilan Ketua TP-PKK Kab/Kota Fatma Saifullah Yusuf dan Ketua Panitia Rakor dan Launching E-PKK Ida Kardani.

Keberadaan Aplikasi E-PKK tersebut, diharapkan Arumi Bachsin agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengurus hingga kader TP-PKK baik segala level baik di provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa/kelurahan.

Bahkan, melalui aplikasi E-PKK ini, dirinya juga berharap agar nantinya segala kegiatan dan proses pengurusan dokumen di lingkup TP-PKK Prov. Jatim bisa lebih cepat dan Paperless .

“Bismillah, hari ini, kami Launching aplikasi E-PKK yang merupakan implementasi salah satu misi gerakan nasional, yaitu keluarga pelopor perubahan melalui modernisasi organisasi PKK dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ungkap Arumi Bachsin.

Ia melanjutkan, aplikasi E-PKK merupakan aplikasi berbasis online yang digunakan untuk penilaian pelaksanaan terbaik 10 program pokok PKK di tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan dimulai pada tahun 2024. Selain itu juga berfungsi sebagai sarana untuk mengunggah laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2023 oleh TP-PKK Kabupaten dan Kota.

“Tidak hanya Launching , hari ini juga akan dilakukan pemberian materi teknik operasional. Itu kenapa, saya minta agar yang hadir pada Rakor kali ini, diutamakan para operator yang nantinya bertugas mengoperasikan,” tutur istri Wagub Jatim tersebut.

Dengan berbasis teknologi digital yang semakin menyesuaikan perkembangan zaman, Arumi juga menaruh harapan besar agar ke depannya program-program yang dibuat oleh TP-PKK di daerah bisa semakin inovatif sehingga TP-PKK di Jawa Timur tidak hanya bertumbuh, namuj juga semakin berprestasi.

“Saya juga mengharapkan gerakan PKK di Kab/Kota semakin sukses dengan prestasi-prestasi dan juga inovasi program yang bermanfaat bagi masyarakat keluarga dan juga kader kader PKK di desa/Kelurahan,” lanjutnya.

“Sebagaimana kita tahu bahwa PKK akan selalu menjadi pelopor dalam gerakan perempuan yang dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor dan Launching E-PKK Ida Kardani menyebut bahwa Rakor ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Nasional TP-PKK pusat pada September lalu.

Tercatat 326 orang peserta yang mengikuti Rakorda kali ini, yang terdiri dari TP-PKK Provinsi, Bakorwil, Kab/Kota serta para operator teknis masing-masing. (poedji)

Arumi Bachsin: Penting Jaga Kesehatan Mental dalam Mendidik Anak

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak menyebut sebagai orang tua penting untuk menjaga kesehatan mental dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa.

“Menjadi orang tua tuntaslah dulu ke diri sendiri, supaya bisa kita maksimal kepada anak-anak,” ungkap nya usai menjadi narasumber Talkshow Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dengan tema ‘Kesehatan Jiwa Untuk Kita Semua’ di RSJ Menur Surabaya, Minggu (29/10).

Bukan tanpa alasan, pasalnya menurut Arumi banyak sekarang terjadi kekerasan terhadap anak-anak yang dilakukan oleh orang tuanya, ini dikarenakan kesehatan mentalnya mengalami gangguan atau tidak stabil.

“Banyak orang tua yang tidak terdeteksi memiliki kesehatan mental yang kurang atau ada yang terganggu, itu akhirnya menjadi pelampiasan ke anak-anak,” katanya.

Oleh karenanya, Ia berharap adanya kesadaran yang tinggi yang harus dimiliki oleh semua orang tua dalam menjaga kesehatan mentalnya, dengan membuka diri terhadap kesehatan mental, sehingga mampu secara mandiri untuk menangani kesehatan mentalnya.

“Kesehatan mental yang stabil, yang baik dan yang luar biasa itu akan menunjang produktivitas generasi-generasi muda yang akan datang,” ungkapnya.

Kemudian, Arumi menyampaikan ada beberapa kasus terjadinya pada anak-anak terkait dengan terganggunya kesehatan mental. Oleh sebab itu, ia berharap kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan akan menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental.

“Tidak ada manusia hidup tanpa ujian, dan setiap orang punya caranya masing-masing untuk menghadapi, tidak ada salahnya kita bisa hadir dan membantu, kalau memang butuh bantuan,” tandasnya.(poedji)

Arumi Dukung Ketum PKK Turunkan Stunting untuk Indonesia Lebih Maju

JAYAKARTA NEWS– Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Tim Penggerak PKK Nasional di Jakarta, Senin, (11/9).

Pada rakornas tersebut, Arumi mendukung arahan Ketua Umum TP PKK Indonesia Tri Tito Karnavian untuk mewujudkan 10 program pokok PKK, utamanya percepatan penurunan stunting menuju Indonesia lebih maju.

Disampaikan Arumi, PKK Jatim tetap konsisten memantau dan mengevaluasi pelaksanaan gerakan PKK ditambah dengan inovasi-inovasi baru bagi masyarakat di Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa, dan juga Kelurahan dalam rangka penurunan angka stunting.

“Bergerak bersama dengan bhakti dan karya nyata serta bekerja tanpa pamrih untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan Indonesia maju,” kata Arumi.

Ia menambahkan, TP PKK Jatim hingga segala jenjang berkontribusi maksimal untuk mengatasi stunting. Disebutkan, hingga saat ini, angka prevelensi stunting di Jatim sudah mencapai di bawah angka 20 persen.

“Semoga di tahun 2024 angka stunting bisa mencapai target 14 persen atau mendekati 14 persen,” tuturnya.

Menurutnya, capaian penurunan angka stunting terus menurun dan mencapai target bisa terwujud apabila didukung kerja gotong royong masyarakat maupun seluruh instansi terkait.

Dengan demikian, tidak mungkin Jawa Timur bisa menurunkan angka stunting secara keseluruhan.
“Gotong royong sangat memungkinkan untuk mempercepat proyek-proyek pembangunan apalagi dengan memperhatikan posisi dan peran PKK, maka Tim Penggerak PKK secara konsisten berkewajiban dalam mendukung kebijakan pemerintah,” jelas Arumi.

Aksi nyata tersebut selaras dengan penjelasan Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang pada kesempatan tersebut membahas pentingnya pencegahan dan penurunan stunting.

“Itu sama seperti prinsip misi PKK. Bahwa PKK itu tidak kuratif tetapi merencanakan kesehatan untuk menciptakan keluarga dengan pola hidup sehat,” ungkap Arumi.

Di sela-sela kegiatan, turut dilakukan pengukuhan Ketua Umum TP PKK sebagai ketua umum pembina pos pelayanan terpadu oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dilanjutkan pengukuhan dan penandatanganan naskah kepada 38 Ketua TP PKK Provinsi sebagai Ketua Pembina Pos Pelayanan Terpadu oleh Ketua Umum Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian

Terkait hal tersebut, Arumi mengatakan, pada dasarnya Ketua Tim penggerak PKK otomatis menjadi pembina posyandu. Namun untuk menguatkan legitimasi tersebut, maka dilakukan pelantikan ketua PKK di setiap daerah.

“Harapannya, memperkuat posisi ketua TP PKK di setiap daerah untuk menjadi pembina posyandu. Mengingat posyandu adalah garda terdepan untuk perencanaan pola hidup sehat,” jelasnya.

Pengukuhan ini, semakin menguatkan rasa optimisme mewujudkan penurunan angka stunting melalui posyandu. Sebab, PKK dan posyandu akan bergerak bersama memantau perkembangan anak dan ibu.

“Setiap bulan ada pengecekan rutin sampai tingkat nasional pertumbuhan anak-anak di indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian mengatakan, PKK merupakan para pejuang atau super hero di daerahnya masing-masing. Sebab, di tangan PKK, program-program kesejahteraan masyarakat terlaksana.

“Roda pemerintahan yang targetnya mensejahterakan masyarakat di masing-masingnya bisa tercapai karena kerja keras bapak ibu semua,” ungkapnya.

Dari 10 program pokok PKK, yang menjadi poin penting adalah menurunkan angka stunting. Dikatakan, seluruh PKK tingkat provinsi, kabupaten dan kota telah membuat program-program yang bisa ditingkatkan di daerah masing-masing.

“Hal ini menjadi tujuan utama namun jika prevelensi daerahnya sudah di atas angka yang ditargetkan, maka bisa memprioritaskan lainnya bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia berpesan kepada kepala daerah tingkat kabupaten, kota maupun provinsi yang sudah mengalami masa transisi (Pj) agar tetap bergerak bersama.

Melanjutkan program – program yang sebelumnya sudah maupun belum terlaksana.
Ia menegaskan, istri dari PJ gubernur, bupati, wali kota turut melanjutkan kegiatan PKK. Mengingat PKK harus ada motor penggerak kegiatan-kegiatan di daerahnya.

“Tunjukkan kepada pemerintah bahwa kita sebagai pendamping ataupun ditunjuk oleh kepala daerah mampu meningkatkan kinerja daerahnya melalui gerakan PKK,” tegasnya.

Hal ini, kata dia, sesuai arahan Mendagri mengamanahkan kepada semua pendamping dari kepala daerah ataupun yang ditunjuk untuk melaksanakan program-program gerakan PKK.

Termasuk kepada para pendamping dari OPD agar membantu sehingga perencanaan program serta anggaran tahun depan terus dilanjutkan.

“Apalagi saya tahu bahwa banyak sekali ibu-ibu yang sudah meninggalkan prestasi-prestasi yang sangat baik dan kita harapkan nanti juga akan dilanjutkan oleh para Pj,” katanya.

Tidak hanya itu, mewujudkan masyarakat sehat, Ia mengaku Kemendagri akan mengoptimalkan fasilitas posyandu. Selain melakukan kegiatan-kegiatan yang intens misalnya kegiatan stunting juga diberikan pusat pemberian makanan tambahan kepada anak-anak.

“Gerakan PKK dan posyandu akan semakin maju dengan mempunyai program-program yang terarah dan terkonsep dengan baik. Oleh sebab itu kita mengadakan Rakornas ini untuk saling berdiskusi apa saja gerakan-gerakan PKK yang baik di daerah kita masing-masing,” pungkasnya. (poedji)

Arumi Bachsin: Setiap Kabupaten/Kota Punya Ciri Khas Kerajinannya Masing-masing

SITUBONDO, JAYAKARTA NEWS– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menekankan setiap kabupaten/kota di Jawa Timur memiliki ciri khas masing-masing untuk kerajinannya.

Arumi mengatakan, UMKM di daerah termasuk Situbondo harus menonjolkan keunikan yang ada. Sehingga, tidak akan serupa dengan produk UMKM lainnya.

“Jadi saya minta jangan lihat kanan-kiri. Kabupaten/kota itu punya keunggulannya masing-masing. Karena kita sering memandang bagus daerah lain, padahal kita harus lihat dari perspektif Situbondo sendiri,” katanya saat menghadiri pelantikan pengurus Dekranasda Situbondo, Selasa (22/8/2023).

Situbondo dengan kekayaan lautnya, sebut Arumi, bisa fokus terhadap produk maritimnya. Misalnya produk ikan maupun motif bahari yang dicetak di kain dan batik lokal.

Meski begitu, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu menjelaskan bahwa kesuksesan UMKM tidak hanya sekedar keunikannya saja, tetapi juga perlu memperhatikan manajemen bisnis.

“Keunikan yang dimiliki UMKM di sini harus ditunjang dengan promosi dan strategi pemasaran. Di sini lah peran Bupati sebagai pembina ada untuk mendukung mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Arumi mengajak para pelaku UMKM untuk fleksibel mengikuti perkembangan zaman dan tidak lagi bersifat konvensional. Itu berarti, penggunaan promosi online dan kerjasama dengan marketplace juga harus ditingkatkan.

“Alhamdulillah Jawa Timur termasuk yang resilien karena 60% perputaran ekonominya ada di pundak UMKM. Dari 60% itu, 50%-nya digerakkan oleh perempuan. Maka Dekranasda pembinaannya harus tepat sasaran dan mengikuti tujuan pembangunan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi,” katanya.

Sementara itu, pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Situbondo masa bakti 2021-2024 dilakukan oleh Bupati Situbondo Karna Suswandi. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Timur nomor 08/DEKRAN.JATIM/SK/VIII/2023.

Dalam kesempatan tersebut, Karna melantik Jumaati Karna Suswandi sebagai Ketua Dekranasda Situbondo. Wakil Ketua I dan II kemudian diisi oleh Juli Astuti dan Innani.

Sedangkan kursi Ketua Harian diduduki oleh Edy Wiyono, Sekretaris oleh Desy Tariustanti, Wakil Sekretaris oleh Lina Yuriyana Soeherman, Bendahara oleh Ratna Koba Susanti, dan Wakil Bendahara oleh Sri Wahyuni.

“Ini momentum yang luar biasa. Mudah-mudahan ini menambahkan semangat walaupun saya yakin sebelum ada pelantikan pun, Dekranasda Situbondo sudah banyak melakukan kegiatan. Tapi dengan adanya pelantikan seperti ini sebagai legitimasi, kedepannya bisa bergerak lebih leluasa. Selamat bagi yang sudah dilantik,” pungkas Arumi. (poedji)

Arumi Bachsin Dampingi Ibu Negara Lakukan Aksi Bersih Pantai di Bangsring Underwater

BANYUWANGI, JAYAKARTA NEWS – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mendampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta para ibu OASE KIM (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju) melakukan serangkaian kegiatan di Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut meliputi aksi bersih sampah plastik dan transplantasi terumbu karang.

Selain itu juga sosialisasi edukasi pengelolaan sampah dan pelepasliaran 500 ekor tukik di Bangsring Underwater, Kab. Banyuwangi Selasa (25/7).

Arumi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Ibu Negara, Ibu Wakil Presiden yang memberikan perhatian menyeluruh pada penguatan ekosistem laut di Bangsring.

“Karena kami yakin jika ekosistem laut terjaga dengan baik maka akan meningkatkan wisatawan yang datang kesini,” katanya

Ia pun turut mengakui bahwa ekosistem bawah laut di Pantai Bangsring sangat bagus dan terjaga. “Saya pernah diving di sini dan bawah lautnya terjaga sekali. Ini yang harus dijadikan komitmen bersama untuk menjaga ekosistem bawah laut,” ucapnya.

Aksi nyata penguatan ekosistem laut ini menurut Arumi juga bisa menimbulkan multiplier effect kepada masyarakat.

“Misal wisatawan meningkat, maka penjualan pedagang di sekitar tempat wisata ikut meningkat. Kemudian ekonomi masyarakat sekitar pantai meningkat pula,” ujarnya.

“Harapannya juga aksi-aksi nyata penguatan ekosistem laut bisa dilakukan di banyak titik khususnya di Jawa Timur,” pungkasnya. (poedji)

Kunjungi Kampung Eduwisata Gedongan, Ini Penjelasan Arumi Bachsin

MADIUN, JAYAKARTA NEWS-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengunjungi Kampung Eduwisata Gedongan, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, Jumat (23/6).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penilaian Lomba Kelurahan Dan Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Usai peninjauan, Arumi memuji Kelurahan Manguharjo yang menyuguhkan nuansa ‘pulang kampung’ di tengah kota. Hal ini karena Kota Madiun dan Kelurahan Manguharjo mengedepankan agrikultur dan penghijauan kembali dalam program kerja PKK-nya.

“Kota itu kulturnya beda dari kabupaten. Banyak kota yang memprioritaskan ekonomi dan modernisasi. Ada anggapan seperti itu. Tapi rupanya Kota Madiun apalagi Kelurahan Manguharjo ini berbeda, masih mengedepankan agrikultur dan keguyuban masyarakat,” pujinya.

Bahkan, pada kunjungan lapangannya, istri Wagub Jatim itu berkesempatan secara langsung memetik sawi dan sayur-sayuran yang ditanam di kampung Edu wisata Kelurahan Manguharjo.

Di kawasan yang berbentuk seperti perkebunan kecil itu, terdapat rumah bibit, lahan untuk berbagai sayur mayur seperti sawi, kangkung, cabai, selada, timun, hingga kacang panjang. Di tempat ini juga terdapat aliran air yang dimanfaatkan untuk budidaya lele.

Bahkan, di kelurahan ini terdapat dapur umum yang dapat digunakan masyarakat untuk memasak bersama. Tidak hanya itu, terdapat juga stand-stand hasil karya kader TP-PKK Kelurahan Manguharjo, mulai dari batik, jajanan, dan kreasi daur ulang dari bank sampah serta berbagai hasil panen masyarakatnya.

“Salah satu program kerja TP-PKK ini tujuannya adalah agar kita bisa membuat inovasi-inovasi baru yang menambah nilai. Dan dari sini sudah terlihat bagaimana inovasi itu terwujud,” ungkapnya.

Arumi pun berharap agar sinergi ini senantiasa diperkuat sehingga pemerintah daerah dapat terus mendukung TP-PKK di daerahnya masing-masing.

“Keharmonisan antara Pemda dan Tim Penggerak PKK secara program mari terus kita bangun. TP-PKK pun ayo kuatkan sinergi dengan Pemda dan Pokja-nya. Sehingga di Kota Madiun ini kita bisa merasakan semua sensasi itu, modernisasi, kemajuan, tapi juga ada nuansa pulang kampung,” tegas Arumi.

Ia pun mengajak para kader TP-PKK untuk menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran. Karena belum tentu satu program kerja dari suatu daerah dapat diterapkan di daerah lain.

“Manfaatkan ajang ini untuk curhat satu sama lain dan tukar pikiran. Nanti kalau ada program kerja yang cocok di daerah ini tapi kurang cocok di daerah lainnya, bersama-sama coba menyesuaikan dengan budaya dan saling memberi masukan. 10 program pokok PKK lah yang mengantarkan masyarakat bisa sejahtera,” ajaknya.

Di akhir, ia berpesan kepada para kader TP-PKK Kelurahan Manguharjo Kota Madiun untuk tetap tenang dan yakin pada semua kerja keras mereka selama ini. Serta tetap tenang ketika melakukan presentasi di depan tim penjurian.

“Jangan nervous ya, bapak ibu. Semua yang akan bapak ibu sampaikan ini adalah hasil kerja keras terbaik bapak ibu untuk menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (poedji)

Arumi Bachsin Apresiasi Gelaran Promosi Batik & Bordir Khas Probolinggo

PROBOLINGGO, JAYAKARTA NEWS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak memberikan apresiasi gelaran Promosi Batik dan Bordir Khas Kab Probolinggo.

Gelaran ini, lanjut wanita cantik ini, sejalan dengan visi dan misi Dekranasda Jatim.

Rangkaian gelaran Promosi Batik dan Bordir Khas Kab Probolinggo terdiri dari ekspo produk ekonomi kreatif, peragaan busana bordir dan batik, lomba video promosi IKM bordir dan batik.

Ajang promosi batik dan bordir ini digelar dengan tema Asmaranala Bromo Tengger.

“Atas nama pribadi dan selaku Ketua Dekranasda provinsi Jawa Timur, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi pada pemerintah Kabupaten Probolinggo,” kata Ketua Dekranasda Jatim usai menghadiri gelaran Promosi Batik dan Bordir Khas Kab Probolinggo kepada awak mesia di alun-alun Kraksaan Kab. Probolinggo, Minggu (21/5) malam.

Gelaran ini diawali dengan parade batik dan bordir khas Kab. Probolinggo. Kemudian dilanjutkan dengan Lomba peragaan batik Probolinggo yang diikuti oleh perwakilan puskesmas, camat dan kepala OPD di lingkungan Kab. Probolinggo.

Istri dari Wakil Gubernur Jatim ini mengatakan bahwa gelaran tersebut dilakukan dalam rangka puncak peringatan Hari Jadi ke-277 Kabupaten Probolinggo, peringatan Hari Ulang Tahun ke-43 Dekranasda sekaligus peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Arumi menilai gelaran ini hendaknya dapat menjadi momentum tumbuhnya semangat mengenalkan, mempromosikan, berkarya dan berwirausaha pada bidang industri kerajinan di Kab. Probolinggo.

“Sehingga batik dan bordir kabupaten Probolinggo naik kelas menjadi UMKM yang dikenal tidak hanya di dalam negeri namun juga di pasar luar negeri,” ujarnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Jatim ini menjelaskan batik Indonesia dikenal memiliki kaitan erat dengan gambaran adat istiadat serta budaya di berbagai wilayah.

Begitu juga dengan batik khas Probolinggo dengan coraknya yang memiliki makna tersendiri.

Lebih lanjut Arumi menjelaskan bahwa padu padan batik dan bordir akan menciptakan busana yang menarik dan sarat dengan unsur budaya dan kearifan lokal.

Oleh sebab itu ia menyebut bahwa hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Ia menyebut kerajinan batik dan bordir sendiri merupakan perpaduan antara seni dan keterampilan dalam padu padan warna, motif, dan teknik pembuatan yang dimiliki oleh para pengrajinnya.

Tak ayal support dari pemerintah kepada para pelaku dibidang ini benar-benar dibutuhkan.

“Pemerintah akan terus mendukung, berkolaborasi dan bersinergi dalam satu tujuan yaitu memberdayakan dan meningkatkan peran serta pelaku usaha batik dan bordir untuk menggerakkan geliat perekonomian,” sebutnya.

Akhirnya Ia berharap promosi batik dan bordir khas Kab. Probolinggo ini dapat memberikan manfaat dan ruang bagi pelaku usaha batik dan bordir di Kab. Probolinggo.
Selain itu juga sebagai upaya dalam melestarikan budaya bangsa.

“Kedepan karya-karya batik dan bordir Jatim termasuk karya dari kabupaten Probolinggo akan kita kenalkan melalui transformasi digital. Sehingga bisa membuka peluang dan kesempatan bagi produk-produk UMKM Jawa Timur,” pungkasnya.

Nampak hadir PLT. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Ketua Dekranasda Kab. Probolinggo Nunung Timul Prihanjoko, Kepala Puskesmas dan kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Kab. Probolinggo, sejumlah ketua Dekranasda Kabupaten Kota dan Ketua Asosiasi Adikarya Perajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA). (poedji)

Arumi Bachsin Optimis Banyaknya Budaya di Jatim Pemicu Munculnya Kriya

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menghadiri Acara Puncak peringatan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-43 di Hotel Santika Premier Dyandra Convention Center, Medan Sumatera Utara, Selasa (16/5)

Acara ini dibuka secara langsung oleh Ibu Negara yang juga Pembina Dekranas Iriana Joko Widodo ditandai dengan pemotongan tumpeng sekaligus membuka Pelatihan Wirausaha Baru Dekranas Tahun 2023.

Ditemui seusai acara, Istri Wakil Gubernur Jatim ini mengatakan bahwa masyarakat Jatim harus berbangga diri. Sebab, Jatim memiliki banyak ragam kebudayaan.

“Banyaknya kebudayaan tersebut, biasanya akan memunculkan banyak kriya-kriya. Inspirasinya ya dari keragaman budaya tersebut,” ucap Arumi kepada awak media.

Lebih lanjut, Arumi juga mengatakan bahwa lokasi Jawa Timur yang strategis juga menjadikan kriya-kriya lokal menjadi mudah didapatkan bagi kawasan Indonesia Timur.

“Jawa Timur ini kan hub-nya dengan Indonesia Timur. Jadi saya rasa ini juga akan menjadi potensi besar bagi Jatim untuk promosi kriya-kriya lokalnya,” kata Arumi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dekranasda Prov Jatim hingga di jajaran Kab/Kota terus memicu tumbuhnya wirausahawan baru di Jawa Timur.

“Kita beri akses-akses kemudahan. Seperti kredit bunga ringan dan pelatihan pelatihan wirausaha gratis harapannya ini mampu meningkatkan keinginan masyarakat untuk meningkatkan kerajinan lokal,” tandasnya

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Wury Ma’ruf Amin mengharapkan dengan usia 43 tahun mengharapkan Dekranas semakin produktif, makin memiliki peran besar dalam upaya meningkatkan daya saing perajin lokal. “Harapannya pengabdian bagi perajin, masyarakat bangsa dan negara dan pengabdiannya bagi perajin masyarakat dan negara. Saya memgucapkan selamat ulang tahun ke-43 Dekranas. Usia 43 merupakan perjalanan panjang yang telah dilalui dalam mengangkat potensi kerajinan nasional,” katanya

Menurut Wury, Dekranas telah memiliki banyak visi dan misi dalam mendukung kemajuan kerajinan di Indonesia. Berbagai program kerja baik dari Dekranas maupun Dekranasda dalam mengangkat para perajin telah terlaksana. “Harapannya program kerja tersebut agar terus dilaksanakan demi meningkatkan eksistensi dan daya saing para peranjn lokal,” katanya

Ia menyadari, belum berjalannya regenerasi perajin dengan baik, membuat Dekranas harus menjadi wadah bagi percepatan penumbuhan wirausaha baru. “Maka dekranas melakukan berbagai program penumbuhan wirausaha baru. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan,” katanya.

“Tema acara ini mengandung makna bahwa Dekranas akan me jadi wadah guna penumbuhan wirausaha baru yang maju dan berdaya saing utamanya usai melewati masa pandemi,” tambahnya

Diakhir, dirinya kembali menyampaikan terima kasih kepada Pembina Dekranas dan juga memberi apresiasi atas pengabdian para pengurus dekranas baik di tingkat pusat, provinsi hingga kab/kota.

“Kedepan, kami berharap agar semakin diberikan kekuatan dan keberkahan guna menjadikan perajin semakin berdaya saing dan regenerasi perajin yang semakin tumbuh di Indonesia,” pungkasnya.(poedji)