PMI DKI Jakarta, SANDI dan ANIES

JAYAKARTA NEWS–Dalam satu minggu terakhir, PMI DKI Jakarta melakukan kegiatan donor darah yang melibatkan puluhan pesepeda. Dua kegiatan ini dihadiri dua tokoh yang memiliki nama besar, Sandiaga Solahudin Uno dan Anies Rasyid Baswedan.

Kedua kegiatan beda waktu itu sama-sama diikuti puluhan goweser. Donor darah pertama Selasa (11/8/2020) di Markas PMI DKI Jakarta dihadiri Sandiaga Solahudin Uno, sedang donor darah kedua, Sabtu (15/8/2020), meskipun tak sampai lokasi donor, Anies ikut gowes separuh rute dari yang semestinya ditempuh.

Start di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Barat Anies hanya sampai pos peristirahatan pertama (cek point) daerah Kalijodo. Karena ada urusan lain, Anies tak sampai finis di Gedung BNI, Kota, tempat di mana donor darah dilakukan.

Kehadiran orang nomor satu di Jakarta itu tentu menjadi magnet tersendiri. Sebelum start, goweser satu persatu antri untuk swa foto. Saking riuhnya, Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendy sampai-sampai melalui pengeras suara meminta agar semua jaga jarak. Jika tidak tertib, Walikota Jakarta Barat ini mengancam tidak akan melanjutkan kegiatan gowes.

“Ayo tertib. Jaga jarak dan bermasker. Jika tidak saya stop ini acara,” ujar Rustam yang baru dua minggu lalu dikukuhkan Ketua Umum PMI Pusat, Muhamad Jusuf Kala sebagai Ketua Daerah PMI DKI Jakarta.

Beruntung, goweser taat aturan. Mereka semua bermasker dan jaga jarak. Maka ancaman itu pun urung dilakukan. Sepanjang perjalanan peserta beriringan berjajar tiga-tiga. Jika ada yang mulai tak tertib, dari atas mobil petugas Satpol PP teriak-teriak minta agar konvoi kembali mengatur jarak.

Kegiatan ini sendiri tak mengkhususkan pada satu jenis sepeda. Selain sepeda tiga lipatan juga ada sepeda road bike, sepeda gunung, sepeda minion bahkan sepeda onthel.

Mereka berasal dari banyak komunitas yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Beberapa di antaranya menyebutkan, tau event gowes dan donor darah ini dari mulut ke mulut. Mereka tertarik hadir selain untuk olahraga juga bermaksud untuk menyumbangkan darahnya.

“Sehat dapat berbuat kebaikan pun dapat. Sekali dayung dua pulau terlalui lah kira-kira,” ujar goweser senior, S Orick yang membawa rombongan ibu-ibu dari PEPES PEDA (Perempuan Bersepeda) yang semuanya pakai brompton.

Itulah pesepeda. Mereka tak hanya bisa lalu lalang di jalanan tapi juga getol jika diajak kegiatan sosial. Semua antusias diajak gowes bareng, apalagi jika ada embel-embel sosialnya, dijamin pasti ikut.***

Ananda Sukarlan Dapat Penghargaan Kanisius

PIANIS dan komposer Indonesia yang sangat disegani di jagat musik dunia, Ananda Sukarlan, Sabtu 11 November 2017 tampak di bangku VIP saat SMA Kolose Kanisius memperingati 90 tahun perguruan Katholik tersebut. Tampak pula Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Kelima orang alumi Kanisius tersebut  adalah penerima  Penghargaan Kanisius, yang mengungguli 90 kandidat finalis. Acara digelar di tempat yang sangat representatif, yakni JIFest. Di antara lautan ribuan allumni Kanisus, tampak Gubernur DKI Jakarta   Anies Baswedan.

Ketika Anies mendapat giliran menyampaikan pidato, Ananda melakukan aksi walk out. Ananda meninggalkan kursi VIP-nya, yang lantas diikutio ratusan alumni Kanius lainnya. Para hadirin yang bertahan di ruangan itu, tampak dingin menyimak pidato Gubernur DKI Jakarta Barangkali karena merasa “sendirian” di acara Kanisius tersebut, Gubernur kemudian meninggalkan tempat acara begitu usai pidato,

“Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun Anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan”, kata Ananda ketika mendapat giliran berpidato setelah menerima penghargaan Kanisius.

Sikap Ananda tersebut banjir pujian dari para nominator penerima penghargaan Kanisius dan  mantan Menteri KLH Sarwono Kusumaatmaja, serta Kepala Sekolah SMA Kanisusd  Pater E. Baskoro Poedjinoegroho S.J.. ***

Ahok akan Tekuni Industri Pertelevisian

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, memilih pensiun dari dunia politik untuk menekuni dunia “baru” di pertelevisian Indonesia melalui sebuah program acara “Ahok Show”.

Dalam sebuah percakapan dengan wartawan diBalaikota, Kamis (4/5/2017), Ahok mengaku sudah bulat memutuskan untuk menjadi pembicara selepas tunainya tugas sebagai gubernur DKI Jakarta. “Saya sudah putuskan, selesai ini (habis masa jabatan gubernur), saya akan jadi pembicara saja,” kata Basuki Ahok.

Dia menuturkan, dirinya sama sekali tidak berhasrat untuk bergabung dengan partai politik, termasuk menerima tantangan baru di dunia politik dan birokrasi seperti untuk jabatan menteri atau yang lainnya.

“Tidak mau jadi menteri, tidak jadi staf presiden, semuanya tidak. Saya mau jadi pembicara saja,” kata mantan politisi Golkar itu.

Dikatakan lebih lanjut, dirinya berkeinginan membuat program televisi dengan judul “Ahok Show” yang tayang di salah satu stasiun televisi nasional.

Dalam program “Ahok Show”, dia menginginkan adanya revenue sharing dari perolehan iklan dalam acara tersebut. “Jadi, kalau terima pemasukan dari iklan, saya dibagi lah, 20 atau 30 persen,” kata Ahok.

Ahok akan mengakhiri tugasnya sebagai gubernur pada Oktober mendatang. Pada Pilgub DKI putaran kedua, apabila mengacu pada hitung cepat lembaga-loembaga survei, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat kalah dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Rencananya, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 akan dilakukan pada Oktober 2017.

Saatnya Pendukung Ahok – Anies Rekonsolisasi

LUPAKAN hiruk pikuk yang berceceran menjelang pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) DKI Jakarta. Ketika dua figur calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan, yang sebelumnya saling berseberangan demi kepetingan mereka merebut kursi eksekutif puncak di Pemprov Ibukota Jakarta, telah “berdamai” massa pendukung seyogianya move on, kembali ke titik netral.

Setelah memastikan kemenangan dalam Pilkada Gubernur DKI –sementara ini baru lewat hitung cepat—Anies menyambangi Gubernur Ahok di Balaikota. Ahok sendiri, Rabu sore sudah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Anies – Sandi. Pertemuan kedua pemimpin di DKI itu menyejukkan, sebagai peta jalan untuk rekonsiliasi antarpendukung setelah pungkasnya Pilkada 2017.

Kepada wartawan, usai bertemu Ahok di Balaikota Kamis pagi, Anies menjelaskan ada dua hal pokok yang dibincangkan gubernur dan gubernur terpilih tersebut. “Pertama, soal Pilkada kemarin. Kedua, kita sama-sama akan rekonsiliasi antarpendukung dan menjaga persatuan,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Keduanya menginginkan, pasca Pilkada, para warga DKI Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, benar-benar menjaga persatuan secara maksimal. Saatnya membuka lembaran baru, setelah Pilkada usai. “Kita mulai babak baru,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

Gubernur Ahok, yang tinggal menuntaskan tugasnya enam bulan ke depan, menjamin bahwa para pendukungnya akan tetap tenang menanggapi hasil Pilkada 2017 yang nantinya diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. “Pendukung saya tidak akan ribut-ribut-lah. Saya jamin itu. Kami percaya kok semua itu Tuhan yang mengatur. Takdir kan ditentukan oleh Tuhan. Hidup itu, ya begitu,” kata mantan Bupati Bangka Belitung itu.

Dalam masa transisi ini, Ahok bahkan siap membantu tim Anies-Sandi untuk memberikan segala informasi yang dibutuhkan dalam rangka membangun Jakarta, di antaranya keterbukaan APBD. Menurut Anies, Basuki sangat terbuka, bahkan bersedia memberi contoh tentang program Anies-Sandi yang perlu dianggarkan dalam APBD, dan hal-hal apa yang mesti disiapkan semenjak mula. ***