• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Wednesday, September 30, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Siti Fadilah Dalam Kongres Perempuan Indonesia Serukan Kembali ke UUD’45

Siti Fadilah Dalam Kongres Perempuan Indonesia Serukan Kembali ke UUD’45

admin by admin
September 7, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS– Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari dalam Kongres perempuan  Indonesia di Jakarta, Rabu (7/9) menyatakan UUD’45 yang merupakan garda cita-cita kemerdekaan telah terkoyak koyak hancur tak bersisa.

“Kita yang berkumpul disini menyatukan pemikiran, menyatukan mindset, menyamakan derap langkah  ke depan dan menyatukan tujuan memperbaiki kondisi bangsa ini agar kembali ke rel menggapai visi misi kemerdekaan kita yang saat ini nyaris hilang. Saatnya bangsa ini kembali ke UUD’45 yang asli,” tegasnya dalam sambutannya.

“Ayo jangan ragu lagi, perempuan adalah kekuatan  yang dahsyat bila kita bergabung dalam barisan, satu tujuan,” tegasnya.

Sebelumnya, Siti Fadilah menyatakan bahwa perempuan Indonesia sebenarnya memiliki chemistry yang sama  dalam mencintai negeri ini.

“Kita berasal dari seluruh daerah di negeri ini meluangkan waktunya, untuk menyatukan pemikiran  dan tekad untuk bersama-sama berjuang memperbaiki nasib bangsa ini ke depan. Karena masa depan negeri ini adalah milik anak cucu yang kita lahirkan dari rahim kita semua,” jelasnya.

Saat ini menurut Siti Fadilah perempuan Indonesia memiliki kekuatiran dan keprihatinan yang sama”

Kita semua sangat prihatin dengan kondisi dan situasi di negeri kita saat ini. Meskipun kita sudah merdeka 77 tahun tetapi masih banyak anak anak yang tidak mendapatkan haknya dalam pendidikan maupun dibidang kesehatan,” paparnya.

Menurut Siti Fadilah, masih banyak ibu-ibu yang terpaksa meninggalkan anaknya karena negara tidak mampu memberikan kesejahteraan pada mereka.

“Kita seperti dalam perahu besar di tengah samodra  terombang-ambing badai ketidakpastian mau kemana kah kita? Kapan kita sampai tujuan? Kita tidak bisa bertanya kepada nakodanya. Yang kami tahu pasti adalah ketidakpastian arah dan tujuan,” ujarnya.

“Wahai perempuan Indonesia, kita adalah ibu kandung peradaban. Kita semua mencintai keluarga kita, anak maupun suami kita  dan kita semua pasti mengharapkan  anak cucu  kita merdeka, sejahtera dimasa depan di negara RI  yang tercinta,” tegasnya.

Sejarah Kongres Perempuan

Siti Fadilah mengingatkan sejak 22 Desember 1928, di Kongres Perempuan pertama, di Yogyakarta telah menunjukkan  bahwa perempuan mampu memperjuangkan kepentingan  sesama.

“Mereka memberi fondasi bagaiman perempuan berjuang untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Kongres Perempuan kedua digelar di Jakarta ditahun 1935. Walaupun belum merdeka tetapi perempuan Indonesia sudah mulai bergerak dibidang pendidikan, mencerdaskan perempuan.

Kongres perempuan  Indonesia ke tiga  digelar di Bandung di tahun 1938,  meskipun gerak langkahnya masih terbatas pada perempuan tetapi sudah disadari bahwa perempuan merupakan elemen  kekuatan yang sangat kuat untuk memperjuangkan kemanusiaan.

“Para perempuan pejuang era now,  kita teleh diberi contoh oleh nenek moyang kita untuk berjuang dan berjuang. Marilah kita mulai derap langkah ini di sini saat ini juga. Kongres Perempuan Indonesia  berjuang menuju Indonesia yang  merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tegasnya.***din

Tags: jayakartanewsKongres Perempuan IndonesiaSiti Fadilah SupariUUD 1945
Previous Post

Seluruh Istana Kepresidenan Telah Manfaatkan Energi Terbarukan

Next Post

RUU SISDIKNAS Kacau, Pemerintah Lepas Tanggung Jawab Soal Wajib Belajar

admin

admin

Next Post
RUU SISDIKNAS Kacau, Pemerintah Lepas Tanggung Jawab Soal Wajib Belajar

RUU SISDIKNAS Kacau, Pemerintah Lepas Tanggung Jawab Soal Wajib Belajar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version