• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pentas Montserrat Teater Alam, “Asu Tenan”

Pentas Montserrat Teater Alam, “Asu Tenan”

December 9, 2018
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

October 17, 2026
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Pentas Montserrat Teater Alam, “Asu Tenan”

by admin
December 9, 2018
in Feature
0
Pentas Montserrat Teater Alam, “Asu Tenan”
595
SHARES
1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Pementasan Montserrat olehTeater Alam, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (8/12). (foto: rakhmat supriyono)

Sebelum tergelincir pada miss-persepsi, baiknya kita sepakati dulu. Diksi “Asu Tenan” dalam konteks judul di atas adalah sebuah komplimen. Pujian habis-habisan. Orang Yogya acap misuh (memaki) “Asu Tenan” untuk sesuatu yang dianggapnya luar biasa.

Setelah lurus, mari kita lihat, betapa pemberitaan media massa Yogyakarta pagi hari ini (9/12) bertabur apresiasi dan puja-puji atas pementasan Montserrat oleh Teater Alam, memperingati ultah ke-47, sanggar besutan Azwar AN itu. Pentas di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta benar-benar “banjir”. Hall berkapasitas 900 seat, semalam tak kuasa menampung animo penonton yang datang tidak saja dari Yogyakarta, tetapi juga dari kota-kota lain seperti Purworejo, Solo, bahkan Jakarta. Sebagian dari mereka digiring panitia untuk duduk di area kosong depan stage.

Yang membanggakan, lebih separuh penonton adalah siswa SLTA dan mahasiswa. Ini sebuah gairah teater Yogyakarta, yang untuk sekian lama menjadi barometer teater Tanah Air. Rakhmat Supriyono, mantan Kepala Sekolah SMKI Bugisan berkomentar, “Masyarakat Yogya rindu teaer. Masyarakat juga rindu Teater Alam,” ujarnya.

Tampak pula para budayawan senior kota Yogya. Selain Azwar AN, tampak duduk di barisan depan Tertib Soeratmo. Di bagian yang lain, tampak Yani Sapto Hudoyo, Ashady PAKYO, Untung Basuki, dan masih banyak lagi. Jika kemudian banyak media menyorot positif, salah satunya pasti karena nyaris tidak satu pun beranjak dari tempat duduk, sejak awal hingga pertunjukan usai dengan durasi hampir dua jam.

Kolonel Isquierdo (Meritz Hindra) akhirnya menembak Montserrat (Daning Hudoyo). (Foto: rakhmat supriyono)

Jalannya Pertunjukan

Lakon Montserrat, menceritakan tentang Kapten Montserrat, seorang tentara Kerajaan Spanyol yang nota bene penjajah Venezuela. Diam-diam, kapten ini bersimpati kepada tokoh pejuang kemerdekaan pribumi bernama Simon Bolivar. Dalam satu peristiwa krusial, Montserrat justru melindungi dan meloloskan Simon Bolivar dari buruan tentara kerajaan Spanyol, yang tak lain adalah kawan-kawan sepasukan.

Sepanjang lakon dipentaskan, kisahnya berkutat pada strategi kejam Kolonel Isquierdo (Meritz Hindra) menginterogrsi Montserrat, agar mau menunjukkan di mana persembunyian Simon Bolivar. Cara intimidasi tidak mempan, maka digelandanglah enam rakyat tak berdosa. Ada tukang poci yang imigran, ada seorang ibu yang ditangkap ketika sedang beli roti di jalan, ada saudagar kaya, ada seniman drama, ada Elena gadis Indian berusia 19 tahun, dan seorang pemuda yang sedikit revolusioner.

Keenam orang tak berdosa itu ditugaskan mengorek keterangan Montserrat, tentang di mana Simon Bolivar disembunyikan. Mereka diberi waktu satu jam. Jika gagal, maka satu per satu akan ditembak mati. Karuan saja, keenam orang itu membujuk dan merayu Montserrat agar mau mengaku,  dengan berbagai alasan alasan. Tapi Montserrat bergeming. Alih-alih membuka rahasia, Montserrat justru beralibi, apa yang ia lakukan jauh lebih berguna bagi jutaan raykat Venezuela ke depan. Sebab, Simon Bolivar-lah harapan membebaskan Venezuela dari penjajahan Spanyol. Itu artinya, apalah arti nyawa Montserrat. Apalah arti nyawa keenam orang tak berdosa itu, dibanding sebuah kemerdekaan.

Adalah tukang poci yang sangat emosional. Ia hendak mencekik Montserrat, karena tak juga mau mengaku, sementara nyawanya menjadi terancam. Di tengah keributan dan kebutuan itulah, Kolonel Isquierdo masuk. Ia tidak lagi memperpanjang waktu. Ia langsung mengeksekusi satu per satu, melalui serentetan drama yang menyertai pembunuhan satu demi satu orang dengan beragam profesi itu.

Tepat pada korban keenam, anak buahnya tergopoh masuk dan mengabarkan ratusan gerilyawan pimpinan Simon Bolivar masuk menyerbu markas. Kolonel Montserrat spontan membidikkan pisitol dan menembakkannya ke tubuh Montserrat yang mati seketika. Saat Isquierdo hendak lari, serentetan tembakan gerilyawan menghentikan langkahnya. Ia pun mati terkapar di atas mejanya sendiri.

Meritz Hindra, tampil prima sebagai Kolonel Isquierdo. (foto: rakhmat supriyono)

Meritz “Asu Tenan”

Jika ada pemain yang harus dipuji dengan “asu tenan”, adalah Meritz Hindra. Aktor gaek, angkatan pertama Teater Alam (1972) dan sudah malang melintang di panggung teater Jakarta itu, bermain stabil. Stamina prima. Hafalan teks luar kepala. Ia menyajikan seni akting yang sangat berkelas.

Montserrat yang diperankan aktor senior lain, Daning Hudoyo, tampil kurang maksimal. Setidaknya jika kita sandingkan dengan kebesaran namanya, hingga dijadikan judul naskah (Montserrat) oleh penulis Emmanuel Robles. Jeda dialog yang lama, memang menjadi ancaman serius bagi seorang aktor untuk bisa tetap fokus dan responsif atas dialog lawan main.

Di sini, Daning gagal mengeksplor akting dalam diam. Akting merespons dialog-dialog lawan main yang bisa mempertebal bangunan irama cerita yang sedang dibangun. Akting dalam posisi duduk dengan tangan dan kaki terborgol hampir sepanjang durasi. Memang bukan pekerjaan yang mudah. Bahkan, kurang berhasil memberi bobot artikulasi dan makna setiap kata yang ia ucapkan. Padahal, musik garapan Memet, begitu bagus mengiringi beberapa dialognya.

Tiga aktor yang membuka pementasan: Dinar Setiyawan (Kapten Morales), Eddy Jebeh (Kapten Zuazola), Daru Maheldaswara (Kapten Antonanzas), nyaris gagal membangun jalannya cerita. Pemeran Ricardo (MN Wibowo) masuk ke panggung sebagai rakyat tak berdosa yang pincang kaki karena sakit. Tp di tengah permainan, tinggal sedikit saja pincangnya. Di akhir jelang eksekusi, malah sudah tidak pincang lagi. Sebuah detail yang ia lupakan.

Pemain senior lain yang patut dipuji adalah Gege Hang Andhika serta Anastasia yang memerankan ibu. Udik Supriyanta (aktor Juan Salcedo Alvares) bermain prima. Wahyana Giri MC (pembuat poci) cukup total menghayati perannya. Dina Mega? Artis muda pemeran Elena sungguh menjadi bunga segar di antara penampilan aktor-aktris gaek lain.

Sutradara Puntung CM Pudjadi, betapa pun telah bekerja keras menjadikan pentas ulang tahun Teater Alam ke-47 ini sukses. Dan memang sukses besar. Dukungan Palgunadi Puspowijoyo yang menyiapkan setting dan properti, menjadikan persembahan Puntung dipuji khalayak. Ia hanya perlu sedikit memoles detail, jika lakon “Montserrat” ini hendak di-“road-show”-kan ke sejumlah kota. Dan memang layak. (roso daras)

Anastasia (pemeran Ibu) bermain total. (foto: rakhmat supriyono)
Keseluruhan pendukung pementasan Montserrat oleh Teater Alam. Pemain, sutradara, penata lampu, penata set, musik, make-up, dan lain-lain (foto: nana azmita)
Sebagian keluarga besar Teater Alam, foto bersama Azwar AN (tengah bertopi). (Foto: nana azmita)
Tags: jayakartanewsmeritzhindramontserratpuntungcmpudjaditbyyogyateateralamteateralam47tahun
Share238Tweet149
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version