• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Pemerintah Apresiasi Daerah yang Berhasil Berpindah Zona Jadi Lebih Baik

Pemerintah Apresiasi Daerah yang Berhasil Berpindah Zona Jadi Lebih Baik

admin by admin
November 17, 2020
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Perkembangan penanganan Covid-19 berdasarkan peta zonasi risiko pekan ini, terlihat sesuai harapan. Karena terjadi perubahan signifikan pada zona oranye atau risiko sedang. Penurunan jumlah daerah zona oranye cukup banyak, dari 370 kabupaten/kota pekan lalu, menjadi 345 kabupaten/kota pada pekan ini.

“Ini adalah langkah yang kita harapkan, karena sejak awal pandemi, kabupaten/kota dengan zona oranye paling banyak diantara zona risiko lainnya,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/11/2020), sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Namun yang menjadi catatan, zona merah atau zona risiko tinggi, dari 27 kabupaten/kota menjadi 28 kabupaten/kota. Juga pada zona kuning atau risiko rendah, terjadi peningkatan dari 97 menjadi 121 kabupaten/kota. Lalu pada zona hijau tidak ada kasus baru meningkat dari 9 kabupaten/kota menjadi 10 kabupaten/kota. Dan pada zona hijau tidak terdampak menurun dari 11 menjadi 10 kabupaten/kota.

Apresiasi diberikan pada 53 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona kuning. Wiku menambahkan, hal ini berarti mengalami perubahan yang baik setelah berminggu-minggu tidak ada perubahan pada zona oranye, akhirnya mengalami perubahan yang baik dari risiko sedang menjadi risiko rendah.

“Kepada provinsi-provinsi lainnya yang masih bertahan di zona oranye atau zona merah, mohon dapat menekan angka kasus positif dan angka kematian, serta terus meningkatkan angka kesembuhan agar dapat segera berpindah ke zona kuning dan zona hijau,” ujarnya.

Meskipun begitu, pekan ini, yang menjadi sorotan pada 17 kabupaten/kota. Yang sebelumnya berada di zona oranye berpindah ke zona merah. Hal ini menandakan perkembangan ke arah yang kurang baik pada daerah-daerah tersebut. Ke-17 kabupaten/kota tersebut didominasi Pulau Jawa, diantaranya Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Rincian Kabupaten/kota tersebut diantaranya di Jawa Barat terdapat di Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta dan Kota Cimahi. Di Jawa Tengah terdapat di Banjarnegara, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Kendal, Tegal dan Brebes. Jawa Timur ada di Lumajang. Di Banten di Kota Cilegon. Untuk di luar Jawa terdapat di Sumatera Barat di Kota Payakumbuh, Lampung di Pesawaran dan Kalimantan Tengah di Barito Timur. Dan Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.

Disamping itu, hasil evaluasi dari Satgas Penanganan Covid-19 terhadap masa libur panjang baru-baru ini khusus 2 provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami peningkatan positivity rate atau penambahan kasus terkonfirmasi positif.

Data 21 – 27 Oktobar 2020, sebelum libur panjang, di Jawa Tengah sebesar 13,53% dan Jawa Barat sebesar 15,4%. Setelah libur panjang pada 4 – 10 November 2020, terjadi peningkatan di Jawa Tengah menjadi 17,4% dan Jawa Barat menjadi 16,31%. “Ini menandakan terjadi peningkatan penularan yang sangat signifikan pada dua provinsi tersebut,” katanya.

Untuk itu, Wiku meminta daerah-daerah yang mengalami perubahan yang kurang baik, seharusnya menjadikan hal ini pengingat dan meningkatkan upaya penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Kedepankan kerjasama kolaborasi antara pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat, agar upaya penanganan dapat terjadi dengan lebih maksimal.***/ebn

Tags: jayakartanewspandemi covid 19prof wiku adisasmito
Previous Post

Penguatan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Merapi

Next Post

Satgas Covid-19 : “Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi”

admin

admin

Next Post
Satgas Covid-19 : “Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi”

Satgas Covid-19 : "Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi"

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version