• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Novak Djokovic Menyerah, Mimpi US Open Berakhir Tragis

Novak Djokovic Menyerah, Mimpi US Open Berakhir Tragis

September 1, 2026
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

October 16, 2026
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

October 16, 2026
Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

October 16, 2026
Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

October 16, 2026
Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

October 16, 2026
Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

October 16, 2026
KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

October 16, 2026
BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

October 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 17, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Novak Djokovic Menyerah, Mimpi US Open Berakhir Tragis

by Redaksi
September 1, 2026
in Kabar
0
Novak Djokovic Menyerah, Mimpi US Open Berakhir Tragis

Novak Djokovic/Foto: Instagram djokernole

495
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Ada pemandangan yang jarang terlihat dari seorang Novak Djokovic.

Di tengah gemuruh Stadion Arthur Ashe, petenis Serbia itu meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca. Ia melambaikan tangan kepada penonton, membentuk simbol hati dengan kedua tangannya, lalu berjalan pergi setelah perjuangan panjang yang akhirnya harus berakhir dengan kekalahan.

Bukan karena Djokovic kehilangan kemampuan bertarung.

Kali ini, tubuhnya yang menyerah.

Dalam pertandingan putaran pertama US Open yang berlangsung selama 4 jam 36 menit, Djokovic harus mengakui keunggulan petenis Argentina, Mariano Navone. Ia kalah dalam pertarungan lima set dengan skor 7-6 (5), 5-7, 4-6, 6-2, 6-1.

Bagi Djokovic, 39 tahun, kekalahan tersebut terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar tersingkir dari sebuah turnamen.

Sebab, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, ia gagal melewati pertandingan pertama sebuah turnamen Grand Slam.

Lebih jauh lagi, muncul pertanyaan yang kini sulit dihindari:

Apakah ini terakhir kalinya Novak Djokovic bermain di Arthur Ashe Stadium?

Tubuh yang Perlahan Kehilangan Tenaga

Djokovic sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda masalah fisik sejak pertandingan berlangsung.

Ia beberapa kali mengalami mual dan muntah, merasakan kram, menggunakan inhaler saat pergantian sisi, menerima perawatan medis, serta mengonsumsi obat untuk membantu mengatasi kondisinya.

Tetapi masalah terbesar datang ketika punggungnya mulai terasa kaku.

Pada saat itu, pertandingan yang semula berlangsung sengit berubah menjadi perjuangan Djokovic untuk sekadar bertahan.

“Jelas sekali saya merasakan sensasi yang sangat buruk di lapangan,” kata Djokovic setelah pertandingan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa persoalan tersebut bukan sesuatu yang baru.

“Ini adalah masalah yang terus saya alami di hampir setiap pertandingan tahun ini: muntah-muntah, masalah serius di situ. Lalu seluruh tubuh saya mulai kolaps, terutama karena kram dan rasa sakit.”

Kalimat berikutnya terdengar seperti pengakuan seorang juara yang untuk pertama kalinya benar-benar tidak mampu memaksa tubuhnya mengikuti kemauan.

“Pada akhirnya punggung dan bahu saya menyerah, dan saya tidak bisa menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.”

Sempat Memimpin, Kemudian Semuanya Runtuh

Yang membuat kekalahan itu semakin menyakitkan, Djokovic sebenarnya memiliki peluang untuk mengendalikan pertandingan.

Ia memulai laga dengan sangat baik dan sempat unggul 3-0. Namun perlahan-lahan kondisi fisiknya mulai merosot.

Saat kedudukan 5-4 pada set pertama, Djokovic bahkan harus meminta bantuan medis dan menerima obat. Navone tetap mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut set pembuka melalui tie-break.

Djokovic tidak menyerah.

Pada set kedua, pergerakannya sempat membaik. Ketika tertinggal 4-3, ia memenangkan reli panjang sebanyak 29 pukulan melalui backhand menyusur garis lapangan. Momentum tersebut membantunya menyamakan kedudukan 4-4.

Ia kemudian merebut set kedua 7-5.

Set ketiga bahkan menjadi miliknya dengan skor 6-4.

Untuk sesaat, Djokovic terlihat seperti Djokovic yang selama bertahun-tahun dikenal dunia: tenang, keras kepala, dan hampir mustahil ditumbangkan.

Namun tubuhnya kembali berbicara.

Punggung Menjadi Akhir dari Perlawanan

Memasuki set keempat, Djokovic kembali mengalami masalah fisik. Kram menyerang kaki kirinya, sementara otot punggungnya mulai menegang.

Ia sempat mendapatkan break dan berada dalam posisi yang menjanjikan.

Tetapi sejak gim keempat, masalah tersebut semakin parah.

Servis Djokovic yang biasanya menjadi salah satu senjata terpentingnya kehilangan kekuatan. Kecepatannya bahkan beberapa kali turun secara drastis.

Navone tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Petenis Argentina berperingkat 48 dunia itu merebut dua gim terakhir dan menutup set keempat 6-2.

Djokovic kemudian mengambil medical timeout. Petugas medis memberikan perawatan pada bagian punggung bawahnya, sementara dokter kembali memberinya obat.

Tetapi kali ini tidak ada keajaiban.

Pukulan-pukulan yang sebelumnya menjadi sumber poin mudah bagi Djokovic kini tidak lagi bekerja. Navone terus menekan, sementara Djokovic semakin kesulitan bergerak.

Set kelima pun berubah menjadi antiklimaks.

Navone menang 6-1.

Pertandingan berakhir.

Dan Djokovic hanya bisa menerima kenyataan bahwa tubuhnya tidak lagi mampu membawanya melewati batas.

70 Kesalahan Sendiri dan Malam yang tidak akan Dilupakan

Statistik pertandingan menunjukkan betapa berat perjuangan Djokovic.

Ia melakukan 70 unforced error sepanjang pertandingan. Di sisi lain, setidaknya tiga kali ia mengalami serangan mual dan kram yang cukup serius hingga membutuhkan bantuan medis.

Namun Djokovic menolak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengecilkan kemenangan Navone.

“Saya tidak ingin mengurangi nilai kemenangan lawan,” ujarnya.

“Selamat untuknya. Dia orang yang baik, seorang petarung.”

Ucapan tersebut memperlihatkan sisi lain Djokovic. Meski kecewa dan tubuhnya berada dalam kondisi buruk, ia tetap memberikan penghormatan kepada lawannya.

Namun Djokovic juga jujur mengenai apa yang ia rasakan.

“Saya sendiri tidak menikmati pertandingan ini.”

Navone: Mengalahkan GOAT adalah Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bagi Mariano Navone, pertandingan tersebut justru menjadi salah satu hari terbesar dalam kariernya.

Ia berhasil mengalahkan pemain yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu, bahkan oleh banyak orang sebagai GOAT, dalam olahraga tenis.

“Novak adalah GOAT dalam olahraga ini,” kata Navone.

“Mengalahkannya di US Open, di Stadion Arthur Ashe, adalah salah satu momen yang paling membekas bagi saya dalam dunia tenis.”

Navone bahkan mengaku bahwa ia pernah membayangkan momen tersebut sejak masih kecil.

“Ketika mendapat kesempatan untuk bertanding melawannya, Anda berharap dan bermimpi bisa mengalahkannya di situasi seperti ini karena hal itulah yang mewarnai masa pertumbuhan Anda.”

Lalu ia menyimpulkan semuanya dengan kalimat sederhana:

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.”

21 tahun setelah Debut, Apakah Semuanya Berakhir di Sini?

Ada simbolisme besar di balik kekalahan Djokovic.

Tahun ini menandai sekitar 21 tahun sejak ia pertama kali tampil di US Open. Selama perjalanan panjang tersebut, ia membangun salah satu warisan terbesar dalam sejarah tenis.

Sebelum kekalahan ini, Djokovic telah memenangkan 37 pertandingan berturut-turut di putaran pertama dan kedua US Open.

Ia juga tidak pernah tersingkir sedini ini di turnamen Grand Slam selama dua dekade, sejak kekalahan pada putaran pertama Australian Open 2006.

Kini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Djokovic pulang dari Grand Slam tanpa melewati pertandingan pembuka.

Dan yang membuat semuanya semakin mengusik adalah kondisi fisiknya.

Dua pekan sebelumnya di Cincinnati, Djokovic juga mengalami muntah dan membutuhkan perawatan medis akibat persoalan kesehatan yang belum sepenuhnya jelas. Di US Open, masalah tersebut kembali muncul.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Djokovic masih mampu memenangkan pertandingan.

Pertanyaannya adalah:

Berapa lama lagi tubuhnya mampu mengikuti ambisinya?

Ketika ditanya apakah masalah fisik itu bisa diatasi, Djokovic hanya memberikan jawaban singkat.

“Saya tidak tahu. Saya sedang berusaha. Saya sedang berusaha. Kita lihat saja nanti.”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana.

Tetapi bagi penggemar tenis, ada kesedihan besar di baliknya.

Arthur Ashe Mungkin Baru Saja Mengucapkan Selamat Tinggal

Djokovic meninggalkan lapangan dengan lambaian tangan kepada penonton. Ia membentuk simbol hati, menerima tepuk tangan, kemudian berjalan menuju lorong stadion.

Tidak ada kepastian apakah ia akan kembali ke tempat yang sama tahun depan.

Tidak ada pengumuman bahwa ini adalah pertandingan terakhirnya.

Tetapi untuk pertama kalinya, pertanyaan tentang akhir karier Djokovic terasa begitu nyata.

Ia masih memiliki keinginan untuk bermain. Ia masih mampu menunjukkan permainan kelas dunia. Namun usia dan kondisi fisik mulai memberikan batas yang tidak bisa selalu dilawan dengan mental juara.

Mungkin inilah bagian tersulit dari menjadi seorang atlet: mengetahui bahwa hati masih ingin bertarung, sementara tubuh mulai mengatakan cukup.

Djokovic telah melewati ribuan pertandingan, memenangkan gelar-gelar terbesar, mematahkan berbagai rekor, dan berkali-kali bangkit dari situasi yang tampaknya mustahil.

Namun malam itu di New York, ia tidak kalah karena kurang berani.

Ia kalah karena tubuhnya tidak lagi mampu menopang keberaniannya.

Dan ketika Djokovic berjalan meninggalkan Arthur Ashe dengan air mata, publik tenis mungkin sedang menyaksikan bukan sekadar sebuah kekalahan.

Mereka mungkin sedang menyaksikan penghujung sebuah era. (Sumber: New York Post)

Share198Tweet124
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version