• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, September 26, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Menag di NTT: Toleransi Jadi Kekuatan untuk Pulih Bersama

Menag di NTT: Toleransi Jadi Kekuatan untuk Pulih Bersama

Redaksi by Redaksi
September 3, 2026
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadikan toleransi dan persaudaraan lintas agama sebagai kekuatan untuk pulih bersama setelah gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pesan itu disampaikan Menag saat menemui masyarakat terdampak gempa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (3/9/2026).

Menurut Menag, masa pemulihan tidak hanya membutuhkan bantuan material. “Masyarakat juga memerlukan kekuatan sosial, rasa saling percaya, dan semangat untuk saling menopang tanpa mempersoalkan perbedaan agama maupun latar belakang. Toleransi jadi kekuatan kita,” ujar Menag.

“Jangan menekankan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain. Lebih gampang kita mencari titik temu dan persamaan,” sambungnya.

Nasaruddin mengatakan, setiap agama memiliki identitas dan tradisinya masing-masing. Perbedaan tersebut tidak harus dihapus atau diseragamkan. Yang terpenting, masyarakat mampu menemukan ruang bersama untuk hidup berdampingan dan saling membantu.

Menurutnya, toleransi justru tumbuh ketika masyarakat mampu menerima perbedaan sekaligus menjaga hal-hal yang menjadi persamaan.

“Toleransi ialah membiarkan yang berbeda itu berbeda dan membiarkan yang sama itu sama, tanpa harus mempersoalkan,” katanya.

Menag menerima ayam kampung berwarna putih dari perwakilan tokoh adat di Manggarai Barat

Menag menggambarkan keberagaman Indonesia sebagai sebuah lukisan yang keindahannya lahir dari banyak warna.

“Indonesia ini adalah lukisan yang paling indah. Banyak warna yang mendukung keindahan itu. Warna-warna itu berkolaborasi satu sama lain,” tuturnya.

Karena itu, menurut Menag, keragaman agama, suku, budaya, dan tradisi harus menjadi sumber kekuatan, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

Dalam kondisi seperti ini, batas-batas identitas semestinya tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu.

Menag juga mengajak warga memaknai musibah dengan tetap menjaga harapan. Dalam kehidupan beragama, katanya, manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian. Sikap sabar dan syukur menjadi kekuatan untuk melewatinya.

“Kalau diuji dengan musibah, dia bersabar. Kalau diuji dengan kenikmatan, dia bersyukur. Sabar dan syukur itu dua sayap,” ujar Nasaruddin.

Menag mengaku bersyukur dapat datang langsung dan bertemu masyarakat terdampak. Sejak mendapat informasi mengenai gempa, ia telah berkoordinasi agar bantuan segera dikirimkan.

“Saya sangat bersyukur, akhirnya saya bisa datang langsung,” katanya.

Menurut Nasaruddin, kehadiran langsung juga penting untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah bencana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Karianto mengatakan, semangat persaudaraan telah terlihat sejak hari-hari pertama penanganan gempa.

Masyarakat dari berbagai latar belakang agama bergerak saling membantu, mulai dari memenuhi kebutuhan warga terdampak hingga mendukung proses pemulihan di sejumlah daerah.

Solidaritas tersebut juga terbangun di lingkungan Kementerian Agama. Bantuan telah dihimpun dan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Menag berharap semangat tersebut terus dijaga hingga proses pemulihan selesai.

Bagi Nasaruddin, keberagaman bukan penghalang untuk bangkit bersama. Justru dalam situasi sulit, toleransi dan persaudaraan menjadi modal sosial agar masyarakat dapat saling menguatkan dan kembali menata kehidupan.***/mel

Tags: jayakartanewsNTTtoleransi
Previous Post

Hilal Firmansyah Pimpin Kadin Bogor 2026-2031: Usung “Rereongan Sangkan Waluya” dan Konsolidasi Dunia Usaha

Next Post

Kemenag Fasilitasi 77 Pasangan WNI Menikah di Taiwan

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kemenag Fasilitasi 77 Pasangan WNI Menikah di Taiwan

Kemenag Fasilitasi 77 Pasangan WNI Menikah di Taiwan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version