• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Megawati Beri Sinyal Capreskan Puan Maharani

Megawati Beri Sinyal Capreskan Puan Maharani

admin by admin
June 23, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Wakil Sekretaris NU Jawa Barat (2010-2021), H. Adlan Daie menilai pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rakernas PDI Perjuangan mengirim sinyal kuat bahwa Puan Maharani kandidat kuat Calon Presiden (Capres) yang hendak diusung PDI Perjuangan dalam kontestasi pilpres 2024.

Sinyal itu dapat dibaca dari aksentuasi pidato Megawati sebagai pertanda keteguhan sikap politik seorang Ketua Umum PDI Perjuangan.

Dalam pidatonya jelas Adlan,  Megawati dengan tegas meletakkan peta survey elektoral  “hanya boleh dilihat, tidak boleh bergerak mengikuti irama survey”.

Megawati meyakinkan para kader PDI Perjuangan justru harus bergerak mengikuti irama aspirasi rakyat.

“Inilah prinsip yang dipegang ibu Mega. Berdaulat secara politik, kokoh secara ideologis dan legitimated secara sosial. Tidak mudah kaget (“gumonan”)  atas framing media, lembaga survey dan kekuatan “mainan” politik dari luar PDI Perjuangan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/6).

Selain itu lanjutnya, aksentuasi pidato politik Megawati tersebut jelas dan tegak lurus dalam konteks menjaga konstitusi partai.

Bahwa amanat kongres PDI Perjuangan telah memberi mandat dan hak prerogatif tunggal kepada Megawati dalam menentukan Capres yang akan diusung PDI Perjuangan.

Karena itu, Megawati tidak ragu-ragu untuk memecat siapa pun kader PDI Perjuangan yang menurutnya “coba-coba bermanuver di luar garis partai dan bermain dua kaki”.

Tak hanya itu, tekanan lain dari pidato Megawati sengaja disampaikan tentang posisi Puan “sebagai anak tercintanya dan Puan mencintai ibunya”. Pernyataan ini meskipun secara tersurat dalam konteks “trah” biologis Puan akan tetapi dalam konstruksi disampaikan dalam forum resmi setingkat Rakernas PDI Perjuangan yang sangat berwibawa dan dihadiri Presiden Jokowi jelas sebuah pernyataan berbobot politis dalam kerangka ideologi.

“Saya kira, ini sikap politik PDI Perjuangan,” tuturnya.

Dia menilai, pemaknaan pidato politik Megawati dalam pembukaan Rakernas PDI Perjuangan aktualisasinya dalam konteks Ganjar Pranowo tentu penting unuk segera mempertegas posisi politiknya atas dukungan para relawan terhadapnya yang berlangsung massif di berbagai daerah.

“Berhenti bermanuver hendak mendekte keputusan Megawati dalam hal menentukan Capres PDI Perjuangan. Karena dalam konteks inilah dugaan bahwa Ganjar Pranowo “bermain dua kaki” sebagaimana secara implisit dapat ditangkat dari pidato Megawati tersebut,” imbuhnya.

Dengan kata lain, spirit dari pidato Megawati dalam forum Rakernas tersebut hendak menegaskan bahwa kontestasi Pilpres 2024 bukan kontestasi elektoral ibarat “idol” – ajang mencari idola selebritis –   melainkan sebuah pertaruhan ideologis bagi PDI Perjuangan dalam konteks transisi ideologis dari Megawati ke Puan Maharani.

“Ini sebuah sikap politik dalam menjaga kesinambungan transisi ideologi kebangsaan PDI Perjuangan,” terangnya.

Dia menegaskan, dalam konteks pertaruhan ideologis itulah Puan Maharani menjadi pilihan tepat bagi PDI Perjuangan untuk diusung sebagai Capres dalam kontestasi pilpres 2024.  “Itulah yang harus dipahami dari pidato politik Megawati dalam Rakernas PDI Perjuangan di atas baik oleh para politisi dan relawan politik “di luar” PDI Perjuangan maupun umumnya para pengamat politik,” pungkasnya.***din

Tags: jayakartanewsMegawati Soekarnoputripdi perjuanganPuan MaharaniRakernas PDI Perjuangan
Previous Post

Anis Matta: Solusi Penyelesaian Krisis Ekonomi Saat Ini hanya Bisa Dipecahkan Secara Militer

Next Post

Banyak Isu Sensitif Citilink Bisa Terbongkar ke Publik

admin

admin

Next Post
Citilink Terbang Perdana ke BIJB Kertajati Awali Musim Mudik Lebaran 2018

Banyak Isu Sensitif Citilink Bisa Terbongkar ke Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version