JAYAKARTA NEWS – Kelompok petani kopi di Desa Sukamaju, Tanggamus, Lampung, sangat bersyukur dengan terpasangnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp di daerahnya. Dengan program Desa Energi dari Pertamina New & Renewable Energy (NRE) ini petani kopi meraup untung.
Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Sukamaju Kukuh Diki Prasetyo mengatakan, PLTS tersebut sangat membantu dalam memasok listrik untuk kegiatan roasting, giling, dan pengemasan kopi. Dengan menggunakan PLTS berkapasitas 4,4 kwp dan Baterai 5 kwh, biaya penggunaan listrik menjadi lebih hemat, dan otomatis memberikan nilai tambah bagi para kelompok.
”Kami bisa hemat sampai Rp700 ribu per bulan, dengan PLTS ini, dengan itu biaya produksi akan lebih hemat sheingga keuntungan kelompok bisa lebih optimal,” ungkap Kukuh.
Kukuh mengaku, bantuan Pertaminan NRE ini tidak hanya meringankan beban ekonomi. Namun juga memberikan wawasan baru tentang pentingnya energi ramah lingkungan. Edukasi yang diberikan membantu masyarakat memahami dampak positif dari penggunaan energi terbarukan.
Desa Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, menjadi Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Penyerahan program tersebut secara simbolis sekaligus edukasi pemanfaatan PLTS kepada kelompok tani kopi Desa Sukamaju dilaksanakan, Kamis, 28 November 2024, dihadiri perwakilan Pertamina NRE, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE) Area Ulubelu, serta para tokoh masyarakat.
“Dengan program DEB Pertamina ini, kami berharap dapat menginspirasi daerah lain untuk mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada di daerah masing-masing, serta menjalin kerjasama startegis demi terciptanya kemandirian ekonomi dan energi,” ujar Dicky Septriadi, Corporate Secretary Pertamina NRE.
Program DEB sejalan dengan peran Pertamina NRE yang memegang mandat untuk mendukung transisi energi nasional. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pertamina NRE berkomitmen kuat mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada 2060.
“Program Desa Energi Berdikari ini merupakan salah satu langkah konkret dalam mempercepat transisi ke energi terbarukan di tingkat komunitas,” ujar Dicki
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, sebagai refleksi dari bisnis berkelanjutan, Pertamina Group berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini, DEB menjadi salah satu peran Pertamina untuk memberdayakan perekonomian desa melalui penggunaan energi transisi.
Energi transisi juga menjadi langkah Pertamina untuk melestarikan alam dan dekarbonisasi di wilayah tersebut. “DEB menjadi model pemberdayaan Pertamina membangun swasembada energi berbasis desa dengan masyarakat sebagai tulang punggungnya,” ujar Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Melalui sinergi antara inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina NRE menunjukkan bahwa energi bersih dapat menjadi solusi keberlanjutan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat dapat menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan sekaligus. Masyarakat Ulubelu kini menjadi teladan bagi daerah lain dalam memanfaatkan energi terbarukan secara mandiri. (yr)