• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Lagu-lagu Puisi Gubug Putih

Lagu-lagu Puisi Gubug Putih

admin by admin
August 7, 2024
in Kabar, Sosial Budaya
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Bulan Agustus tidak saja bulan istimewa bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi Sastra Bulan Purnama (SBP). Tiga tahun terakhir, SBP bersinergi dengan Sanggaragam. Sebuah komunitas yang memiliki kepdulian terhadap keberagaman.

Sinergi keduanya diwujudkan dalam sebuah komunitas yang diberi nama Kampung Sastra, bertempat di Gubug Putih, Jl. Gatotkaca 16, Karangnongko, Pelem Sewu, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mereka tiga tahun terakhir menggelar acara Sastra Bulan Purnama.

Disebut Gubug Putih, karena bangunan berlantai 3 semua warnaya putih dan berada di tepi kolam. Sanggaragam berkantor di Gubug Putih. Panggung pertunjukkan berada di atas kolam, dan di sekitar kolam merupakan amphytheater. Karena lokasi Gubug Putih berada di tengah kampung, maka disebut sebagai kampung sastra.

Kali ini Sastra Bulan Purnama edisi 155 dan Sanggaragam menyajikan lagu puisi, yang akan dimainkan para penggubah lagu puisi yang datang dari lima kota: Depok, Jabar, Madiun, Karanganyar, Magelang dan Yogyakarta. Tajuk dari pertunjukkan ini ‘Lagu Puisi Di Kampung Sastra’. Masing-masing akan membawakan empat lagu puisi, sehingga dari enam penampil menyajikan 24 lagu. Penampil dari Yogya ada 2 orang, Gati Andoko dan Joshua Igho.

Masing-masing menyajikan lagu puisi yang berbeda dari puisi penyair yang berbeda pula, termasuk puisi karya sendiri. Karena penampil sekaligus penyair. Fileski dari Madiun misalnya, akan membawakan lagu puisi berjudul ‘Dua Musim’ (puisi Ons Untoro), ‘Tuhan Aku Cinta Padamu (WS. Rendra), ‘Senja Bersama Pagi (Fileski), ‘’Derai-Derai Cemara’ (Chairil Anwar), Yuditeha (Karanganyar), ‘Peringatan’ (Wiji Thukul), ‘Menjadi Manusia Indonesia’ (Joko Sumantri), ‘Apa ada yang lebih asu dari rindu’ (Asef  Saiful Anwar), ‘Hidup Kedua’ (Yuditeha).

Sedang Gati Andoko (Yogya) menyaanyikan lagu puisi berjudul ‘Mantra Pisau’ (Aprinus Salam), ‘Langgam Zrah’, Lagu Untuk Zaya’ dan satu geguritan Apa Bisa Pitaya (Yanti S.Sastro). Joshua Igho (Yogya) membawakan lagu puisi berjudul ‘Nyanyian Hujan (Joshua Igho) dinyanyikan Sashmytha Wulandari, ‘Di Tepi Kanal (Ayu Budhiarti) dinyanyikan Sashmytha Wulandari, ‘Nisan’ (Chairil Anwar) dan ‘Kubakar Cintaku’ (Joshua Igho).

Vincensius Dwimawan, yang akrab dipanggil Si Us, dari Depok, Jawa Barat, membawakan lagu puisi berjudul ‘Pengembara’ (Emha Ainun Najib, ‘Kupu2 Makna Kata’ (Fauzi Absal), ‘Pelukis 1’ (Ons Untoro) dan ‘Mata Leso’  Ge’ (Ivan Nestorman). Yupi (Magelang), satu2nya perempuan menyanyikan lagu puisi ‘Kidung Rara Mendut’ (Yupi), ‘Rara Mendut’ (Ahmad Masih), ‘Gugur’ (WS.Rendra), ‘Kidung Dongane Kluwung’ (Yupi), ‘Tik Tok Pelangi’ (Fauzi Absal) dan ‘Laut’ (Evi Idawati’

Yupi

“Untuk closing, semua penampil bareng-bareng melagukan puisi karya Deded Setiadi, penyair dari Magelang, berjudul ‘Sejak Kapan’” ujar Yupi

Pertunjukkan akan dibuat mengalir, agar terlihat satu penampil dan penampil  lainnya menyatu, maka akan diawali penampilan bareng, dan diakhiri penampilan bersama.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, para penampil lagu puisi ini, sudah lama bergelut dengan lagu puisi, selain mereka menciptakan puisi untuk dilagukan sendiri, mereka juga menggarap puisi penyair lain menjadi lagu.

“Masing-masing penampil di tahun berbeda-beda pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, bahkan Joshua Igho dan Yupi, seringkali menyempatkan waktu menggubah puisi penyair yang bukunya di-launching  di Sastra Bulan Purnama,” kata Ons Untoro. (*)

Tags: gubug putihjayakartanewslagu puisisanggaragamsastra bulan purnama
Previous Post

27 Daerah Mengalami Darurat Kekeringan, Ini Langkah BPBD Jatim

Next Post

Misteri Sang Lazarus

admin

admin

Next Post
Misteri Sang Lazarus

Misteri Sang Lazarus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version