• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
“Kumolo Bumi”, Tafsir Menak Cina yang Sempurna

“Kumolo Bumi”, Tafsir Menak Cina yang Sempurna

October 14, 2019
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Entertainment

“Kumolo Bumi”, Tafsir Menak Cina yang Sempurna

by admin
October 14, 2019
in Entertainment, Feature
0
“Kumolo Bumi”, Tafsir Menak Cina yang Sempurna
532
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Kaleswara dan prajuritnya dalam pementasan “Kumolo Bumi” di Gedung Kesenian Jakarta. (foto: decy widjaya)

Jayakarta News – Pertempuran dua wanita berebut seorang pria atas nama cinta, memang selalu menarik menjadi sebuah cerita. Plot cerita yang nampak biasa itu menjadi bernas di tangan Rury Nostalgia, bahkan menjadi pertunjukan sendratari Jawa yang bagus dengan lakon “Kumolo Bumi.”

Lakon Kumolo Bumi ditampilkan berturut-turut Jumat dan Sabtu, tanggal 11 dan 12 Oktober 2019, di Gedung Kesenian Jakarta. Penulis memilih pertunjukan hari kedua, karena hari pertama sudah tak mendapatkan tiket pertunjukan.

Dengan penerima tamu dan tiket dekor yang minimalis dibangun dengan suasana Jawa yang kental. Tata panggung tampak hanya bermain di warna gelap dan hanya dihiasai tiga tirai putih sebagai latar pada layar di belakang posisi nayaga. Suasana sudah terbangun sedikit muram dan cenderung mistis.

Setelah sedikit prolog pembuka dalam dua bahasa, layar pun tertutup. Gelap, ditingkah bunyi gamelan. Sejak itu suasana mulai terbangun. Panggung pertama dibuka dengan adegan 6 penari lengkap dengan pakaian perempuan petarung seperti Sikandi dengan panahnya. Inilah pengantar menuju kisah sesungguhnya.

Memasuki adegan kesatu, dimunculkan suasana megah percakapan antara Prabu Kelanjejali dengan putrinya Kelaswara berikut prajurit-prajuritnya. Suasana tiba-tiba berubah saat tampil perempuan-perempuan cantik. Keseluruhannya berpakaian kebaya putih terang, kain dan selendang berwarna merah, dengan riasan kepala menggambarkan tampilan suasana Cina.

Perempuan terdepan bermahkota lebih lengkap, menunjukkan dia sang putri Adininggar. Tarian mereka hanya diiringi alunan gesekan rebab, sehingga aroma Cina meski dengan suasana Jawa terasa kental. Bahkan gesekan rebab yang terkesan patah-patah justru menguatkan suasana.

Putri Adininggar dan para prajuritnya. Tarian dengan iringan gesekan rebab menyembulkan aroma Cina yang kental. (foto: decy widjaya)

Adegan ditutup dengan rombongan penari ini meninggalkan panggung dan masuk ke arah sisi kiri panggung. Cara menutup adegan yang mampu  menggambarkan putri Adininggar yang sedang jatuh cinta dan pergi mengejar cintanya hingga ke negera Puser Bumi.

Ketika layar panggung diangkat kembali setelah gelap sejenak, lampu gantung seperti dupa dan busana serta seledang para wanita prajurit pendamping putri Kelaswara tampak memikat. Warna hijau tampil demikian hidup dan melahirkan suasana ningrat dalam sorotan lampu yang tepat. Adegan ini sukses menceritakan para penari sebagai prajurit wanita tangkas namun tetap cantik luar biasa terutama sang putri Kaleswara.

Di adegan diceritakan saat negeri Puser Bumi yang dipimpin Wong Agung Jayengrono, menerima kedatangan Adininggar. Belum lagi Adininggar menyampaikan pesan cinta, ternyata bersamaan kembalinya Umar Madi dan Umar Moyo perihal kegagalan misi damai. Jayengrono pun mengumumkan agar pasukannya bersiap untuk serangan negeri Kelan.

Sudah bisa dipastikan adegan berikutnya adalah saat Negara Kelan menyerbu Puser Bumi, dan perang pun pecah diakhiri dengan tewasnya Prabu Kelanjejali dalam peperangan. Kematiannya menimbulkan kemarahan Kelaswara yang kemudian menuntut balas kematian ayahnya pada Jayengrono.

Jayengrono terlalu kuat untuk dikalahkan dalam perang. Toh, Kelaswara tak menyerah. Ia mengerahkan seluruh kesaktiannya hingga mampu melumpuhkan Jayengrono bahkan hatinya bisa ditaklukan oleh Kaleswara, hingga akhirnya mereka pun menikah.

Adegan kali ini ditutup dengan rombongan prajurit Puser Bumi dan Kelan menuju ke tengah penonton. Di muka rombongan Jayengrono dan Kaleswara sebagai pengantin. Permainan lampu memaksa penonton memperhatikan rombongan ini memecah tengah ruangan. Cukup dramatis.

Tapi itu, bukan akhir cerita. Layar membuka kembali. Umar Moyo dan Umar Madi, dikisahkan tidak menerima pernikahan tersebut dan mengadukan pada Adininggar. Tersulut kemarahan, Adininggar pergi menemui sepasang kekasih itu dan menyerang dengan kemarahan berkobar.

Ternyata inilah puncak lakon ‘Kumolo Bumi’. Pertempuran antara dua wanita sakti dan jelita pun terjadi, meski awalnya Kelaswara enggan meladeni akhirnya pertempuran terjadi. Pertemuran dalam bentuk tarian ini menjadi sangat memikat ketika gamelan beberapa kali berhenti meningkahi bunyi kipas berkelebat, “praaak…. praaak”.

Bunyi kipas terbuka benar-benar dramatis menegaskan nuansa Cina sekaligus membuat suasana tegang terbangun. Tumbukan kipas sebagai senjata pasukan Adininggar dengan tongkat pasukan Kaleswara menjadi kian memikat. Puncaknya adalah dua penari yaitu Kaleswara dan Adininggar yang bertempur habis-habisan dengan gerak meliuk-liuk yang fenomenal.

Posisi penutup yang saling menghimpit berhadapan, namun tubuh melengkung ke belakang seperti posisi balerina, namun dengan senjata kipas di pusat sorot lampu seolah klimaks dari suasana tegang itu.

Di akhir pertempuran tampak keduanya berebut panah dan akhirnya panah terlepas dan mengenai Adininggar. Adininggar pun tewas. Kaleswara memohon maaf pada Jayengrono namun mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah untuk mempertahankan haknya.

Statemen soal pertempuran wanita ditutup dengan soal mempertahakann hak barangkali cara Rury Nostalgia menginterpretasi salah satu bagian dari teks “Menak Cina”, yang merupakan bagian dari Serat Menak, gubahan Yasadipura (1729-1802).

Serat Menak Yasadipura ini sebenarnya gubahan Yasadipura atas Hikayat Amir Hamzah- yang merupakan saduran dari Kitab Persia “Qissai Emr Hamza”. Menurut panduan acara, dikisahkan bahwa Serat Menak karya Yasadipura ini sudah berbaur dengan kisah Panji, yang juga sangat digemari di Jawa pada masa itu. Dengan demikian, sebenarnya Yasadipura bukan ‘menerjemahkan’ Hikayat Amir Hamzah ke dalam kesusateraan Jawa, tetapi sudah membangun teks baru, sehingga mudah dicerna orang Jawa.

Prajurit pengikut Kaleswara. (foto: decy widjaya)

Inti dari Serat Menak sendiri adalah kisah kehebatan Jayengrana (Hamzah : paman Nabi Muhammad SAW) semasa menjadi penguasa (amir) di Puser Bumi (Mekah), yang berperang melawan Raja Nusurwan (mertuanya). Di dalam Serat Menak, terdapat 24 sub kisah. Antara lain ‘Menak Sarehas’, ‘Menak Kanjun’, ‘Menak Kuwari’, ‘Menak Kustub’, dan “Menak Cina”.

Di dalam ‘Menak Cina’ inilah terdapat kisah pertarungan dahsyat antara Adaninggar – putri dari Cina dan Kaleswara dari Kelan. Rury pernah menggubah kisah ini sebagai sebuah pementasan tari berjudul ‘Kaleswara tanding’. Namun kisah Adaninggar-Kaleswara memang tak akan pernah diinterpretasi maka munculah Kumolo Bumi.

Lakon ini menjadi sangat menarik dengan dominasi wanita di panggung yang sangat kuat. Dari alur cerita hingga tampilan dan kekuatan panggung memang benar-benar menonjolkan soal wanita. Kumolo.

Lakon yang masih lengkap menggunakan bahasa Jawa Kawi, pakem sendratawi Jawa yang baik, ternyata cukup menarik minat banyak penonton. Terbukti dengan hanya satu dua bangku yang kosong di beberapa larik baris. Selebihnya Gedung Kesenian ini sesak penontong. Terasa betul saat gathering seusai tampilan, jalan menuju sayap kanan sulit untuk bergerak leluasa.

Kelompok Padnecwara di akhir pementasan “Kumolo Bumi”. (foto: decy widjaya)

Pilihan lakon “Kumolo Bumi” nampaknya memang sangat pas buat seorang Rury Nostalgia yang terlahir dengan nama Genoveva Noirury Nostalgia Setyowati Retno Jahnawi. Lakon ini adalah karya Rury yang keenam setelah beberapa karya lainnya.

Perempuan kelahiran 27 Januari 1971 ini lahir dari pasangan penggiat tari Jawa kondang Retno Maruti dan Sentor Sudiharto. Tak hanya karena ia wanita, tapi karena karyanya kali ini mampu membuktikan ia adalah seorang penata panggung yang apik dan meneruskan trah penjaga karya tradisional jawa yang sukses.

Kelompok Padnecwara sendiri adalah kelompok tari yang sudah sangat lama setia sebagai pewaris dan penjaga tradisi tari jawa. Beranggotakan banyak penari, kelompok tari pimpinan Retno Maruti ini konsisten untuk terus berlatih dari yang masih muda usia hingga mereka yang sudah malang meintang lama di dunia tari seperti Nungki Kusumasturi, Retno Proborini dan lain sebagainya.

Pertikaian memang tak selalu berakhir kehancuran, bisa jadi sebuah awal kehidupan. Seperti pertikaian Kaleswara Adaninggar ini, menjadi sebuah awal dari perjalanan banyak pentas sendratari sebaik “Kumolo Bumi” terus dihadirkan di bumi pertiwi. (decy c. widjaya)

Tags: jayakartanewskelompok padnecwarakumolo bumiretno marutirury nostalgia
Share213Tweet133
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version