JAYAKARTA NEWS – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menyelesaikan ratusan ribu kasus sertifikat rumah yang belum terbit.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, BTN sebelumnya telah mengambil langkah signifikan dalam menyelesaikan 118 ribu kasus sertifikat rumah yang belum terbit.
“Hingga kini, sebanyak 80 ribu kasus telah dituntaskan dengan menggunakan dana internal BTN yang disiapkan dari dana pencadangan jika dana retensi developer tidak mencukupi,” jelas Erick seperti dikutip Selasa (11/2/2025).
Namun, lanjut Erick, masih terdapat 38 ribu kasus yang akan diselesaikan dalam tiga tahun ke depan dengan kebutuhan dana serupa.
“Ini 80 ribu sertifikat kita sudah selesaikan, dengan pendapatan atau keuntungan BTN, ini bukan uang pemerintah. Tapi, ke depan tidak bisa seperti ini terus,” tukas Erick.
Menurut Erick, pihaknya harus kembali membangkitkan kepercayaan masyarakat terutama rakyat kecil yang nyicil selama 20 tahun dari 50 persen gajinya. Namun selesai menyicil, sertifikatnya tidak keluar, atau pun rumahnya tidak jadi.
Erick menegaskan, Kementerian BUMN endukung program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu visi Presiden Prabowo Subianto. Karena itu pentingnya transparansi dan kepercayaan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Kita sendiri sedang merapikan kerja sama dengan developer, yang menurut kita sebelumnya kurang baik, harus kita perbaiki,” ujar Erick.
Kementerian BUM juga ingin memastikan antara private sector dan BUMN bekerja secara transparan. “Karena pelayanan kepada rakyat dan masyarakat itu merupakan kata kunci, dan kepercayaan publik menjadi sangat penting,” tukas Erick.
Menurut Erick, berbagai skema kerja sama akan diterapkan dalam proyek ini, termasuk joint venture hingga Kerja Sama Operasi (KSO). Dalam waktu dekat, BUMN telah menyiapkan 792 hektare lahan untuk pembangunan 123 ribu rumah di lima lokasi yang dapat segera dikembangkan.
“Kami yakin rekan-rekan swasta yang hadir ini sangat kredibel. Makanya, kita ingin pelaksanaan ini maksimal demi pelayanan kepada rakyat dan masyarakat,” kata Erick. (yr)


































