• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
“Kampus Biru Menolak Ayah”: Dramatic Reading 80 Tahun Ashadi Siregar

“Kampus Biru Menolak Ayah”: Dramatic Reading 80 Tahun Ashadi Siregar

June 25, 2025
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, October 21, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya Buku & Sastra

“Kampus Biru Menolak Ayah”: Dramatic Reading 80 Tahun Ashadi Siregar

by admin
June 25, 2025
in Buku & Sastra, Kabar
0
“Kampus Biru Menolak Ayah”: Dramatic Reading 80 Tahun Ashadi Siregar
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Tepat 3 Juli 2025, Ashadi Siregar genap berusia 80 tahun. Sebagai wujud penghormatan terhadap sang novelis, Sastra Bulan Purnama (SBP) mengelar edisi spesial berupa pentas dramatic reading nukilan dua novel karya Ashadi, Cintaku di Kampus Biru (1972) dan Menolak Ayah (2018) dengan tajuk “Kampus Biru Menolak Ayah”.

Berkolaborasi dengan Freedom Institue, Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Balai Bahasa Yogyakata, IFI/LIP, dan Perkumpulan Seni Nusantara Baca, acara berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025, pukul 19.00 di IFI/LIP, Jalan Sagan No. 3, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

Rosana Hariyanti, alumni Sastra Perancis FIB UGM, sekarang mengajar di Prodi Sastra Perancis FIB Unibraw, Malang, akan membacakan nukilan Cintaku di Kampus Biru, sementara Landung Simatupang, aktor dan sutradara teater, akan membacakan nukilan Menolak Ayah. Keduanya pernah berkecimpung di Teater Gadjah Mada.

Ketika meraih Ahmad Bakrie Award, 14 Agustus 2019, Ashadi mengatakan bahwa semua novelnya menempatkan orang muda sebagai tokoh sentral yang mencari jati diri. Karya-karya fiksinya juga berangkat dari latar faktual, karena sebagai jurnalis dan akademikus dia menggeluti realitas atau fakta. Lewat fiksi Ashadi ingin mengomunikasikan fakta-fakta.

“Fakta-fakta di sini sebagai latar atau setting bagi dunia imajinasi saya. Latar factual ini ada yang berasal dari realitas sehari-hari yang saya kenal, tetapi ada pula merupakan realitas kesejarahan yang perlu referensi historiografi. Saya akan lebih senang jika pembaca novel saya dapat menemukan dan menghargai realitas yang saya sampaikan, seperti dunia kampus dan kemahasiswaan (Cintaku di Kampus Biru, Kugapai Cintamu, Frustrasi Puncak Gunung), atau kehidupan metropolitan tahun 1970-an (Terminal Cinta Terakhir, Sirkuit Kemelut, Gadisku di Masa Lalu, Sunyi Nirmala), Revolusi 45 (Warisan Sang Jagoan), G30S (Jentera Lepas), atau yang terakhir mengenai komunitas agama asli Batak yang terpinggirkan dan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia/PRRI (Menolak Ayah),” ujarnya.

Landung Simatupang dan Rosana Heriyanti.

Awal karier

Sebagai novelis, Ashadi sudah menulis 12 novel, empat di antaranya difilmkan. Bagaimana dia mengenang kariernya sebagai novelis, jurnalis, serta akademikus, menarik jika kita sajikan kenangannya sendiri. Mari kita petik tulisannya yang disiapkan sebagai pengantar bunga rampai buku “Orang-Orang Malioboro”—yang tak pernah terbit.

“Pergaulan saya boleh dibilang lebih banyak hanya dengan dedengkotnya, yakni Umbu Landu Paranggi. Saat itu kami sama-sama mahasiswa Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada. Sekitar tahun 1968, semasa mahasiswa saya ikut mengelola Suratkabar Mingguan Umum Publica, untuk beberapa waktu berkantor di salah satu ruangan kios kecil yang terletak di Taman Garuda (seberang Hotel Garuda Malioboro). Pada malam hari Umbu yang mengasuh rubrik sastra di Suratkabar Pelopor Yogya yang berkantor di lantai dua pertokoan Malioboro, sering singgah, nyanggong di kios itu. Dan pula, karena menggunakan percetakan yang sama, kami sering bertemu saat menunggui koran masing-masing diset dan naik cetak pada malam hari.

Pergaulan yang intens malah tidak ada pertaliannya dengan dunia sastra, melainkan sebagai aktivis gerakan mahasiswa, ikut dalam berbagai aktivitas seperti gerakan anti korupsi, golput (golongan putih, gerakan untuk memboikot Pemilihan Umum pertama Orde Baru, 1971), penentangan proyek dana non-budgeter untuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan terakhir Malari 1974. Sebagai aktivis ini, tahun 1972 Umbu bahkan pernah ke Jakarta bersama kelompok aktivis anti korupsi lainnya dari Jakarta dan Bandung, masuk Istana Negara bertemu Suharto. Saya tidak ikut dalam rombongan itu, tetapi belakangan saya dengar anekdot tentang penampilan Umbu bercelana jin dengan blangkon yang dipakai terbalik (mondolannya di arah depan), mendapat komentar Soeharto yang marah.

Pergaulan dengan Umbu lebih intensif ketika bersama-sama mengelola Suratkabar Mingguan Sendi, suatu penerbitan pers oleh aktivis mahasiswa, yaitu Daniel Dhakidae, Gaspar Ehok, M. Aini Chalid, Parakitri T. Simbolon, Peter Hagul dan Zulkifly Lubis. Di situ saya sebagai pemimpin redaksi/penanggung jawab, sedangkan Umbu sebagai pengasuh rubrik sastra sembari menjalankan fungsi yang sama di Suratkabar Pelopor Yogya. Sendi hanya berumur semusim jagung, kemudian Surat Ijin Terbitnya dicabut oleh Menteri Penerangan (saat itu Budiardjo) awal 1972, dan saya diadili dengan dakwaan menyebarkan kebencian terhadap kekuasaan negara dan penghinaan Presiden Suharto.

Begitulah, seingat saya, tidak pernah Umbu mempertautkan kegiatannya sebagai aktivis gerakan mahasiswa dengan kehidupan sastra. Kendati di antara redaktur di Mingguan Sendi terdapat Parakitri T. Simbolon yang karyanya dimuat di majalah sastra Horison, tulisan untuk rubrik sastra tidak pernah dibahas secara khusus. Karenanya saya tidak pernah mendengar pandangan-pandangan Umbu Landu Paranggi mengenai sastra umumnya dan puisi khususnya. Pilihan-pilihannya atas puisi yang dimuat di rubrik itu sepenuhnya dengan otoritas subyektifnya.

[…]

Sementara saya sendiri sepanjang akhir 60-an dan pertengahan 70-an, menulis cerita pendek dan novel yang mengisi majalah dan koran. Tetapi tidak pernah berpretensi menulis karya sastra. Bahkan novel-novel yang saya tulis pada era 70-an itu boleh dibilang lebih bersifat by-accident, akibat mengalami kesulitan untuk menulis artikel dan karya jurnalistik lainnya di media pers umum, setelah diadili dan divonis bersalah dalam perkara penghujatan Suharto.

Setamat dari Fakultas Sosial dan Politik tahun 1970, saya direkrut mengajar di fakultas yang sama. Sampai pertengahan akhir tahun ‘70an, saya masih nyambi menjadi wartawan, dengan menjadi stringer (koresponden cabutan) majalah berita dari Jakarta, serta membuat laporan jurnalistik secara lepas untuk beberapa suratkabar dan majalah. Dari remaja saya sudah bercita-cita jadi jurnalis, tetapi dengan kasus mingguan Sendi, dan membayangkan kekuasaan Suharto yang bakal panjang, saya menyadari tidak mungkin berkukuh dengan cita-cita untuk memasuki dunia jurnalistik. Karenanya kemudian saya memutuskan untuk sepenuhnya mengambil jalur di bidang pengajaran. Terlebih setelah dengan beberapa teman pada awal tahun ‘80an mendirikan sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian media massa dan pelatihan jurnalis. Dengan begitu perhatian ditumpukan hanya untuk bidang pendidikan dengan fokus pada jurnalisme. Sejak itu saya berhenti menulis fiksi, khususnya novel, sebab saya lebih berkutat dalam alam pikiran mengenai metode dalam menghadapi fakta-fakta empiris sebagai basis dalam pendidikan jurnalisme. Di sini seluruh pembelajaran adalah pemilahan yang tajam antara fakta dan fiksi, guna mengenyahkan fiksi dalam proses penulisan. Sastra umumnya dan novel khususnya menjadi penikmatan subyektif bagi saya, bukan sebagai proses kreatif sebagai pengarang, apalagi obyek ontologis sebagaimana para pengkaji sastra.”

Lihat: https://ashadisiregar.com/2016/05/28/orang-orang-malioboro/

Saur Hutabarat, Hotman Siahaan, Umbu Landu Paranggi.

Guru

Selain dikenal sebagai novelis, Ashadi mengajar Ilmu Komunikasi di Fisipol UGM, dia suntuk menekuni ilmunya sehingga dikenal luas sebagai ahli ilmu komunikasi. Ia juga melatih para wartawan melalui lembaga yang dipimpinnya LP3J. Banyak wartawan yang sudah dididik di lembaga ini, dan menjadi wartawan profesional. Ashadi menempatkan anak didiknya, baik mahasiswanya maupun peserta latihan di LP3J sebagai teman, sehingga hubungannya setara.

Saur Hutabarat, wartawan senior, mengatakan, Ashadi Siregar adalah guru, abang, dan juga teman. Dalam tiga relasi itu Ashadi konsisten memilih hubungan setara, ‘Bung Saur’. Panggilan ‘bung’ itu menunjukkan dirinya seorang egaliter. Dosen egaliter di UGM, di kala itu, 50 tahun lalu, jarang.

“Bertemu Ashadi, berbincang dengannya, pertemuan dialogis. Pikirannya tak jarang ‘mengganggu’ pikiran saya, perkara yang bikin kangen untuk ketemu Bang Hadi,” ujar Saur.

Prof. Dr Hotman Siahaan, Guru Besar Fisip Universitas Airlangga, Surabaya, mengatakan, Ashadi sosok yang tegar dengan pilihan hidupnya. Dengan integritas tinggi, dia menapaki jalan hidup baik sebagai cendekiawan maupun sebagai sastrawan. “Bagi saya Bang Hadi telah memproklamirkan diri sebagai sosok yang menelusuri jalan hidup sunyi bak air yang mengalir tenang mencapai muara di usianya yang ke-80 tahun.”

Lebih jauh Hotman mengatakan, “Kampus Biru, yang melukiskan dinamika aktivis kampus dan percintaan, hingga Menolak Ayah yang mistis dalam dinamika agama ‘malim’ tersirat di dalamnya konsistensi budaya tanding orang muda melawan kebekuan tradisi lama yang mapan.”

Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama, penyelenggara acara ini mengatakan, Ashadi Siregar merupakan tokoh penting, bukan hanya di Yogya, melainkan untuk Indonesia. Sebagai sastrawan dan ilmuwan sosial, ia telah memberi sumbagan berharga untuk bangsa ini melalui karya-karya yang telah dihasilkan.

“Sastra Bulan Purnama merasa perlu membuat edisi spesial untuk menandai 80 tahun usianya dengan satu peristiwa budaya, yakni pembacaan pethikan novel karya Ashadi Siregar, yang ditulis awal, dan ditulis akhir,” ujar Ons Untoro. (*)

Tags: cintaku di kampus birujayakartanewslandung simatupangnovel menolak ayahnovelis ashadi siregarrosana hariyantisastra bulan purnamaumbu landu paranggi
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version