• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Inspiratif! Kisah Mahatmi Perempuan Indonesia yang Jadi Sopir Bus di Jepang, Gajinya Puluhan Juta

Inspiratif! Kisah Mahatmi Perempuan Indonesia yang Jadi Sopir Bus di Jepang, Gajinya Puluhan Juta

June 30, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Inspiratif! Kisah Mahatmi Perempuan Indonesia yang Jadi Sopir Bus di Jepang, Gajinya Puluhan Juta

by Redaksi
June 30, 2026
in Kabar
0
Inspiratif! Kisah Mahatmi Perempuan Indonesia yang Jadi Sopir Bus di Jepang, Gajinya Puluhan Juta

Mahatmi Rismartanti (27), perempuan pertama asal Indonesia dan perempuan asing pertama yang menjadi sopir bus di Jepang (YouTube/TBS NEWS DIG Powered by JNN)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Mahatmi Rismartanti (27), perempuan pertama asal Indonesia dan perempuan asing pertama yang menjadi sopir bus di Jepang. Perempuan yang akrab disapa Ami asal Malang, Jawa Timur, ini menjadi buah bibir karena berkarier di sektor yang tidak biasa di Jepang.

Siapa sangka hobi mengemudinya selama ini justru membawa Ami menjadi seorang pramudi di Jepang. Lulusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya ini kini menjadi 1 dari 60 perempuan yang menjadi sopir bus di Jepang.

Dilansir laman KP2MI, sektor transportasi di Jepang dibuka untuk tenaga kerja asing, baru dibuka 2025 lalu. Perekrutannya melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) atau yang juga dikenal dengan Tokutei Ginou.

Sebagai informasi, visa kerja ini merupakan izin kerja resmi dari Pemerintah Jepang untuk warga negara Indonesia yang bekerja langsung di berbagai sektor industri di Jepang.

Cita-cita Masa Kecil

Menariknya, menjadi seorang sopir bus rupanya sempat menjadi impian Mahatmi kecil. Di kampung halamannya di Malang, Ami mengaku sering melihat kendaraan-kendaraan besar yang melintas sehingga sempat muncul rasa penasaran tentang cara mengoperasikan kendaraan besar tersebut.

Saat ditanya kenapa tidak menjadi seorang penerjemah seperti yang dilakukan lulusan Sastra Jepang pada umumnya, Ami pun membeberkan alasannya. Ia menyebut menjadi seorang penerjemah dengan hanya berbekal ijazah sarjana tidak mudah.

“Sejujurnya saya memang suka menyetir. Bagi saya, menyetir di jalan itu seperti refreshing. Makanya ketika melihat lowongan kerja sebagai sopir bus, saya merasa ini pekerjaan yang cocok,” ucap Ami.

Mahatmi Rismartanti sedang mengemudikan bus (Foto: tangkap layar NHK World)

LinkedIn Pembuka Pintu Rezeki

Saat ditanya soal informasi lowongan kerja menjadi pengemudi bus di Jepang, Ami secara terang-terangan mengaku dirinya mendapat info pekerjaan ini dari laman LinkedIn. Rutinitas menggulir laman LinkedIn di saat dirinya menjadi job seeker pun membuahkan hasil.

Ia menemukan secercah harapan untuk mengembangkan karier di negara impiannya, Jepang,  saat melihat lowongan kerja dari Tokyu Bus, perusahaan operator bus terbesar di Jepang.  Berbekal gelar akademis Sastra Jepang dan kemampuan Bahasa Jepang yang dimiliki, Ami pun bertekad untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pengemudi bus di Tokyo.

“Dari dulu sebenarnya pengin kerja di Jepang, tapi enggak tahu kerja apa. Ketika melihat info lowongan pekerjaan itu, saya berpikir ‘ini untuk saya’,” ucap Ami meyakinkan diri.

Hijrah ke Jepang

Upaya Ami untuk bisa bekerja di Jepang ini dibantu oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Shankara di Bekasi. Ami berangkat ke Jepang dengan berbekal visa kerja SSW. Ami dinyatakan lulus seleksi pada Oktober 2024, namun baru berangkat ke Jepang pada 15 September 2025 lalu.

Begitu menginjakkan kaki di Jepang, Ami langsung mengambil ujian SIM di Jepang demi melancarkan kariernya sebagai calon pengemudi bus di Tokyo. Setelah dinyatakan lulus mengemudi, Ami kemudian melanjutkan sekolah khusus mengemudi di Jepang.

“Sebelumnya selama di Indonesia tidak pernah punya pengalaman menyetir bus atau kendaraan besar lainnya, paling hanya ikut kursus mengemudi saja. Jadi benar-benar baru dapat SIM untuk mengemudi bus di Jepang ini,” terang Ami.

Tidak langsung beroperasi sebagai sopir bus, Ami setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk menjalani pelatihan, termasuk untuk mempelajari Bahasa Jepang yang akan ia pakai untuk melayani penumpang bus.

Proses Rekrutmen

Melalui ceritanya, Ami mengatakan bahwa proses rekrutmen bekerja sebagai sopir bus di Jepang ini begitu cepat. Selang 2 hari setelah melamar profesi tersebut, ia langsung melakukan wawancara kerja dengan LPK Shankara, yang menjadi perantaranya bekerja di Jepang.

Disusul dengan wawancara secara langsung dengan pihak Perusahaan Tokyo Bus yang merekrutnya. Ami mengaku setidaknya selama 3-4 minggu menunggu hasil pengumuman hasil seleksi sampai ia benar-benar dinyatakan lolos.

Ami juga membutuhkan waktu selama 6 bulan untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Jepang. Selama 6 bulan terakhir di Indonesia, ia yang sudah memutuskan melepas pekerjaan sebelumnya memilih untuk meningkatkan keterampilan bahasa dan skill mengemudinya.

Ami setidaknya menjalani kursus Bahasa Jepang selama 6 bulan dan pelatihan mengemudi bus di Solo selama 3 bulan.

Skill dan Biaya yang Dibutuhkan

Bekerja sebagai sopir bus di Jepang, menurut Ami, tidak mematok persyaratan yang muluk-muluk. Kemampuan utama yang dibutuhkan Pekerja Migran Indonesia yakni keterampilan mengemudi dan komunikasi.

Berkaca dari pengalamannya, Ami membeberkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi hingga akhirnya berhasil meraih pekerjaan ini. Di antaranya, ujian SSW, keterampilan mengemudi dibuktikan dengan memiliki SIM A minimal 3 tahun, serta kemampuan Bahasa Jepang tingkat menengah Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) N3.

Kemampuan lainnya terkait pemahaman sistem transportasi dan rambu lalu lintas didapat Ami ketika mengikuti pelatihan lanjutan di Jepang.

Terkait biaya persiapan ke Jepang termasuk pengurusan dokumen keberangkatan, Ami mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

Menurutnya biaya pra-keberangkatan ini tergantung dari masing-masing LPK yang menjembatani antara pekerja dengan perusahaan. Beruntungnya, Ami mendapat fasilitas penuh dari perusahaannya, Tokyu Bus, dari sejak sebelum keberangkatan hingga setelah ia tiba di Jepang. Mulai dari biaya hidup sebelum berangkat ke Jepang hingga fasilitas seperti apartemen yang ia tinggali.

Restu Keluarga

Perjuangan Ami untuk bisa bekerja sebagai sopir bus di Jepang pun mulanya sempat menjadi pertanyaan besar bagi keluarganya di Malang. Pihak keluarga sempat mempertanyakan alasan Ami memilih pekerjaan tersebut. Terlebih adanya stigma bekerja di jalan yang memiliki risiko tinggi tingkat kecelakaan kerjanya.

Tak patah semangat, Ami pun memberi pemahaman ke keluarganya terkait sistem kerja sebagai sopir bus di Jepang. Tak melulu soal gaji yang akan didapat, Ami lebih meyakinkan pihak keluarga terkait sistem transportasi dan keamanan lalu lintas di Jepang sebagai jaminan rasa aman bekerja di Negeri Sakura tersebut.

“Saya belum cerita ke keluarga sampai ada offering, jadi ketika sudah ada penawaran pekerjaan untuk posisi itu, saya baru menjelaskan ke keluarga soal pekerjaan sebagai sopir bus di Jepang, kondisi lalu lintas, bahkan berbagai pelatihan yang akan saya dapat sebelum terjun sebagai sopir bus di Jepang,” ujar Ami.

Profesi Sopir Bus di Jepang

Hampir setahun di Jepang, Ami turut menceritakan kehidupan dan pengalaman menariknya selama bekerja sebagai sopir bus di Jepang. Meski baru beberapa bulan mengoperasikan armada di jalanan Jepang, Ami mengaku menikmati pekerjaannya tersebut.

Setiap harinya, Ami bekerja selama tujuh jam per hari. Rute perjalanan yang ditempuh pun terbilang cukup pendek, jika dibandingkan rute transportasi umum di Indonesia.

“Jalur yang ditempuh cukup pendek, anggap saja untuk rute Tokyo-Shibuya PP yang bisa ditempuh selama dua jam,” tuturnya.

Gaji Menjanjikan

Meski tak secara gamblang menyebutkan nominal gaji yang diterima sebagai sopir bus di Jepang, Ami mengaku penghasilan yang didapat cukup untuk memenuhi biaya hidupnya selama di Jepang.

Ami menyebut gaji sebagai sopir bus di Jepang ini dinilai cukup menjanjikan, karena ia bekerja di Tokyo, prefektur dengan tingkat pendapatan tertinggi di Jepang. Terlebih pekerjaannya di sektor transportasi ini merupakan kategori tenaga kerja ahli yang membutuhkan lisensi khusus, bukan pekerja biasa.

Mengutip dari mhlw.go.jp, upah minimum regional di Jepang, khususnya Tokyo, pada 2025 sebesar 1.226 Yen atau setara Rp135 ribu per jam. Jika jam kerja sebanyak 7 jam per hari dengan total 22 hari kerja, maka pekerja bisa meraup pendapatan sebesar Rp21 juta per bulannya.

Peluang Besar untuk Calon Pekerja Migran Indonesia

Profesi sopir bus di Jepang ini tentu menarik minat para pencari kerja, khususnya para calon Pekerja Migran Indonesia. Selain karena gaji yang menjanjikan, profesi ini masih menjadi peluang besar bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang tertarik bekerja di sektor transportasi.

Bekerja di sektor transportasi di Jepang dinilai menjanjikan karena perusahaan operator bus setempat masih membutuhkan tenaga kerja, baik lokal maupun asing.

Mengutip dari NHK World Japan, Tokyu Bus, perusahaan di mana Mahatmi bekerja, diisi oleh tenaga kerja dengan usia 50 tahun ke atas atau usia yang sudah mendekati masa pensiun. Sementara itu, disebutkan banyak pekerja muda di Jepang yang masih enggan memilih pekerjaan sopir bus sebagai profesi utama mereka. Oleh karenanya, perusahaan pun membuka kesempatan kerja yang luas bagi pekerja yang berminat mengisi kekosongan tersebut. (di/Sumber: KP2MI)

Tags: jayakartanewsMahatmi RismartantiPkerja Migran Indonesia
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version