• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Harmoni Candi Nada Zaman: Arca Tatasawara Meriahkan Candi Kidal dengan Konser Tunggal Perdana

Harmoni Candi Nada Zaman: Arca Tatasawara Meriahkan Candi Kidal dengan Konser Tunggal Perdana

August 12, 2025
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Harmoni Candi Nada Zaman: Arca Tatasawara Meriahkan Candi Kidal dengan Konser Tunggal Perdana

by Redaksi
August 12, 2025
in Kabar, musik
0
Harmoni Candi Nada Zaman: Arca Tatasawara Meriahkan Candi Kidal dengan Konser Tunggal Perdana

Harmoni Candi Nada Zaman: Arca Tatasawara Meriahkan Candi Kidal dengan Konser Tunggal Perdana

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Pelataran Candi Kidal di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi saksi perhelatan seni budaya yang memukau bertajuk Harmoni Candi Nada Zaman, Minggu (10/8/2025).

Konser tunggal perdana grup musik etnik kontemporer Arca Tatasawara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga sebuah gerakan pelestarian cagar budaya Nusantara melalui medium musik dan seni tradisional. Dengan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, acara ini berhasil menyedot perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur.

Latar Belakang Arca Tatasawara: Mengusung Harmoni Nusantara

Arca Tatasawara, yang awalnya bernama Tatasawara sebelum berganti nama pada tahun 2023, adalah kelompok musik etnik asal Malang yang berdiri sejak Agustus 2019.

Grup ini beranggotakan tujuh personel berbakat: Nova Andiano (vokalis, gitar, kecapi), Agus Wayan (sapek, penting Bali), Faisal Satria Defrianto (kendang, seruling, slompret), Koko Hardianto (lead guitar), Toetut Pristiati (biola, talempong), Muhammad (bass), dan Aditya Hendra (drum).

Dengan mengusung genre world music etnik kontemporer, Arca Tatasawara berhasil memadukan alat musik tradisional Nusantara, seperti sapek dari Kalimantan, painting dari Bali, kecapi, dan kendang, dengan sentuhan modern yang relevan dengan perkembangan zaman.

Misi utama grup ini adalah mempererat persaudaraan melalui seni musik dan budaya, sekaligus mengenalkan situs-situs candi di Malang Raya dan Indonesia sebagai sumber inspirasi karya mereka. “Kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dan filosofi yang terkandung dalam relief dan arca candi melalui musik,” ujar Nova Andiano, yang akrab disapa Kaji Nova, dalam konferensi pers di Malang Creative Center (MCC) pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Konser di Candi Kidal menjadi deklarasi eksistensi Arca Tatasawara setelah tiga tahun berkarya dan tampil di berbagai acara, termasuk Festival Gondowangi di Wagir.

Pemilihan Candi Kidal sebagai lokasi bukanlah kebetulan. “Salah satu lagu kami, Garudeya, terinspirasi dari panel relief di Candi Kidal yang menceritakan kisah mitologi Garudeya, seorang anak yang berjuang membebaskan ibunya dari perbudakan sang ular naga,” jelas Nova.

Relief Garudeya di Candi Kidal juga diyakini menjadi salah satu inspirasi utama dalam perancangan lambang Garuda Pancasila oleh Presiden Soekarno.

Harmoni Candi Nada Zaman: Perpaduan Musik, Tari, dan Edukasi Budaya

Acara Harmoni Candi Nada Zaman dirancang sebagai perhelatan seni budaya yang holistik. Tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung yang memperkaya pengalaman penonton. Acara dimulai sejak pukul 07:30 WIB dengan sesi sound healing, diikuti oleh live painting pada pukul 09:00 WIB, yang hasilnya dilelang untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Pukul 10:00 WIB, digelar sesi edukasi pengkaryaan tari oleh Fima Wijaya, S.Sn., yang juga berkolaborasi dalam harmonisasi koreografi dan musik.

Pada pukul 12:00 WIB, arkeolog terkenal M. Dwi Cahyono memimpin sesi Ajar Budaya Arkais, memberikan wawasan mendalam tentang nilai sejarah dan budaya candi-candi di Malang Raya. Sore hingga malam hari, acara dilanjutkan dengan doa dan ritual bersama tiga dalang dari Malang Raya, pertunjukan tari dari berbagai sanggar seperti Malang Dance, Ginarit Art Indonesia, Kampoeng Batara Banyuwangi, Reog Ponorogo, Tari Sufi, serta Ganesh & Jagad Nata. Arca Tatasawara juga memberikan penghargaan kepada 30 pelaku budaya yang telah mendukung perjalanan mereka selama ini.

Konser utama dimulai pukul 19:00 WIB, di atas panggung berukuran 4 x 20 meter yang didesain untuk menyatu dengan nuansa heritage Candi Kidal. “Panggung ini kami buat untuk memberikan pengalaman yang tidak hanya musikal, tetapi juga visual dan spiritual, mengingat lokasinya yang begitu kaya akan nilai sejarah,” ujar Agus Wayan, atau yang akrab disapa Aak, dalam jumpa pers.

Repertoar Lagu: Cerita Nusantara dalam Nada

Arca Tatasawara menghadirkan delapan komposisi dalam konser ini, dua di antaranya adalah lagu baru: Singgah dan Merantau. Berikut adalah narasi singkat dari beberapa lagu yang dibawakan:

1. Garudeya: Lagu ini mengisahkan perjuangan Garudeya dalam mitologi Hindu, yang terinspirasi dari relief Candi Kidal. Kolaborasi dengan tarian kontemporer memperkuat visualisasi kisah heroik seorang anak yang membebaskan ibunya dari perbudakan. Komposisi musiknya memadukan alat musik tradisional seperti sapek dan kecapi dengan nuansa modern.

2. Nusantara: Lagu ini mengangkat seni Reog Ponorogo sebagai simbol kesenian Nusantara yang mendunia. Dengan alat musik slompret dan kendang Ponorogo, lagu ini menghadirkan rasa kebanggaan akan warisan budaya Indonesia, diperkuat dengan penampilan Reog dan Barong.

3. Singgah: Lagu baru ini bernuansa Tionghoa, terinspirasi dari hubungan perdagangan dan budaya antara Kerajaan Sriwijaya dan Tiongkok. Komposisi nadanya mencerminkan perjalanan budaya yang kaya, dengan kolaborasi alat musik seperti suling dan kendang.

4. Jegeg Sajan: Mengambil inspirasi dari relief perempuan cantik Kendedes di Candi Penataran, lagu ini memiliki nuansa Bali yang kuat. Judulnya, yang berarti “cantik sekali” dalam bahasa Bali, diperkaya dengan kolaborasi tarian Bali yang memukau.

5. Pertanian: Terinspirasi dari relief Karmawibhangga dan Jataka di Candi Borobudur, lagu ini menggambarkan aktivitas pertanian dalam kehidupan masyarakat masa lampau. Musiknya dikemas dengan gaya etnik modern yang segar.

6. Merantau: Lagu baru lainnya yang bernuansa Minang, menggambarkan perjalanan dan semangat petualangan. Alat musik tradisional Minang seperti saluang, bansi, dan talempong memberikan warna khas pada komposisi ini.

7. Javabian: Lagu ini berkolaborasi dengan tarian sufi, menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam. Komposisinya memadukan elemen musik Jawa dengan sentuhan kontemporer.

8. Malang: Lagu ini diciptakan oleh Nova Andiano sebagai dedikasi untuk kota Malang, menggambarkan keindahan dan kekayaan budaya lokal.

Setiap lagu tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa penonton dalam perjalanan budaya yang menggali kekayaan sejarah dan filosofi Nusantara. “Kami ingin setiap lagu menjadi narasi yang hidup, mengajak penonton untuk melihat candi bukan hanya sebagai bangunan batu, tetapi sebagai kanvas cerita leluhur,” ungkap Faisal Satria Defrianto.

Kolaborasi yang Memperkaya Pertunjukan

Salah satu daya tarik utama konser ini adalah kolaborasi lintas seni. Arca Tatasawara menggandeng berbagai sanggar tari dan pelaku budaya untuk memperkaya pertunjukan. Fima Wijaya, seorang koreografer ternama, terlibat dalam sinkronisasi antara musik dan gerakan tari. “Saya merespons lagu-lagu Arca Tatasawara melalui gerak, menciptakan harmoni antara musik dan tari,” ujar Fima.

Di sektor perkusi, Faisal menghadirkan kolaborasi menarik antara kendang Sunda dan Banyuwangi, sementara alat tiup seperti slompret memperkuat nuansa Reog Ponorogo. Alat musik Minang seperti saluang dan talempong juga turut mewarnai beberapa komposisi, memberikan dimensi baru pada genre world music yang diusung grup ini.

Selain itu, sesi ritual dan doa bersama tiga dalang Malang Raya menambah nuansa sakral pada acara. Pembuatan video klip yang melibatkan Imam Pinarko, juru kunci Candi Kidal, juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan kekayaan budaya lokal.

Makna dan Tujuan Konser: Melestarikan Cagar Budaya

Konser Harmoni Candi Nada Zaman bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga wujud nyata dari misi Arca Tatasawara untuk melestarikan cagar budaya Nusantara.

Melalui musik, grup ini ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga situs-situs bersejarah seperti Candi Kidal. “Candi bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur yang relevan hingga kini,” ujar Agus Wayan.

Candi Kidal, yang dibangun pada abad ke-13 sebagai monumen pemakaman Anusapati, raja kedua Singhasari, memiliki relief-relief yang kaya akan cerita mitologi dan nilai budaya. Arca Tatasawara mengambil inspirasi dari relief ini untuk menggubah lirik dan komposisi musik mereka, menjadikan candi sebagai “narator” yang hidup melalui nada.

Acara ini juga mendapat sambutan positif dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, yang memberikan izin dan fasilitasi untuk penggunaan pelataran Candi Kidal. “Kami berharap acara seperti ini dapat menjadi model bagi upaya pelestarian budaya melalui seni,” ujar perwakilan BPK.

Antusiasme Publik dan Dampak Sosial

Meskipun acara ini gratis untuk umum, jumlah penonton dibatasi karena lokasinya di pelataran candi yang memiliki kapasitas terbatas. Antusiasme masyarakat Malang Raya sangat tinggi, dengan banyak penonton yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan perpaduan musik, tari, dan edukasi budaya yang langka ini.

Konser ini juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Hasil lelang live painting dialokasikan untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus, menunjukkan bahwa Arca Tatasawara tidak hanya peduli pada pelestarian budaya, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Penghargaan kepada 30 pelaku budaya juga menjadi bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah berkontribusi dalam menjaga warisan budaya Nusantara.

Inspirasi dari Sound of Borobudur

Arca Tatasawara mengakui bahwa mereka banyak terinspirasi oleh grup musik Sound of Borobudur yang digawangi oleh Dewa Budjana dan Tri Utami. “Kami melihat bagaimana mereka menghidupkan cerita-cerita relief Borobudur melalui musik, dan kami ingin melakukan hal serupa dengan candi-candi di Malang Raya,” ujar Agus Wayan.

Pendekatan ini terlihat jelas dalam cara Arca Tatasawara mengolah lirik dan komposisi musik mereka. Setiap lagu tidak hanya mengandung melodi yang indah, tetapi juga narasi yang menggali kekayaan budaya dan sejarah Nusantara. Dengan menggabungkan alat musik tradisional dan modern, grup ini berhasil menciptakan soundscape yang unik dan relevan bagi pendengar masa kini.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Menggelar konser di situs bersejarah seperti Candi Kidal bukan tanpa tantangan. Selain memerlukan izin resmi dari otoritas terkait, Arca Tatasawara juga harus memastikan bahwa acara ini tidak merusak situs cagar budaya. “Kami sangat berhati-hati dalam menyiapkan panggung dan tata suara agar tidak mengganggu struktur candi,” ujar Koko Hardianto.

Ke depan, Arca Tatasawara berharap dapat terus menggelar acara serupa di situs-situs candi lainnya di Indonesia. Mereka juga ingin memperluas kolaborasi dengan seniman dan pelaku budaya dari berbagai daerah untuk menghadirkan karya yang semakin beragam. “Kami ingin musik kami menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur,” ujar Nova.

Penutup : Nada yang Menggema dari Candi Kidal

Konser Harmoni Candi Nada Zaman di Candi Kidal pada 10 Agustus 2025 bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga sebuah pernyataan budaya. Arca Tatasawara berhasil menghidupkan cerita-cerita kuno melalui musik, tari, dan edukasi, menciptakan pengalaman yang mendalam bagi setiap penonton. Dengan menggabungkan elemen tradisional dan kontemporer, grup ini tidak hanya melestarikan cagar budaya, tetapi juga membawa warisan Nusantara ke panggung global.

Acara ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan pesan pelestarian budaya. Melalui nada, gerak, dan cerita, Arca Tatasawara mengajak kita semua untuk menjaga dan mencintai warisan leluhur, sembari merangkul harmoni dalam keberagaman. Seperti yang dikatakan oleh M. Dwi Cahyono dalam sesi Ajar Budaya Arkais, “Candi adalah kitab batu yang bercerita, dan Arca Tatasawara telah menerjemahkan cerita itu ke dalam bahasa musik yang universal.”

Konser ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang Arca Tatasawara dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. Dengan semangat Harmoni Candi Nada Zaman, grup ini siap menggema lebih jauh, membawa pesan cinta budaya ke setiap sudut Nusantara dan dunia. (Heri)

Tags: jayakartanewsseni dan budaya
Share196Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version