• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Fakta dan Data Peta Cengkeraman Ekonomi Asing di Indonesia

Fakta dan Data Peta Cengkeraman Ekonomi Asing di Indonesia

admin by admin
September 12, 2018
in Ekonomi & Bisnis
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Gambar 1

EKONOM Universitas Indonesia, Faisal Basri menulis dalam blognya tentang bagaimana peta penguasaan asing dalam perekonomian Indonesia. Betulkah ekonomi Indonesia dikuasasi asing, seperti yang diributkan oleh kalangan oposisi?

Menurut Faisal, salah  satu isu panas yang hampir selalu mengemuka menjelang pemilihan umum adalah sentimen anti asing.

 

“Gejala xenophobia pada umumnya terkait dengan privatisasi badan usaha milik negara (BUMN) dan penguasaan sumber daya alam,” tulisnya.

 

Gambar 2

Foto (gambar) utama pada laporan ini menggambarkan  betapa Tanah Air kita, dari Sumatera hingga Papua, dicengkeram oleh asing. Perhatikan  bendera pada  gambar 1 dan gambar 2  tulisan laporan ini.   Menurut Faisal, sebetulnya masih ada lagi yang bisa ditambahkan agar bendera asing lebih berjejal, yaitu hampir semua operator seluler besar di Indonesia dimiliki asing. Hanya Telkomsel yang saham mayoritasnya di tangan pihak Indonesia, yakni oleh PT Telkom (persero).

Namun menurut Faisal, data membuktikan justru bicara sebaliknya. “Sentuhan asing di Indonesia sangat kecil. Investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing. Penanaman modal langsung oleh asing (direct foreign investment) hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto (gross fixed capital formation/GFCF),” tulis Faisal.

Apabila dibandingkan dengan  Malaysia, yang nisbah FDI terhadap GFCF-nya sekitar tiga kali lipat Indonesia dan Vietnam –yang notabene negara Komunis– empat kali lipat Indonesia pada periode 2011-16. Filipina yang juga relatif kurang diminati asing pun, lebih besar dari Indonesia.

 

“Peranan asing dalam pembentukan modal tetap bruto Indonesia berada di bawah rerata Asia sepanjang periode observasi. Bahkan terhadap Bolivia yang di bawah rezim sosialis pimpinan Presiden Juan Evo Morales Ayma, Indonesia jauh lebih rendah,” tandas Faidsal Basri.

 

Faisal mengakui,  akumulasi penanaman modal asing langsung di Indonesia kian meningkat terhadap PDB. Peningkatan pesat terjadi pada kurun waktu 2011-2016. Sekalipun demikian, tandasnya, tetap saja peranan asing di dalam perekonomian Indonesia tidak setinggi kebanyakan negara tetangga. Pada tabel di atas, Indonesia hanya lebih tinggi ketimbang Filipina.

 

Menurut Faisal Basri, di Indonesia yang lebih dominan adalah BUMN. Hampir semua sektor didominasi BUMN/BUMD: listrik, gas, air bersih, pertambangan, minyak mentah, kilang minyak, perbankan, asuransi, konstruksi, bandara, pelabuhan, kereta api, jalan tol, pompa bensin, pupuk, dan konstruksi. BUMN juga cukup besar di beberapa jenis usaba seperti garam, semen, baja, semen, gula, perkebunan, penangkapan ikan, maskapai penerbangan, angkutan laut, dan angkutan darat.

Tak ketinggalan, negara melalui BUMN, ikut merambah bisnis perhotelan, perdagangan, properti, konsultan bisnis, sekuritas, pusat perbelanjaan, industri kaca, industri perkapalan, dan banyak lagi.

“Indonesia lambat laut mengarah ke kapitalisme negara,” tutur Faisal menutup tulisannya. ***

Tags: amerika serikatasingchinaekonomifaisal basrijayakartanewsmigas
Previous Post

Sutradara Damien Dematra Dianugerahi Gelar Kanjeng Pangeran

Next Post

Daniel Mananta Bangga Jadi Ahok di Film

admin

admin

Next Post
Daniel Mananta Bangga Jadi Ahok di Film

Daniel Mananta Bangga Jadi Ahok di Film

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version