Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

‘Dupa’ dan ‘Origami’ Menang Lomba Film Pendek Buddhis 2019

‘Dupa’ dan ‘Origami’ Menang Lomba Film Pendek Buddhis 2019

admin by admin
October 11, 2019
in Entertainment
0
foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Dua film pendek berhasil meraih kemenangan dalam Lomba Film Pendek Buddhis 2019 yang digelar di Pusat Perfilman H Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Pusat baru- baru ini.

Untuk kategori umum, film ‘Dupa’ sutradara Suratena  dari Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progi, Jawa Tengah mengungguli 4 nominasi film pendek lain. Sedangkan untuk kategori pelajar, film bertajuk ‘Origami’ karya sutradara Jevin Patrick Edberth dari Keluarga Mahasiswa Buddhis Ashokavadana, President University, Jababeka, Cikarang sukses menggondol juara pertama.

foto istimewa

Kedua pemenang ini sama- sama berhasil menggaet hadiah utama sebesar Rp 15 juta. Mengusung tema ‘Moderasi Beragama : Beda itu Asyik’, lomba film pendek yang diadakan pertama kali oleh Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha ini diikuti 26 peserta dari seluruh Indonesia.

Dewan Juri terdiri atas Firman lie (dosen Desain Komunikasi Visual), Robert Ronny (produser) dan Titien Wattimena (penulis skenario). Rachmat Harsono selaku Koordinator Bidang Pembinaan Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha Nasional (LPTGN) memaparkan lomba ini selain bertujuan menyiarkan dan memperdalam ajaran Buddha tentang toleransi beragama, juga menumbuhkan bibit baru dalam dunia perfilman.

 “Lomba film pendek ini dilatar belakangi berbagai fenomena aktual seputar kehidupan yang terjadi pada bangsa ini” kata Rachmat Harsono. Ia menggarisbawahi isu konflik dan potensi perpecahan bangsa kembali menjadi sorotan akhir- akhir ini. Ajaran Buddha mengandung ajakan guna menempatkan perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat penting. (pik)

Tags: entertainmentFilmjayakartanews
Previous Post

Penusukan Wiranto, Peringatan Terakhir

Next Post

Gurat Kanvas Aam, Guratan Takdir Lahir tanpa Tangan

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Gurat Kanvas Aam, Guratan Takdir Lahir tanpa Tangan

Gurat Kanvas Aam, Guratan Takdir Lahir tanpa Tangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version