• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Isu Gugatan Cerai Ridwan Kamil, Singgung Luka Batin Seorang Istri

Deolipa Yumara Angkat Bicara soal Isu Gugatan Cerai Ridwan Kamil, Singgung Luka Batin Seorang Istri

Redaksi by Redaksi
December 15, 2025
in Hukum
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Pengacara Deolipa Yumara mendatangi Mabes Polri untuk mengurus perkara hukum yang tengah ia tangani. Di sela-sela kehadirannya, Deolipa turut memberikan pandangan terkait persoalan rumah tangga yang belakangan ramai diperbincangkan publik, termasuk isu dugaan gugatan cerai yang disebut-sebut diajukan istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), yakni Atalia Praratya atau yang akrab disapa Bu Cinta, ke Pengadilan Agama.

Deolipa menilai, polemik tersebut berawal dari sebuah kekhilafan yang kemudian berkembang menjadi gugatan perceraian. Meski demikian, ia berharap permasalahan tersebut tidak berujung pada perpisahan permanen.

“Kalau dilihat, ini bermula dari peristiwa khilaf yang akhirnya berujung gugatan cerai. Harapan saya pribadi, semoga tidak sampai benar-benar bercerai. Mereka sudah sama-sama berusia matang, anak-anak juga sudah dewasa. Idealnya tetap bersama sampai akhir hayat. Namun kita juga tidak bisa memaksakan, karena perasaan seorang perempuan itu nyata. Ketika perasaan itu dituangkan dalam gugatan cerai, berarti ada luka yang sangat dalam,” ujar Deolipa.

Menurutnya, gugatan cerai merupakan bentuk penyaluran perasaan yang telah berubah melalui jalur hukum. Ia menegaskan bahwa hilangnya kepercayaan kerap menjadi faktor utama yang mendorong seorang istri mengambil keputusan berat tersebut.

“Biasanya kalau sudah sampai menggugat cerai, itu tandanya rasa cinta memudar atau kepercayaan sudah runtuh. Ini bukan masalah sepele, karena menyangkut perasaan. Ketika seorang perempuan kehilangan cinta, apalagi karena dikhianati, dampaknya bisa sangat menghancurkan dan sulit diperbaiki,” tuturnya.

Deolipa juga menyinggung adanya keterkaitan persoalan rumah tangga tersebut dengan sejumlah isu hukum lain yang membuat situasinya semakin kompleks.

“Apakah ada kaitannya dengan Lisa? Ada. Apakah bersinggungan dengan isu KPK? Bisa saja. Semua ini seperti potongan puzzle yang saling terhubung. Hal-hal inilah yang pada akhirnya membuat seorang ibu kehilangan rasa cintanya. Kalau sudah masuk ranah hukum, biasanya bukan lagi emosi sesaat, melainkan akumulasi kekecewaan,” jelasnya.

Ia menggambarkan konflik tersebut tidak hanya sebagai masalah keluarga semata, melainkan juga memiliki dimensi sosial dan politik.

“Sering kali apa yang terlihat benar di permukaan ternyata berbeda di balik layar. Begitulah politik, termasuk politik dalam keluarga. Yang jelas, sudah terjadi saling menggugat, saling bercerita, dan saling membuka luka lama,” lanjut Deolipa.

Meski demikian, Deolipa mengaku tetap mendoakan semua pihak yang terlibat agar diberikan kekuatan dan jalan terbaik.

“Lisa punya jalannya sendiri, RK juga menjalani takdirnya. Sementara Bu Cinta justru memikul beban paling berat karena secara moral dan perasaan, dialah yang paling tersakiti. Yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakan agar semuanya baik-baik saja,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Deolipa memberikan pesan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

“Kalau ingin hubungan membaik, perbanyak doa dan ibadah. Biasanya kalau hidup terasa berbelok ke mana-mana, itu karena ibadah kurang kuat. Kita ini manusia tempat salah dan khilaf, tapi jangan lupa untuk kembali ke jalan yang lurus. Urusan hati memang yang paling sulit dipahami,” pungkas Deolipa.(Agus Oyenk)

Tags: Deolipa Yumara
Previous Post

Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Pasang EWS di Enam Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Next Post

Letda TNI Rizki Juniansyah Persembahkan Emas di SEA Games 2025 dan Pecahkan Rekor Dunia, Menpora Erick: Kita Tunjukkan Kedigdayaan Indonesia

Redaksi

Redaksi

Next Post
Letda TNI Rizki Juniansyah Persembahkan Emas di SEA Games 2025 dan Pecahkan Rekor Dunia, Menpora Erick: Kita Tunjukkan Kedigdayaan Indonesia

Letda TNI Rizki Juniansyah Persembahkan Emas di SEA Games 2025 dan Pecahkan Rekor Dunia, Menpora Erick: Kita Tunjukkan Kedigdayaan Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version