Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022, Presiden: Jembatan Persahabatan dan Persaudaraan Antarbangsa

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022.

“Saya menyambut gembira penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8 pada hari ini, dan saya mengucapkan selamat datang di Indonesia pada seluruh delegasi wushu dari negara-negara sahabat, dari 60 negara yang mewakili lima benua,” kata Jokowi dalam pidatonya, Senin (5/12/2022).

Jokowi menambahkan ajang kejuaraan ini bukan semata-mata pertandingan. Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi jembatan persahabatan untuk mempererat talisilaturahmi persaudaraan antarbangsa.
“Sebagaimana semangat unity and diversity. Ajang kejuaraan ini bukan semata pertandingan. Kejuaraan ini adalah jembatan persahabatan untuk mempererat tali persaudaraan antarbangsa,” kata Jokowi.

Jokowi meminta para delegasi yang datang ke Indonesia tidak hanya menghabiskan waktunya untuk menghadiri Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Dia berharap para atlet junior juga memanfaatkan waktu mereka untuk lebih mengenal Indonesia.

“Semua peserta datang ke Indonesia adalah untuk bertanding. Tetapi, saya sangat mengharapkan kehadiran Bapak, Ibu dan seluruh atlet di Indonesia sekalian dimanfaatkan untuk lebih dekat mengenal Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto dalam sambutannya menyebut Lindswel Kwok yang merupakan juara Asian Games Jakarta 2018 dan juara dunia serta Edgar Xavier Marvelo yang meraih juara di berbagai multi event dan juga juara dunia.

Menko Perekonomian ini juga menyebut Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8 ini merupakan yang terbesar dengan melibatkan 807 atlet dari 60 negara dan 2 daerah regional (Hongkong dan Macau). Ia berharap cabang olahraga wushu bisa dipertandingkan secara resmi pada Olimpiade 2032.

Dari hasil Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Airlangga Hartarto berharap lahir atlet junior terbaik Indonesia mengingat cabang olahraga wushu sudah resmi dipertandingkan pada Youth Olympic Games 2026 Dakkar, Senegal.

“Atlet junior Indonesia yang tampil di kejuaraan dunia ini akan dipersiapkan untuk tampil di Youth Olympic Games 2026 nanti. Dan, mereka diharapkan bisa menggantikan posisi atlet-atlet senior untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga wushu Indonesia di masa mendatang,” tandasnya.***din

Dibuka Presiden Jokowi, Menpora Amali Apresiasi Kinerja PB WI

JAYAKARTA NEWS— Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 siap digelar di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022. Event kalender resmi Federasi Wushu Internasional (IWUF) yang melibatkan 807 peserta dari 60 negara dan 2 region (Hong Kong dan Macau) akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Desember 2022.

“Pertama – tama saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama pemerintah, kepada Pak Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto dan seluruh jajarannya atas terselenggaranya Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 yang akan dibuka oleh Bapak Presiden Jokowi,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali kepada wartawan dalam acara jumpa pers Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, Minggu (4/12/2022).

Apa yang diungkapkan Menpora Amali cukup beralasan. Pasalnya, Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII ini mencatat peserta terbanyak dari penyelenggaraan sebelumnya. Apalagi, event ini menjadi tolak ukur buat menyambut Youth Olympic Games 2022 Dakkar, Senegal.

“Sekali lagi saya sangat berterimakasih atas terselenggaranya kejuaraan dunia yang menjadi ajang persiapan menuju Youth Olympic Games 2022 Dakkar. Wushu itu juga termasuk salah satu dari 14 cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sasaran utamanya prestasi dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IWUF, Zhang Qiuping jiuga mengakui Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 ini mencatat paling banyak melibatkan negara peserta.

Zhang Quiping yang berbicara atas nama Presiden IWUF juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada tuan rumah Kabupaten Tangerang, panitia lokal, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Federasi Wushu Indonesia (PB WI).

“Kami sangat bersemangat dengan adanya Kejuaraan Dunia Wushu Junior yang ke-8 di Indonesia. Ini merupakan kompetisi akbar pertama sejak pandemi global berlangsung, dan saya dapat merasakan kesenangan dan kebahagiaan dari para atlet muda ini karena dapat berpartisipasi secara langsung dan bukan secara virtual,” katanya.

Dia merasa yakin event Wushu ini juga akan menggemakan kecintaan Indonesia terhadap olahraga, khususnya budaya Wushu yang begitu aktif dan penuh semangat. 

“Wushu dapat memberikan keseimbangan tubuh dan pikiran yang ideal. Keluarga besar wushu global mengusung semangat persahabatan, solidaritas, dan kedamaian, komunitas kami saat ini mencakup berbagai generasi dan menarik lebih banyak anak muda di seluruh dunia,” jelasnya.

Zhang Quiping mengakui PB WI merupakan salah satu dari 158 anggota IWF yang paling aktif dan antusias, selalu membawa tim yang besar dan sukses di berbagai kejuaraan internasional. “Barangkali, pencapaian IWUF yang paling membahagiakan adalah berhasil secara membawa wushu untuk dipertandingkan secara resmi pada Youth Olympic Games 2026 Dakar nanti. Dan, itu hanya 4 tahun lagi. Ini membuat kita lebih dekat dengan Olimpiade. Pastinya, kita memiliki banyak calon juara muda olimpiade berkumpul pada kejuaraan wushu junior ini,” tandasnya.***din

Menpora Minta Pelatih Shin Tae-yong Tularkan Semangat Korsel di Piala Dunia 2022

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali meninjau pemusatan latihan Timnas Senior Indonesia yang akan dipersiapkan untul Piala AFF 2022 di lapangan Training Center Bali United. Menpora minta pelatih Shin Tae-yong untuk menularkan semangat permainan Korea Selatan di Piala Dunia 2022

Saat meninjau latihan Timnas Indonesia, Menpora langsung bertemu pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Menpora langsung menanyakan bagaimana perkembangan dari pemain timnas Indonesia sendiri. “Sangat baik perkembangannya, dari pemain juga bekerja keras,” kata Shin Tae-yong ke Menpora sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id

Di depan pemain Menpora Amali sambil bercanda meminta pelatih Shin Tae-yong untuk menularkan semangat permainan Korea Selatan di Piala Dunia 2022. “Semoga seperti Korea semalem ya, bikin nangis Luis Suarez,” katanya. “Cukup, pasti bisa-pasti bisa,” jawab Shin Tae-yong.

Menpora Amali juga berpesan ke Shin Tae-yong untuk minta tolong kepadanya bila ada pemain timnas Indonesia yang tidak dilepas oleh klub.

“Jadi alasan kompetisi main lagi, itu karena timnas, Jadi saya sudah bicara dengan klub-klub liga 1, saya sudah sampaikan bahwa ini kompetisi digulirkan lagi alasan untuk timnas,” kata Amali kepada wartawan.

“Saya sampaikan coach Shin sempat menghubungi saya waktu di Spanyol ya, jadi kalau bukan tim nasional, belum tentu kepolisian mengijinkan. Jadi kalau ada klub yang akhirnya tidak mau, kasih tahu saya.”

“Coach Shin kalau ada apa-apa kasih tahu PSSI, nanti saya akan bantu juga,” tambah Menpora Amali. 

Puji Kualitas Lapangan TC Bali United yang Dipakai Timnas Senior

Sebelumnya, Menpora Sabtu (3/12/2022) sore melihat lapanganTraining Center Bali United  (TCBU) yang dipakai latihan Timnas Senior di Pantai Purnama, Gianyer, Bali. Menpora menilai lapangan TCBU memiliki kualitas yang bagus.

Menpora Amali yang tiba pukul 17.00 wita langsung melihat kondisi lapangan yang juga sedang dipakai untuk Timnas Senior sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2022 mendatang. Menurut Menpora Amali, kualitas rumput lapangan yang dimiliki TCBU sangat bagus. 

“Iya saya datang sore ini untuk melihat langsung lapangam Training Center Bali United  yang dipakai Timnas latihan. Saya lihat lapanganya sangat bagus dan layak untuk dipakai latihan Timnas,” ujar Menpora Amali seperti dikutip dari laman kemenpora.go.id

Timnas Indonesia akan memulai kiprah di Piala AFF 2022 dengan menjadi tuan rumah bagi Kamboja, 23 Desember 2022 mendatang. Fase grup Piala AFF 2022 akan digelar dengan sistem kandang tandang. Setiap negara akan memainkan dua laga kandang dan tandang. Timnas Indonesia akan berkandang di Stadion Patriot Candrabhaga selama Piala AFF 2022.

Menpora Amali juga berharap Timnas Indonesia bisa memberikan yang terbaik di ajang Piala AFF 2022 nanti. Apalagi dua pemain naturalisasi Jordi Amat dan Sandi Walsh sudah bergabung latihan dengan pelatoh Shin Tae-yong. 

“Saya berharap dsngan berganungnya Sandi Walsh dan Jordi Amat bisa membuat timnas bermain lebih bagus di ajang Piala AFF 2022 nanti. Saya juga melihat Timnas Indonesia selama menjalani TC berjalan dengan baik,” kata Menpora Amali. 

Saat melihat lapangan, Menpora Amali juga meminta kepada seluruh pemain Timnas agar semangat dalam menjalani latihan. “Semangat semua ya latihanya, semoga di Piala AFF nanti kalian bisa memberi yang terbaik buat Indonesia,” pesan Menpora Amali.***/din

Ketum Airlangga Hartarto: Timnas Kejuaraan Dunia Wushu Junior Dipersiapkan untuk Olimpiade 2023

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengatakan wakil Merah Putih yang turun dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) VIII/2022 adalah atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade 2032.

Wushu sejauh ini memang belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Namun, Airlangga optimistis pada Olimpiade 2032 olahraga bela diri asal China ini bisa turut disertakan dalam pesta terakbar dalam dunia olahraga tersebut. 

Kans ini terbuka mengingat wushu sudah tersebar di lebih dari 50 negara. Terlebih lagi, wushu sudah terdaftar sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade Remaja V/2026 di Dakar, Senegal. 

“Mereka yang tampil di Kejuaraan Dunia Junior adalah atlet masa depan Indonesia dan dalam 10 tahun ke depan mereka yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2032. Dan, saya akan melaporkannya kepada Pak Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam sambutan pada acara Pelepasan Kontingen Wushu Indonesia untuk WJWC 2022 di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (1/11/2022) malam. 

Untuk itu, Airlangga berharap atlet wushu Indonesia yang tampil di WJWC 2022 yang bergulir di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember, bisa memberikan yang terbaik, sekaligus mempersembahkan target meraih empat medali emas bagi Indonesia. 

“Bertanding dengan sepenuh hati, semangat tinggi dan percaya diri untuk kebanggaan dan kehormatan diri, keluarga, daerah, bangsa dan negara Indonesia serta tetap mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,” ujar Airlangga. 

Ketua Umum Wushu Indonesia Airlangga Hartarto/foto: Wushu Indonesia

Secara keseluruhan, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang terdiri dari 12 atlet taolu dan 11 atlet sanda. Mereka adalah yang terbaik setelah PB WI sebelumnya melakukan berbagai tahapan seleksi. 

Selama persiapan, atlet taolu dengan masing-masing enam atlet putra dan putri berada di bawah arahan pelatih asal China, Zhang Yong Sheng dibantu David Hendrawan (DKI Jakarta) dan Probo Muljono (Jawa Timur). 

Sementara 11 atlet yang terdiri dari delapan putra dan tiga putri juga diasuh pelatih China Xia Hong dibantu Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah), Mohammad Selamat (Jawa Tengah), dan Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara). 

“Kondisi atlet semuanya dalam kondisi siap dan semangat. Tidak ada cedera dan semuanya siap bertanding. Saya optimistis target tiga emas taolu dan satu dari sanda bisa terpenuhi,” kata Chef de Mission Indonesia (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahadi.

“Ya, kami optimistis bisa memenuhi target yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” tambah Manajer Taolu, Herman Wijaya.  

Kesiapan Pasukan Garuda juga disampaikan pelatih Taolu, Probo Muljono dan pelatih Sanda, Muhammad Slamet. “Seluruh atlet Taolu sudah tampil. Banyak kemajuan yang dialami mereka selama menjalani program latihan yang diberikan Zhang Yong Sheng baik fisik maupun teknik,” kata Probo. 

“Anak-anak Sanda memamg belum.punya pengalaman bertanding di ajang internasional. Mereka bukan hanya ditopang dengan kondisi fisik tetapi teknik serta mental bertandingnya sudah siap menghadapi pertarungan ketat di kejuaraan dunia nanti,” timpal Muhammad Slamet. 

Kontingen Wushu Junior Indonesia : 

Chef de Mission (CdM) : Doddy Rahadi 

Team Manager Taolu : Herman Wijaya 

Team Manager Sanda : Sudarsono

Psycholog : dr Henny Setyawati

Pelatih Taolu : 

1. Zhang Yong Sheng (China) 

2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 

3. Probo Muljono (Jawa Timur) 

Pelatih Sanda : 

1. Xia Hong (China) 

2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 

2. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 

3. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) 

Atlet Taolu 

Junior A Putra: 

1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 

2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur) 

Junior A Putri: 

1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta) 

2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta) 

Junior B Putra : 

1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah) 

2. Carlson Ong (Jambi) 

Junior B Putri: 

1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 

2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta) 

Junior C Putra : 

1. Bradley Jason (Jawa Timur)

2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) 

Junior C Putri: 

1. Billie Karina The (DKI Jakarta) 

2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) 

Atlet Sanda 

Pra Junior Putra: 

1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah)

2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah)

3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat)

Junior Putri : 

1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah)

Junior Pa

1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah)

4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah)

5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara).***din

Pelatnas Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Josh Tiesto Tanto Siap Buktikan Kemampuan

JAYAKARTA NEWS— Atlet asal Sasana Rajawali Sakti Jakarta, Josh Tiesto Tanto sudah merasakan beratnya untuk menembus Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia yang akan diterjunkan pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang. Apalagi, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) hanya memilih 12 atlet dari 33 atlet taolu yang menjalani seleksi nasional.  

Makanya, Josh, panggilan akrabnya, bertekad memberikan hasil yang terbaik saat bersaing di kejuaraan dunia yang diikuti 61 negara tersebut. “Ini merupakan penampilan perdana saya di kejuaraan dunia yang digelar di Indonesia. Dan, Saya siap memberikan yang terbaik sekaligus membuktikan bahwa saya adalah atlet yang berpotensi membanggakan Indonesia ke depannya,” kata Josh saat ditemui di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Dalam upaya memenuhi ambisi tersebut,  remaja kelahiran Jakarta, 10 Februari 2006 ini tetap semangat meskipun harus menjalani program latihan cukup berat yang diberikan pelatih Taolu asal China, Zhang Yong Sheng. Dia ingin menyumbangkan medali saat tampil di kelompok Junior A putra.

“Target saya bisa memberikan yang terbaik. Mainnya bersih dan bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia,” katanya.

Josh yang tercatat sebagai pelajar di Windors Homeschooling (Kwitang. Jakarta Pusat) ini mulai menekuni olahraga wushu sejak usia 6 tahun.  Pengidola Edgar Xavier Marvelo ini sudah mencatat prestasi di ajang event nasional dan internasional.

Dia meraih 4 pada  Kejuaraan Wushu Internasional Open di Malaysia, 3 emas Kejuaraan Wushu Internasional Open di Singapore, 3 emas di Wushu All Games 2019, 2 emas di Online Wushu Competition 2020, 1 perunggu dan 2 emas di Virtual Wushu Championship 2020,  3 emas di Internasional Virtual Wushu Championship 2020. 

Kemudian, dia meraih 3 emas pada Sirkuit Nasional Wushu Seri 1 2021,  2 emas Sirkuit Nasional Wushu Seri 2/2021 dan  2 emas pada Sirkuit Nasional Wushu Seri  3/2021.

Ketika ditanyakan soal saingan yang dihadapi di kejuaraan dunia nanti, Josh menjawab, “Atlet dari Iran, China, Hongkong dan Vietnam patut diperhitungkan.”***din

Piala Dunia U-20 di Indonesia Bisa Jadi Momentum Akhiri Polarisasi dan Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menegaskan, penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar untuk pertama kali di dunia Islam, tidak hanya mewakili dunia Arab saja, tetapi juga mewakili dua milyar populasi muslim di seluruh dunia.

“Qatar ini bukan hanya mewakili dunia Arab, tapi mewakili dua miliar populasi muslim di seluruh dunia, termasuk mewakili kita di Indonesia. Ini memberikan pencitraan baru tentang Islam kepada seluruh dunia melalui perhelatan sepak bola,” kata Anis Matta, Kamis (1/12/2022).

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengantar dalam Gelora Talks bertajuk ‘Qatar World Cup 2022, Diplomasi Islam & Bangkitnya Sepak Bola Asia, Rabu (30/11/2022).

Diskusi ini dihadiri Duta Besar RI untuk Qatar Ridwan Hassan, pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho, serta Koordinator Save Our Soccer dan Anggota TGIPF Akmal Marhali.

Menurut Anis Matta, sepak bola telah menyatukan seluruh umat manusia, tidak memandang apa agamanya dan rasnya. Hal ini bisa dilihat dari perhelatan Piala Dunia di Qatar saat ini, bahwa agama terbukti tidak memecah bola dan orang.

“Bagi kita di sini di Indonesia, di tengah polarisasi saat ini juga sangat penting, kita bisa melakukan seperti apa yang dilakukan Qatar. Polarisasi terjadi, karena agama dijadikan tembok, bukan jembatan,” kata Anis.

Indonesia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023, kata Anis Matta, harus bisa dimanfaatkan pemerintah secara maksimal untuk mengakhiri polarisasi politik dan identitas yang mulai menguat lagi menjelang Pemilu 2024.

“Ini kan kita mendapat kesempatan jadi tuan rumah Piala Dunia tahun depan, meskipun untuk kelompok umur U-20. Harus bisa dimanfaatkan maksimal untuk mengakhiri polarisasi, bola dan agama bisa bersatu, bisa bercampur,” katanya.

Anis Matta juga berharap pemerintah bisa membuat visi atau peta jalan seperti Visi 2030 Qatar meliputi bidang media, telekomunikasi, olahraga, entertaiment dan pariwisata. Karena Qatar sadar betul bahwa sumber daya alam gas mereka suatu saat akan habis, sehingga dipersiapkan secara matang dan visi tersebut dilaksanakan secara disiplin.

“Lima sektor ini, mereka bikin investasi besar-besaran, semua tahapan visinya dilaksanakan dengan disiplin dan sistemik. Negaranya boleh kecil, tetapi otaknya besar. Visi atau peta jalan ini yang masih menjadi persoalan di kita,” ujarnya.

Visi Qatar 2030, dibuat ayah Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Sheik Hamad bin Khalifa al-Tsani. Selain membuat Visi tersebut, Sheik Hamad juga berani melakukan peralihan kekuasaan kepada Sheikh Tamim, anaknya yang saat itu usianya masih menginjak 31 tahun dan dianggap belum matang untuk melaksanakan visinya.

“Jadi melalui visi ini, Qatar bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Sehingga meskipun Qatar sebagai negara kecil, tetapi secara politik dan geopolitik dalam konteks global, ini luar biasa. Apalagi sebagai negara besar, Indonesia juga bisa berperan lebih dalam konteks geopolitik global,” katanya.

Indonesia bisa membuat peta jalan seperti Qatar dan tahapannya harus dilaksanakan secara disiplin dan masif. Peta jalan tersebut, di Partai Gelora dinamai sebagai Arah Baru Indonesia, yang menjadikan Indonesia sebagai lima besar kekuatan dunia.

“Makanya saya selalu mengulang-ulangi, ‘Langit Kita Terlalu Tinggi, Tapi Kita Terbang Terlalu Rendah’. Karena disinilah kita perlu peta jalan tentang Arah Baru Indonesia. Mudah-mudahan Partai Gelora bisa memberi kejutan di Pemilu 2024,” tandasnya.

Kunci Sukses
Sementara itu, Dubes RI untuk Qatar Ridwan Hassan, mengatakan, Piala Dunia 2022 hanya salah satu instrumen yang disiapkan Qatar untuk menampilkan wajah Islam rahmatan lil-alamin ke seluruh dunia.

“Pemerintah Qatar sudah merencanakan Ibu Kota Doha sebagai ibu kota olahraga dunia, tidak ingin hanya menjadi tuan rumah Piala Dunia saja. Sebab, karakter masyarakat Qatar itu terbuka, tidak anti dengan warga asing dan bisa hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang,” ujar Ridwan Hassan.

Karena itu, negara yang memiliki luas hanya 11.571 km² tersebut, penduduknya sebagian besar adalah orang asing dengan berbagai latar belakang dan keyakinan. Dari 2,7 juta jiwa jumlah penduduknya, masyarakat asli Qatar hanya sekitar 400 ribu jiwa saja.

“Interaksi masyarakat Qatar dengan warga asing yang berlatar belakang keyakinan sudah terjadi dari masa ke masa. Karakter Qatar yang Islami bisa diterima oleh keseharian masyarakat secara keseluruhan dan bisa berjalan seiring dengan kemajuan juga,” katanya.

Sehingga kehadiran penggemar bola yang datang ke Qatar menyaksikan perhelatan Piala Dunia 2022, melihat Islam dari sudut pandang yang berbeda, bukan seperti imajinasinya dimana agama seolah mengajarkan kekerasan.

“Mereka menyadari bahwasanya budaya Islam adalah budaya yang menghargai tamu. Contohnya soal larangan minum minuman keras di tempat umum. Meski begitu, Qatar sadar bahwa tidak semua penggemar sepak bola adalah muslim, sehingga disediakan tempat khusus untuk mengonsumsi minuman keras,” katanya.

Penggemar sepakbola yang datang ke Qatar pun akhirnya menghargai itu, sebagai upaya menghormati masyarakat non muslim. Sehingga ada saling menghormati dan saling menjaga adat-istiadat setempat.

“Untuk melakukan syiar Islam, Qatar juga menyediakan tempat sholat yang beragama Islam dan tempat ibadah non muslim di setiap stadion. Hal ini dianggap sesuatu yang luar biasa bagi non muslim, bagi orang muslim sendiri itu hal wajar. Mereka juga bisa menjalankan kewajiban keagamaan masing-masing,” katanya.

Islam di Qatar, lanjutnya, tidak dimaknai secara sempit dan tidak menutup diri dari warga nonmuslim semua bisa menikmati kehidupan yang sama. Bahkan ketika ada tamu, mereka diperlakukan senyaman mungkin.

“Itu yang membuat orang-orang yang datang dari berbagai belahan dunia melihat Islam berbeda, mereka melihat satu kenyataan dan kenyamanan di Qatar,” ujar Ridwan.

Citrakan Islam Baik
Pengamat sepak bola Sigit Nugroho mengatakan, melalui Piala Dunia 2022 ini, Qatar ingin mencitrakan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil-alamin. Karena itu, sejak dipilih menjadi tuan rumah pada 2010 lalu, Qatar membangun berbagai fasilitas mewah dan megah serta menyediakan konsep yang memadukan olahraga dan syiar Islam.

“Qatar ini ingin mencitrakan Islam yang baik. Cara dakwah seperti ini yang harus dilakukan umat Islam sekarang. Seperti juga yang dilakukan Mohamed Salah, pesepakbola asal Mesir yang bermain untuk Liverpool kerap melakukan selebrasi sujud saat mencetak gol. Selebrasi itu berhasil mengubah pemikiran rakyat Inggris terhadap Islam,” kata Sigit Nugroho.

Jika berbicara aturan Islam, menurutnya, Salah tidak mungkin dijadikan contoh atau panutan, karena kesehariannya mengenakan celana pendek, tidak menutup dengkul atau lututnya. Namun, apa yang dilakukan Salah itu sebagai salah satu dakwah terbaik diplomasi Islam.

“Perilaku Salah ini bisa menginspirasi orang-orang yang tadinya melihat Islam secara buruk, tiba-tiba bisa menjadi ‘oh ternyata Islam indah’, bukan sebagai agama yang keras dan mengajarkan terorisme. Apa yang dilakukan Salah itu, juga bagian dari dakwah, dan melihat Islam sebagai agama penuh damai,” tutur Sigit yang juga seorang mualaf ini.

Koordinator Save Our Soccer dan Anggota TGIPF Akmal Marhali menambahkan, Indonesia perlu mencontoh Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang. Sehingga nilai-nilai Islam dan nila-nilai budaya Indonesia bisa dimunculkan di Piala Dunia U-20..

“Jadi apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita Qatar, dalam keislaman di Piala Dunia 2022 bisa dipertahankan Indonesia pada Piala Dunia U-20 2023 nanti. Ini bisa menjadi harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Tunjukkan sepak bola kita ke jalan yang lurus,” kata Akmal Marhali.

Akmal Marhali mengkritik langkah PSSI dalam mempersiapkan Piala Dunia U-20 pada 2023, dimana belum ada nilai-nilai yang akan ditonjolkan hingga kini, baik itu sebelum dan sesudah kejadian tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu.

“Dengan segala hormat saya terpaksa harus mengkritik PSSI, karena saya belum melihat nilai-nilai yang ingin ditonjolkan di Piala Dunia U-20. Kalau Qatar dah jauh-jauh hari menolak segala aktivitas LGBT di Piala Dunia, disini tidak ada sama sekali,” katanya.

Menurutnya, PSSI dibawah pimpinan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule bisa meniru diplomasi bola yang dilakukan Qatar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Ia berharap PSSI juga melarang dan tidak menerima aktivitas yang membela aktivitas LGBT di Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

“Diplomasi agama yang dilakukan Qatar bisa di copy paste untuk mengelola pelaksanaan kegiatan Piala Dunia U-20. Selain bisa berhasil dalam pelaksanaanya, juga bisa meningkatkan prestasi sepak bola di tanah air. Sehingga mudah-mudahan Piala Dunia U-20 bisa berlanjut dan terlaksana dengan baik,” pungkasnya.***din

Pelatnas Kejuaraan Dunia Wushu: Zamurai Alkensoe Membidik Emas

JAYAKARTA NEWS— Meski tampil perdana di ajang event internasional, atlet sasana Garuda Emas Semarang, Zamurai Alkensoe Damara tetap punya target. Kenzo, panggilan akrabnya, membidik medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022.

“Saya memang baru pertama tampil di kejuaraan dunia. Namun, saya akan berusaha untuk bisa menyumbangkan medali emas bagi Indonesia,” kata Kenzo saat ditemui di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, pekan lalu.

Pelajar SMPN 20 Semarang, Jawa Tengah ini merupakan peraih medali emas Chang Quan di kelompok Junior B Putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu memperebutan Piala Presiden 2022. Sebelumnya, dia meraih 3 medali emas (Chang Quan, Qiang Shu, dan Jian Shu) pada Kejuaraan Wushu Disway Open 2022.

Berkat prestasi tersebut, Kenzo dipanggil masuk ke pelatnas wushu junior yang dibentuk Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto.  Dia lolos dalam seleksi Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia yang akan diterjunkan pada Kejuaran Dunia VIII yang diikuti 61 negara.

Kenzo yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 22 Maret 2008 ini mulai berlatih olahraga wushu sejak tahun 2019 atas ajakan orang tuanya. Dia menilai olahraga wushu itu unik dan menyenangkan. ‘Wushu itu unik dan menyenangkan,” tutupnya.

Saat ini, Kenzo bersama 22 atlet lain yang tergabung dalam Timnas Wushu Indonesia terus menjalani persiapan menuju ke Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022.***din

Nasya Aulia Zahra Siap Bertarung

JAYAKARTA NEWS— Atlet sanda asal Sasana King’s Ronin Semarang, Jawa Tengah, Nasya Aulia Zahra Wahana mengaku bukan hanya siap menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022 mendatang. Namun, Nasya, panggilan akrabnya, tidak gentar menghadapi lawan-lawannya di ajang event internasional tersebut.  

“Saya sudah siap bertarung di kejuaraan dunia nanti. Dan, saya paham lawan-lawan yang dihadapi memang cukup berat tetapi saya tidak gentar menghadapinya,” kata Nasya usai menjalani program latihan persiapan menuju kejuaraan dunia di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, pekan lalu.  

Jika dilihat dari jam terbang pertandingan, pelajar SMA Negeri 11 Semarang yang akan turun di kelompok Junior Putri kelas 52kg ini cukup matang. Dia merupakan juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu memperebutkan Piala Presiden 2022 yang menjadi ajang seleksi untuk memperebutkan tiket ke Pelatnas Wushu Junior yang dibentuk Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto. 

Sebelumnya, Nasya yang lahir di Semarang, 8 April 2006 ini juga menjadi juara pada Kejurnas Wushu memperebutkan Piala Raja Hamengkubuwono X Tahun 2018, juara Kejurnas Wushu Piala Rektor UNNES IV tahun 2019,  juara Kejurnas Piala Presiden di Pangkalpinang 2019, juara Kejurnas Wushu UTC Piala Kapolda Jawa Tengah 2019, peringkat ketiga Wushu All Games Jakarta 2021 dan Sirkuit Nasional (Sirnas) Sanda di Semarang 2022. 

Kini, Nasya terus menjalani program latihan di bawah asuhan pelatih asal China, Xia Hong. Dan, dia mengaku mendapat tambahan soal teknik tendangan dan bantingan yang diberikan pelatih asal Tiongkok tersebut. 

“Saya sangat senang sekali bisa masuk Timnas Wushu Junior Indonesia. Harapan saya bisa mempersembahkan gelar juara di kejuaraan dunia nanti untuk membanggakan bangsa dan negara Indonesia serta kedua orang tua,” kata Nasya.***din

Ivana Beatrice Berharap Bisa Persembahkan Medali untuk Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Atlet sasana Wushu Rajawali Sakti Jakarta, Ivana Beatrice Liestio mengaku siap menjalani program latihan cukup berat yang diberikan pelatih Taolu asal China, Zhang Yong Sheng. Pasalnya, Ivana, panggilan akrabnya, masuk dalam Skuad Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia yang akan berlaga pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022 mendatang. 

Remaja putri kelahiran Jakarta, 21 Mei 2006 yang akan turun di kelompok Junior A Putri ini bertekad akan memanfaatkan peluang yang diberikan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto untuk bisa memberikan yang terbaik. 

“Saya sangat senang bisa diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi salah satu perwakilan Indonesia di kejuaraan dunia. Makanya, saya tidak ingin menyia-nyiakan peluang yang telah diberikan PB WI tersebut. Semoga saya bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia,” kata Ivana saat ditemui di Gedung GBK Arena  Senayan, Jakarta, pekan lalu. 

Ivana yang tercatat sebagai pelajar di Sekolah Kristen Calvin Jakarta mengaku berlatih olahraga wushu diajak teman-temannya pada tahun 2011. Dia tertarik dengan olahraga beladiri asal Tiongkok ini karena unik dan bervariasi. 

Ivana memang baru pertama kali tampil di kejuaraan dunia. Namun, dia telah mengukir prestasi di event nasional. Yakni, merebut 1 emas dan 2 perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu memperebutkan Piala Presiden 2022. Sebelumnya, dia juga meraih 2 emas dan 1 perak pada Sirkuit Nasional Seri I dan 3 emas pada Sirkuit Nasional Seri II. ***din

Richard Ingin Kibarkan Merah Putih Seperti Koko Lawrence

JAYAKARTA NEWS— Atlet asal sasana Dean Sport Wushu Jakarta, Richard Dean Kurnia telah mendapat program latihan dari pelatih Taolu asal China, Zhang Yong Sheng dalam rangka persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII yang akan dihelat di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022 mendatang.

Richard, panggilan akrabnya, akan memanfaatkan waktu selama menjalani pelatnas untuk menyempurnakan gerakannya sehingga nanti bisa tampil lebih sempurna. “Saya senang bisa memperkuat Timnas Wushu Junior Indonesia. Dan, saya akan pergunakan waktu semaksimal mungkin untuk bisa lebih siap menghadapi kejuaraan dunia nanti,” kata remaja putra kelahiran Jakarta, 11 Juli 2011 ini.

Pelajar SD Jubilee School Jakarta ini diajak kedua orang tuanya untuk berlatih wushu sejak tahun 2016. Richard berhasil menembus pelatnas setelah merebut dua medali emas (Changquan dan Daoshu) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) memperebutkan Piala Presiden Tahun 2022 di Surabaya.

Richard bukan satu-satunya anak dari pasangan Kurnia Djuhari dan Heryanti Budhi yang sukses meraih prestasi di olahraga wushu. Kedua kakaknya, Lawrence Dean Kurnia dan Patricia Geraldine sudah lebih dulu memperkuat Timnas  Wushu Indonesia. Bahkan, Lawrence tercatat sebagai peraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Junior Wushu di Brasil 2018.

 “Mudah-mudahan, saya bisa mengibarkan bendera Merah Putih seperti koko Lawrence waktu tampil di Brasil,” kata RIchard saat menjawab pertanyaan soal target medali di kejuaraan dunia nanti. ***din