JAYAKARTA NEWS – Legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical dirawat di ICCU RS Harapan Kita, Jakarta sejak mengalami serangan jantung pada Kamis (20/2/2025). Serangan jantung kali ini merupakan kali ketiga bagi juara dunia IBF kelas Bantam Junior atau Super Terbang tahun 1985 itu.
Kamis 27 februari 2025, Ketua Umum Pertina, Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak, SIP, MSc datang besuk, setelah mendapat berita dari Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman. Sejak mengalami serangan jantung, Marciano memantau perkembangan kemajuan kondisi Elly secara intensif.
Ketua umum Pertina dan Sekjen Pertina didampingi Mayjen TNI Purn Sunaryo serta Martinez bertemu langsung dengan drg. Rina Siahaya Pical, istri Ellyas Pical yang setia menunggu suaminya selama perawatan. “Istrinya benar-benar setia. Ia bahkan tidur di rumah sakit,” ujar Komar, usai berbincang dengan Rina Siahaya di rumah sakit.
Dari drg Rina Siahaya pula Komar mengetahui perkembangan Elly yang disebutkan semakin membaik. Meski begitu, belum bisa menemui para pembesuk karena baru selesai pemasangan ring. “Memang dokter masih membatasi pasien untuk sementara belum bisa menerima tamu yang datang membesuk,” tambah Komar.
Dukungan moral bagi Ellyas Pical sangat penting, dan sangat dibutuhkan hari-hari ini. Karena itu, imbauan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman kepadanya selaku Ketua PP Pertina untuk hadir di sisi Elly saat terbaring sakit, sangatlah simpatik. “Kami juga meneruskan imbauan Bapak Marciano Norman kepada komunitas tinju Tanah Air. Sekaligus memohon kiriman doa bagi kesembuhan bung Ellyas Pical,” papar Komar.
Ketum PP Pertina, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak (kedua dari kiri) saat besuk Ellyas Pical, diterima sang istri, drg Rina Siahaya Pical. (Pertina)
Betapa pun, Ellyas Pical adalah petinju legendaris Tanah Air. Besar jasanya dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah ring tinju dunia. Petinju kelahiran Ullath, Kepulauan Saparua, Maluku 24 Maret 65 tahun lalu itu, juga berjasa bagi geliat pertinjuan di Tanah Air. “Prestasi Ellyas Pical menjadi inspirasi dan motivasi bagi para petinju lain,” katanya.
Petinju kidal berjuluk The Exocet itu, adalah pengagum Mohammad Ali. Sejak kecil, Elly adalah seorang perenang handal. Termasuk, kebiasaannya menyelam sampai ke dasar laut untuk mencari mutiara alam.
Saat usia 13, Elly mulai menggeluti tinju. Awalnya, ia berlatih secara sembunyi-sembunyi, karena orang tuanya melarang. Takan tetapi, larangan berbalik dukungan, saat Elly mulai menunjukkan prestasi, mulai dari juara tingkat kabupaten, hingga menjuarai tinju Piala Presiden. Semua masih di dunia tinju amatir.
Tahun 1983, Ellly mulai terjun ke tinju professional di kelas bantam junior. Berbagai prestasi ia ukir, mulai dari juara OPBF setelah mengalahkan Hi-yung Chung dari Korea Selatan, pada pertandingan perebutan gelar di Seoul, 1984. Prestasi itu mencatatkan namanya menjadi petinju professional Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar internasional di luar negeri.
Elly dikenal memiliki pukulan hook dan uppercut kiri yang sangat keras dan sering menjungkalkan lawan. Tahun 1985, Elly merebut gelarr juara IBF di kelas bantam junior dari petinju Korea Selatan, Chun Ju-do dengan pukulan KO.
Elly kemudian ditantang petinju Australia Wayne Mulholland pada Agustus 1985, dan berhasil mempertahankan sabuk juaranya. Sabuk juara sempat direbut petinju Republik Dominika, Cesar Polanco, tetapi dalam pertandingan kedua di Jakarta 1986, Elly kembali merebut sabuk juara tadi dengan pukulan KO.
Elly juga sempat mempertahankan gelar melawan petinju Korea Dong-chun Lee. Namun pada tahun 1987, langkah Pical terhenti setelah menyerah dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy.
Setelah terjadi pergulatan batin berbulan-bulan karena depresi pasca kekalahan melawan Galaxy, Pical mampu bangkit dan merebut gelar IBF kelas bantam junior kembali dari sang juara bertahan waktu itu Tae-ill Chang, juga dari Korea Selatan. Gelar ini sempat bertahan sampai 2 tahun, hingga akhirnya Pical harus terbang ke Ronoake, Virginia, Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar melawan Juan Polo Perez dari Kolombia, (4 Oktober 1989), dan Pical kalah angka.
Dari pernikahannya dengan drg Rina Siahaya, mereka dikaruniai dua putra yakni Lorinly dan Matthew Pical. Sampai saat ini Elly masih bekerja di KONI Pusat sebagai Penasihat Ketua KONI khususnya di bidang tinju.
Kesehariannya, Elly berkantor di KONI, Senayan, Jakarta. Ia berkantor dari pagi hingga jam kantor usai. Koleganya di KONI Pusat sering mamuji disiplin dan desikasi Elly pada tugas. “Kita doakan semoga bung Elly Pical lekas pulih dan bisa melanjutkan kontribusinya bagi kemajuan tinju Tanah Air,” pungkas Komaruddin. (*)
JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum KONI, Letjen TNI Purn Marciano Norman melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Jakarta, hari ini (11/2/2025). Ia disambut Plt Ketum PPAD, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak.
Dalam sambutannya, Ketum Komar menyampaikan ucapan selamat datang kepada senior Letjen Marciano dan jajaran. “PPAD merupakan rumah para Purna TNI AD, tempat Para Purnawirawan berkumpul, bersatu melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan bernegara,” ujar Mayjen Komar.
Kunjungan silaturahmi KONI Pusat ke PPAD, Selasa (11/2/2025)
Sementara itu, Ketum KONI, menjelaskan tentang tugas KONI, kiprah KONI sampai dengan sistem anggaran. Dijelaskan, KONI, merupakan induk organisasi pembina olah raga prestasi di tanah air, dengan tugas mengantar atlet meraih prestasi melalui tata kelola organik yang baik.
Ada beberapa cabang olah raga yang dipimpin oleh purnawirawan, yang merupakan anggota PPAD. Karenanya, kolaborasi PPAD dan KONI sangat penting.
“Kita bersatu, bergandengan tangan, bersama-sama untuk mewujudkan olahraga Indonesia di tingkat nasional, regional maupun internasional dengan mengibarkan sang Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya,” ujar Marciano.
Dalam kunjungannya, Ketum Marciano didampingi Mayjen TNI Purn Suwarno (Wakil Ketua 1), Mayjen TNI Purn Sudarmo (Wakil Kerua 2), Mayjen TNI Purn Andre (Wakil Ketua 3), Mayjen TNI Purn Eko Budi (Ketua Bidang Organisasi), Mayjen TNI Purn Karmin (Ketua Bidang Perencanaan & Anggaran), dan beberapa staf KONI Pusat lainnya
Untuk diketahui, jajaran purnawirawan TNI yang memimpin cabang olahraga di Tanah Air, adalah: Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto (Ketua Umum Pencak Silat), Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto (Ketua Umum FORKI), Letjen TNI Purn Johny Supriyanto (Ketua Perbakin), Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak (Ketua Umum PP Pertina), Mayjen TNI Purn M Hafil (Ketua Umum Kurash), Mayjen TNI Purn Budi Sulistijono (Ketua umum FHI /Federasi Hoki Indonesia). Adapun Ketua Umum Judo dijabat Pati aktif yakni Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Letjen TNI Richard Tampubolon (Ketua Umum Taekwondo).***
JAYAKARTA NEWS – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menghadirkan penawaran spesial bagi para penggemar MotoGP.
Program Early Birduntuk pembelian tiket MotoGP 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP) akan diberlakukan!
Tiket dengan harga terbaik dan terbatas ini tersedia secara eksklusif di www.themandalikagp.com mulai 8 hingga 28 Februari 2025.
Dengan harga spesial mulai dari Rp140.000, pembeli dapat menikmati penawaran terbaik sebagai bagian dari program Early Bird.
Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan diskon terbesar, karena nilai potongan harga akan berkurang seiring berjalannya waktu.
Jangan sampai kehabisan, amankan tiket Anda sekarang juga!
Direktur Utama ITDC Ari Respati, menyampaikan bahwa program Early Bird ini merupakan bagian dari strategi untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat agar dapat menikmati balapan MotoGP™ dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami ingin memastikan bahwa lebih banyak penggemar MotoGP™ dapat merasakan langsung keseruan balap kelas dunia di The Mandalika.
“Melalui penawaran harga spesial ini, kami berharap antusiasme masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan wisata ke Lombok,” katanya.
Tahun ini, VIP Luxury Tent hadir sebagai pilihan terbaru bagi penonton yang menginginkan pengalaman eksklusif dalam menyaksikan IndonesianGP 2025.
Berlokasi di beberapa zona strategis, yaitu Zona T1, D, F, dan G, fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan terbaik dengan berbagai layanan premium.
Para penonton dapat menikmati tempat duduk yang nyaman, area bersantai yang luas, serta layanan makanan dan minuman eksklusif, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang mengutamakan kemewahan dalam menikmati balapan.
Tiket IndonesianGP 2025 tersedia dalam beberapa kategori yang dapat disesuaikan dengan preferensi penonton.
Regular Grandstand tersedia di Zona E, G, H, dan I dengan harga mulai dari Rp140.000.
Bagi yang menginginkan pengalaman menonton yang lebih premium, tersedia Premium Grandstand dengan harga Rp315.000 untuk Zona B, C, J, dan K, serta Rp612.500 untuk Zona A.
Sementara itu, bagi penonton yang mengutamakan kenyamanan eksklusif, tersedia VIP Luxury Tent di Zona T1, D, F, dan G dengan harga Rp5.812.500, serta kategori tertinggi, yaitu VIP Deluxe Class, yang ditawarkan dengan harga Rp11.250.000.
Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 akan semakin istimewa dengan berbagai peningkatan fasilitas dan pengalaman yang lebih optimal bagi para penonton.
“Kami ingin memastikan bahwa penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia tahun ini berjalan lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi sektor pariwisata serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“ITDC & MGPA, bersama berbagai pihak, terus berkomitmen untuk menghadirkan ajang balap yang lebih meriah sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” imbuh Ari.
Melalui program Early Bird, para pecinta MotoGP™ berkesempatan untuk mendapatkan tiket dengan harga lebih hemat sekaligus memastikan pengalaman terbaik dalam menyaksikan aksi para pembalap kelas dunia di Mandalika.
Beragam kategori tiket tersedia, memberikan fleksibilitas bagi penonton untuk memilih pengalaman menonton yang paling sesuai dengan preferensi mereka.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai MotoGP™ 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP), kunjungi situs resmi www.themandalikagp.com atau ikuti akun Instagram @themandalikagp.***
JAYAKARTA NEWS – Madam Pang, nama yang akrab dikenal di dunia sepak bola Asia Tenggara, adalah seorang pengusaha sukses dan tokoh penting dalam perkembangan sepak bola Thailand. Nama aslinya adalah Nualphan Lamsam (Thai: นวลพรรณ ล่ำซำ), tetapi ia lebih dikenal dengan julukan “Madam Pang” karena kesederhanaannya dan gaya kepemimpinannya yang hangat namun tegas. Ia lahir pada tanggal 13 November 1966 di Bangkok, Thailand. Madam Pang bukan hanya seorang pebisnis ulung, tetapi juga seorang pemimpin yang visioner di dunia olahraga, terutama dalam sepak bola.
Latar Belakang Karier
Madam Pang adalah Direktur Eksekutif dari perusahaan asuransi raksasa Thailand, Muang Thai Insurance, yang merupakan bagian dari konglomerat besar Muang Thai Group. Selain itu, ia juga menjabat sebagai manajer tim nasional sepak bola Thailand untuk berbagai kelompok usia, termasuk tim U-23 dan tim senior putra. Perannya sebagai manajer tim nasional telah membawa dampak signifikan terhadap prestasi sepak bola Thailand di kancah internasional.
Sebelum terjun ke dunia sepak bola, Madam Pang telah dikenal sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di industri keuangan Thailand. Namun, ketika ia memutuskan untuk terlibat dalam sepak bola, ia membuktikan bahwa keberhasilannya tidak hanya terbatas pada dunia bisnis. Dengan dedikasi, strategi yang matang, dan kemampuan membangun hubungan yang kuat, ia berhasil membawa sepak bola Thailand ke level yang lebih tinggi.
Kontribusi Madam Pang di Dunia Sepak Bola
1.Manajer Tim Nasional Thailand
Madam Pang ditunjuk sebagai manajer tim nasional sepak bola Thailand pada tahun 2021. Sejak saat itu, ia telah memainkan peran penting dalam mengelola operasional tim, termasuk urusan logistik, pemilihan pelatih, hingga memastikan kesejahteraan para pemain. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah membawa tim nasional Thailand meraih gelar juara di Piala AFF Suzuki 2020 (yang diselenggarakan pada tahun 2021 karena pandemi). Kemenangan ini menjadi bukti nyata dari visi dan kepemimpinan Madam Pang.
Selain itu, ia juga aktif mendukung tim U-23 Thailand, yang berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 setelah absen selama beberapa dekade. Keberhasilan ini menjadikan Madam Pang sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan pecinta sepak bola Thailand.
2.Pendukung Liga Thailand
Madam Pang juga dikenal sebagai pendukung utama Liga Thailand (Thai League). Ia sering kali memberikan dukungan finansial dan moral kepada klub-klub lokal untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik. Salah satu langkahnya yang paling terkenal adalah mendukung program pembinaan pemain muda, yang bertujuan untuk menciptakan generasi baru pemain sepak bola berkualitas tinggi.
Tips Keberhasilan Madam Pang
Madam Pang bukan hanya seorang pemimpin yang sukses, tetapi juga seorang inspirator bagi banyak orang. Berikut adalah beberapa tips keberhasilan yang dapat dipelajari dari perjalanan karier dan kepemimpinannya:
1.Kepemimpinan Visioner
Madam Pang memiliki visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai, baik dalam bisnis maupun dalam sepak bola. Ia memahami bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui perencanaan yang matang dan eksekusi yang konsisten. Dalam sepak bola, ia fokus pada pembinaan pemain muda dan peningkatan kualitas liga domestik, yang merupakan fondasi penting untuk kesuksesan jangka panjang.
2.Dedikasi dan Komitmen
Salah satu kunci keberhasilan Madam Pang adalah dedikasinya yang luar biasa. Meskipun ia memiliki tanggung jawab besar di perusahaan asuransinya, ia tetap meluangkan waktu untuk mengelola tim nasional sepak bola Thailand. Ia sering kali hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan kepada para pemain dan pelatih. Sikap ini menunjukkan bahwa ia benar-benar peduli terhadap kemajuan sepak bola Thailand.
3.Kemampuan Membangun Hubungan
Madam Pang dikenal sebagai seorang pemimpin yang mampu membangun hubungan yang kuat dengan semua pihak, mulai dari pemain, pelatih, hingga sponsor. Ia memahami bahwa kesuksesan sebuah tim tidak hanya bergantung pada pemain dan pelatih, tetapi juga pada dukungan dari berbagai elemen lainnya. Kemampuan ini membuatnya mampu menggalang dukungan yang luas untuk tim nasional Thailand.
4.Fokus pada Pembinaan Pemain Muda
Madam Pang sangat percaya bahwa masa depan sepak bola terletak pada pembinaan pemain muda. Ia mendukung program-program akademi sepak bola yang bertujuan untuk mengembangkan bakat-bakat muda di Thailand. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas tim nasional, tetapi juga memperkuat liga domestik.
5.Keberanian Mengambil Risiko
Madam Pang tidak takut untuk mengambil risiko demi mencapai tujuan yang lebih besar. Misalnya, ia mendukung keputusan untuk merekrut pelatih asing yang berpengalaman, meskipun hal ini sering kali menuai kontroversi. Namun, keputusan tersebut terbukti berhasil, karena pelatih asing membawa perspektif baru dan metode pelatihan modern yang meningkatkan performa tim.
6.Kesederhanaan dan Empati
Meskipun ia adalah seorang pemimpin yang sukses, Madam Pang dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati. Ia sering kali terlihat berinteraksi langsung dengan para pemain dan staf tim dengan sikap yang ramah dan penuh empati. Hal ini membuatnya disukai oleh banyak orang dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.
Pengaruh Madam Pang di Dunia Sepak Bola Internasional
Madam Pang bukan hanya figur penting di Thailand, tetapi juga diakui di tingkat internasional. Ia sering kali menjadi pembicara dalam konferensi sepak bola regional dan internasional, berbagi pengalaman dan wawasannya tentang pengelolaan tim nasional dan pengembangan sepak bola. Ia juga aktif dalam organisasi sepak bola Asia, seperti ASEAN Football Federation (AFF), dan berkontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Madam Pang adalah contoh nyata bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga oleh kepemimpinan, dedikasi, dan kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat. Melalui visinya yang jelas dan komitmennya yang teguh, ia berhasil membawa sepak bola Thailand ke level yang lebih tinggi. Kisahnya adalah inspirasi bagi siapa saja yang ingin sukses, baik di dunia olahraga maupun di bidang lainnya.
Dengan terus berfokus pada pembinaan pemain muda, memperkuat liga domestik, dan menjaga hubungan yang baik dengan semua pihak, Madam Pang membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik untuk olahraga ini. (Heri)
JAYAKARTA NEWS— Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan RI (KSP), AM Putranto, dalam olahraga otomotif yang satu ini, membuatnya berbeda. Ini bermula tahun 2009, saat dirinya berpangkat kolonel dan menjabat Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula, sekarang menjadi Brigif Para Raider 18/Trisula, dengan motto “Bersama Tuhan Menyerbu dari Langit” yang berkedudukan di Jabung, Kab Malang, Jawa Timur.
Mulanya ia diajak Bro Rachmad Santoso, Ketua Jade Adventure Tim, Malang menjelajahi medan gunung dengan sepeda motor trail. “Saya ingat betul ketika motor trail pertama yang saya kendarai adalah Suzuki TS, yang orang bilang ‘suaranya datang duluan, tapi motornya nggak datang-datang’,” ujar Bro AMP sambil tertawa.
Kenangan itu dibagikannya di DK26 Café & Resto Karangploso, Malang baru-baru ini, saat ia menghadiri peluncuran Makota Rescue, Rumah Solusi “Ambulance Gratis” dilanjutkan peresmian musholla di bukit Budug Asu, Kabupaten Malang.
Kecintaan Bro AMP pada offroad ia wujudkan, bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk perlengkapan operasi SAR oleh komunitas off roader di Indonesia.
Pada acara di Malang, Bro AMP kembali menjelajahi medan off road bukit Jengkoang menggunakan mobil andalan DVjeep, yaitu Jeep Wrangler Rubicon JK, versi off road teratas dari generasi ketiga Jeep Wrangler. Mobil ini milik Bro Rahmad, yang dikenal tangguh dan handal untuk medan off-road. Pokoknya “no road , no problem laaah”
Bersama Bro Rachmad sebagai co-driver, mereka memimpin perjalanan melalui jalur tunggal yang juga diikuti para offroader dari komunitas klub otomotif lain seperti Malang Tahes Club (MTC), IOF Malang, dan klub off road Rubicon JK One.
Kepala Staf Kepresidenan RI (KSP), AM Putranto
Di sela kegiatan dan di antara jalan berlumpur, Bro AMP menyampaikan pesan kepada komunitas off roader. Ia mengingatkan bahwa para Offroader dimanapun masuk jalur seharusnya tidak hanya menjadi tempat eksklusif atau ajang gagah-gagahan. Sebaliknya, mereka perlu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Di antararnya penyediaan ambulance gratis, menggelar bakti sosial, dan membentuk Makota Rescue, tim tanggap darurat bencana. Keberadaan mereka sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya seraya menambahkan, “ciptakan relawan-relawan sosial.” ***
JAYAKARTA NEWS – Jakarta E-Prix 2025 siap digelar lagi di Jakarta. Berdasarkan kalender resmi ABB FIA grand prix Formul E ini direncanakan pada 21 Juni mendatang.
“Dengan pengalaman dan dukungan dari berbagai pihak, kami optimistis pelaksanaan tahun ini akan lebih baik, lebih menarik, dan memberikan kebanggaan bagi Jakarta sebagai kota global,” ujar Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, Sabtu (18/1/2025).
Menurut Bambang, kesuksesan dalam menyelenggarakan Jakarta E-Prix pada tahun 2022 dan 2023 mengukuhkan reputasi Jakarta sebagai tuan rumah yang andal.
Sementara itu, Direktur Proyek Jakarta E-Prix 2025, Deni Rifky Purwana mengatakan, ajang balap mobil ini lebih dari sekadar balapan.
“Ini adalah komitmen bagi Jakpro untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai sebagai kota global sekaligus mendukung kampanye keberlanjutan,” ujar Deni.
Menurut Deni, Jakarta E-Prix 2025 adalah bukti bahwa teknologi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
Deni mengatakan, mobil listrik yang digunakan bukan hanya inovasi teknologi, namun juga solusi nyata untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
“Dengan teknologi kendaraan listrik seperti yang digunakan dalam Jakarta E-Prix, Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin transformasi menuju energi terbarukan,” ucap Deni.
Jakarta E-Prix 2025, lanjut Deni, bukan sekadar ajang olahraga, namun juga panggung bagi Jakarta untuk menegaskan posisinya di kancah dunia.
“Acara ini adalah bukti nyata bahwa Jakarta tidak hanya bergerak maju tetapi juga berkomitmen pada masa depan yang lebih bersih, cerdas, dan berkelanjutan,” kata Deni.
Sekadar diketahui, Jakarta E-Prix 2025 akan menjadi panggung peluncuran mobil balap Gen 3 Evo, yang dirancang untuk memberikan performa luar biasa. Dengan akselerasi dari 0–60 mil/jam dalam 1,82 detik, Gen 3 Evo tidak hanya cepat tetapi juga mencerminkan masa depan mobilitas berkelanjutan.
Inovasi lain, seperti teknologi all-wheel-drive (AWD), menjadikan mobil ini lebih stabil dan bertenaga, menjawab kebutuhan akan pengalaman balap yang lebih kompetitif. (yr)
JAYAKARTA NEWS – Teka-teki siapa pelatih timnas Indonesia terjawab sudah. Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengumumkan secara resmi Patrick Kluivert ditunjuk menggantikan Shin Tae-young.
Patrick sendiri tak berpikir dua kali saat ditawarkan menjadi pelatih baru timnas Indonesia. Karena Indonesia memiliki potensi besar di dunia sepak bola.
“Saya sebenarnya langsung semangat, karena potensinya sangat besar. Indonesia negara dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa, banyak yang tergila-gila pada sepak bola,” ujar Kluivert seperti dikutip De Telegraaf, Rabu (8/1/2025).
Kluivert tak menampik karena faktor pengalamannya sebagai pemain dan asisten pelatih, direktur reknik hingga pelatih yang membuat Indonesia menawarkan dirinya sebagai pelatih menggantikan Shin Tae-young.
Karena pengalaman saya bersama tim nasional Curacao dan Kamerun dan sebagai direktur olahraga PSG dan kepala pendidikan FC Barcelona,” ujar Kluiver dalam wawancara tersebut.
Sebelumnya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas menggantikan Shin Tae-yong, Rabu sore. Pengumuman ini tampaknya lebih cepat dari rencananya pada Sabut (11/1/2025).
Mantan striker Ajax Amsterdam, AC Milan, FC Barcelona, dan timnas Belanda itu akan dikontrak dua tahun dari 2025 hingga 2027 ditambah opsi perpanjangan kontrak dua tahun. Kluivert ditargetkan meloloskan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Pemain berusia 48 tahun kelahiran Amstedam, Belanda, ini akan dibantu dua asisten pelatih asal Belanda, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Dua pelatih Indonesia juga menjadi asisten pelatihnya menghadapi empat laga sisa di putaran ketiga babak kualifikasi.
Ketua Umum Erick Thohir mengakui, pihaknya menargetkan Indonesia lolos ke Piala Dunia. Meski diakui tidak mudah berada di grup bersama Jepang, Australia, China, Arab Saudi, dan Bahrain.
“Tapi empat pertandingan sebelum akhir kami punya tempat di tangan kami sendiri. Kami berada di peringkat ketiga dan harus lolos ke Piala Dunia. finis di dua besar untuk mendapat tiket langsung. Nomor 3 dan 4 masih berpeluang,” ujar Erick. (yr/de telegraaf)
JAYAKARTA NEWS – Shin Tae-Young (STY) secara resmi diberhentikan dari kursi pelatih tim nasional. Ada tiga nama calon kuat pengganti juru taktik sudah disiapkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
“Kami melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jakarta, Senin (6/1/2025).
Meski Erick enggan menyebutkan calon kuat pelatih baru itu. Namun disebutkan kandidat kuat itu berasal dari Belanda yang sudah mempunyai reputasi bermain di Eropa.
“Beberapa nama yang sudah punya nama di dunia sepak bola tentu tak hanya mencari pekerjaan, mereka juga pasti ingin punya legacy untuk menjadi bagian sejarah Indonesia menuju Piala Dunia 2026,” tukas Erick.
Erick mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sang pelatih pada tanggal 25 Desember 2024 lalu. “Saya sengaja mengundangnya pada hari Natal untuk melihat keseriusannya,” ujarnya.
Dari tiga calon pelatih timnas, lanjut Erick, ada satu calon yang mengerucut. Namun diakui masing-masing pelatih mempunyai kekurangan.
“Memang ada tiga nama waktu itu berikut beberapa asisten untuk opsi pendamping pelatih. Karena kita yakini pelatih tidak ada yang sempurna. Masing-masing pelatih punya kekurangannya,” jelas Erick.
Erick menyebutkan, pelatih baru akan datang ke Indonesia pada Sabtu (11/1) malam dan selanjutnya akan dikenalkan ke publik pada Minggu (12/1/2025).
Tiga nama yang beredar kuat menjadi pelatih timnas antara lain Patrick Kluivert, Louis Van Gaal, dan Marco Van Basten.
Keputusan untuk mengganti pelatih timnas diharapkan dapat membawa prestasi timnas Indonesia lebih baik, khususnya dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
Erick mengatakan pihaknya mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong dengan baik. Pelatih asal Korea Selatan itu pun menerima keputusan ini dengan lapang dada.
“Hubungannya baik-baik, saya respect Shin Tae yong. Tadi juga katanya menerima baik-baik. Ada dinamika, tapi saya gak mau sebut,” ungka Erick.
Shin Tae-yong mulai menjadi melatih timnas Indonesia sejak Desember 2019. Di bawah kepemimpinannya, tim Garuda dibawanya naik ke peringkat 127 dunia dari 173 dunia.
PSSI kemudian memperpanjang kontrak Shin Tae-young hingga 2027 setelah timnas U-23 Indonesia berhasil mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024. (yr)
JAYAKARTA NEWS – Juara Formula Satu tujuh kali Lewis Hamilton siap merangkul perubahan pada 2025 bersama Ferari. Semangat pebalap asal Inggris itu dengan memperbarui profil di LinkedIn-nya bertagar ‘pekerjaan baru’.
Hamilton menjadi pembalap Ferrari pada tanggal 1 Januari, bergabung dengan tim tertua dan tersukses dalam olahraga tersebut setelah 12 tahun di Mercedes.
Ferrari belum mengatakan kapan Hamilton akan tampil pertama kali dengan seragam terusan merah. Namun Hamilton mengunggah foto masa kecilnya yang memperlihatkan dirinya mengenakan helm merah di dalam mobil gokart dengan nomor balap 44 yang sudah dikenalnya.
“Saya sangat bersemangat untuk tahun depan. Pindah ke Scuderia Ferrari, ada banyak hal yang perlu direnungkan,” tulis Hamilton di platform media sosial tempat ia terdaftar sebagai ‘pengusaha, investor, dan pembalap F1’.
Hamilton mengatakan, bagi siapa pun yang mempertimbangkan langkah selanjutnya pada tahun 2025: rangkul perubahan. Baik Anda beralih industri, mempelajari keterampilan baru, atau bahkan sekadar menghadapi tantangan baru, ingatlah bahwa penemuan kembali itu hebat.
“Kesempatan Anda berikutnya selalu dalam jangkauan. Mari kita sambut tahun 2025 – tahun untuk merangkul peluang baru, tetap bersemangat, dan terus maju dengan tujuan. Mari kita buat tahun ini menjadi tahun yang tak terlupakan,” ungkap Hamilton.
Hamilton, yang akan berusia 40 tahun pada 7 Januari, akan menjadi rekan setim Charles Leclerc di Ferrari setelah menggantikan pembalap Spanyol Carlos Sainz.
Hamilton mengalami musim terburuknya di Formula Satu tahun lalu, dalam hal posisi juara, ketika ia finis di urutan ketujuh secara keseluruhan dengan rekan setimnya George Russell di urutan keenam. Namun, ia memenangkan dua balapan setelah dua musim tanpa kemenangan. (yr/reuters)
JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Nasional (PP Pertina), Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, mengukuhkan sekaligus melantik Ketua Pertina Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan segenap pengurus Pertina Kaltara masa bakti 2024 – 2028.
Dalam kesempatan itu, hadir Forkopimda Kaltara, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Muhammad Nasir, Sekum KONI Kaltara, dan para ketua Pengda Kabupaten/Kota. Tampak pula hadir Denpom VI/3 Bulungan, Pomdam VI/Mulawarman, serta tokoh masyarakat lain.
Acara pengukuhan didahului berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya persiapan, dilanjutkan acara pokok berupa penandatanganan Surat Keputusan (SK), penyerahan pataka Pertina Kaltara dari Ketum PP Peritna Pusat dan diterima Ketua Pengurus Provinsi Kaltara, Ma’at, disaksikan pengurus lain.
Komaruddin Simanjutak dalam sambutan meyampaikan rasa terima kasih kepada Pemprov Kaltara atas kesiapannya menyambut dan melaksankaan acara pengukuhan pengurus Pertina Provinsi. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Umum KONI dan jajaran, atas sambutannya kepada PP Pertina Pusat dan rombongan.
“Izinkan saya memberi apresisi setinggi-tingginya atas dukungan luar biasa dari KONI kepada cabang olahraga tinju di Kaltara,” ujar jenderal berkumis tebal itu.
Ketum PP Pertina Dr Komaruddin Simanjuntak (kanan) menyerahkan Pataka Pertina kepada Ketua Pertina Provinsi Kalimantan Utara, Ma’at. (foto: Pertina)
Ketua Umum PP Pertina yang akan memasuki masa kepemimpinan periode kedua tersebut, menyampaikan selamat dan sukses kepada Ma’at selaku Ketua Pengprov Pertina Kaltara serta segenap pengurus atas amanat yang dipercayakan rakyat Kaltara melalui mekanisme Musprov yang dihadiri pengurus Pertina, beberapa bulan lalu.
Ketum Pertina, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak yang saat ini menjabat Plt Ketua Umum PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat) itu tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pengurus Pertina lama atas pengabdian luar biasa. Ia berharap semangat dan dedikasi kepengurusan lama dapat ditindaklanjuti dan ditingkatkan oleh pengurus baru.
“Sekaligus sebagai Ketum PP Pertina saya meminta maaf jika ada yang kurang berkenan selama berinteraksi dan bersama membangun Pertina,” tambah Komar.
Dari kiri ke kanan: Ketua Pertina Provinsi Kalimantan Utara, Ma’at, Ketua PP Pertina Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, Ketua KONI Provinsi Kalimantan Utara, H. Muhammad Nasir. (foto: Pertina)
Kolaborasi Pertina
Mantan Pangdam IX/Udayana (2017 – 2018) itu juga menyoroti tentang potensi tinju Kalimantan Utara. Sebuah potensi besar, yang jika mendapat perhatian serius, berpeluang menyumbangkan altlet potensial guna menyabet medali emas pada PON 2028.
“Untuk itu diperlukan kolaborasi pentahelix. Libatkan unsur pemerintah daerah, organisasi Pertina, pihak swasta, akademisi, pengusaha, dan media. Jangan lupa kembangkan sport science, dalam hal ini boxing science agar lahir atlet-atlet tinju amatir yang mampu mencetak prestasi membanggakan,” tutur Komar.
Komaruddin pun menekankan pentingnya pembinaan usia dini. Ketersediaan bibit petinju yang cukup, akan melahirkan tingkat kompetisi yang ketat, untuk melahirkan atlet berprestasi.
“Para stakeholder tinju amatir di mana pun berada, harus senantiasa memperhatian aspek pembinaan, di samping penyusunan metode latihan mutakhir. Kita harus melihat sejarah pembinaan tinju sejak era 80-an hingga sekarang. Amati, cermati, dan sempurnakan untuk hasil yang maksimal,” tandasnya.
Ia memberi contoh, pembinaan atlet tinju amatir tahun 80-an, cenderung lebih bergantung pada pengalaman dan metode tradisional. Fokus latihan pada kekuatan fisik dan teknik dasar.
Tahun 2000-an, mulai ada pola pembinaan yang lebih terstruktur dan ilmiah. “Saat itu kita sudah mulai mengenal boxing technology, psikologi olahraga, serta perhatian terhadap nutrisi atlet dan aspek recovery atau pemulihan.
Pelantikan Pengurus Pertina Provinsi Klaimantan Utara oleh Ketum PP Pertina, Dr Komaruddin Simanjuntak. (foto: Pertina)
Suasana pelantikan Pengurus Pertina Provinsi Kalimantan Utara. (foto: Pertina)
Boxing Technology
Diakui, pembinaan dan pengembangan tinju amatir nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Akan tetapi, harus diakui adanya perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tantangan terbesar antara lain keterbatasan fasilitas, pendanaan, dan dukungan mental bagi atlet. Tapi dengan dukungan yang lebih terorganisir serta kebijakan pemerintah yang mendukung, kita optimis prospek tinju amatir ke depan sangat cerah,” ujarnya, antusias.
Sebagai Ketum PP Pertina, Komaruddin Simanjuntak telah meningkatkan kualitas organisasi, kualitas program. Di antaranya penggunaan dan pendekatan secacra teknologi.
“Karena itu, Pertina Kaltara dan segenap pengurus Pertina di seluruh provinsi harus bahu-membahu bersama PP Pertina dalam mencetak atlet tinju berprestasi. Merekalah yang akan didorong untuk mendulang medali pada ajang SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.
Komar menekankan pentingnya pendekatan “science & technology” dalam proses perekrutan atlet tinju. Kembangkan pola seleksi dan pencarian bakat secara efektif. “Jangan melulu mengandalkan pencarian atlet berbakat hanya dari kompetisi atau turnamen,” tegasnya.
Turnamen tinju hanya salah satu sarana pencarian bakat petinju berbakat. Tetapi harus ditambah pendekatan yang lebih scientific. Gunakan data, tes fisik, tes psikologi (mental), gizi, dan lain-lain. “Gabungkan talent scouting secara manual dan berbasis instink, tambahkan juga aspek yang lebih ilmiah.
Pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembinaan tinju juga harus mendapat perhatian. Pengurus sebaiknya mengadopsi teknologi yang mendukung analisis kinerja atlet. Misalnya, penggunaan alat ukur kekuatan pukulan, kecepatan, dan strategi bertanding.
Jika diperlukan, gunakan analisis video untuk memperbaiki teknik, meningkatkan efektivitas pembinaan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan. Selain itu, faktor pelatih tak kalah penting. “Pelatih juga harus berbasis teknologi terbaru agar mampu melacak kemajuan atlet. Pelatih tinju harus dilengkapi perangkat pelacak kinerja atlet, video analisis, dan pelatihan berbasis simulasi.
Ketua Umum PP Pertina, Mayjen TNI Purn Dr Komaaruddin Simanjuntak. (foto: Pertina)
“Ular Makan Linggis”
Untuk itu semua, Komar bertekad konsisten dengan gaya kepempinan yang dikenal keras dan tegas. Ia sendiri menyebutnya “ular makan linggis/kayu laut”. Artinya, Ketum PP Pertina yang satu ini dikenal banyak akal, dan acap berpikir di luar nalar. Sesekali, prinsipnya “PDUB” atau “pukul dulu urusan belakangan”.
Yang ia maksud, tidaklah berkonotasi negatif. “Saya bukan tipe orang yang ketika diberi amanah lalu tepuk jidat dan berseru ‘mati aku’. Melainkan akan berusaha melaksankaan sebaik-baiknya, mencarikan jalan keluar, mencarikan solusi. Jadi pemimpin tidak boleh pengecut, jangan mengedepankan rasa takut alih-alih bertindak,” tegasnya.
Ketum PP Pertina yang juga Plt Ketum PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat), Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak. (foto: PPAD)
Jangan Mati Berkali-kali
Seorang pemimpin yang baik, ibarat pejuang pemberani. Tidak banyak bicara tetapi terus berpikir dan berbuat yang terbaik. “Pemimpin itu tidak suka ‘mati pura-pura’. Kalau mati ya mati beneran. Karena itu saya tekankan kepada pengurus Pertina agar apa pun kendala yang akan dihadapi, pikirkan dan carikan solusi dengan memanfaatkan peluang serta melihat situasi dan kondisi masing-masing daerah,” papar Komar.
Salah satu handicap pengembangan cabor tinju amatir adalah persoalan pendanaan dan sponsorship. Padahal, pengembangan tinju memerlukan dana yang cukup besar. “Sebab, mencetak atlet tinju berkualitas internasional harus melalui pembinaan berkelanjutan. Di samping, memperbanyak pengalaman jam tanding baik di dalam maupun di luar negeri,” ujarnya.
Karena itulah, pengurus perlu mengembangkan strategi pencarian dana baik melalui anggaran pemerintah, sponsor swasta, ataupun penggalangan dana masyarakat. Tanpa dana memadai, fasilitas pelatihan, transportasi atlet, dan keikutsertaan dalam kompetisi internasional akan terkendala.
Ke depan, sistem pembinaan tinju amatir harus mampu melahirkan atlet-atlet bermental kuat untuk menghadapi tekanan kompetisi dan tantangan lain. Misalnya, pemusatan latihan yang fokus pada ketahanan mental, pengelolaan stres, terutama saat menghadapi dan melaksanakan kompetisi dengan tekanan dan ekspektasi besar.
“Karenanya, pengurus Pertina wilayah harus memanfaatkan potensi yang ada di wilayahnya. Jalinlah kerjasama mutual dengan pihak perguruan tinggi, misalnya sarjana-sarjana olahraga, psikolog, ahli sport science, dan lain-lain.
Potensi lain di daerah adalah bibit atlet tinju itu sendiri. Terlebih jika di suatu daerah sudah berdiri klub-klub tinju lokal. Lakukan kerjasama, libatkan pemerintah dan swasta, serta elemen masyarakat lain. “Untuk itulah pengurus harus inovatif, jeli, dan kreatif,” tambah Komar.
Aspek lain yang tak luput dari perhatian Ketum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak adalah tentang nutrisi dan pemulihan. Atlet tinju sangat perlu nutrisi, diet seimbang dan asupan gizi memadai, guna mendukung performa. “Sekali lagi, upayakan kerjasma dengan para pihak untuk menghadirkan fasilitas nutrisi dan penyediaan fasilitas pemulihan seperti cryotherapy atau terapi panas.”
Peran komunitas dan masyarakat juga tak kalah penting. Serap masukan dari masayarakat atau komunitas terkait pengembangan cabor tinju amatir ke depan. Bila perlu libatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran hidup sehat, menjaga fisik dengan baik, dan memberi saluran bagi yang berpotensi sebagai atlet tinju.
Di bidang manajemen, Ketum Pertina Komaruddin menyebut adanya kendala yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan dan pembinaan atlet. Ihwal kendala, Komar kembali mengulang persoalan manajemen, pendanaan, infrastruktur, hingga budaya olahraga (tinju) itu sendiri.
Termasuk persoalan pengembangan SDM, di samping faktor pengelolaan politik internal yang sejatinya bisa membantu mewujudkan organisasi Pertina yang lebih efektif dan berprestatsi.
Untuk itu, kepada pengurus Pertina Kaltara, Ketum Komar berharap segera menyusun rencana aksi, dan laksanakan janji pengurus yang sudah diucapkan di hadapan Ketum Pertina pusat,. “Susun program jangka pendek, menengah dan program jangka panjang. Selamat bertugas, semoga sukses. PERTINA MENYALA !!!” pekik Komar menutup sambutan. (*)
SIMAK VIDEO SUASANA PELANTIKAN DAN WAWANCARA BERSAMA KETUM PP PERTINA, DR KOMARUDDIN SIMANJUNTAK