Ini 9 Frasa yang Menandai Kemampuan Emosional Anda Lebih Kuat daripada Kebanyakan Orang

JAYAKARTA NEWS – Orang yang memiliki ketahanan emosional adalah orang-orang yang dengan sengaja merespons pengalaman-pengalaman yang menyakitkan.

Mereka mengizinkan diri mereka meratapi, mengingat hal-hal yang membuat mereka bersyukur, dan fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan dalam situasi tersebut.

Seorang psikolog yang berlatar belakang pendidikan dari Harvard University mengatakan, dirinya melihat banyak orang berjuang dengan hal seperti ini. Dalam hal ini sungguh dibutuhkan usaha, latihan, dan kekuatan mental.

Cortney S. Warren, PhD (https://twitter.com/DrCortneyWarren) , seorang psikolog yang menulis buku “Letting Go of Your Ex” ini memiliki spesialisasi dalam pernikahan, kecanduan cinta, dan perpisahan. Dia juga menjalani pelatihan klinisnya di Harvard Medical School.

Inilah beberapa catatan penting yang perlu Anda simak, untuk melihat dan “mengukur” di mana posisi Abda, Jika Anda menggunakan salah satu dari frasa-frasa ini setiap hari, pertanda Anda memiliki ketahanan emosional lebih daripada kebanyakan orang:

“Aku bisa melewati ini.”

Ketangguhan emosional terkait dengan ketegaran dan kekuatan mental. Terdapat pemahaman bahwa kita harus kuat dan mengatasi kesulitan tanpa membiarkan hal tersebut menghancurkan kita. Frasa serupa: “Meskipun aku sangat tidak menyukai ini, aku bisa bertahan.”

“Aku tidak akan membiarkan diriku menjadi korban.”

Berada dalam kondisi tangguh berarti bahwa saat menghadapi rasa sakit akibat perlakuan yang tidak menyenangkan, kita mengubah perspektif dari “Aku korban dan tidak memiliki daya untuk membantu diri sendiri” menjadi “Bagaimana aku bisa tumbuh dari ini?” Frasa serupa: “Meskipun aku dalam posisi korban dalam situasi ini, aku tidak akan membiarkan hal tersebut mendefinisikan diriku atau merusak masa depanku.”

“Hidup memang penuh tantangan.”

Ketangguhan terkait dengan penerimaan dasar bahwa hidup tidak selalu adil, dan kita semua menghadapi kesulitan emosional. Menerima kenyataan ini membantu kita tidak terlalu tersinggung ketika peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. Frasa serupa: “Aku tidak akan selalu merasa bahagia dengan bagaimana segala sesuatu berjalan. Namun, ini adalah bagian dari perjalanan.”

“Ini juga akan berlalu.”

Orang yang tangguh percaya bahwa kemunduran dan tantangan mungkin terasa sangat buruk pada saat itu, tetapi tidak ada yang abadi dalam hidup. Ini tidak berarti bahwa rasa sakit akan lenyap sepenuhnya, tetapi ini berarti bahwa kita dapat bekerja untuk membuatnya kurang traumatis dan merugikan bagi kita seiring berlalunya waktu. Frasa serupa: “Setiap hari adalah kesempatan untuk merasa sedikit lebih baik.”

“Apa yang bisa aku pelajari dari ini?”

Keterbukaan terhadap pengalaman dan kemampuan untuk mengubah sudut pandang dari “Mengapa ini terjadi pada saya?” menjadi “Apa yang bisa aku ambil dari ini untuk membantu pertumbuhanku?” bisa membantu kita menghadapi perubahan yang tak terhindarkan dalam hidup dengan lebih baik. Frasa serupa: “Selalu ada hikmah, bahkan dalam pengalaman paling gelap — aku hanya perlu mencari tahu apa itu. Bagaimana aku bisa menggunakan pengalaman ini untuk memberdayakan dan mentransformasiku?”

“Aku butuh waktu.”

Fleksibilitas emosional adalah elemen penting dalam ketangguhan, di mana kita mampu mengendalikan perasaan dan mengurangi intensitasnya dalam situasi tertentu. Memahami ini dapat membantu kita merasa lebih kuat dalam menghadapi momen-momen sulit. Frasa serupa: “Aku merasakan emosi yang kuat, jadi aku akan memberi diriku waktu sebelum merespons atau membuat keputusan besar.”

“Aku masih memiliki hal-hal untuk disyukuri.”

Kita cenderung lebih peka terhadap ancaman terhadap kesejahteraan kita. Namun, orang yang tangguh dapat menemukan cara untuk melihat sisi positif, bahkan saat menghadapi kesulitan. Frasa serupa: “Mungkin aku sedang mengalami kesulitan, tetapi aku bisa menemukan cara untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam hidupku.”

“Ini adalah kenyataannya.”

Kunci ketangguhan bukanlah menyangkal realitas atau mencari alasan yang membuat kita merasa lebih baik tentang mengapa sesuatu terjadi. Ketika kita mencapai penerimaan yang tulus, situasi tersebut memiliki dampak yang lebih kecil terhadap kita. Frasa serupa: “Aku harus menghadapi kenyataan apa adanya, meskipun itu tidak sesuai dengan harapanku, agar aku bisa melangkah maju.”

“Aku melepaskannya.”

Terjebak dalam perasaan dendam, ingin membalas dendam, atau terfokus pada pembalasan membuat kita terus mengingat rasa sakit di masa lalu. Mengembangkan ketangguhan melibatkan mencapai titik di mana kita dapat melihat situasi hidup yang sulit sebagai suatu keadaan dan dengan sengaja memutuskan untuk melepaskannya. Frasa serupa: “Memaafkan tidak berarti bahwa semuanya menjadi baik-baik saja; hanya berarti bahwa aku tidak akan lagi membiarkan itu membebani diriku.”(sm)

Pemerintah Terus Gencarkan Sosialisasi iBANGGA ke Semua Tingkat Pemerintah dan Masyarakat

JAYAKARTA NEWS – Pembangunan keluarga merupakan suatu upaya untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah meluncurkan indeks untuk mengukur pembangunan keluarga Indonesia yaitu Indeks Pembangunan Keluarga (iBANGGA) yang meliputi 3 Dimensi yaitu  Ketenteraman, Kemandirian, dan Kebahagiaan. iBangga berkorelasi positif dengan Indeks Pembangunan Manusia.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mendorong kementerian/lembaga,  pemerintah daerah, dan  masyarakat  untuk bersinergi meningkatkan program dan kegiatannya sampai di tingkat keluarga agar kualitas keluarga Indonesia terus meningkat se arah dengan meningkatnya IPM.

“iBangga ini dapat dijadikan pedoman untuk memantau dan mengukur kualitas pembangunan keluarga serta resiko kerentanan keluarga di daerah,” jelasnya saat memberikan arahan pada Rapat Persiapan Sosialisasi IBangga, dikutip dari Siaran Pers Kemenko PMK, Sabtu (08/10).

Di tahun 2022 ini Indeks Pembangunan Keluarga ditargetkan sebesar 57,00. Adapun target yang harus dicapai hingga 2024 adalah sebesar 61,00. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sosialisasi yang terencana dan terpadu kepada  semua pemangku kepentingan.

Untuk mencapai target tersebut, Deputi Femmy mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk meningkatkan komitmen  terkait pembangunan keluarga. Membangun keluarga sama dengan membangun bangsa.

“Pembangunan keluarga ini merupakan isu lintas sektor yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Maka dari itu, kami berharap komitmen K/L serta pemerintah daerah dalam mendukung dan memfasilitasi program2 yang berkaitan dengan pembangunan keluarga,” tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN Ahmad Taufik menuturkan bahwa Indeks Pembangunan Keluarga memberikan gambaran peran dan fungsi keluarga di Indonesia untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

“Sosialisasi iBangga harus di gencarkan hingga ke tingkat desa sehingga dapat memberikan gambaran secara jelas mengenai peran dan fungsi keluarga di Indonesia serta terwujudnya keluarga berkualitas,” Ujarnya.

Sosialisasi iBangga akan dilaksanakan pada tanggal 18-19 Oktober 2022, dengan mengundang Kementerian Lembaga, Bappeda Prov/Kab, Ketua PKK Prop/Kab, organisasi keagamaan.***/uli

Festival VR Ibu Anak Pertama di Indonesia, Sensasi Berbeda Berbelanja Virtual di The Dreamland

JAYAKARTA NEWS – Lazada bersama Babyologist, menyelenggarakan Lazada Mother and Baby Festival 2022 secara virtual, 27-29 Juni 2022 dengan tema “The Dreamland, Where Parenting and Dreams Come Together”. Event ini menggunakan teknologi Virtual Reality yang dikembangkan oleh Cranium.

Dalam acara ini, serangkaian seminar edukasi dihadirkan untuk membantu orang tua dalam membina buah hatinya agar bermimpi besar dan mewujudkan cita-cita berdasarkan potensi serta minat bakat yang mereka miliki. “Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dan mereka terus mencari informasi agar mendapatkan bekal parenting yang cocok dan relevan dengan perkembangan zaman terkini.” buka Lia Kurtz, VP FMCG Lazada Indonesia pada Lazada Mother and Baby Festival 2022.

Visi Lia Kurtz untuk mengedukasi orang tua di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini ini lantas diwujudkan oleh Cranium, perusahaan solusi teknologi informasi ternama di Indonesia. Alih-alih menciptakan suasana virtual 2D seraya virtual festival lainnya, Cranium menciptakan pemandangan 360 derajat dalam 3D (tiga dimensi) untuk menimbulkan kesan nyata.

Festival yang dilaksanakan dengan Virtual Reality ini membolehkan pengunjung menikmati sensasi mengunjungi berbagai booth secara virtual yang memaksimalkan pengalaman pengguna melalui desain ruang yang ceria, dilengkapi dengan animasi avatar yang menarik bagi anak-anak. Setiap booth-nya telah didesain khusus dengan berbagai tema menarik seperti Fantasy Land, Under the Sea dan Future Land. Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas seperti berburu harta karun melalui permainan treasure hunt, berfoto selfie di photo booth atau berkomunikasi dengan pengunjung lainnya melalui live chat.

Pengalaman berbelanja melalui VR ini berhasil menarik antusiasme kalangan Ibu-Ibu yang menjadi partisipan dalam festival Lazada ini. “Dengan mengikuti seminar edukasi Lazada Mother and Baby Festival, aku jadi tahu cara terbaik untuk mengenali dan mengasah apa yang menjadi potensi dari anak. Konsep virtual reality website di Lazada Mother and Baby Festival kali ini, membuat belanja kebutuhan ibu dan anak menjadi berbeda – bisa sambil bermain bersama si kecil juga!” ungkap Syahnaz Sadiqah, seorang ibu yang juga adalah public figure.

Penggunaan Virtual Reality saat ini semakin diminati masyarakat seiring dengan tren Metaverse yang kian meningkat sebagai ruang bersama virtual. Hal ini sejalan dengan agenda transformasi digital yang diagendakan pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya yang saat ini berjalan secara masif.

“Saya berharap pengguna akan memiliki pengalaman baru dalam menikmati konten VR. Ini yang mendorong kami untuk menciptakan immersiveness yang lebih dalam dan berkualitas melalui design, animasi, serta fitur-fitur interaksi dan komunikasi manusia seperti treasure hunt, live chat, photo booth, yang membuat kita seolah-olah berada dalam dunia nyata,” ujar William King selaku CEO Cranium Indonesia, Selasa (28/6).

“Selain itu, yang sangat penting juga, kita tidak hanya memikirkan dari sisi pengalaman pengguna. Pemilik atau penyelenggara acara juga harus mendapatkan business value dari teknologi ini. Mereka akan memerlukan indikator untuk mengukur kesuksesan sebuah acara, tidak hanya sekedar kira-kira saja. Oleh karena itu, Cranium juga merancang system backend yang dapat menangkap data seperti jumlah pengunjung setiap booth, interaksi mereka dengan setiap titik-titik di booth tersebut, dan lain sebagainya. Semua informasi bisa diakses, dianalisa, dan dijadikan report yang berguna bagi pemilik acara tidak hanya untuk mengukur tingkat kesuksesan tapi juga dalam mengambil keputusan bisnis dan marketing,” tambah William.

Cranium adalah perusahaan penyedia produk dan solusi online maupun digital, yang berfokus pada pengembangan aplikasi mobile, web, e-commerce, ataupun sistem lainnya, termasuk teknologi Virtual Reality yang digunakan pada festival Lazada ini.

Selain Lazada Mother and Baby Festival, Cranium telah berpengalaman bekerja sama dengan enterprise dari swasta maupun pemerintah. Hal ini disuguhkan sebagai upaya mendorong dan membantu berbagai perusahaan dalam proses pengembangan kapabilitas dan kapasitas transformasi digital mereka.

Selama Lazada Mother & Baby Festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati diskon hingga 90%, ribuan voucher hingga gratis ongkir ketika berbelanja perlengkapan Ibu, bayi dan anak khusus di Lazada. Semua ini dapat diakses melalui https://lzd.co/LazMBFest pada virtual booth yang tersedia.***/mel

Kak Seto Tegaskan Belajar Adalah Hak Bukan Kewajiban di Jakarta Marketing Week 2022

JAYAKARTA NEWS – Bicara soal perkembangan minat masyarakat terhadap Homeschooling, Kak Seto menyatakan “Dilihat dari perkembangan model school-nya, Home Schooling ini berkembang sangat cepat, belum banyak dikenal masyarakat tapi sudah dijadikan pilihan, bahkan solusi dari permasalahan anak-anak kita,” ujar Kak Seto.

Pada helat Jakarta Marketing 2022, Kak Seto hadir sebagai narasumber pada sesi CIEL for Homeschooling, talkshow mengenai penerapan Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership dalam pembelajaran dengan metode Homeschooling.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Tak jarang stigma masyarakat beranggapan bahwa homeschooling itu maknanya sekolah di rumah. Padahal, makna sebenarnya adalah school yang homey. Kami juga memiliki gedung sekolah yang nyaman berbasis komunitas.”  

Bagi kak Seto, dengan homeschooling belajar bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dengan siapa saja. Hal ini ditegakkan sejak 15 tahun yang lalu bahwa belajar adalah hak dan bukan kewajiban.  

“Wajib belajar kami kritisi, seolah-olah ada tekanan. Anak didik kita berhak belajar yang nyaman, sesuai dengan konsep homeschooling yang kami kembangkan,” tegas Kak Seto pada Jakarta Marketing Week, Sabtu (21/5/22).

Hal ini didukung oleh Jacky Mussry selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc., sekaligus Dean di MarkPlus Institute “Saya lihat semua sekolah sekarang sudah mendidikan value, terus terang saya mempertimbangkan sekolah adalah yang mengajarkan gimana jadi orang yang baik dan berguna terlepas bagaimana sistem pendidikannya.”

Jacky menilai faktor esensial yang perlu ditanamkan tenaga pendidik dan keluarga yaitu, “Salah satu nilai penting, tapi tidak segalanya, adalah bagaimana seseorang bisa menentukan masa depannya sendiri.”, ujar Jacky. Sesi ini ditutup dengan pemberian sertifikat apresiasi oleh Hermawan Kartajaya kepada Kak Seto.

Sebagai informasi, Jakarta Marketing Week akan diadakan hingga 22 Mei 2022 di Grand Atrium, Kota Kasablanka. Beragam sesi menarik dihadirkan mulai dari talkshow, penampilan menarik, hiburan, kompetisi, dan penghargaan. (mel)

DokMet dan Nutrisi Tepat pada Anak

JAYAKARTA NEWS – Setiap tahun, Indonesia memperingati Hari Gizi Nasional pada 25 Januari. Tahun ini, tema yang diusung “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya pengetahuan tentang nutrisi yang seimbang.

Sebagai bentuk dukungan, penerbit Gramedia Pustaka Utama dan Dr. dr. Meta Hanindita Sp.A(K)., penulis seri Mommyclopedia, telah berkomitmen memerangi stunting dan obesitas pada anak dengan menerbitkan buku-buku parenting berkualitas.

“Menurut Global Nutrition Report 2014, Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam masalah gizi kompleks, di antaranya tingginya prevalensi stunting dan wasting, serta permasalahan gizi lebih. Data ini didukung oleh hasil riset Riskesdas 2018 bahwa prevalensi gizi kurang pada anak balita adalah 17,7%, sedangkan overweight dan obesitas mencapai 8%. Hal ini tentu berbahaya, mengingat keduanya merupakan faktor risiko yang berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis dan berpotensi kematian,” tutur dr. Meta Hanindita, atau yang akrab dipanggil dokMet oleh follower-nya di media sosial ini.

“Untuk itu, penting sebagai sarana belajar orangtua terkait pemberian nutrisi yang tepat bagi anaknya. Kita tahu, tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua. Tapi di era seperti saat ini, banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk belajar apapun. Untuk parenting misalnya, salah satu sumbernya ya dari buku-buku parenting.”

Dokter Meta Hanindita saat ini tengah mempersiapkan perilisan buku ketujuh Mommyclopedia berjudul 89 Resep Makanan Anak 2-5 Tahun. Buku yang ditulis untuk membantu para ibu memenuhi pengetahuan kebutuhan akan nutrisi seimbang ini dilengkapi beragam varian resep untuk menggugah nafsu makan anak, serta menimbulkan rasa ingin tahu perihal pentingnya makanan sehat. Terbitnya buku ini diharapkan dapat membantu para ibu yang memiliki anak berusia dua sampai lima tahun supaya memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pemberian nutrisi serta perkembangan fisik anaknya.

“Tak hanya terkait dengan kesehatan, masalah nutrisi berdampak terhadap pembentukan sumber daya manusia. Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya pembuahan hingga usia balita. Oleh karenanya, penting bagi ibu untuk mencukupi nutrisi, baik bagi dirinya sendiri selama hamil maupun bagi bayi dan anak balitanya, guna mencetak generasi cemerlang,” tambah dr.  Meta.

Melalui seri Mommyclopedia, dr. Meta telah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar gizi dan tumbuh kembang anak bagi lebih dari 250.000 ibu di Indonesia. Di tengah isu stunting yang tengah menghantui masyarakat, seri ini dapat menjadi referensi valid untuk membantu meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak-anak di Indonesia, sehingga tidak mencari informasi dari sumber-sumber yang belum terbukti kredibilitasnya.

Dr dr Meta Hanindita dan bukunya.

Tentang “dokMet”

Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) merupakan dokter spesialis anak yang menamatkan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya. Dokter anak yang juga berprofesi sebagai konselor laktasi ini dikenal luas sebagai pembicara di berbagai acara kesehatan. Berbagai penghargaan diraihnya, baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain: Young Investigator Award European Pediatric Society of Gastroenterology, Hepatology and Nutrition 2018, Young Researcher Award 2016 (Makassar, Indonesia), Young Investigator Award 2018 (ESPGHAN, Jenewa, Swiss), Travel Scholarship Award 2018 (SSIEM, Atena, Yunani), Young Investigator Award 2020 (ESPGHAN, Kopenhagen, Denmark), serta Penghargaan dari IKAPI tahun 2020 untuk Kategori Writer of the Year.

Istilah Mommyclopedia yang digunakan dr. Meta sebagai judul seri buku parenting yang ia tulis dimaksudkan agar buku-buku ini dapat menjadi panduan yang mudah dipahami bagi ibu-ibu yang sedang membesarkan anak. Terbukti setelah buku pertama, Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Bayi (0-1 Tahun) dan buku kedua Mommyclopedia: Panduan Lengkap Merawat Batita (1-3 Tahun) yang terbit pada 2016 dan 2017, seri ini berhasil menjadi buku laris di kategori parenting. Lewat pemaparan yang singkat dan jelas, serta dilengkapi banyak ilustrasi yang menarik, informasi yang disampaikan dalam kedua buku ini membuat hari-hari merawat dan mengasuh bayi semakin menyenangkan.

Tiga buku berikutnya membahas fakta-fakta tentang ASI dan MPASI, yaitu Mommyclopedia: 456 Fakta tentang ASI dan Menyusui, Mommyclopedia: 567 Fakta tentang MPASI, dan Mommyclopedia: Tanya-Jawab tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama. Ketiganya merangkum pertanyaan dan jawaban yang sering muncul seputar nutrisi di seribu hari pertumbuhan pertama anak, khususnya terkait ASI dan MPASI, yang biasanya diajukan oleh orangtua. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, buku-buku ini merupakan panduan yang tepat untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak agar menjadi pribadi yang sehat dan cerdas.

Tidak  cukup dengan lima buku, dr. Meta kemudian membagikan resep-resep MPASI yang lezat, bergizi, dan mudah dibuat dalam Mommyclopedia: 78 Resep MPASI. Resep-resep ini ditujukan bagi anak berusia 6−8 bulan, 9−11 bulan, dan 12−23 bulan. Selain makanan utama, terdapat pula beberapa resep camilan anak yang menggugah selera. Kepopuleran buku ini menjadikannya Mega Best Seller hanya dalam waktu kurang dari satu bulan sejak pertama kali diterbitkan pada Juni 2020. Lebih dari 100.000 ibu telah mendapat manfaat dari resep-resep yang disajikan di buku ini.

Selain sibuk berpraktik, dr. Meta saat ini juga sedang mempersiapkan perilisan buku ketujuh dari seri Mommyclopedia. Buku yang diberi judul Mommyclopedia: 89 Resep Makanan Anak 2-5 Tahun ini dijadwalkan terbit pada Januari 2022. (laksmi wuryaningtyas)

Perkenalkan Tiga Kata Ajaib untuk Si Kecil

Jayakarta News – Untuk membiasakan anak berperilaku baik dan sopan santun, bukan hal yang gampang, tetapi tidak juga sulit. Anak adalah sosok yang memiliki insting peniru ulung, jadi perlu memberi contoh yang baik, karena ia bisa menjadi baik atau buruk tergantung cara orang tua membentuk karakternya. Apa yang dia dengar dan dilihat maka itu bagian dari pelajaran baginya.

Maka perlu hal yang baik, sopan, serta jujur dalam bersikap, bertindak dan omongan secara konsisten yang diterapkan orang tua di depan si kecil (anak). Pendidikan yang paling utama diajarkan pada anak adalah sopan santun. Apa lagi anak hidup zaman now, sepertinya sopan santun anak semakin berkurang.

Anak merupakan sebuah hadiah, karunia terindah yang dititipkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada sepasang orang tua. Ia lahir ke bumi masih polos ibarat kertas putih bersih kosong (a blank sheet of paper) atau dalam istilahnya Tabula Rasa.

Jadi orang tua harus memiliki senses of belonging (rasa memiliki) tanggungjawab atas karunia itu, maka untuk mengasuh dan membesarkannya sebuah kewajiban, tetapi bukan hanya sebatas membesarkan saja, melainkan mendidiknya untuk bekal kelak ia sampai dewasa nanti.

Sebagian orang tua mungkin berpikir bahwa mendidik hanya cukup didapatkan saat buah hatinya itu berada di sekolah saja. Padahal, pembelajaran dapat dilakukan dimana saja. Hingga orang tua harus berperan aktif memberikan pendidikan yang baik, sopan santun, dan lainnya, guna membentuk karakter, kepribadian dan watak yang positif, agar menjadi bagian dari hidupnya.

Perkenalkan Tiga Kata Ajaib

Sebagai tumpuan dasar sebagai bekal si kecil kelak dewasa nanti ada beberapa hal yang penting harus diterapkan semasa pertumbuhannya, khususnya dalam berkomunikasi. Sebab, di dunia pendidikan ada interaksi yang melibatkan komunikasi baik verbal maupun non verbal.

Adapun yang dimaksud komunikasi verbal yaitu bentuk komunikasi yang menggunakan tulisan ataupun lisan, contoh yang lisan, ini dapat dilakukan dengan menggunakan media, misalnya seseorang berbincang-bincang melalui telepon, kalau tulisan, komunikasi ini  dilakukan dengan cara tidak langsung antara si komunikator dengan komunikan. Misalnya proses penyampaian informasi, dilakukan dengan menggunakan media, surat, grafik, lukisan, dan lainnya.

Sedangkan, Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pada umumnya menggunakan seperti  sentuhan, misalnya bersalaman, mengelus-elus dan lainnya, lalu dapat juga dengan bahasa tubuh, misalnya gelengan kepala, kedipan mata, raut wajah dan sebagainya.

Jadi, dalam penggunaan bahasa akan berpengaruh dalam penyampaian saat berkomunikasi terhadap si kecil. Nah, oleh karena itu perlu dipilih bahasa yang baik untuk digunakan orang tua. Selain bahasa yang baik, sopan dan lemah lembut, ada juga tiga kata ajaib yang sederhana memiliki makna yang luar biasa jika mampu mengajarkan dengan tepat dan benar kepada si kecil.

Adapun ketiga kata ajaib tersebut, yaitu Pertama Kata Maaf. Kata ini penting diperkenalkan dan dibiasakan sedini mungkin kepada anak, secara berulang-ulang.

Maaf, kata yang sering diucapkan ketika seseorang telah menyadari dirinya bersalah. Lalu meminta maaf, misalnya, Maaf Ibu ya dek, tadi pergi tidak ngajak kamu,” yang tadinya si anak kesal, dengan minta maaf si ibu maka anaknya akan legah. Dan ini yang dinamakan bentuk simpati sekaligus sikap penyesalan, selain itu meminta maaf merupakan bentuk menghargai orang lain.

Sedangkan dampak positifnya kata ajaib maaf ini dapat memperbaiki hubungan kepada orang lain walaupun telah sempat terjadi persoalan yang menyebabkan perasaan yang tidak enak satu sama lain, kemudian kata maaf dapat meredam amarah serta egois.

Kedua kata Tolong. Ini juga tidak kalah penting agar anak selalu menggunakan atau mengucapkan setiap kali meminta bantuan. Misalnya, “Dek maaf, tolong ambilkan kaca mata Papa,”

Jadi dampak kata tolong kepada si anak dapat membentuk karakter positif, menjadi lebih menghargai bantuan, rendah hati, dan tidak semena-mena kepda orang lain nantinya.

Dan ketika meminta bantuan, berbicaralah yang baik, sopan, dan jangan menimbulkan kesan memaksa. Karena jika tidak diselipkan kata tolong di saat meminta bantuan nanti akan terasa seperti memberi perintah.

Kata tolong sebuah kata ajaib yang sekaligus sopan santun kepada orang lain. Dengan kata tolong tidak akan membuat harga diri jatuh atau terlihat lemah. Ingat, manusia merupakan makhluk sosial yang pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Ketiga kata Terimakasih. Kata yang terakhir ini juga memiliki pengaruh terhadap karakter si anak. Dengan mengucapkan kata terima kasih itu merupakan wadah untuk mengekspresikan rasa syukur, di saat menerima bantuan, saat diberikan hadiah dan sebagainya.

Misalnya,” Terima kasih ya nak, kamu tadi sudah membantu mama membersihkan rumah,” dampak ucapan  dari terima kasih merupakan salah satu bentuk penghargaan atas kebaikan orang lain.

Dan ucapan terima kasih pastinya tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Maka biasakan kata ini kepada si kecil karena setiap kali berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal, sudah sepatutnya mengucapkan terima kasih dengan pertolongan orang.

Jadi jangan sampai lupa untuk ajarkan dan perkenalkan tiga kata ajaib (tree magic words) kepada buah hati anda. Jangan sampai gengsi untuk mengucapkan Maaf, jangan sampai terkesan malu untuk minta Tolong dan jangan pulak sombong untuk mengucapkan terima kasih. Dan ingat ketiga kata ajaib ini bukan hany untuk anak-anak saja. (monang sitohang/berbagai sumber)

Cara Mengatasi Kendala Belajar Jarak Jauh

Di tengah pandemi Covid-19, PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) masih menjadi pilihan. Terutama di daerah-daerah yang belum dinyatakan zona hijau. Ada banyak kendala dalam pelaksanaannya.

Jayakarta News Channel mengulik lebih dalam persoalan PJJ tiga bulan terakhir, dengan guru sekaligus seksi Humas SMP Negeri 2 Kota Tangerang, Totok Sriyono, S.Pd. Simak video kiriman jurnalis JNC, Ign Gunarto ini.

Tujuh Tips Belajar di Era Pandemi

Ini adalah tips belajar bagi siswa-siswi SMP. Bagi yang jenuh belajar di rumah. Ikuti tujuh cara belajar dari Ibu Ary Setyowati, S.Pd, MM, guru BK SMP Negeri 2 Tangerang, Banten ini. Apa saja tipsnya? Ikuti video kiriman jurnalis Jayakarta News Channel: Ign Gunarto ini.

BebeLand Ajak Orang Tua Asah Rasa Peduli dan Daya Pikir Si Kecil

Brand Manager Bebelac, Rima Meinita Ismadi (tengah) didampingi Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi. Psi (kiri), selebriti Jonathan Frizzy bersama keluarga, dan pembawa acara di Plaza Medan Fair, Medan.  (Foto. Monang Sitohang)

Jayakarta News – Setiap anak memilki potensi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Untuk tumbuh dan berkembang menjadi anak hebat, dibutuhkan stimulasi yang tepat dan seimbang bagi si kecil, baik pada aspek IQ yang berhubungan dengan daya pikir maupun EQ yang berhubungan dengan rasa peduli.

Bebelac pun berinisiatif menghadirkan Bebeland, yaitu sebuah wahana permainan edukatif dan interaktif untuk berbagi inspirasi tentang pentingnya pengembangan rasa peduli seiring daya pikir untuk mendorong si Kecil menjadi anak hebat.

“Bebelac percaya bahwa rasa peduli dapat mendukung daya pikir si kecil berkembang lebih baik untuk mencari solusi atas masalah yang ada disekitarnya. Apabila rasa peduli anak berkembang seiring daya pikirnya, ia akan tumbuh menjadi Anak Hebat yang memiliki rasa peduli, cepat tanggap, dan tanggap bersosialisasi dalam menghadapi lingkungannya.” ujar Rima Meinita Ismadi, Brand Manager Bebelac di Plaza Medan Fair, Jl. Gatot Subroto No.30, Sekip, Kec. Medan Petisah, Sumatera Utara, Sabtu (26/10).

Kemudian ditambahkan Rima lagi dengan pengalaman dan inovasi di bidang Nutrisi awal kehidupan selama 100 tahun, Bebelac berkomitmen untuk terus mendukung orang tua dalam memberikan solusi nutrisi berkualitas tinggi dan mendorong pemberian stimulasi tepat sejak dini, dengan salah satunya yaitu menghadirkan permainan edukatif BebeLand di Plaza Medan Fair mulai hari ini, Rabu 26 – 27 Oktober 2019.

Bekerjasama dengan Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi. Psi, BebeLand hadir dengan beragam permainan edukasi dalam tiga area besar, yaitu BebeTown, BebeSea, dan BebeForest. Melalui pengalaman interaktif di Bebeland, diharapkan orang tua dapat berperan lebih aktif dalam mengembangkan aspek kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual anak di usia satu tahun ke atas, usia di mana berbagai aspek kecerdasan si Kecil berkembang dengan sangat pesat. 

Foto bersama dari kiri Brand Manager Bebelac, Rima Meinita Ismadi, Psikolog Anak Roslina Verauli, M.Psi. Psi, dan Jonathan Frizzy bersama istrinya Dhena Aldalia Devanka dan anaknya. (Foto. Monang Sitohang)



Sebagai ahli yang berperan besar dalam pengembangan permainan edukatif BebeLand, Psikolog Anak, Roslina Verauli, M. Psi, Psi ini menekankan bahwa dengan empati dan rasa peduli, si kecil mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, bersimpati, hingga melihat dan berusaha menyelesaikan masalah dari sudut pandang orang lain.

“Dengan mengembangkan rasa peduli, si Kecil mampu memiliki perilaku prososial, yaitu perilaku membantu orang lain tanpa pamrih. Hal inilah yang perlu diasah sejak dini seiring dengan kemampuan daya pikir si Kecil, agar si Kecil mampu menyikapi sebuah permasalahan serta memberikan solusi yang tepat dan penuh empati.” Jelas Verauli.

Setiap permainan di BebeLand dirancang dengan alur cerita “masalah – solusi”, dimana si Kecil dilatih untuk mengasah rasa pedulinya terlebih dahulu, sebelum kemudian diajak melatih daya pikirnya untuk cepat tanggap memberi solusi yang berguna bagi sekitarnya.

Contohnya, si Kecil akan diajak melihat lampu kota yang mati sehingga menghambat aktifitas warga di kota tersebut, dalam permainan edukasi ini, si Kecil akan diajak memahami situasi sosial dan mental state dari warga kota yang kesusahan serta  mengasah pemahaman mengenai tenaga gerak untuk menghasilkan energi listrik bagi kota yang mati lampu.

Terkait cara orang tua mengasah rasa peduli dan daya pikir si Kecil sejak dini, Verauli menambahkan, “Mengasah rasa peduli dapat dilakukan orang tua sejak dini sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak dengan stimulasi yang bervariasi, dimulai pada usia 1-2 tahun, 3-4 tahun, 5-6 tahun, hingga usia 7 tahun ke atas. Pada usia 3-4 tahun, misalnya, ajak anak untuk membantu atau menolong orang lain, atau saat anak berusia 5-6 tahun, libatkan si kecil dalam ‘emotional talk’ dimana mereka bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dan berikan pujian dan penghargaan untuk setiap hal baik yang mereka lakukan.” 

Pembawa acara bersama keluarga selebriti Jonathan Frizzy di acara Babelac menghadirkan permainan edukatif BebeLand, bersama di Plaza Medan Fair. (Foto : Monang Sitohang)

Di kesempatan yang sama Jonathan Frizzy bersama istrinya Dhena Aldalia Devanka sebagai orang tua dari tiga orang anak juga menyampaikan keinginannya untuk membesarkan anak hebat.

“Sebagai orang tua, saya sadar bahwa pada usia di atas satu tahun, kemampuan daya pikir, intelektual, emosi dan sosial berkembang sangat pesat. Pada masa inilah saat yang tepat bagi saya sebagai orang tua memperhatikan asupan nutrisi anak agar ia dapat tanggap secara intelektual, emosi, dan sosial. Untuk itu, saya akan selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka untuk membantu mereka selalu siap dalam menerima stimulasi untuk mengasah rasa peduli dan daya pikir sejak dini.” ujar Jonathan.

Lebih lanjut lagi Jonathan mengatakan, “Saya mulai melakukan stimulasi rasa peduli si kecil dengan mengajarkan anak mengungkapkan perasaan, memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, hingga melakukan aksi kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Saya sangat mengapresiasi Bebelac melalui kegiatan BebeLand ini, karena dapat menginspirasi kita sebagai orang tua tentang bagaimana mengasah rasa peduli dan daya pikir si kecil melalui berbagai permainan edukatif yang tersedia dan juga dapat mengajak anak untuk memahami banyak situasi sosial di sekitarnya serta dapat bersosialisasi dengan anak-anak seusianya.”

Dan selanjutnya Rima menjelaskan bahwa sebelum digelar di Medan, BebeLand juga telah hadir di Summarecon Mall Bekasi pada 7-8 September 2019 dan Tunjungan Plaza Surabaya pada 28-29 September 2019. Sepanjang tahun 2019 ini, BebeLand hadir di 15 lokasi kota dan hingga saat ini, telah mengasah kemampuan rasa peduli dan daya pikir kepada kurang lebih 3.000 anak di Indonesia.

“Melalui kegiatan BebeLand ini, kami berharap dapat mendorong dan menginspirasi lebih banyak orang tua untuk dapat memberikan stimulasi yang seimbang dengan mengasah aspek rasa peduli seiring dengan daya pikir si Kecil, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh menjadi Anak Hebat, yang punya rasa peduli, cepat tanggap, dan tanggap bersosialisasi.” tutup Rima Meinita Ismadi.

Tentang Danone Specialized Nutrition Indonesia

PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia), PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) dan PT Nutricia Advanced Medical Nutrition berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada tahap awal kehidupan. Nutricia dan Sarihusada percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1.000 hari pertama sejak kandungan hingga tahun ke-2 akan berdampak seumur hidup.

Di Indonesia, Nutricia berdiri sejak tahun 1987 dan Sarihusada sejak tahun 1954. Keduanya merupakan bagian dari Danone Specialized Nutrition. Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia. (Monang Sitohang)