Wacana Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek dan TransJakarta

TARIF KRL Jabodetabek tidak mengalami penyesuaian atau kenaikan sejak tahun 2016. Sementara tarif Bus Trans Jakarta sejak tahun 2005

Selain integrasi fisik, jaringan dan informasi, masih diperlukan integrasi pembayaran. Pembayaran tiket terpadu untuk perjalanan single moda ataupun multimoda. Integrasi semua moda transportasi dalam platform yang terhubung dan personal sebagai layanan first mile last mile.

Survei yang dilakukan terhadap pengguna KRL Jabodetabel oleh LM FEUI (2016), menyebutkan penumpang yang memiliki penghasilan Rp 3 juta – Rp 7 juta per bulan sebanyak 63,78 persen. Kemudian hasil survei yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) – Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan tahun 2021, menyatakan penumpang yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 4 juta sebulan sebanyak 56,06 persen dan lebih dari Rp 4 juta sebanyak 43,94 persen. Pengguna KRL Jabodetabek mayoritas bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan paling tinggi Rp 4 juta.

Rata-rata upah minimum regional (UMR) Jabodetabek mengalami penyesuaian atau kenaikan setiap tahunnya. Saat ini UMR Prov. DKI Jakarta Rp 5.067.381, Kota Bogor Rp 4.813.988, Kota Depok Rp 4.878.612, Kota Tangerang Rp 4.760.289, Kota Tangerang Selatan Rp 4.670.791, dan Kota Bekasi Rp 5.343.430.

Mengutip penelitian yang dilakukan oleh Dwi Ardianta, Hengki Purwoto dan Agunan Samosir dalam Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik Trisakti (Juli 2022), menyimpulkan pemberian public service obligation (PSO) KRL Jabodetabek tidak tepat sasaran karena sekitar 60 persen pengguna adalah kelompok mampu.

Volume penumpang KRL Jabodetabek tidak terpengaruh terhadap penyesuaian/kenaikan tarif terutama pada kelompok masyarakat mampu. Karakteristik penumpang didominasi oleh kelompok berpenghasilan tinggi dan jenis perjalanan komuter yang bersifat inelastis. Nilai elastisitas terhadap tarif KRL Jabodetabek tergantung pada karakter perjalanan, karakter penumpang, karakter dan layanan kota, dan besaran dan arah perubahan tarif.

Menurut Kemenko Maritim dan Investasi (Februari, 2024), sebanyak 6,704 juta penduduk di Jabodetabek membutuhkan penyediaan layanan angkutan umum setiap hari. Jumlah penumpang angkutan umum commuting (penumpang per hari) untuk Transjakarta sebanyak 1,17 juta penumpang (tahun 2023), KRL Jabodetabek 952 .000 penumpang, MRT Jakarta 278.955 penumpang (tahun 2023), LRT Jabodebek 54.117 penumpang (tahun 2023), LRT Jakarta 2.800 penumpang (tahun 2023).

Trans Jabodetabek 55.442 penumpang (tahun 2022), JR Connection 6.948 penumpang (tahun 2022) dan Trans Pakuan di Bogor 11.317 penumpang (2023). Potensi penduduk dilayani angkutan umum dalam radius 500 meter dari simpul sebesar 7,97 juta orang. Total dalam sehari 2,532 juta penumpang per hari.

Tahun 2023, Pemerintah melalui DIPA Kemenkeu menganggarkan PSO untuk Perkeretaapian sebesar Rp 3,5 triliun. Sebanyak Rp 1,6 triliun (0,48 persen) diberikan untuk PSO KRL Jabodetabek.

Sementara di tahun yang sama anggaran untuk bus perintis di 36 provinsi hanya diberikan Rp 177 miliar, 11 persen dari PSO KRL Jabodetabek, sungguh tidak berimbang. Kepentingan layanan transportasi umum daerah 3 T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) se Indonesia kalah jauh ketimbang warga Jabodetabek.

Jika ada penyesuaian tarif KRL Jabodetabek, maka anggaran PSO Perkeretaapian dapat dialihkan untuk menambah anggaran bus perintis yang dioperasikan di seantero Nusantara supaya tidak ada ketimpangan anggaran.

Solusi agar masyarakat lemah tidak terbebani dengan kenaikan tarif Transjakarta dan KRL Jaabodetabek, Pemprov DKI dan PT KCI bisa menerapkan cara yang diberlakukan Pemprov Jawa Tengah (Trans Jateng) dan Pemkot. Semarang (Trans Semarang) dalam memberikan subsidi penumpang bus.

Tarif Trans Semarang yang dikelola Pemerintah Kota Semarang Rp 4.000, ada tarif khusus Rp 1.000 yang diberikan pelajar/mahasiswa, pemegang kartu identitas anak (KIA), anak usia di bawah lima tahun (balita), disabilitas, isian (usia 60 tahun ke atas) dan veteran. Sementara Trans Jateng yang dikelola Pemprov. Jawa Tengah bertarif Rp 4 ribu, diberikan tarif separo (Rp 2 ribu) untuk pelajar, mahasiswa dan buruh.

Pihak Pengelola Transjakarta dan PT KCI bisa membuka pendaftaran bagi warga yang mau mendapatkan tarif khusus itu. Jika buruh, selain menunjukkan KTP, mereka juga bisa menunjukkan surat keterangan dari tempat bekerja atau RT setempat

Jika ketahuan berbohong (mungkin ada yang melapor atau ada petugas yang bisa memverifikasi), bisa dicabut dan bisa juga untuk sementara waktu tidak boleh menggunakan bus Transjakarta.

***Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Pembacaan Cerpen Dikemas  dalam Pertunjukan Teater

Oleh Rakhmat Supriyono

Acara “Sastra Bulan Purnama” yang digelar di Museum Sandi Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (27 April 2024), tampak beda dari biasanya. Pasalnya, kali ini menyuguhkan pembacaan 11 cerpen oleh penulisnya dengan cara yang tidak lazim.

Sebelas cerpen diambil dari buku kumpulan cerpen “Namaku Luka” yang memuat 25 karya cerpenis perempuan, oleh Ana Ratri dirajut menjadi satu fragmen cerita yang saling terkait. Diawali Ninuk Retno Raras membacakan cuplikan cerpennya berjudul “Kain Batik Ibu.” Apa istimewanya selembar kain batik yang sedang kudekap di dada? Selembar kain batik tua bermotif Sidomukti yang membuat tubuhku gemetar. Antara hangat sekaligus dingin menyatu perasaan tak menentu….

Buku Kumpulan Cerpen dari 25 penulis perempuan.

Sesaat kemudian Ana Ratri muncul dari kerumunan penonton dengan vokal cukup kuat karena selain penulis dan sutradara, ia adalah penggiat teater lulusan ASDRAFI. Ana Ratri dengan nada jenaka membacakan potongan cerpennya berjudul  “Sandal Lili”. Tarjo dan Parti adalah sepasang suami istri yang baru dua bulan menikah dijodohkan orang tua mereka.

Dua bulan purnama berlalu dengan syahdu meski tanpa bulan madu. Pagi itu ada yang spesial. Parti membelikan sandal Lili buat suami tercintanya. Tarjo mengambil cutter untuk membuat ukiran di atas sandal itu. Ditulisnya kata “Suami” pada sandal sebelah kiri dan “Parti” pada sandal sebelah kanan.

Ketika Tarjo dapat panggilan kerja di Jepang, ia berpesan pada Parti, Sandal ini aku tinggal saja, aku ngga mau dia hilang. Tolong simpankan untuk saya sandal ini, hanya Suami Parti yang boleh memakainya, pesan Tarjo sebelum berangkat ke negeri Sakura.

Lima tahun berlalu terasa begitu cepat. Sebuah mobil minibus hitam memasuki kampung urung berhenti di depan rumah Parti. Mobil sarat muatan itu diminta oleh penyewanya menuju masjid.

Beberapa warga yang sempat menatap wajah penyewa mobil dengan tatapan aneh. Seperti takut atau perasaan apa yang tidak dipahami. Penyewa mobil keluar dari masjid dan hendak memakai sepatunya. Seketika keringat dingin mengucur di tubuhnya. Jantung terasa meledak.

Ana Ratri, penganyam cerita dan sutradara

Bola matanya nanar seperti hendak meloncat keluar. Berulang-ulang dia tajamkan matanya seolah tak percaya atas apa yang dilihatnya. Kepalanya digelayuti tanda tanya yang besar sekali. Apa yang sudah terjadi? Siapa gerangan memakai sandal Lili “Suami Parti?”

Tepuk tangan penonton untuk Ana Ratri masih riuh ketika Menik Sithik memulai ceritanya, “Bukan Sebuah Derita”. Penulis kelahiran Sragen yang kini menetap di Yogyakarta ini mengisahkan balada klasik, mahasiswi bernama Marissa yang mengalami kehamilan akibat hubungan dengan kekasih pilihannya.

Marissa menumpahkan segenap kepedihannya pada Frans, teman kuliah sekaligus tempat berbagi cerita tentang apa saja. Pada saat Marissa menganggap semua derita itu hanya masa lalu, justru dia dihadapkan pada permintaan sang sahabat yang mengoyak kembali batinnya.

“Terimakasih, Frans, dan maafkan aku yang tak bisa memenuhi harapanmu” Kugandeng tangan bocah laki-laki itu, melangkah meninggalkan taman kota yang sudah mulai diterangi lampu-lampu jalan.

Meninggalkan lelaki yang masih duduk sendiri dengan segala yang dipikirkannya. Sekilas di seberang jalan, aku melihat sekelebat sosok laki-laki lain melintas meninggalkan tempat di mana dia berdiri sebelumnya. Malam menelan bayangannya.

Nunung Rieta dan Menik Sithik

Cerpenis berikutnya adalah Nunung Rieta membaca potongan cerita “Yenna”. Masih tema percintaan sepasang anak muda. Hari itu Yenna menangis tersedu di dalam dekapan Frans setelah memberitahukan adanya kehidupan di dalam perutnya, benih cintanya bersama Frans. Tragedi terbangun ketika Frans dipertemukan dengan ibunya, yang tak lain adalah ibunya Yenna.

Selaku penganyam cerita, Ana Ratri coba mendramatisir alur cerita. Tokoh Frans pacar Yenna dengan Frans teman Marissa dibuat seolah orang yang sama. Ketegangan sempat terjadi sebelum diklarifikasi oleh Nunung Rieta bahwa tokoh Frans yang ia tulis bukanlah orang yang sama dengan Frans rekaan Menik Sithik.

Lagi-lagi Ana Ratri menunjukkan kepiawaiannya dalam merajut cerita. Cerpen “Pohon Mangga Ajaib” karya Sonia Prabowo dijadikan induk dari semua cerita. Sonia mempersonifikasikan pohon mangga yang buahnya kelewat lebat sehingga saling senggol, sibuk berceloteh dan bergosip. Sosok-sosok mangga itu setiap hari bergunjing, penuh sarkas dan satire.

Ana Ratri kemudian menggesekkan cerita sebelumnya dengan cerpen Maria Widhy Pratiwi bertajuk “Kamar 305”. Cerpen yang sedikit absurd dan surealistik. Maria Widhy kerap menggiring pembaca ke atmosfer horor dan misteri.

Suatu hari ketika Nana dan Berto sedang berdua di tepi pantai, Berto bercerita bahwa ia merasa sudah mengenal Nana lama. Kemudian ia bercerita bahwa dulu sekali entah kapan, ia merasa pernah ditolong oleh Nana di suatu tempat.

Ketika tubuh Berto melayang ia sempat melihat tulisan di daun pintu angka 305. Saat itu Nana terkejut. Ia shock dan ketakutan dengan cerita pengalaman Berto di waktu lampau . Lalu Nana berlari meninggalkan Berto. Ia tidak mau kembali kepadanya lagi.

Tak kalah misteriusnya cerpen “Perempuan di Bangku Panjang” karya Yuliani Kumudaswari. Semalam, satu pasien di bangsal ini kembali meninggal. Pak Eman lelaki paruh baya di ranjang terujung. Rasa duka kehilangan merebak bersama rumor Ranjang Bergoyang.

Ya, setiap ada pasien yang meninggal, ranjangnya diguncang oleh kekuatan tak terlihat  malam sebelumnya. Dan anehnya, setiap terdengar derit per ranjang yang berguncang, tak ada satu pun – baik pasien maupun penunggu – yang berani mengintip. 

Keanehan lain, perempuan itu, perempuan yang selalu duduk menunduk di bangku panjang di lorong bangsal, muncul di hari  yang sama ketika seorang pasien dinyatakan meninggal.

Ninuk, Sonia, Novi, Chacha

Pembaca berikutnya adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM Novi Indrastuti. Judul cerpennya “Solusi Dalam Mimpi”. Pertemanan Vania dan Manda sangat akrab selama beberapa tahun. Namun Manda punya karakter suka menzalimi orang lain. Sifatnya yang ambisius, merasa dirinya tinggi, dan suka menyepelekan orang lain. Di awal pertemuan, Manda menunjukkan sikap manis, penuh perhatian, dan suka menolong Vania.

Manda mulai berulah dengan memplagiasi karya Vania pada sebuah media yang cukup prestisius. Di samping itu, saat Vania mempunyai ide untuk mengadakan kegiatan “Pelatihan Penulisan Kreatif”, Di saat Vania pergi melakukan riset ke Korea Selatan, Manda segera mengimplementasikan kegiatan “Pelatihan Penulisan Kreatif” itu dengan mencantumkan nama Manda sebagai penggagas acara.

Vania bingung solusi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalahnya dengan Manda. Di satu sisi, Vania tidak ingin melukai perasaan Manda, tetapi di sisi lain Vania telah banyak dirugikan oleh kelakuan sahabatnya itu.

Penyelesaian apapun akan berakibat renggangnya hubungan persahabatan. Begitu rumit sebuah hubungan persahabatan yang tanpa didasari ketulusan dan kejujuran. Betapa sulitnya mencari kawan sejati yang benar-benar tulus.

Vania merasa sangat lelah secara psikis hingga akhirnya tertidur dalam kegalauan. Barangkali mimpi bisa memberikan inspirasi dan solusi.

Savitri Damayanti, penulis berlatar pendidikan Sastra UGM Yogyakarta coba menceritakan “Pangon”. Pangon adalah sebutan bagi penggembala sapi di desanya. Kanti gadis manis putri Pak Bayan tidak pernah mengira kalau Kang Ranto, pangon kesayangan bapak adalah kakak laki-lakinya dari ibu yang berbeda.

Bapak sebagai Jagabaya adalah sosok yang sangat terhormat di hatinya. Kanti baru sadar kalau ternyata mamak adalah perempuan kuat yang mampu mengulum dalam diam semua luka hatinya akibat ulah bapak selama ini. 

Kanti makin tidak habis pikir lagi, ketika bapak dan mamak bersekongkol menjodohkan dirinya dengan Kang Ranto hanya demi supaya harta bapak tetap utuh.

Apakah Kanti tidak bisa menentukan nasibnya sendiri, atau harus pasrah pada takdir karangan bapak dan mamak? Jalan hidup bukanlah jalan cerita yang ditentukan oleh manusia, orangtua adalah perantara bukan pembuat skenario kehidupan anak-anaknya…..

Penulis dan pemain teater senior Ami Simatupang mengakhiri semua cerita dengan penuturan tentang “Mbah Atmo”. Seorang lelaki tua lugu berprofesi sebagai pembuat kasur tradisional yang terbuat dari kain kasur diisi kapuk randu. Keluguannya sering menjadi sasaran keusilan para pemuda tetangganya.

Suatu saat tanpa sengaja ia menemukan sepotong emas dalam kantung kapuk yang membuatnya ditahan semalam di Polres. Polisi tidak berhasil menemukan bukti kejahatan sehingga Mbah Atmo dibebaskan esok harinya.

Seluruh warga, terutama keluarga, sempat cemas dan sedih yang mendalam saat Mbah Atmo diciduk polisi. Keluarga dibantu warga merayakan kepulangan Mbah Atmo dengan menggelar pesta syukuran.

“Ibu-ibu… Mbah Atmo syukuran… ayo kita ke sana sekarang…!” Ajakan Ami Simatupang diikuti oleh semuanya. Para penulis hebat berjalan meninggalkan panggung.

Bincang Kata

Sebelum pembacaan cerpen, terlebih dahulu penyair dan wartawan senior Mustofa W. Hasyim memberikan pengantar bertajuk “Bincang Kata”. Dikatakan oleh Mustofa, telah terjadi kontinyuitas kreatif para penulis perempuan dari generasi yang dimunculkan oleh majalah keluarga (Kartini, Femina, Sarinah, Nova, dll).

Berlanjut, pada generasi yang dibesarkan oleh komunitas (Forum Lingkar Pena, Komunitas Cerpen Indonesia, Komunitas Sastra Indonesia) kemudian juga ditumbuhkan oleh berbagai lomba penulisan cerpen dan novelette, novel atau roman dan diteruskan oleh generasi terbaru yang menumbuhkan dirinya sendiri lewat mambaca karya sastra online dan offline. Adanya kontinuitas gerak penulisan kreatif ini patut disyukuri dan disambut gembira.

Lebih jauh Mustofa menyampaikan adanya kedewasaan bersikap para penulis perempuan ketika berjumpa atau menghadapi masalah hidupnya. Jiwa mereka makin matang ketika dipanggang oleh panasnya masalah yang menghampiri mereka.

Semoga ini mencerminkan kecenderungan sosial masyarakat kita yang makin dewasa dan matang bersikap meski di medsos dihajar oleh buzzer, provokator dan para pengeruk duit di tengah kegaduhan konflik wacana dengan menampilkan konten yang mendidihkan emosi. Mustofa berharap semoga kontinuitas gerak kreatif dalam sastra terus terjaga dengan sentausa.

Semua Hebat

Sutirman Eka Ardhana, wartawan senior yang telah puluhan tahun menggeluti sastra dan literasi menyambut gembira dengan peluncuran buku kumpulan cerpen cerpenis perempuan ini.

Menurut Eka, launching buku kumcer “Namaku Luka” pada acara Sastra Bulan Purnama yang menghimpun karya 25 cerpenis perempuan di Museum Sandi Yogyakarta ini tampak jauh berbeda dan lebih berkesan dibanding launching-launching sebelumnya. Karena dalam launching buku ini, penggalan-penggalan cerpen di dalamnya tak sebatas dibaca oleh penulis-penulisnya, tapi juga telah dijadikan tampilan tontonan semi teater yang menarik. 

Unsur seni pertunjukannya begitu kental, bahkan pengunjung tak hanya sekadar jadi penonton saja, tapi juga telah dilibatkan menjadi bagian dalam pertunjukan itu. Walau pun mungkin penontonnya sendiri tak merasa dilibatkan, dan tak merasa kalau telah dijadikan pemeran pembantu. Cerpen-cerpen di dalam buku kumcer “Namaku Luka” itu hebat-hebat, yang ditulis oleh penulis-penulis hebat juga. Dan yang pasti pembacaan penggalan cerpen-cerpen itu telah dikemas dalam pertunjukan yang tak kalah hebatnya. Pokoknya, semua hebat.***

Catatan Evaluasi Layanan Transportasi di Musim Lebaran

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Kejadian selama musim Lebaran 2024 mencerminkan kondisi sesungguhnya kinerja transportasi di Indonesia, baik yang sudah berhasil maupun yang belum dikerjakan. Angkutan umum pelat hitam (travel gelap), sopir bus mengantuk, calo tiket di Pelabuhan Penyeberangan Merak adalah realitas keseharian penyelenggaraan transportasi kita.

Pembenahan di Pelabuhan Penyeberangan Merak harus segera dilakukan. Antrean kendaraan yang menyebabkan kemacetan di Pelabuhan Merak sampai 6 kilometer di jalan tol menuju Merak perlu diantisipasi ke depan. Masih adanya petruk (pengatur truk), calo tiket harus dihilangkan di semua pelabuhan penyeberangan.

Foto: Djoko Setijowarno

Menyediakan lokasi parkir kendaraan sebagai pengendali sebelum memasuki Pelabuhan Penyeberangan Merak. Lokasi yang disiapkan sebagai area penyangga (buffer zone) untuk sejumlah kendaraan yang akan menyebrangan ke Pelabuhan Penyeberangan Merak. Di lokasi ini, diperiksa kendaraan, baik tiket maupun waktu keberangkatnnya. Harapannya, dapat diatur arus kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberngan Merak.

Program mudik gratis menggunakan bus diperbanyak dari Jabodetabek ke semua ibukota kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Upaya untuk mengurangi pemudik motor ke Lampung yang masih banyak membawa anak, penumpang dan barang melebihi kapasitas angkutnya.

Penyelenggaraan mudik gratis masih perlu dibenahi. Angkutan mudik dan balik gratis mampu meminimalisasi risiko kepadatan lalu lintas. Faktor keselamatan juga lebih terjamin, ada pengecekan kondisi kendaraan sebelum keberangkatan, termasuk pengemudinya. Jika mereka tidak mudik dengan angkutan publik, bayangkan saja satu bus itu ada berapa orang.

Di balik segala keuntungannya, program itu masih menyisakan masalah pengelolaan. Dari hasil penelusuran, ada sebagian pemudik yang mendaftar angkutan gratis itu lebih dari satu penyelenggara. Namun, akhirnya hanya satu penyelenggara yang dipilih. Yang kasih bingkisan paling banyak nanti yang dipilih (pemudik), sedangkan nama mereka yang sudah terdaftar tidak dapat digantikan. Ini memunculkan risiko pembatalan keberangkatan angkutan gratis.

Masalah itu terjadi akibat banyak penyelenggara mudik gratis. Di satu sisi, pengawasan cukup ketat hanya dilakukan program yang diadakan pemerintah. Penyelenggara swasta cenderung minim pengawasan. Untuk itu, agar kelak para penyelenggara mudik gratis saling bersinergi. Setidaknya sinergisitas itu dapat ditunjukkan dalam urusan pendaftaran.

Urusan itu sebaiknya dilakukan melalui satu kanal atau situs yang sama. Harus ada sanksi diberikan bagi pemudik yang sudah mendaftar kemudian membatalkan keberangkatan tanpa memberitahu. Ini guna menghindari  seminim mungkin bangku kosong ketika bus diberangkatkan.

Diperlukan satu aplikasi yang bisa digunakan bersama agar tak ada warga yang mendaftar mudik gratis di beberapa penyelenggara yang mengakibatkan kendaraan mudik bersama tertentu kosong.

Jadi, siapa pun yang menyelenggarakan bisa diketahui pemerintah dan tersambung dengan Kemenhub. Lewat cara itu, pengawasan gelaran mudik dan balik gratis mampu dilakukan secara optimal. Ada data terpadu yang dijadikan acuan bersama. Jika masuk satu kanal, negara bisa mengerti kebutuhannya. Boleh jadi anggaran dinaikkan karena melihat manfaat program ini bagi masyarakat. Bisa menjadi database pemerintah untuk perencanaan berikutnya.

Terlepas dari segala kekurangannya, mudik dan balik gratis masih didambakan masyarakat. Bahkan, sebagian orang menginginkan kuotanya ditambah setiap tahun. Perbaikan layanan mesti terus dilakukan pemerintah sebagai bentuk perhatiannya kepada warga.

Foto: Djoko Setijowarno

Penyelenggaraan motor gratis perlu dipertimbangkan agar dihilangkan dan diganti dengan menambah mudik gratis menggunakan bus. Tidak banyak berpengaruh untuk mengurangi pemudik motor, apalagi jumlah motor gratis (17.880 unit) tidak lebih dari satu persen (hanya 0,3 persen) dari jumlah pemudik motor (6.578.660 unit sepeda motor keluar masuk Jabodetabek). 

Sekarang, rata-rata setiap rumah tangga sudah memiliki satu unit sepeda motor. Untuk sekedar bersilaturahmi dan jalan-jalan, sudah tersedia sepeda motor di kampung halaman. Untuk mengurangi penggunaan sepeda motor untuk mudik, pemerintah memperbanyak mudik bersama gratis.

Guna mengantisipasi berulangnya kecelakaan akibat kendaraan di jalur berlawanan arah (contraflow) belajar dari kasu KM 58 yang menewaskan 12 orang, perlu sosialisasi masif sebelum pelaksanaan.

Kondisi pengemudi harus fit (hindari jangan lelah dan mengantuk), memastikan kendaraan tetap di lajur kiri (lajur kanan untuk mendahului), batas kecepatan (maksimal 60 km per jam), menjaga jarak dan mematuhi rambu lalu lintas, jika terjadi kerusakan kendaraan berhenti di lajur kiri dan segera menghubungi pusat pelayanan petugas untuk meminta bantuan. Pastikan kendaraan prima dengan BBM terisi penuh atau keterisian batere mencukupi.

Kemudian pembatas jalan untuk mengamankan kendaraan dipasang lebih rapat. Semula 30 meter menjadi setiap 10 meter. Disiapkan pula mobil pengaman (safety car) serta pemadam kebakaran dan mobil derek disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan yang dapat mengakibatkan kebakaran.

Di tengah harga tiket pesawat terbang mahal, pemudik antar pulau masih dihibur dengan tersedianya mudik gratis menggunakan kapal laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengadakan Program Mudik Gratis menggunakan kapal dari berbagai pelabuhan embarkasi/pemberangkatan di seluruh wilayah Indonesia.

Tiket gratis penumpang kapal laut ini hasil koordinasi dengan PT. Pelni dan 3 operator swasta yakni PT. Dharma Indah, PT. Dharma Lautan Utaman, dan PT. Pelayaran Sakti Inti Makmur. Program ini melayani 47 ruas dengan jumlah keberangkatan arus mudik dan balik sebanyak 91 perjalanan.

Musim lebaran 2025 dapat ditambah rute dan jumlah kapal mudik gratis. Bisa juga ditambahkan bus mudik gratis dari seluruh provinsi di Sumatera ke Jawa. Dengan terhubung Tol Trans Sumatera, ada transportasi penyeberangan antar pulau dan Tol Trans Jawa sangat membantu kelancaran.

Kecelakan maut KM 58 Tol Jakarta – Cikampek harus menjadi momentum menertibkan angkutan gelap. Harus ada ketegasan dari aparat dan pemerintah untuk menertibkan angkutan gelap ini. Bukan hanya penindakan hukum, tetapi juga menyelesaikan sampai ke akar masalahnya. Penyelesaiannya juga harus dilihat dari semua sisi.

Di satu sisi, masyarakat di pedesaan membutuhkan angkutan gelap semacam ini. Mereka memberi fasilitas mengantar dan menjemput sampai ke depan rumah penumpang yang tak terjangkau angkutan publik.

Namun, di sisi lain, angkutan ini luput dari sistem pengawasan transportasi umum. Ketegasan pemerintah dibutuhkan agar kecelakaan angkutan gelap yang menelan korban jiwa tidak terjadi lagi. Menyediakan layanan angkutan umum hingga pedesaan, kemudian angkutan tidak berizin baru diberantas.

Di masa transisi, Bus AKAP diizinkan beroperasi hingga terminal tipe C, seperti Bus AKAP menuju Kab. Wonogiri. Semua terminal tipe C di kecamatan Kab. Wonogiri disinggahi Bus AKAP. Dari desa menuju terminal tipe C disediakan angkutan pedesaan. Bisa diantar atau sewa ojek karena jaraknya antara ibukota kecamatan dan desa tidak begitu jauh.

Sesungguhnya, akar masalah belum terintegrasi sistem transportasi di Indonesia adalah minimnya layanan angkutan perdesaan (dulu pernah ada, sekarang punah), angkutan perkotaan, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan perintis.

Selain itu, negara tidak lagi memproduksi sepeda motor dengan isi silinder lebih dari 100 cc. Harus dilakukan, sehingga dalam 5 tahun ke depan di masa lebaran penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang, minimal tidak bertambah sudah bagus.

Sementara angkutan antar kota sudah baik. Ini dibuktikan dengan hasil Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan,  minat mudik lebaran 2024, pilihan masyarakat moda KA antar kota 39,32 juta orang (20.30 persen), bus 37,61 juta orang (19,37 persen).

Kemudian memilih mobil pribadi 35,42 juta orang (18,29 persen) dan sepeda motor 31,12 juta orang (16,07 persen). Memilih mobil pribadi dan sepeda motor meningkat, namun peningkatan itu masih lebih tinggi memilih moda KA antar kota dan bus

Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Km 370 Tol Semarang – Batang menyebabkan 7 meninggal dunia. Perlu ditekankan terus menerus  agar mengemudi kendaraan tidak dalam keadaan mengantuk atau  kelelahan. Menurut hasil investigasi KNKT, sebanyak 80 persen kecelakaan di Indonesia disebabkan sopir mengantuk. Penyediaan tempat istirahat di terminal, lokasi wisata, penginapan bagi sopir angkutan umum harus ada, bukan sekedar imbauan. Kampanye masif perlunya istirahat jika lelah saat mengemudi.

Disamping itu, mewajibkan semua kendaraan (umum dan pribadi), lebih-lebih  perjalanan jarak jauh untuk menggunakan sabuk keselamatan (seat belt). Pemeriksaan kondisi bus dan pengemudinya juga dilakukan secara rutin di setiap terminal sebelum berangkat.

Infrastruktur transportasi dibangun untuk kondisi normal (keseharian) tidak untuk musim lebaran. Hal wajar jika pada musim lebaran akan terjadi waktu tempuh perjalanan bertambah. Faktor keselamatan tetap harus menjadi yang utama dengan tidak memaksa sopir menyetir lebih dari delapan jam dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Mengutamakan keselamatan bukan kecepatan. Jangan hanya lancar, namun yang terpenting adalah selamat.

Pembenahan dan pelaksanaan dapat dimulai setelah musim lebaran usai. Masyarakat akan menjadi terbiasa, sehingga saat musim lebaran tiba tidak mengagetkan. Hanya cukup menyesuaikan. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Meniti Jalan Penyelamatan PPP

Oleh Achmad Fachrudin, Akademisi Universitas PTIQ Jakarta

SEKITAR dua tahun lalu, atau tepatnya pada Minggu, 20 Desember 2020, saya menulis artikel berjudul “Muktamar PPP IX, Momentum Kebangkitan atau Kebangkrutan?” di suatu media online.

Artikel tersebut merespon terpilihnya Pelaksana Tugas (Plt)  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa (Sumo) secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2021-2026 pada Muktamar IX di Makasar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/12/2020).

Melalui artikel tersebut saya ingin memberi peringatan (warning), jika momentum muktamar IX tidak dijadikan  awal kebangkitan PPP, maka partai hasil fusi partai Islam pada 1973 akan babak belur dan gulung tikar di Pemilu Serentak 2024.

Ternyata apa yang saya ramalkan dan kuatirkan tersebut menjadi kenyataan. Pada Pileg 2024, PPP hanya beroleh 5.878.777 suara atau 3,873%. Hingga membuatnya tidak memenuhi parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen dari total suara Pileg. Serta harus tersingkir dari Senayan (DPR).

Berbagai Penyebab

Banyak faktor penyebab kegagalan PPP di Pemilu Serentak 2024, khususnya di Pileg 2024. Pada pokoknya karena Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono yang kemudian diangkat  sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa  pada melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dihadiri Ketua dan Sekretaris dari 27 DPW PPP se-Indonesia pada 2022  terbukti tidak sepenuhnya mempunyai modalitas kualitas personal dari sisi kepemimpinan atau intelejensi (kecerdasan) untuk dapat menyelamatkan PPP dari ‘tepi jurang’ degradasi pada Pileg 2024.

Rangkap jabatan Plt Ketum PPP Mardiono dengan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sebenarnya bukan alasan utama kegagalan PPP.  Sebab, sejumlah Menteri lain juga banyak rangkap jabatan namun partai yang dipimpinnya tetap solid dan eksis di Pemilu 2024.  Seperti Partai Golkar, Partai Gerindra  atau Partai Amanat Nasional (PAN).

Bahkan Partai Golkar pada Pileg 2024 memperoleh 23,2 juta suara sah atau 15,29%, dan berhak atas 102 kursi parlemen. Tetapi rangkap Mardiono tidak menjadi instrumenm kekuatan kepemimpinan melainkan sebaliknya justeru menjadi kelemahan.

Sementara Salahuddin Sandiaga Uno yang nota bene Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan kemudian ditunjuk menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP hampir tidak jauh beda dengan Margiono. Sandi terlihat lebih fokus, profesional, energik, kreatif dan inovatif menjadi Menparekraf. Tetapi sebagai Ketua Bappilu, tidak terlihat kreativitas dan inovasi untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas PPP.

Muncul isu,  kurangnya antusias Sandi menakodai Bappilu ada kaitannya dengan gagalnya mantan Wakil Gubernur DKI tersebut menjadi Calon Presiden di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Lepas dari spekulasi tersebut, yang jelas akhirnya rapat pengurus harian PPP pada Jum’at 22 Maret 2024,  Sandi resmi dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Bappilu PPP.  

Pencopotan Sandi dari jabatannya sebagai Ketua Bappilu merupakan hal yang lumrah. Bahkan hal tersebut harus dianggap bagian dari penerapan reward and punishment system—yang semestinya bisa juga diterapkan kepada elit kepengurusan PPP lainnya.

Kelemahan Lainnya

Berbagai program yang pastinya sudah dirancang oleh PPP baik yang umum maupun khusus untuk memenangkan PPP di Pemilu Serentak 2024, tidak banyak yang berjalan efektif dan maksimal.

Seperti: konsolidasi wawasan dan struktural, kaderisasi kepemimpinan dan keanggotaan dari pusat dan daerah, mengembalikan simpul-simpul PPP dari kalangan senioren serta konstituen baru (kalangan milenial), mengembalikan citra (rebranding) PPP sebagai rumah besar umat Islam Indonesia, meningkatkan popularitas dan elektabilitas PPP dan sebagainya. Hingga berujung suara PPP jeblog di Pileg 2024.

Faktor lain kegagalan PPP di Pemilu Serentak 2024, karena keputusan afiliasi politik PPP ke kubu Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden No. Urut 03. Masalahnya bukan karena ketidakakuratan pilihan koalisi karena dalam politik pasti ada unsur perjudian (gambling) yang bisa benar/menang dan bisa salah/kalah. Pastinya, pilihan politik  PPP di Pilpres tidak menimbulkan  efek ekor jas (coattail effect) bagi perolehan kursi/suara di Pileg 2024.

Sebagai perbandingan, PKB dan PKS yang ‘jagoannya’ di Pilpres 2024 juga kalah, tetapi suara dan kursinya di Pileg 2024 tetap eksis. Salah satu penyebabnya karena kepemimpinan dan kepengurusan elit PKB dan PKS tetap berjalan efektif dan solid hingga ke tingkat daerah/wilayah dan ranting, serta ciamik dalam memainkan isu politik untuk peningkatan elektoralnya.  Sedangkan di PPP, dua aspek penting tersebut tidak sepenuhnya diketemukan dan diwujudkan secara empirik.  

Saat Pileg 2024 dari pusat hingga wilayah, mesin partai, terutama struktur partai banyak mengalami disfungsional. Ada kecendrungan   calon-calon legislatif (Caleg) dari PPP dibiarkan  bertarung sendirian untuk memenangkan konstestasi tanpa arahan dan strategi yang jelas dan efektif dari pimpinan partai pada semua tingkatan.

Belum lagi persoalan pendanaan partai untuk kepentingan berjalannya strategi kampanye dan pemenangan partai di Pileg 2024, yang diduga juga menjadi salah satu menyebab anjloknya perolahan suara dan kursi PPP di Pileg 2024.

Duduk Bersama

Pasak keterpurukan di Pileg 2024, saat ini muncul respon berbagai kelompok dalam tubuh internal PPP. Pertama, kelompok status quo dengan menganggap kepemimpinan lama (Mardiono cs) masih tetap solid dan dapat dipertahankan dengan dalih kegagalan PPP pada Pileg 2024 bukan semata karena faktor personal Mardiono melainkan karena kegagalan kolektif.

Apapun pilihan mekanisme penyelamatan yang dipilih, apakah muktamar luar biasa (MLB) atau muktamar biasa (MB), kalangan ini bersikeras menganggap tidak perlu ada pergantian tampuk kekuasaan pada tubuh PPP. Setidaknya dalam waktu dekat ini hingga Pilkada Serentak 2024 berakhir.

Kedua, kelompok sebut saja dengan istilah reformasi  atau perubahan, beropini kepemimpinan lama (Mardiono) dianggap gagal total dalam mengemban tugasnya pada Pileg 2024. Faktor utamanya adalah karena sosok Plt Ketum PPP yang tidak tidak kompeten dalam menakodai PPP. 

Karenanya kalangan ini mendesak dilakukan penyelamatan partai melalui digelarnya MLB atau MB secara cepat sebelum Pilkada Serentak 2024, dengan agenda utama mengganti kepemimpinan Mardiono dengan tokoh atau figur lain. Kalangan ini berharap sebaiknya perombakan kepemimpinan dilakukan jelang Pilkada Serentak 2024 dengan harapan agar PPP tidak kembali beroleh hasil jeblog. Kalaupun harus ditunda, paling lambat tahun 2025.

Ketiga, kelompok yang tidak masuk dalam kelompok Pertama dan Kedua, melainkan kelompok ketiga. Kelompok ketiga ini pendekatannya tidak struktural melainkan lebih pada pendekatan non struktural, kultural atau nilai-nilai.

Bagi kelompok ini, pendekatan apapun yang dilakukan oleh PPP, apakah melalui jalur MLB, MB atau di luar itu, yang terpenting PPP harus segera diselamatkan dari kehancuran yang lebih total di masa depan. Minimal pada Pilkada Serentak 2024 PPP beroleh hasil maksimal dengan banyaknya calon  Kepala atau Wakil Kepala Daerah yang diusung oleh PPP terpilih. 

Bersamaan dengan itu, karena problem yang dialami PPP saat ini demikian kompleks, muncul kelompok-kelompok apatis, skeptis dan permisif dalam tubuh PPP. Bahkan sudah berancang-ancang untuk eksodus dari PPP. Selain sangat mungkin pula ada kalangan kader PPP yang sudah lompat pagar ingin kembali ke PPP  paska mengetahui partai yang pernah dinaunginya babak belur di Pileg 2024. Ini juga harus menjadi salah satu agenda kepemimpinan partai untuk penyelamatan PPP ke depan.

Di atas itu semua,  kegagalan PPP di  2024, merupakan hal masuk akal jika dianggap sebagai tamparan keras, pil pahit dan sekaligus masalah yang harus dikritisi, dievaluasi dan dicarikan jalan keluarnya. Justeru akan dianggap sebagai  aneh dan tidak masuk akal manakala dianggap biasa-biasa saja atau tidak ada masalah.

Terpenting dalam menyuarakan aspirasi, opini atau bahkan kepentingan dilakukan secara argumentatif, objektif, dan proporsional. Singkat kata semua unsur elit PPP segera duduk bersama untuk mencari jalan penyelamatan terbaik bagi partai bertanda gambar Ka’bah ini.***

Merawat Keselamatan Selama Mudik Lebaran

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Keselamatan menjadi prioritas penanganan setiap mudik Lebaran. Perhelatan rakyat setahun sekali, negara semestinya  memberikan pelayanan yang terbaik buat warganya.

Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan mencatat, potensi pergerakan nasional pada Lebaran 2024 mencapai 71,7 persen dari penduduk Indonesia atau 193,6 juta. Ini naik sekitar 56 persen dari angka potensi pergerakan di Lebaran tahun lalu. Pada 2023, potensi warga yang mudik masih 123,8 juta dan tahun 2022 masih di angka 85,5 juta.

Dari 193 juta lebih pemudik ini, sebanyak 20,3 persen atau 39,32 juta akan menggunakan kereta api. Sebanyak 19,37 persen atau 37,51 juta pemudik memilih bus, sedangkan 18,29 persen atau 35,42 juta pemudik mengendarai mobil pribadi. Pengguna mobil sewaan mencapai 6,01 persen atau 11,64 juta. Adapun pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan mencapai 16,07 persen atau 31,12 juta orang.

Survei juga memperkirakan puncak arus mudik pada 6, 7, dan 8 April 2024. Adapun puncak arus balik diperkirakan pada Minggu, 14 April 2024. Imbauan mudik lebih awal, misalnya Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memberikan diskon tarif tol, belum memadai. Pasalnya, para pemudik juga sangat bergantung pada pembayaran tunjangan hari raya (THR). Bila THR dibayarkan lebih awal, bisa saja warga mudik lebih awal.

Diperkirakan hari pergi mudik tertinggi Hari Sabtu (6 April 2024) sebesar 5,20 juta orang (18,28 persen) dan hari balik tertinggi Hari Minggu (14 April 2024) sebesar 6,12 juta orang (21,52 persen). Rencana jam pergi mudik memilih terbanyak pada jam 07.00 – 09.59 pagi sebesar 30,51 persen (8,67 juta orang). Sedangkan jam pulang balik diperkirakan terbanyak pada jam 07.00 – 09.59 pagi sebesar 27,47 persen (7,81 juta orang).

Warga Jabodetabek Mudik

Hasil survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2024 yang diselenggarakan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, Wilayah Jabodetabek merupakan asal pemudik kedua sebanyak 28,43 juta orang (14,68 persen), setelah Jawa Timur 31,3 juta orang (16,17 persen).

Potensi pergerakan orang dari Jabodetabek pada musim mudik Lebaran tahun 2023, sebanyak 18,3 juta orang (54,31 persen). Sedangkan musim mudik Lebaran tahun 2024 diperkirakan naik menjadi sebanyak 84,27 persen atau sebanyak 28,4 juta orang. Warga Jabodetabek yang ingin pergi mudik sebanyak 84,27 persen.

Ada lima pilihan moda bagi warga Jabodetabek, yaitu KA antar kota 8,26 juta orang (29,05 persen), bus 7,89 juta orang (27,76 persen), mobil pribadi 4,27 juta (15,03 persen), sepeda motor 2,56 juta orang (9,02 persen) dan kapal penyeberangan 1,63 juta orang (5,72 persen).

Mudik terbanyak berasal dari Kab. Bekasi sebanyak 3,59 juta orang (12,63 persen). Sementara mudik terbanyak menuju Jawa Tengah sebanyak 9,7 juta orang (34,17 persen). Pergerakan asal Jabodetabek sebanyak 28,4 juta orang. Pergerakan mudik di dalam wilayah Jabodetabek sebesar 3,1 juta orang (11,04 persen). Pergerakan mudik ke luar wilayah  Jabodetabek sebanyak 24,7 juta orang (88,96 persen).

Optimalisasi Mudik Gratis

Guna mengantisipasi kejadian berulang Mudik Lebaran tahun sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengatur agar pendaftar yang tidak jadi atau membatalkan ikut mudik gratis tanpa memberitahu dapat dimasukkan ke catatan hitam (blacklist). Hal itu bisa ditandai dengan nomor induk kependudukan (NIK) warga yang mendaftar ke banyak program mudik gratis.

Kejadian di tahun sebelumnya terjadi karena banyak aplikasi atau situs tempat mendaftar mudik gratis. Akibatnya, warga bisa leluasa mendaftar program mudik gratis ke banyak tempat. Persoalan ini bisa menjadi evaluasi pemerintah dan penyelenggara mudik gratis.

Pendaftaran program mudik gratis, baik yang diselenggarakan perusahaan atau pemerintah, di tahun selanjutnya bisa dibuat satu pintu, bisa melalui satu aplikasi di Kementerian Perhubungan. Di aplikasi itu warga bisa memilih mudik gratis yang dikehendaki, tetapi tidak bisa mendaftar lebih dari satu. Dengan satu pintu itu lebih memudahkan pemerintah untuk mendata warga yang mudik. Data itu bisa digunakan untuk menyusun kebijakan mudik di tahun selanjutnya. Jika ada ada pemudik membatalkan keberangkatan wajib memberitahu, sehingga dapat digunakan pemudik yang lain. Jika tidak, maka dapat diberikan sanksi, misalnya tidak dapat mendaftar mudik lebaran tahun berikutnya.

Perlu koordinasi dan kesepakatan para penyelenggara program mudik gratis instansi pemerintah, perusahaan swasta dan BUMN. Mudik gratis bukan lagi program pencitraan, namun  dalam upaya membantu warga beralih dari mudik menggunakan sepeda motor ke angkutan umum.

Waspada Mudik Motor

Menjelang musim mudik Lebaran tahun ini, pemerintah perlu memperhatikan para pemudik yang akan menggunakan sepeda motor.  Para pemudik yang akan menggunakan sepeda motor perlu lebih diperhatikan. Pemerintah mesti lebih gencar lagi mengampanyekan para pengguna sepeda motor agar mengikuti program mudik massal. Dengan demikian, tingkat kecelakaan bisa ditekan.

Ilustrasi mudik Lebaran/foto: Djoko Setijowarno

Penggunaan sepeda motor saat mudik rawan, apalagi masih banyak yang membawa istri dan anak saat bersepeda motor di masa mudik tahun lalu Pasal 106 Ayat (9) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang. Jika melanggar, dapat dipidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimum Rp 250.000 (pasal 292).

Karena itu, para pemudik dengan sepeda motor harus dilarang membawa barang berlebihan dan anak-anak. Begitu pula pemudik yang menggunakan truk atau mobil pikap semestinya dilarang. Sebab, meski diberi pelindung seperti terpal pada bagian atas, truk dan pikap hanya diperbolehkan untuk mengangkut barang, bukan orang.

Antisipasi perlu disiapkan karena berdasarkan hasil evaluasi Lebaran 2023 tercatat ada 5.894 kasus kecelakaan dengan 726 korban jiwa selama periode mudik. Sebagian besar, yakni 76,87 persen, kecelakaan melibatkan sepeda motor.

Para pemudik ini bisa diarahkan untuk mengikuti mudik massal menggunakan bus. Penggunaan moda kapal laut juga bisa menjadi pilihan, apalagi pemerintah tahun ini menggelar program mudik gratis dari pelabuhan-pelabuhan di seluruh wilayah Indonesia. Mudik gratis menggunakan kapal laut sangat membantu warga ke kampung halaman di tengah tarif pesawat terbang yang tinggi, karena menggunakan tarif batas atas (TBA).

Awasi Perlintasan Sebidang

Perlintasan kereta api sebidang di sejumlah daerah perlu dijaga supaya kecelakaan dapat dihindari.  Sejak tahun 2018 sampai 14 Februari 2024, PT KAI mencatat 2.022 kejadian. Dari jumlah itu, paling banyak kecelakaan melibatkan sepeda motor, yakni 1.168 unit (64 persen). Lokasi kejadian 1.731 (86 persen) di perlintasan tidak dijaga

Sepanjang 2022-2024, kejadian paling banyak terjadi di perlintasan jalan kota/kabupaten yakni 527 kejadian. Kecelakaan di perlintasan kereta api ini kerap terjadi karena 86 persen lokasi kejadian di perlintasan tidak dijaga.

Selain itu, perlintasan kereta api sebidang, terutama yang berada di jalan kabupaten/kota, perlu diawasi lebih baik. Sebab, perlintasan sebidang itu rawan kecelakaan. Dalam rentang tahun 2022 hingga 15 Februari 2024, kejadian terbanyak di perlintasan jalan kota/kabupaten, yakni 527 kejadian (79,2 persen). Berikutnya, perlintasan sebidang di jalan desa 118 kejadian (17,7 persen), jalan provinsi 12 kejadian (1,8 persen) dan jalan nasional 8 kejadian (1,3 persen).

Menyediakan Angkutan Umum Lanjutan

Pemda yang menerima sejumlah pemudik harus menyiapkan sejumlah angkutan umum lanjutan. Terminal, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan merupakan simpul transportasi yang banyak digunakan pemudik. Tidak adanya angkutan umum lanjutan menyebabkan maraknya calo yang akan menawarkan angkutan pelat hitam. Tentunya hal ini akan memberatkan pemudik yang mempunyai angaran terbatas.

Pemda harus mengawasi sejumlah praktek percaloan di terminal, pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan. Buruknya layanan angkutan umum di daerah menyuburkan praktek percaloan di simpul transportasi itu.

Momentum bagi pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah membenahi angkutan umum di daerah. Berdasar hasil survei potensi, minat menggunakan angkutan umum paling tinggi. Namun kenyataan di daerah, kondisi angkutan umum perkotaan, angkutan perdesaan dan angkutan bus AKDP sangat buruk, bahkan banyak yang sudah tidak beroperasi.

Tips KNKT

Perlu menyimak 10 tips yang disarankan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk berkendara saat berpuasa, (1) istirahat yang cukup, (2) hindari makanan yang bisa menyebabkan kantuk, (3) patuhi batas kecepatan kendaraan, (4) jaga jarak aman dengan kendaraan lain, (5) perbanyak istirahat jika kehilangan kosentrasi, (6) perhatikan tekanan angin pada ban kendaraan, (7) sabar dan peduli aturan lalu lintas , (8) pahami rute perjalanan sebelum berkendara, (9) cermat gunakan aplikasi navigasi untuk hindari jalur alternatif berbahaya, dan (10) hindari membawa penumpang dan barang berlebihan.

Sementara itu, jika berkendara motor malam hari, (1) pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan cukup istirahat dan tidur, (2) hindari membawa penumpang dan barang berlebihan, (3) hindari penggunaan kecepatan berlebihan (maksimum 50 km/jam), sehingga sulit dikenadlikan, (4) gunakan safety gear dengan warna terang dan reflektor, (5) pastikan sistem penerangan dan pengereman berfungsi baik, (6) jaga jarak aman dengan pengendara motor lainnya, (7) hindari memilih jalur yang sepi dan minim marka jalan, dan (8) berhentilah jika merasa lelah di tempat yang aman setiap 2 jam perjalanan.

Data PT Jasa Raharja (2023), tercatat rentang 10 hari Musim Lebaran tahun 2022 terjadi 5.941 kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia 1.041 orang. Pada rentang  waktu yang sama di Musim Lebaran tahun 2023 terjadi kecelakaan lalu lintas 4.703, penurunan 21 persen. Sementara yang meninggal dunia 634 orang (penurunan 39 persen). Berharap pada musim Lebaran Tahun 2024 angka kecelakaan lalu lintas dan yang meninggal dunia menurun juga ***.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Mudik Aman dan Berkesan

Oleh Djoko Setijowarno

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah harus jujur pada publik, kapasitas infrastruktur transportasi tidak  dirancang untuk kondisi mudik lebaran. Maka berilah informasi pada publik, jika musim  lebaran, perjalanan tidak selancar hari biasa, namun pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan terbaik buat masyarakat dengan beragam kebijakan atau program yang akan diterapkan.

Perubahan cuaca sekarang sangat dinamis karena global warming. Tanda-tanda alam saat ini sangat sulit untuk dipakai seperti jaman 30 tahun yang lalu. Maka untuk prakiraan cuaca harus menggunakan alat. Untuk ini fungsi BMKG sangat vital, tapi AWS (Automatic Weather Station) yang di laut jumlahnya sangat minim, sehingga extrapolation yang dilakukan akan sangat sulit, ditambah secara nature –nya cuaca di daerah tropis jauh lebih dinamis dibanding di Eropa. Kesulitan yang lain ada di masyarakat kita tidak peduli dengan ramalan cuaca (Soerjanto, 13 Maret 2023).

Bagi penyelenggara mudik antarpulau, pernyataan Ketua KNKT Soerjanto dapat menjadi perhatian serius. Terutama pemudik yang menggunakan sepeda motor dan transportasi perairan (laut, danau dan penyeberangan).

Berdasar hasil Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan minat mudik lebaran 2024, masyarakat memilih moda KA antarkota 39,32 juta orang (20.30 persen), bus 37,61 juta orang (19,37 persen), mobil pribadi 35,42 juta orang (18,29 persen) dan sepeda motor 31,12 juta orang (16,07 persen).

Berkebalikan dengan tahun-tahun sebelumnya, pilihan kendaraan pribadi menjadi favorit. Pada Lebaran 2023, moda transportasi yang diminati tertinggi adalah mobil pribadi 27,32 juta (22,1 persen). Berikutnya sepeda motor 23,13 juta orang (20,3 persen) dan bus 22,77 juta orang (18,4 persen) dan KA antar kota 14,47 juta orang (11,69 persen).

Memilih mobil pribadi dan sepeda motor meningkat, namun peningkatan itu masih lebih tinggi memilih moda KA antar kota dan bus. Untuk pertama kali musim lebaran 2024 beroperasi kereta cepat Whoosh dan diminati 1,42 juta orang (0,73 persen).

Tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan transportasi umum antar kota. Juga transportasi umum di daerah segera dibenahi. Kebijakan rekayasa lalu lintas searah (one way) di jalan tol harus dipikir masak-masak, supaya bus yang akan kembali ke Jakarta tidak terhambat dan penumpang tidak menunggu lama di terminal penumpang. Tahun lalu, penumpang di Jakarta yang akan mudik menunggu hingga 6 jam di Terminal Pulo Gebang, menunggu bus penjemputan yang berasal dari Prov.  Jateng, Prov. DI Yogyakarta dan Prov. Jatim. Lebih bijak pilihan pada contra flow, sopir tidak lama di perjalanan, penumpang tidak menunggu lama di terminal penumpang.

Pemudik di jalan tol diarahkan ke jalan arteri seperti pantura dan kerjasama dengan pemda untuk menyiapkan sejumlah tempat istirahat yang dekat gerbang tol. UMKM di sepanjang jalan arteri berkembang dan akan mendapatkan keuntungan.

Mendasari hasil survei yang sama, selama musim Lebaran Tahun 2024 diperkirakan perputaran uang mencapai hingga Rp 148,8 triliun. Berdasarkan jumlah yang ikut mudik, rata-rata per orang membawa 3 orang artinya rata-rata 1 keluarga pergi 4 orang. Rata-rata satu keluarga 4 orang bepergian, berdasarkan perhitungan biaya yang dihabiskan, diketahui rata-rata per orang menghabiskan Rp. 768.386.

Mudik  Gratis

Penyelenggaraan mudik gratis pertama kali dilaksanakan tahun 1991 oleh perusahaan jamu PT Sido Muncul. Perusahaan ini melaksanakan program mudik gratis untuk melayani para penjual jamu yang selama ini turut membantu dan membesarkan perusahaan jamu PT Sido Muncul. Daerah tujuan mudik adalah Wonogiri dan sekitarnya.

Sekarang semakin banyak instansi pemerintah, BUMN dan swasta. Juga dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah. Baik menjemput warga di Jabodetabek maupun di daerah masing-masing.

Bedanya, mudik gratis sekarang adalah dalam upaya untuk mengurangi pemudik menggunakan sepeda motor agar mau beralih menggunakan fasilitas mudik gratis. Mudik gratis motor menggunakan kapal laut mulai dipromosikan sejak sekarang. Tidak hanya kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) ke Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya). Mudik gratis menggunakan kapal juga bisa diberikan untuk beberapa kota di Kalimantan ke Pulau Jawa dan Sulawesi. Di Kalimantan cukup banyak perantau yang berasal dari Jawa dan Sulawesi. Azas keadilan juga harus diberikan untuk pemudik berasal dari luar Jawa.

Mudik gratis tidak hanya dilakukan untuk masyarakat Jabodetabek pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Namun, beberapa daerah juga melakukan untuk warga di daerahnya. Selain juga ada pemda yang ikut menyediakan sejumlah armada untuk menjemput warganya yang merantau di Jabodetabek, seperti yang dilakukan Pemprov. Jawa Tengah yang sudah secara rutin menyediakan sejumlah bus setiap musim mudik lebaran. Sementara Pemda. DKI Jakarta turut menyediakan sejumlah bus gratis untuk mengantarkan warga daerah di Jakarta kembali ke kampung halamannya.

Demikian pula mudik gratis luar Jawa menggunakan bus dapat ditujukan ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Agar mudik motor berkurang dan dapat menolong sejumlah pemudik yang membawa anak-anak tidak ada lagi. Mudik dengan motor membawa anak-anak harus dilarang sejak sekarang. Motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Juga mobil truk yang ditutupi terpal untuk angkut orang barang masih ada.

Mudik gratis tidak hanya ada di Pulau Jawa, juga sejumlah pemda mengadakan dan mendata mudik gratis di daerah, seperti Pemkot Medan (Sumut), Pemprov. Sumsel, Pemprov Kalbar, Pemkot Tangerang Selatan, Pemprov. Jateng, Pemrov. Jatim, Pemprov. Kalsel,  dan Pemprov. Sulsel.

Pemprov. Sumatera Selatan sejak beberapa tahun lalu sudah menyelenggarakan mudik gratis. Awalnya diperuntukkan bagi warga di Provinsi Sumatera Selatan. Sekarang ditambah mudik gratis area luar Provinsi Sumatera Selatan antar provinsi hingga ke Pulau Jawa.

Data dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan (Februari 2024), Musim Lebaran Tahun 2024 disediakan 18 bus dengan total penumpang 700 orang untuk 5 rute dalam provinsi dan 6 rute antar provinsi. Adapun 6 rute itu dari Palembang menuju Padang Sidempuan, Medan, Bukittinggi (menyinggahi Padang, Lubuk Basung (menyinggahi Solok), Surakarta dan Surabaya.

Mudik gratis menggunakan bus dibuatkan dalam satu aplikasi, semua penyelenggara mudik gratis sepakat menggunakan aplikasi yang sama baik itu pemerintah, BUMN, pemda dan swasta. Pemudik tidak bisa memilih ganda seperti mudik masa lalu. Sistem sekarang ini, jika pemudik sudah mendaftar dan tidak ikut tanpa pemberitahuan belum ada sanksi.

Ditemukan sejumlah bus kursi kosong dan sejumlah bus tidak diberangkatkan, lantaran penumpang yang sudah mendaftar tidak hadir,. Bisa jadi mendaftar lebih dari satu penyelenggara mudik gratis dan memilih penyelenggara yang memberikan parcel menarik.

Bus wisata akan banyak digunakan untuk program mudik gratis. Perlu diwaspadai sejumlah bus wisata yang belum mendaftar di SPIONAM (Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda) dan tidak uji kir. Mengutip data dari Direktorat Lalu Lintas Ditjenhubdat Kemenhub, hingga November 2023, jumlah kendaraan pariwisata 16.297 unit. Baru 10.147 bus (62,26 persen) yang terdaftar di SPIONAM, sisanya 6.150 bus (37,74 persen) adalah angkutan liar alias tidak terdaftar. Masyarakat perlu mewaspadai juga dengan tawaran-tawaran murah dari penyelenggara.

Disamping itu, perlu memikirkan konsesi buat pengusaha angkutan barang(misalnya, penundaan bayar angsuran armada truk). Juga hak sopir truk yang berkurang. Di saat Mudik Lebaran, sopir truk juga punya hak dapatkan paket sembako seperti halnya driver ojol. Untuk mendapatkan tambahan tidak mungkin karena ada waktu dilarang beroperasi.

Perlintasan sebidang masih rawan terhadap kecelakaan. Biasanya yang menjadi korban adalah masyarakat yang jarang melintasi perlintasan itu.

Sejumlah jalan tol yang musim lebaran tahun 2023 dioperasikan sebagai tol fungsional (188,4 km), tahun ini sudah beroperasi penuh, seperti Tol Indaralaya – Prabumulih, Tol Cisumdawu, Tol Kuala Tanjung – Pematang Siantar.

Infrastruktur transportasi (prasarana dan sarana) yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pemudik yang akan kembali ke kampung halaman, sehingga pemerintah harus menjelaskan jika perjalanan tidak selancar seperti hari biasa. Namun harapannya, mudik aman,  berkesan dapat memberikan warna baru musim mudik lebaran tahun ini. Tentunya keselamatan pemudik menjadi prioritas utama diperhatikan. ***

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Ibu Kota Pindah, Peluang Emas Etnis Betawi

JAYAKARTA NEWS— Perpindahan sekitar 12 ribu Aparatur Sipil Negara  (ASN) dari 38 Kementerian/lembaga secara bertahap pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai Juli 2024 sampai Desember 2024 dan diyakini jumlahnya akan makin membengkak di belakang hari, merupakan peluang emas untuk lebih memajukan etinis Betawi.

Meski demikian, hal tersebut hanya akan terwujud dengan syarat sumber daya manusia (SDM) etnis Betawi unggul dan siap menghadapi tantangan Jakarta ke depan.  Hal tersebut dikemukakan Akademisi Universitas PTIQ Jakarta Achmad Fachrudin, Jumat (15/3/2024) di Jakarta.

Lebih jauh Achmad Fachrudin yang juga aktivis di Lembaga Kebudayaan Betawi tersebut menyebut, sekurangnya ada empat peluang emas, keuntungan dan sekligus tantangan dari pemindahan ibukota Jakarta ke IKN bagi etnis Betawi.

Pertama, populasi etnis Betawi berpotensi akan makin eksis dan survive. Bahkan sangat mungkin etnis Betawi yang sebelumnya hijrah ke Bodetabek akan kembali pulang ke kampung halamannya di Betawi.

Kedua, sekaitan dengan aspek pertama, bisa berdampak terhadap konfigurasi penduduk. Mengacu hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, komposisi penduduk Jakarta berdasarkan etnis adalah etnis Jawa 36.64%, Betawi 28.65%, Sunda 14.8%, Tionghoa 6,71%, dan sisanya etnis-etnis lainnya.

Data BPS tersebut bisa jadi pada 2024 mengalami pergeseran, dan sangat mungkin populasi etnis Betawi makin berkurang. Tetapi setelah ibukota pindah ke IKN, bisa berdampak populasi etnis Betawi meningkat secara cukup signifikan.

Ketiga, dapat memicu harga diri (human diginity), spirit dan etos kerja serta tantangan (challenge)   tersendiri bagi etnis Betawi untuk lebih memajukan manusia Betawi dan kebudayaannya  secara lebih otonom dan mandiri.

Saat ini pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaaan Betawi, termasuk Perkampungan Betawi Setu Babakan di Jagakarsa Jakarta Selatan, sangat belum maksimal. Padahal  Perda No. 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi serta Pergub Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 11 Tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi sudah cukup lama diterbitkan.  

Keempat, membuka lapangan pekerjaan baru bagi etnis Betawi, baik di sektor formal dan infomal karena sebagian tenaga kerja sudah pindah ke IKN. Dengan catatan, manakala pemerintahan baru hasil Pemilu Serentak 2024 maupun Pilkada DKI 2024 memiliki komitmen kuat dan konkrit untuk tetap memajukan  pembangunan kota Jakarta yang didesain menjadi kota jasa dan bisnis berstandar global. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang antara lain diindikasikan dengan kinerja APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI tetap dinamis, dan tidak anjlok.

Achmad Fachrudin yang biasa disapa Abah memberikan penekanan khusus akan kesiapan SDM yang unggul dari etnis Betawi untuk memberi solusi atas pemindahan ibukota Jakarta dengan berbagai dinamika dan problematikanya.

Karenanya, ia menyarankan, para tokoh Betawi atau mereka yang peduli dengan Betawi, baik secara individu maupun organisasi, terutama yang mempunyai posisi dan fungsi strategis di birokrasi dan DPRD DKI Jakarta, lebih fokus, serius, sungguh-sungguh, bertanggungjawab dan terukur dalam memajukan SDM etnis Betawi.

Fachrudin mengutip jargon: “Kalau bukan etnis Betawi siapa lagi yang akan memajukannya. Kalau bukan sekarang,  kapan lagi”. Karena itu, perpindahan ibukota Jakarta ke IKN, menurut jurnalis senior tersebut,   harus menjadi momentum strategis dan tidak boleh disia-siakan untuk memajukan etnis Betawi secara komprehensif, holistik dan integral dalam kerangka memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).***

Konsep Watak Kepribadian bukan Watak Mana yang Terbaik

JAYAKARTA NEWS— Watak kepribadian bukan watak mana yang terbaik. Tetapi memungkinkan untuk bisa mengasah keterampilan/kemampuan diri berinteraksi dan/atau berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) secara baik.

Jika seseorang bisa mengetahui kelemahan/kekurangan dan kelebihan diri sendiri, maka untuk mengubah ke arah yang lebih baik, haruslah dimulai dari diri sendiri. “Anda dulu yang harus belajar berubah, belajar mengamati dan berinteraksi komunikasi dengan orang lain.”

Dalam hal konsep kepribadiaan diri, pasti kita merasa bahwa kitalah yang paling mengetahui kepribadian kita dibanding orang lain. Dan kita melakukan sesuatu sikap atau prilaku adalah atas dasar alasan yang kuat menurut kita “benar” dan sekalipun dianggap salah oleh orang lain.

Sangat penting tujuan mengetahui kepribadian diri, yaitu bersifat terbuka, menyelidiki kekuatan dan kelemahan serta belajar untuk menonjolkan sisi positif dari dalam diri kita yang mungkin belum disdari sebelumnya serta belajar memahami orang lain yang memiliki pemikiran kepribadian berbeda.

Menurut Florence Littauer kepribadiaan manusia dibagi 4 (empat) bagian, 1.Sanguinis (yang popular). 2. Melankolis (yang sempurna), 3. Koleris (yang kuat), 4. Phlegmatis (yang cinta damai).

Dan berikut ini akan diuraikan macam-macam kepribadian tersebut untuk lebih memudahkan pembaca memahaminya.

Sanguinis adalah kepribadian yang menarik, menghidupkan suasana pesta, rasa humor tinggi, ingatan kuat untuk warna, secara fisik memukau pendengar , emosional dan demonstrative, antusias dan ekspresif, periang dan penuh semangat serta selalu ingin menjadi pusat perhatian.

Sanguinis juga mudah berteman, mencintai orang, suka dipuji, tampak menyenangkan, bukan pendendam, mencegah saat membosankan.

Kelemahan Sanguinis adalah suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan, sering minta persetujuan, banyak bicara saat bekerja, lupa kewajiban, mudah berubah-ubah, dan susah tepat waktu.

Selain itu prioritas kerja kacau, mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengaarkan orang lain/egoistis, sering berdalih cerita-cerita yang sama serta konsentrasi pada “how to spend money” daripada “how to earn/save money”.

Melankolis adalah keperibadian mendalam penuh pikiran, analitis, serius, tekun, berbakat dan kreatif, perfeksionis, teliti, rapi dan teratur, artistik ataupun musikal, puitis, menghargai keindahaan, suka berkorban, idealis dan biasanya lebih suka sebagai penonton.

Sebagai teman, hati-hati dalam berteman, menghindari perhatian, setia dan berbakti, mau mendengarkan keluhan, sangat memperhatiakan orang lain, mencari teman hidup ideal,

Kelemahan melankolis, cenderung melihat masalah dari sisi negative, murung dan tertekan mengingat yang negative, pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara dari pada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah.

Disamping itu, terlalu menganalisis dan merencanakan standar tinggi, sulit bersosialisasi, sensitive terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang) dan skiptis terhadap pujian.

Koleris adalah kepribadian yang berbakat pemimpin, aktif memerlukan perubahan, harus perbaiki kesalahan, berkemauan kuat, bebas dan mandiri, berkeyakinan besar, bossy dan ingin menjadi pusat perhatian.

Sebagai teman, koleris tidak perlu terlalu teman, mau bekerja untuk kegiatan dam memimpin dalam organisasi, serta unggul dalam keadaan darurat,

Kelemahan koleris, kadang tidak sabar, senang memerintah, biasanya menyukai kontraversi, terlalu kaku dan keras keapala, emosi tidak simpati, keputusan sering tergesa-gesa dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan workalholik.

Phelegmatis adalah keperibadian rendah diri/pesimis, lebih suka sebagai penonton, mudah bergaul dan santai, tenang , simpatik dan baik hati, menyembunyikan emosi dan serba guna, tidak tergesa-gesa dan tidak mudah marah.

Phelegmatis sebagai teman cakap dan mantap, menghindari konflik, sebagai penengah maasalah, sebagai pendengar yang baik memiliki rasa humor yang tinggi dan peduli sesama.

Kelemahan phelegmatis, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab kemudian terlalu pendiam. Humor bersifat mengejek /sarkatis, kurang memotivasi diri sendiri dan menunda-nunda masalah.

Setelah membaca empat kepribadian di atas, apakah anda dapat menentukkan kepribadian anda dan orang-orang di sekitar anda, belum pasti. Karena anda pasti kembali berfikir bahwa sifat anda tidak hanya pada satu golongan.

Dalam penelitian Florence Littauer bahwa ternyata ke-empat watak itu pada dasarnya dimiliki tiap orang. Dan watak mana yang cenderung menonjol, bisa saja seseorang itu memiliki kombinasi dari watak kepribadian di atas. (Monang Sitohang) 

Kehadiran Mobil Listrik BYD di Indonesia dan Kisah Sukses di Baliknya

JAYAKARTA NEWS – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 kembali hadir di JIExpo Kemayoran, Jakarta dari tanggal 15-25 Februari 2024. Ada yang menarik dari pameran ini dengan hadirnya pabrikan otomotif China, BYD. Dalam IIMS 2024 BYD memasarkan tiga model mobil listriknya. BYD Atto 3, BYD Dolphin, dan BYD Seal. Rumor yang beredar, BYD juga akan membangun pabriknya di Indonesia.

Pada tahun 2023 lalu sempat beredar informasi BYD akan membangun pabrik baterai di Indonesia dengan investasi sekitar Rp 18,2 triliun. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai tanggal dan lokasi pembangunan pabrik tersebut.

Mobil BYD saat ini ramai diperbincangkan kalangan penggemar otomotif, khususnya mobil listrik. Topik yang ramai diperbincangkan adalah hadirnya mobil listrik BYD yang mulai menantang dominasi Tesla milik Elon Musk. Dan hadirnya mobil SUV BYD Yangwang U8 yang bisa bergerak kesamping dan memutar 360 derajat.

Prestasi pabrikan BYD ternyata mempunyai perjalanan yang panjang. BYD (Build Your Dreams) pada awalnya adalah perusahaan teknologi dan manufaktur yang didirikan oleh Wang Chuanfu pada tahun 1995, berpusat di Shenzhen, Guangdong, China. BYD telah mendirikan lebih dari 30 kawasan industri di seluruh dunia dan telah memainkan peran penting dalam industri yang terkait dengan elektronik, mobil, energi baru, dan transit kereta api.

BYD memulai bisnisnya sebagai produsen baterai isi ulang, dan produknya pun berkompetisi dengan baterai isi ulang yang diimpor dari Jepang. Pertumbuhan awal BYD tumbuh pesat dalam waktu sepuluh tahun pertama, dan berhasil menguasai lebih dari separuh pangsa pasar baterai ponsel dunia serta menjadi produsen baterai isi ulang terbesar di Tiongkok (sekaligus terbesar keempat di dunia).

Pada tahun 2003, BYD mengakuisisi perusahaan otomotif asal China, Xi’an Tsincuan Auto Co. Ltd, dan mengganti namanya menjadi BYD Auto. Sejak saat itu, BYD mulai memproduksi mobil dan komponen ponsel. Pada tahun 2010, BYD Auto telah menjadi produsen mobil dengan penjualan terbesar keenam di Tiongkok.

Untuk memanfaatkan baterai yang diproduksi oleh induknya, BYD Auto kemudian mulai menjual mobil listrik, selain mobil bensin. Salah satu model mobil listrik yang paling populer dari BYD adalah BYD Seal, yang diluncurkan pada tahun 2021. Mobil ini merupakan mobil listrik pertama yang menggunakan baterai besi fosfat, yang diklaim lebih aman, lebih tahan lama, dan lebih ramah lingkungan daripada baterai lithium-ion.

BYD juga terus berinovasi dan mengembangkan teknologi mobil listriknya, seperti sistem pengisian daya cepat, sistem penggerak empat roda, dan sistem ‘Crab Driving’, yang memungkinkan mobil bergerak ke samping atau berputar 360 derajat. BYD juga berencana untuk memperluas pasar ke Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat, dengan membangun pabrik dan kantor baru di sana.

Untuk meningkatkan daya saing dan memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, BYD juga membentuk tiga sub-brand, yaitu Denza, Yangwang, dan Fang Cheng Bao. Masing-masing sub-brand memiliki produk, pasar, dan teknologi yang berbeda-beda.

Denza adalah sub-brand yang berkolaborasi dengan Mercedes-Benz untuk membuat mobil listrik premium. Sub-brand ini diluncurkan pada tahun 2010, dan telah memproduksi beberapa model mobil listrik, seperti Denza EV, Denza 400, Denza 500, Denza X, dan Denza D9. Sub-brand ini menargetkan konsumen kelas atas yang menginginkan kenyamanan, kemewahan, dan kualitas tinggi.

Yangwang adalah sub-brand yang menawarkan mobil listrik mewah dan berperforma tinggi. Sub-brand ini diluncurkan pada tahun 2021, dan telah memproduksi dua model mobil listrik, yaitu Yangwang U8 dan Yangwang U9. Sub-brand ini menargetkan konsumen yang suka gaya hidup modern, sporty, dan futuristik.

Fang Cheng Bao adalah sub-brand yang menyasar konsumen yang suka off-road dan aktivitas luar ruangan. Sub-brand ini diluncurkan pada tahun 2022, dan telah memproduksi satu model mobil listrik, yaitu Leopard 5. Sub-brand ini menargetkan konsumen yang suka petualangan, kebebasan, dan keberanian.

Dengan memiliki tiga sub-brand, BYD dapat memperluas segmen pasar, meningkatkan citra merek, dan membedakan diri dari pesaing. BYD juga dapat menyesuaikan produk dan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen yang berbeda-beda.

Kunci kesuksesan BYD

•Memproduksi komponen kendaraan listrik sendiri, terutama baterai yang disebut Blade Battery. Baterai ini diklaim lebih pipih, lebih aman, dan memiliki jarak tempuh yang lebih jauh daripada baterai konvensional.

•Menawarkan berbagai macam kendaraan listrik dengan harga yang terjangkau, mulai dari mobil penumpang, truk, bus, hingga kendaraan khusus. BYD juga terus memperluas pasar dan jangkauan penjualannya di berbagai negara, termasuk Indonesia.

•Berkomitmen terhadap inovasi teknologi, lingkungan, dan pelayanan pelanggan yang unggul. BYD memiliki visi “Build Your Dreams” yang menjadi dasar kesuksesan sejati dalam industri otomotif global dan di Indonesia. (Heri)

Gedung Balaikota Malang: Sejarah, Fungsi, dan Kisah Kelam

JAYAKARTA NEWS – Gedung Balaikota Malang adalah salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Malang sejak zaman kolonial Belanda hingga kini. Bangunan ini memiliki arsitektur yang unik dan elegan, serta menyimpan berbagai kisah menarik dan kelam di baliknya.

Gedung Balaikota Malang didirikan pada tahun 1927 sebagai pusat pemerintahan baru Kota Malang, yang sebelumnya masih berkantor di daerah Kayutangan Temenggoengan selatan (sekarang komplek pertokoan Kayutangan Malang).

Pada saat itu, Kota Malang sudah dinaikkan statusnya menjadi Gemeente (kota madya) sejak tahun 1914, dan berhak memerintah daerah sendiri dengan dipimpin oleh seorang Burgemeester (wali kota). Jabatan wali kota pertama dipegang oleh H.I. Bussemaker, yang kemudian mengusulkan ide untuk membangun gedung balaikota yang lebih modern dan representati

Untuk mencari desain yang tepat, pemerintah Kota Malang mengadakan sayembara yang diikuti oleh 22 peserta. Pemenang sayembara adalah H.F. Horn, seorang arsitek dari Semarang, yang mengajukan desain dengan judul “Voor de burgers van Malang” yang artinya “untuk warga Malang”. Desain ini mengikuti bentuk lengkungan alun-alun bundar (sekarang Alun-Alun Tugu) yang menjadi lokasi gedung balaikota. Desain ini juga memadukan konsep alam dan integrasi antara fungsi pemerintah, politik, pendidikan, dan ekonomi.

Pembangunan gedung Balaikota Malang menghabiskan biaya sebesar 287 ribu gulden, dan selesai pada September 1929. Gedung ini kemudian diresmikan dan mulai beroperasi pada masa jabatan wali kota kedua, Ir. Voorneman. Gedung ini memiliki luas bangunan sekitar 3.000 meter persegi, dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk ruang administrasi, ruang rapat, ruang tamu, dan ruang kerja wali kota. Lantai kedua digunakan untuk ruang arsip, ruang perpustakaan, dan ruang serbaguna. Gedung ini juga dilengkapi dengan halaman, taman, dan kolam air mancur di depannya.

Fungsi dan Perubahan

Gedung Balaikota Malang awalnya berfungsi sebagai kantor pemerintahan kolonial Belanda di Kota Malang, yang mengatur berbagai urusan administrasi, keuangan, kependudukan, pertanahan, perizinan, dan lain-lain. Gedung ini juga menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara resmi, seperti peresmian, penerimaan tamu, dan pesta. Gedung ini juga menjadi simbol status dan kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di Kota Malang, yang saat itu merupakan salah satu kota terbesar dan terkaya di Jawa Timur.

Namun, setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, gedung Balaikota Malang mengalami perubahan fungsi dan status. Gedung ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia, dan diubah menjadi pusat administrasi pemerintahan Kota Malang.

Gedung ini juga menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah, seperti Malang bumi hangus pada akhir juli 1947 juga hanguskan balaikota, penyerahan kekuasaan dari Belanda ke Indonesia pada tahun 1949, penandatanganan Piagam Malino pada tahun 1950, dan peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965. Gedung ini juga menjadi tempat berkembangnya berbagai organisasi kemasyarakatan, politik, dan budaya di Kota Malang.

Pada tahun 2018, gedung balaikota malang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Walikota Malang, dengan nomor SK 185.45/341/35/73.112/2018. Hal ini dilakukan untuk melestarikan nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Gedung ini juga tetap berfungsi sebagai kantor pemerintahan Kota Malang, dengan beberapa perbaikan dan renovasi yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Kisah Kelam

Di balik keindahan dan kemegahan gedung Balaikota Malang, tersimpan juga beberapa kisah kelam yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satunya adalah kisah tentang penunggu gedung Balaikota Malang, yang konon berupa sosok wanita berpakaian putih yang sering muncul di lantai dua gedung, terutama di ruang arsip.

Wanita ini disebut sebagai Noni Belanda, yang diyakini sebagai salah satu korban pembunuhan yang terjadi di gedung ini pada masa penjajahan Belanda.

Menurut cerita yang beredar, Noni Belanda adalah seorang wanita cantik yang merupakan istri atau kekasih salah satu pejabat Belanda yang bekerja di gedung Balaikota Malang. Wanita ini sering datang ke gedung ini untuk menemui pejabat tersebut, dan berada di ruang arsip yang menjadi tempat pertemuan mereka.

Namun, suatu hari, wanita ini ditemukan tewas di ruang arsip dengan luka tusukan di tubuhnya. Diduga, wanita ini dibunuh oleh pejabat tersebut atau orang lain yang mengetahui hubungan mereka.

Sejak itu, arwah wanita ini tidak tenang, dan sering menampakkan diri di gedung Balaikota Malang, terutama pada malam hari. Wanita ini dikatakan suka mengganggu orang-orang yang berada di gedung ini, dengan cara menarik rambut, mematikan lampu, mengeluarkan suara, atau bahkan menampakkan wajahnya di cermin.

Beberapa orang yang pernah melihatnya mengaku merasa ketakutan dan merinding. Ada juga yang mengalami hal-hal aneh, seperti kehilangan barang, sakit, atau mimpi buruk setelah berada di gedung ini. Pekerja balaikota sering menyebut “Mbak Sri” sebagai sosok penampakan Noni Belanda.

Kesimpulan
Gedung Balaikota Malang adalah salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang tinggi. Gedung ini menjadi saksi bisu perkembangan Kota Malang sejak zaman kolonial Belanda hingga kini. Gedung ini juga memiliki berbagai kisah menarik dan kelam yang terjadi di dalamnya. Gedung ini layak dilestarikan dan dijaga sebagai warisan budaya Kota Malang. (Heri)