Tuna Terancam Punah

PENCURIAN ikan dan penangkapan secara berlebihan di kelautan mengakibatkan spesies tuna di perairan Nusantara terancam punah. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar, pemerintah terus giat meningkatkan tata kelola kelautan dan perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Strategi yang digunakan yakni dengan memerangi illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF), memberlakukan memoratorium perizinan kapal ikan eks-asing di perairan Indonesia. Selain itu, juga melarang pemindahan muatan di laut atau transshipment, dan melarang kapal asing menangkap ikan di perairan Indonesia. Utamanya dengan membatasi penggunaan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan.

“Sebanyak 85% total ikan dunia sudah over exploitation dan over fishing. Artinya kompetisi ikan begitu besar, orientasi kebutuhan ikan begitu besar, kita ingin mendapatkan ikan dalam jumlah besar. Jadi kalau tidak dilakukan upaya strategis pengendalian akan terjadi kekacauan dalam tata kelola,” terang Zulficar.

Ia menyebutkan, ribuan kapal asing terus mencuri ikan di perairan Indonesia. Mereka bahkan melakukan kejahatan dengan melakukan duplikasi izin di Indonesia, sehingga ada sekitar 7.000-10.000 kapal asing menjarah di kelautan Indonesia setiap tahunnya.

“Kapal asing ini menyebabkan nelayan Indonesia sulit menangkap ikan. Tidak heran jika Nilai Tukar Nelayan rendah. Nelayan kita sulit bersaing dengan nelayan-nelayan lain karena ikannya sudah dihabiskan. Tingkat kemiskinan, gizi buruk, akhirnya menyebabkan destructive fishing, pengeboman ikan. Ini yang terjadi di seluruh pesisir laut Indonesia,” tambahnya.

Zulficar menyebut, kompetisi di bidang kelautan perikanan itu semakin ketat, semakin rapat. Kalau kita tidak lakukan berbagai upaya strategis, masa depan kelautan kita ini terancam. Berdasarkan data Indian Oceans Tuna Commission (IOTC), stok tuna di Indonesia, khususnya jenis yellowfin dan cakalang berkurang drastis. Jika tak segera ditanggulangi, keduanya terancam punah dalam 3 hingga 10 tahun mendatang.

Tuna merupakan hasil laut unggulan Indonesia. Tangkapan tuna di Indonesia menyumbang 16% produksi global. Nilai ekspor tuna tahun 2015 mencapai USD500 juta atau sekitar Rp6,7 triliun. Tuna sudah menjadi sumber penghasilan bagi jutaan nelayan Indonesia.  ***

Fitnah Media Sudan

FORCE Police Unit (FPU) Polri, adalah the best contingen. Ini ditegaskan oleh pejabat tinggi UNAMID (United Nations-African Union Hybrid Mission in Darfur). Pujian kepada FPU 8 juga diberikan oleh Pemerintah Sudan, serta Pemerintah Daerah dan masyarakat Darfur.

Kompolnas sendiri, hadir di Sudan sejak 31 Januari 2017 hingga 4 Maret 2017 bersamaan kepulangan FPU 8, guna mengawasi proses Administrative Fact Finding serta memberikan dukungan kepada FPU 8 dan TBHI. Adanya pemberitaan media Sudan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pasukan perdamaian Indonesia ditahan karena menyelundupkan senjata, adalah berita yang tidak benar dan telah mencemarkan nama baik, khususnya FPU 8, institusi Polri, bangsa dan negara Indonesia.

Sesungguhnya kontingen FPU 8 adalah pahlawan perdamaian (sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan bagi penugasan misi perdamaian) yang menjadi korban fitnah dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini kemudian juga terbukti dari beberapa temuan Joint Investigation Team (JIT) bahwa di antaranya terdapat kelemahan protokol keamanan bandara El Fasher yang dapat dengan mudah dimasuki orang beridentitas atau berseragam, atapun dibawa oleh “aparat”, serta tidak adanya CCTV di bandara dan keluar-masuk kendaraan yang tidak selalu terdata.

Oleh karena itu, Kompolnas berharap Pemerintah Sudan dapat menemukan pelaku yang sebenarnya dan memproses sesuai dengan hukum pidana yang berlaku. Kompolnas berharap Polri dapat memberikan perhatian kepada FPU 8, khususnya bagi keberlanjutan pembinaan karier dan pendidikannya.

Kompolnas memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian beserta jajaran, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beserta seluruh staf terkait, Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea Burhanuddin Badruzzaman beserta staf KBRI, Duta Besar RI untuk Perwakilan Tetap RI di New York Dian Triansyah Djani beserta staf PTRI, Tim Bantuan Hukum Indonesia (TBHI), dan Kontingen FPU 9 yang saat ini sedang bertugas di Sudan, atas seluruh kerja keras dan kerjasamanya.

Tidak lupa juga Kompolnas mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan UN/UNAMID Civillian, IPO Indonesia, MilOps/Staf Indonesia, yang selama ini dengan ikhlas memberikan dukungan moril dan materil kepada kontingen Indonesia, khususnya FPU 8. ***

Penyelundup itu Bukan FPU Polri

KEPULANGAN kontingan Force Police Unit (FPU) 8, Polri ke Tanah Air, diwarnai sedikit insiden. Ditemukannya 10 tas berisi senjata dan amunisi, membuat kontingan kembali ditahan, menunggu hasil pemeriksaan.

Untuk mengusut perkara ini, Pemerintah Indonesia – dalam hal ini Polri dan Kemenlu – membentuk TBHI (Tim Bantuan Hukum Indonesia) yang kemudian bersama-sama UNAMID (United Nations-African Union Hybrid Mission in Darfur) dalam Joint Investigation Team (JIT) dan melakukan Administrative Fact Finding selama lebih dari satu bulan. Tim ini memeriksa saksi-saksi yang berasal baik dari FPU 8, staf UNAMID yang mengurus pergantian kontingen (MovCon), Military Police, petugas Air Ops bandara dan staf UNAMID yang mengurus keamanan bandara (UNDSS).

Dari hasil Administrative Fact Finding tersebut tidak ditemukan bukti-bukti yang cukup akan keterlibatan FPU 8 – baik individual maupun institusi – dalam kasus penyelundupan senjata di Bandara El Fasher. Oleh karena itu UNAMID dan kemudian Pemerintah Sudan mempersilakan FPU 8 pulang ke Indonesia.

Kompolnas sebagai lembaga eksternal yang bertugas mengawasi Polri telah melakukan kunjungan supervisi terhadap kinerja FPU 8 di Sudan pada tanggal 5-12 Desember 2016, dan melihat dengan jelas bahwa FPU 8 telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pujian dari UNAMID bahwa FPU 8 adalah FPU terbaik pada saat penyerahan medali penghargaan PBB kepada FPU 8, yang dilakukan oleh Joint Special Representative (JSR) selaku pimpinan tertinggi UNAMID dengan dihadiri para petinggi UNAMID. ***

Gara-gara 10 Tas Senjata

INI kisah di balik kepulangan Kontingan Force Police Unit (FPU) 8 Polri yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di El Fasher, Darfur Utara, Sudan, di bawah payung PBB dan Uni Afrika (UNAMID). Setelah mengalami penundaan beberapa kali, akhirnya mereka tiba dengan selamat di tanah air, Minggu (5/3).

Ada kisah menarik di balik kepulangan pasukan penjaga perdamaian Polri di Sudan. Awalnya, jadwal kepulangan FPU 8 dijadwalkan 27 Desember 2016. Mundur lagi menjadi tanggal 21 Januari 2017. Dan kembali mundur menjadi tanggal 4 Maret 2017.

Nah, kemunduran terakhir, dikarenakan adanya penemuan 10 (sepuluh) tas berisi senjata api dan amunisi di teras Bandara Udara El Fasher pada Kamis tanggal 19 Januari 2017. Kontingan Polri sempat diduga sebagai penyelundup 10 tas berisi senjata dan amunisi, tetapi sejak awal sudah dibantah.

Pada saat itu aktivitas Bandara Udara El Fasher memang dikhususkan untuk mempersiapkan kepulangan kontingen FPU 8, tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa ada rotasi pasukan lain dan kehadiran orang-orang lain di bandara tersebut. Keberadaan anggota FPU 8 di Bandara El Fasher, adalah sedang melakukan proses bongkar muat dan X-ray bagasi dalam rangka rangkaian persiapan kepulangan ke Indonesia.

Lebih tidak berdasar tudingan penyelundupan senjata itu ke FPU 8 Polri, karena tas-tas tersebut tidak beridentitas, tidak dibawa atau tidak dalam penguasaan FPU 8, tidak ada label identitas pemilik yang dimiliki FPU 8 dan tidak termuat dalam daftar manifest barang-barang FPU 8 yang sudah disetujui UNAMID. Sedangkan semua barang yang diakui milik FPU 8 adalah barang-barang yang berada dalam penguasaan FPU 8, semua memiliki identitas dan termuat dalam daftar manifest barang-barang FPU 8 yang disetujui UNAMID.

Apa boleh buat…. seluruh anggota Polri yang tergabung dalam FPU 8 dan siap pulang ke Tanah Air, urung. Mereka harus kembali ke barak, menunggu hasil investigasi. ***

Batik Ibu-ibu Rusun

GUNA membantu warga yang kesulitan mencari pekerjaan maupun membuka usaha, program ini merupakan langkah tepat. Salah satunya pelatihan membatik di Blok Glatik Rusunawa Rawa Bebek, Jalan Inspeksi Kanal Timur RT 005/RW 001, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jumat (3/3).

Kegiatan yang diikuti 30 ibu rumah tangga penghuni Rusunawa Rawa Bebek ini diadakan Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta. Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta Veronica Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, kegiatan ini tidak hanya semata memberikan pelatihan, namun setelah memiliki keterampilan, para ibu rumah tangga diharap mampu memiliki penghasilan tambahan sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Jangan karena pendidikan minim kita tidak bisa apa-apa. Dengan ini para ibu rumah tangga harus punya keterampilan, salah satunya membatik,” kata Veronica.

Veronica menambahkan, sebelumnya kegiatan serupa sudah dilaksanakan di sejumlah rusun lain, seperti di Rusun Marunda dan Pulogebang. ”Tidak hanya dilatih, para ibu di sana juga sudah memproduksi dan memasarkan produk batik hasil karyanya,” paparnya.

Vero menambahkan, pihaknya, sudah menggandeng sejumlah desainer dan pengusaha. Sehingga, produksi warga rusun bisa dijual dengan harga yang layak.  “Jadi tidak hanya dijual ke kalangan orang dekat saja. Kita akan bantu pemasaran ke toko, desainer dan perusahaan,” cetusnya. ***

Fotografi Ketupat Sayur

ANDA penyuka fotografi? Anda tak boleh lewatkan kesempatan ini. Atria Hotel Gading Serpong bekerjasama dengan Datascrip/Canon, menggelar Canon Atria Photography Competition & Workshop. Kegiatan ini dilakukan sejak 25 Februari sampai 25 Maret 2017.

Kompetisi dan workshop ini dihadiri 50 peserta dan 14 media, serta Hendri Syamsul selaku Vice President 1 Indonesian Chef Association (ICA), dan Danni Nahason Marketing Executive Canon Image Communication Product Division.

Kegiatan ini dibuka oleh Anton Susanto selaku General Manager didampingi Arie Rachmat Hidayat Food & Beverage Director dan Chef Habibi selaku Demi Chef Atria Hotel Gading Serpong. Sedangkan Technical meeting bagi para peserta lomba, mini workshop oleh Turida Wijaya sebagai pembicara food dari id-strobist dan Adit sebagai pembicara street.

Kemudian dilanjut lomba photo on the spot sebagai objeknya adalah Ketupat Sayur Atria dengan tema still life di 3 titik lokasi; Ivory Dining, The Lounge dan Mezzanine Restaurant dengan total waktu selama satu jam.

Tema yang diangkat Canon Atria Photography Competition & Workshop ini adalah Food “Ketupat Sayur” dan Street “Tangerang Area”. Hasil foto para peserta, seluruhnya akan menjadi milik Atria Hotel GadingSerpong dan akan digunakan untuk kebutuhan dekorasi hotel, promosi dan nantinya Atria akan mengeluarkan buku ‘Atria Culinary’. ***

“Transjakarta Cares”

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus meningkatkan pelayanan transportasi masyarakat. Kesetaraan pelayanan transportasi bagi penyandang disabilitas juga diwujudkan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melalui Transjakarta Cares yang telah hadir sejak 19 Oktober 2016.

Sebagai perusahaan di bawah BUMD, Transjakarta melayani semua permintaan. Saat ini ada enam armada Transjakarta Cares yang beroperasi dan melayani hingga 40 orang per hari. Aspek kesetaraan juga menjadi komitmen Tahir Foundation. Organisasi nirlaba tersebut berpartisipasi dengan menyumbangkan 20 unit Transjakarta Cares.

Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono, mengapresiasi sumbangan 20 unit Transjakarta Cares. Menurutnya, penambahan armada Transjakarta Cares akan membantu Transjakarta dalam meningkatkan pelayanan kepada penyandang disabilitas. “Kami berterima kasih atas tambahan 20 mobil Transjakarta Cares. Sumbangan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (3/3).

Transjakarta, tambahnya, menyiapkan halte dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dijelaskan, setelah dijemput dari titik, armada Transjakarta Cares akan mengantar ke halte ramah difabel dan dapat meneruskan perjalanannya menggunakan bus Transjakarta sampai halte ramah difabel yang terdekat dengan tujuan. Kendaraan Transjakarta Cares akan mengantar pengguna layanan tersebut sampai ke tujuan.

Ditambahkan, Transjakarta Cares beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Penyandang disabilitas dapat memesan mobil Transjakarta Care dengan cara menghubungi call center 1500102 atau mengirimkan pesan singkat (SMS) ke 081111545001. Penjemputan dilakukan di lokasi awal pelanggan  untuk diantar ke halte Transjakarta yang ramah difabel terdekat. ***

Kredit Biaya Sakit

ANDA mengalami kesulitan dalam pendanaan rumah sakit? Kini tidak lagi! Sebab, KoinWorks sebagai platform daring penyedia layanan investasi dan peminjaman uang dengan sistem peer to peer (P2P) lending menandatangani kerjasama dengan RS Premier Bintaro, beberapa waktu lalu, di Ballroom  Krakatu RS. Premiere Bintaro.

Kerjasama pembiayaan layanan kesehatan lebih beragam dan terjangkau melalui KoinSehat. Dengan sendirinya bagi pasien yang tengah menjalani penanganan pengobatan di rumah sakit tersebut bila membutuhkan dana, maka akan dilihat oleh pihak rumah sakit dan diarahkan ke KoinWorks.

Dijelaskan oleh Benedicto Haryono Co-Founder& CEO KoinWorks, pasien yang membutuhkan bantuan pendanaan bisa mengajukan pinjaman kesehatan di RS Premiere Bintaro lewat KoinSehat hanya dengan membayar uang muka sebesar 10 persen dari total biaya pengobatan. Selanjutnya biaya kekurangannya dipinjamkan oleh pihak KoinWorks dengan jangka waktu cicilan antara 6 – 24 bulan serta bunga 0,75 persen per bulan.

Saat ini yang ditawarkan bantuan pendanaan untuk perawatan kecantikan, perawatan mata, kehamilan, fisioterapi, perawatan gigi dan berbagai layanan cek medis. “Bagi kami kerjasama ini adalah wacana baru yang cukup menggembirakan, dimana selama ini kerjasama penjaminan pasien hanya melalui asuransi ataupun jaminan perusahaan,” jelasnya.

“Dengan konsep yang bagus dari KoinWorks, akan semakin membuka alternative akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan tindakan medis yang lebih mudah, terjangkau dan dengan pelayanan berkelas,” ungkap Dr.Juniwati Gunawan, CEO RS Premiere Bintaro. ***

Raja dan Tokoh Agama

RAJA  Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Raja berharap agar setiap warga negara dapat memegang teguh nilai-nilai toleransi di masyarakat.

“Stabilitas Indonesia merupakan buah dari semangat toleransi dan hidup berdampingan di antara semua lapisan penduduk Indonesia. Kita hendaknya dapat bekerja sama untuk terus menjalin komunikasi dengan dialog di antara umat beragama agar dapat memperkuat nilai-nilai toleransi,” kata Raja Salman yang didampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan tokoh lintas agama, di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/3) sore.

Raja berjuluk Penjaga Dua Tanah Suci itu juga mendorong seluruh pihak untuk aktif menjaga perdamaian, dan sangat penting menanggulangi segala bentuk radikalisme dan ekstremisme yang saat ini makin menggejala. “Semua agama berusaha menjaga hak-hak manusia dan kebahagiaan mereka. Karenanya penting untuk memerangi radikalisme dan ekstremisme,” tutur Raja Salman.

Sebelumnya Presiden Jokowi memperkenalkan secara singkat para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sebanyak 29 tokoh berbagai agama yang hadir, menurut Presiden, merupakan representasi dari kemajemukan yang ada di Indonesia.

Para tokoh lintas agama tersebut, lanjut Presiden, menjadi salah satu pilar dari terciptanya harmoni yang ada di Indonesia. Harmoni yang menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan di Indonesia selama ini. “Yang Mulia, para pemimpin agama ini merupakan teladan bagi umatnya dalam mengembangkan semangat toleransi dan sikap saling menghormati, yang sangat penting dalam hubungan antarumat beragama di Indonesia. Hal ini merupakan aset bangsa Indonesia, aset negara Indonesia, yang sangat berharga dalam berkontribusi bagi perdamaian, utamanya perdamaian dunia,”ungkap Presiden Jokowi. ***

Pasar-pasar Idaman

BERKUNJUNG ke pasar yang bersih, tertata rapi, menjadi indaman semua pengunjung, terutama kaum ibu. Namun sayangnya, dari seluruh pasar yang dikelola PD Pasar Jaya, baru 13 pasar yang bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebanyak 13 pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya mendapatkan predikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk 2017. Tiga di antaranya merupakan pasar yang telah tersertifikasi sejak 2015 lalu. “Sertifikasi SNI sendiri merupakan bentuk penerapan pasar sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Manajer Bidang Umum dan Humas PD Pasar Jaya, Muhamad Fahri.

“Pasar yang mendapatkan sertifikasi sudah melewati 13 syarat teknis, meliputi aspek ruang dagang, aksesibilitas dan zonasi, penyediaan area parkir serta area bongkar muat barang,” ujarnya, Jumat (3/3).

Pasar yang baru mendapatkan sertifikat SNI yakni Pasar Mayestik, Pasar Enjo, Pasar Baru, Pasar Gembrong, Pasar Ganefo, Pasar Glodok, Pasar Cikini Ampium, Pasar Pesanggrahan, Pasar Ciplak dan Pasar Koja Baru.

Sementara tiga pasar yang telah mempertahankan predikatnya, Pasar Cibubur, Pasar Pondok Indah dan Pasar Manggis. “Tentu saja menjadi kebanggaan, di tengah pembenahan yang terus dilakukan agar seluruhnya bisa berstandar SNI,” tandasnya. ***