Bersahabat dengan Anak-anak Jalanan

Kegiatan Sahabat Anak

Anak jalanan, seolah-olah suatu keniscayaan, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta. Mereka selalu ada, dan  ibarat kehidupan itu sendiri, selalu ada dinamikanya, meski sering kali tidak menyenangkan.  Anak-anak jalanan eksis di jalanan bukan atas kehendak mereka, melainkan lebih banyak dibentuk bahkan dilahirkan oleh lingkungan sosialnya. Ekonomi menjadi alasan untuk kehadirannya.            Sahabat Anak kemudian mencoba merangkul mereka. Sahabat anak merupakan semacam himpunan dari para voluntir yang peduli terhadap nasib dan kehidupan anak-anak jalanan. Kasih sayang adalah landasan yang mendorong mereka untuk berempati, berbagi,  dan melakukan upaya untuk mengubah realitas sosial yang dialami dan dikerjakan anak-anak jalanan.

Pendidikan merupakan pintu masuk yang dianggap paling urgen untuk mengentaskan, atau setidaknya mengurangi keberadaan anak-anak di jalanan yang umumnya mengamen di angkutan umum.  Karena itu tempat-tempat bimbingan belajar ditebar dimana anak-anak biasa memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat berkumpul atau nongkrong bersama teman sekerjanya.

Adalah Walter  Simbolon, koordinator Sahabat Anak yang selama 7 tahun bersama para  voluntir lainnya menumpahkan segenap tenaga, waktu, pikiran, hingga materi untuk membimbing anak-anak jalanan.  “Bimbingan belajar ini bersifat pendampingan, “ kata Walter kepada Tokoh.  Anak-anak jalalanan yang sudah sekolah itu dibantu  dalam kegiatan belajar yang diajarkan oleh guru mereka. Sementara yang belum sekolah akan mendapatkan pengetahuan baca tulis sesuai usia mereka.

Menurut Walter yang pernah studi di jurusan filsafatPeguruan Tinggi swasta di Jakarta, Sahabat Anak sekarang sudah memiliki 7 tempat bimbingan belajar yang tersebar di beberapa wilayah d Jakarta, yakni di Tanah Abang, Manggarai, Grogol,  kawasan Kota Tua,Gambir, Prumpung, dan Cijantung.

Kebanyakan kebiasaan anak-anak jalanan adalah mengamen di bus maupun di angkutan  perkotaan lainnya. Usia mereka dari yang 5 tahun hingga 16 tahun “Kalau orangtuanya yang ngamen hasilnya kecil, “ papar Walter

Awalnya ketika para voluntir mengumpulkan mereka dan  membimbing anak-anak jalanan itu untuk belajar, diantara orangtua  mereka marah meskipun  hanya belajar selama 2 jam.  “Ngapain belajar, kalau ngamen sudah dapat berapa bus?!

Maksudnya, jika waktu 2 jam belajar itu dipakai buat mengamen, maka si anak kemungkinan sudah naik turun lebih dari 5 bus. Jika  hasil ngamen di satu  bus rata-rata Rp 10 ribu, maka di 5 bus  bisa mendapatkan Rp 50 ribu. “Makanya orangtuanya marah kalau anaknya kami ajak  masuk  bimbingan belajar,” kata Walter menegaskan

Padahal anak-anak sangat antusias kalau diajak belajar. Bahkan beberapa anak pernah curhat pada  ara aktivis Sahabat Anak bahwa sebenarnya mereka juga capek naik turun bus untuk mengamen.  Hasil mengamen itu, menurut Walter, memang tidak semuanya untuk orangtuanya. Mereka dapat jatah juga untuk uang jajan.

Diakui Walter, tidak mudah memberikan pengertian kepada orangtua dari anak-anak jalanan agar memberikan sebagian waktu buat anak untuk belajar, bahkan bermain. “Yah, akhirnya kami melakukan pendekatan secara personal, “  tambah Walter lagi.

Apa yang dikemukakan Walter dialami oleh   komunitas penghuni suatu komplek perumahan  di Jakarta. Di  komplek itu sering berkeliaran anak-anak kecil mengamen. Diantara penghunimerasa iba, lalu  mengumpulkan mereka dan  memberikan bimbingan belajarsecara umum. Orangtua anak-anak pengamen itu  bukannya berterima kasih, sebaliknya melarang anak-anak mereka  mengamen ke komplek tersebut.  Sejak itu, di komplek tersebut tidak ada lagi anak-anak yang mengamen.

Eksplorasi terhadap anak-anak dilakukan oleh keluarga mereka sendiri.  Lebih baik  mengamen dari pada belajar, lebih baik di jalanan  dan dapat duit ketimbang  bermain sebagaimana dunia anak-anak. Itulah  realita yang  dlakukan sebagian keluarga  miskin perkotaan. “Perlu waktu yang cukup lama untuk memberikan pengertian terhadap para orangtua.  Kalau  mengajak anak-anak mereka untuk belajar cukup mudah,  mereka malah antusias, “  tutur Walter.

Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI akan Gelar Razia STNK

Razia kendaraan bermotor di wilayah Polda Metro Jaya.

BAGI Anda pemilik kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, Anda harus mengecek kembali surat-surat kendaraan bermotor Anda sebelum berpergian. Sebab, Dirlantas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta akan menggelar razia terhadap kendaraan yang STNK-nya yang tidak sah.

Hal ini dilakukan untuk menekan pelanggaran serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan berlalu-lintas. “Rencananya, razia terhadap kendaraan yang STNK-nya yang tidak sah akan digelar pada awal bulan Mei 2017,” jelas Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Bin Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Senin (24/4).

Nantinya, bagi pengendara yang ditemukan pajaknya mati atau STNK-nya mati akan dilakukan penilangan. Pelanggar, dapat dikenakan pidana dengan kurungan maksimal 2 bulan atau didenda maskimal Rp500 ribu. Sedangkan untuk kendaraan yang pajaknya mati nanti menjadi kewenangan Dinas Pajak dan Retribusi Provinsi DKI dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

“Razia STNK ini dilakukan sebagai upaya untuk membangun kesadaran hukum masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor. Kendaraan harus dilengkapi dengan STNK yang sah, sehingga perlu ada pengawasan secara rutin dan berkala,” ujarnya.

Razia terhadap STNK kendaraan ini dilakukan karena banyaknya kendaraan yang belum mendaftar ulang dengan artian para wajib pajak belum membayar pajak 5 tahunan. Kemudian hal ini juga dilakukan untuk mencegah penggunaan kendaraan bodong yang tidak dilengkapi dengan STNK atau yang tidak sah.

Terkait tindakan penilangan yang dilakukan pihak kepolisian, kata AKBP Budiyanto, sudah sesuai dengan Pasal 288 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tentang kendaraan yang tidak dilengkapi dengan STNK yang sah dilakukan tilang. ***

Arah Baru Turki, di Bawah Erdogan

Referendum di Turki yang kemudian menempatkan Presiden Erdogan sebagai pemimpin dengan kekuasaan penuh.

SEBUT saja tokoh dunia yang menentang Amerika Serikat. Kontan akan mendapat serangan balik. Tak terkecuali Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang secara terbuka menyatakan bertentangan dengan Amerika Serikat. Bahkan menyamakan pemerintahan Jerman sekarang seperti NAZI.

Melalui referendum pertengahan April 2017 lalu, Erdogan tampil sebagai penguasa Turki yang memiliki kekuasaan lebih besar dibanding ere sebelum terjadinya referendum, buntut kudeta gagal sebelumnya. Hasil referendum menyetujui perubahan konstitusi. Sistem pemerintahan pun berubah dari parlementer ke presidentil.

Pilihan rakyat yang memenangkan Erdogan pada perolehan suara 51 persen, oleh oposisi dinilai bakal menjadi bibit ketidakstabilan negeri itu. Hasil referendum, jika diterapkan sepenuhnya, Presiden akan bebas dari pemeriksaan akuntabilitas parlemen, punya kekuasaan anggaran belanja penuh, dan otonom penuh membentuk pemerintahan sesuai kehendaknya (para menteri dan pejabat tidak perlu proses ‘fit and proper’ di parlemen, tetapi ditunjuk oleh Presiden, sama seperti di Indonesia).

Di atas semua itu, amandemen baru juga memungkinkan dia mencalongkan diri lagi sebagai presiden hingga tahun 2029. Kritikus menyebut, Turki masuk ke era otoriter. Menurut Committee to Protect Journalist, Turki jadi negara paling banyak memenjarakan wartawan.

Tidak hanya para reporter yang menanggung kemarahan Erdogan. Setelah kudeta gagal, pertengahan tahun lalu, Erdogan memecat lebih dari 100.000 pegawai negeri dengan tuduhan terlibat kudeta. Sebanyak 47.000 orang masih mendekam di penjara menunggu pengadilan. Banyak pengamat Barat percaya penangkapan-penangkapan ini bermotifkan politik.

Meski begitu, Erdogan mendapat dukungan besar di negaranya. Erdogan di mata pendukungnya, adalah seorang pemimpin nasionalis. Erdogan berbulan-bulan berkampanye agar publik memilihya dalam referendum. Dia menyelimuti Turki dengan kampanye lewat radio dan televisi, billboard, dan spanduk-spanduk raksasa berisi fotonya, yang berukuran besar, dengan pesan-pesan patriotisme dan persatuan nasional.

Dia dan para pendukungnya berargumentasi bahwa sistem baru sebenarnya telah memperkuat demokrasi dan meningkatkan keamanan nasional. Setelah 16 April, Turki bisa lebih kuat memerangi organisasi teroris dan kekuatan-kekuatan yang mendukungnya, ujar Erdogan dalam salah satu kampanyenya.

Erdogan menjadi aktor politik utama di Turki sejak partainya berkuasa tahun 2002. Berkuasanya Erdogan, dikhawatirkan oleh kalangan oposisi akan menerapkan lebih banyak hukum Islam, termasuk pembatasan penjualan minuman alkohol dan mendesak perempuan kembali mengambil peran tradisional sebagai ibu dan merawat anak.

Sementara bagi para pendukung, Erdogan adalah pembela nilai-nilai yang didedikasikan untuk memodernkan dan membuka ekonomi Turki. Erdogan juga diharapkan membuat pemerintah lebih efektif dan bisa mengurangi korupsi, serta memberi Turki tempat di Uni Eropa.

Bagi konstituennya, partai Erdogan juga memperluas kebebasan sipil bagi para pemeluk Islam, yang lebih konservatif, terutama perempuan, yang berdasarkan hukum dilarang menggunakan hijab di sekolah, universitas, atau di kantor pemerintah. Maka di tangan Erdogan, hukum larangan berhijab akan dihapus.

Singkatnya, Presiden Erdogan sekarang memiliki kekuasaan besar. Eropa tentu berharap Turki lebih ramah terhadapnya dan AS berharap bisa terus bekerjasama memusnahkan ISIS. Bahkan Israel mungkin berharap bisa menghidupkan kembali kerjasama militer antar kedua negara. Kita belum tahu. ***

Sumber informasi vox.com

Pilihan Warna Kitchen Set Elegan

UNTUK menilai kebersihan dan kerapihan rumah, lihatlah dulu  kamar mandinya. Hal ini seolah menjadi “keyakinan” masyarakat dulu. Pada umumnya memang demikian tolok ukur itu tidak meleset, bahwa ruang-ruang lain di rumah itu cukup terjaga kebersihannya jika kamar mandi sudah  “pantas”.

Kini, pandangan tersebut kurang populer, kendati tak diragukan. Seiring kesadaran kesehatan dan  peningkatan perekonomian, serta gaya hidup, maka sekarang wajah ruang dapurlah yang menjadi ”ukuran”. Bukan hanya pada soal bersihnya, tapi meruak lebih jauh, yakni  pada pola hidup penghuninya,seleranya, kemewahan yang dimiliki, serta prestise tentunya.

Karena itu posisi ruang dapur pun kini bisa sangat strategis. Tidak lagi di rumah bagian belakang. Pada rumah-rumah tertentu bisa nyambung dengan  ruang tamu. Bahkan banyak keluarga yang membuat kitchen set di samping depan bagian rumah. Sehingga mudah terlihat oleh setiap tamu yang datang. Kitchen set ibarat etalase untuk sebuah rumah.

Sesuai tren kekinian,warna-warna natural menjadi pilihan yang tepat, seperti putih dengan pelbagai gradasinya, pun coklat kayu dan nuansa-nuansanya krem abu-abu, biru muda,dan lain-lain. Menurut Kenneth Akbar Maulana dari Tazora Design, warna-warna natural acap menghadirkan kesan elegan, apalagi dalam paduan komposisi warna yang sesuai antara dinding dengan properti yang terpajang.

“Warna natural juga berkesan abadi,“ kata konsultan desain yang juga GM Tazora Design, perusahaan bidang perancangan, kontruksi,dan konsultan desain yang meliputi arsitektural dan desain interior

Meski warna natural sangat cocok untuk kamar tidur karena dapat menciptakan efek lengang dan tenang, namun warna natural ketika dipakai untuk ruang dapur/ kitchen set juga dapat membangun kesan ruang lebih lapang,  bersih, tenang, dan menebar “rasa alami”.

Ruang dapur dan kichen set dengan warna natural, misalnya dalam paduan slate gray, lihgt slate  gray, silver dan  krem dengan meja warna kontras (hitam), serta kursi dominan putih. Semua ini tampak harmoni di atas lantai bernuansa cokelat atau navajo white/ agak keputih-putihan.

Selain itu juga kitchen set dengan warna dominan kayu (cokelat) dengan ornamen dinding kotak-kotak warna salmon dan koral muda. Kuat, tegas dan dinamis hadir dalam paduan warna ini. Sedangkan kitchen set dengan model lebih sederhana, misalnya dalam nuansa warna cokelat yakni sandy brown dan cornsilk.***

Malaysia Songsong Penobatan Yang di-Pertuan Agong

RAKYAT Malaysia besok, Senin 24 April, akan menyaksikan peristiwa bersejarah dalam penobatan Sultan Kelantan, Sultan Muhammad V, sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-15 menggantikan Tuanku Abdul Halim Mu adzam Shah.

Penobatan itu untuk kedua kalinya akan dilangsungkan di Balairung Seri, Istana Negara, Jalan Tuanku Abdul Halim. Sebagaimana dimaklumi, Sultan Malaysia bergelar Yang di-Pertuang Agong, yang diberikan secara bergilir kepada sembilan Sultan yang berkuasa di negara bagian yang ada di bekas jajahan Inggris itu.

Untuk acara tersebut, Istana Negara telah dihias indah, lampu warna-warni memperindah suasana istana negara. Selain itu juga dipasang poster-poster dan kain yang dibentangkan dengan foto Yang di-Pertuan Agong, yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sekitar ibu kota menuju ke Istana Negara. Suasananya sangat semarak.

Penobatan itu menandai beralihnya kekuasaan secara resmi kepada Sultan Muhammad V, yang akan memegang tampuk pemerintahan sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-15. Menurut pejabat Istana, Azuan Effendy Zairakithnaini, pemilihan tanggal penobatan yang bertepatan dengan hari besar Islam, Israq dan Mikraj, datang dari Sultan sendiri, setelah mendengarkan nasihat dari para ulama dan mufti.

Acara penobatan yang hanya bisa disaksikan lima tahun sekali ini, akan dimulai pada 09.30 waktu Malaysia, dan kabarnya akan disiarkan lengsung oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM). Sebelumnya, Sultan Muhammad V sudah mengangkat sumpah jabata dan meneken surat sumpah jabatan pada 13 Desember 2016 yang mengukuhkan dan melegitimasi dirinya se bagai Yang di-Pertuan Agong. Dengan kedudukan ini, dia akan bertindak sebagai ketua negara.
Dengan penobatan itu, maka untuk kedua kalinya Sultan Kelantan dilantik sebagai Yang di-Pertuan

Agong, selepas  Sultan Yahya Petra Ibni Almarhum Sultan Ibrahim yang dikukuhkan  sebagai Yang di-Pertuan Agong Ke-6 yang memerintah  dari 21 September 1975 hingga 29 Maret 1979.

Sultan Muhammad V bermama kecil  Tengku Muhammad Faris Petra, yang lahir  pada 6 Oktober  1969 di Istana Batu, Kota Bharu, Kelantan.  Dia adalah  putera pertama  Sultan Ismail Petra dan Tengku Anis Tengku Abdul Hamid. Gelar  Sultan Muhammad V disandangnya setelah dikukuhkan sebagai  Sultan Kelantan ke-29 pada 13 September 2010.

Tiga Tewas Akibat Serobot Pintu KA

KECELAKAAN di perlintasan kereta api, sudah terlalu sering, tapi tampaknya masih saja ada warga masyarakat yang abai akan keselamatannya dengan mencoba menerobos palang pintu kereta api sekalipun tanda peringatan kereta akan melintas sudah berbunyi. Memang di antara warga yang melabrak Undang-Undang Perkeretaapian lolos, tapi tidak sedikit yang harus meregang nyawa atau menderita luka-luka karena kendaraan yang ditumpangi dihantam kereta.

Contoh kasus terbaru, terjadi di kota Surabaya, Jawa Timur. Entah memburu apa, pengendara mobil Daihatsu Xenia S 1997 AT memaksakan diri untuk menerobos perlintasan kereta api, sekalipun bel tanda kereta akan lewat sudah berbunyi. Akibat sembrono, kecelakaan mautpun tidak dapat dihindarkan.   Kendaraan yang mereka tumpangi tersambar KA Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan, kecelakaan pada Minggu dinihari, sekitar subuh waktu Surabaya,  di  perlintasan KA kawasan Jalan Ahmad Yani – Margorejo.

Dugaan sementara, mobil  Xenia yang melaju dari arah utara ke selatan tersebut, saat belok ke kiri dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Margorejo, tampaknya menberobos palang pintu kereka yang sudah tertutup, karena KA Mutiara Timur akan segera melintas.  Akibat tersambar kereta, mobil  Xenia hancur dan terseret kereta beberapa meter. Tiga dari empat orang yang ada di dalam Xenia, tewas di tempat kejadian peristiwa.

Korban tewas masing-masing bernama Darwis Hasiholan Sinambela (36),  warga Kampung Rawa Roko, Bojong Rawalumbu, Bekasi; Dua orang lain yang tewas adalah  Ricky Pratama Mamonto (28), warga  di Jalan Purnasakti, Banjarmasin;  dan Awaludin Lestaluhu (34), wargta Jalan Mamala, Lehitu, Maluku Tengah. Seorang penumpang lainnya,  Acep Sutrisna (37),  warga  Bantargebang Selatan, Bekasi, mengalami luka serius.

Guna penyelidikan, polisi melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi mata, termasuk menganalisa  CCTV di loksi sekitar TKP.***

Peggy Whitson Pecahkan Rekor di Angkasa Luar

AMERIKA Serikat dan Rusia terus menjalin kerjasama dalam riset dan pengembangan teknologi luar angkasa, ditandai dengan bertolaknya dua astronout adal kedua negara tersebut ke  Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dengan menumpang kapsul antariksa Soyuz.

Hubungan politik yang kadang panas-dingin antara Amerika dan Rusia, tampaknya tidak menganggu kerjasama dalam riset angkasa luar. Kamis (20/4/2017) pekan ini, seorang astronot Amerika, Jack Fischer, bersama kosmotot kawakan dari Rusia,  Fyodor Yurchikhin, telah diterbangkan dari  fasilitas peluncur angkasa luar di Baikonur, Rusia.

 

 

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menginformasikan, kedua astronot itu akan menjalani misi  selama empat bulan di stasiun ruang angkasa ISS.  Biasanya Rusia  mengirimkan dua  kosmonotnya dalam penerbangan Soyuz ke ISS, yang terbang bersama-sama dengan seorang astronot Amerika. Tapi kali ini Rusia mengambilo kebijakan dengan mengurangi kosmonot yang dikirimnya, sampai dengan diselesaikannya laboratorium ilmiah yang dibangun  Rusia untuk dipasang di  ISS tahun 2018.

Setibanya  di ISS, Fischer dan Yurchikhin akan bergabung bersama dengan  Peggy Whitson, kosmonot Rusia Oleg Novitskiy (AS) dan Thomas Pesquet (Prancis). Bagi Whitson, yang menjadi komandan ISS, tugas di stasiun angkasa luar sekarang ini akan mengantarnya menjadi orang Amerika pertama yang berada di angkasa luar terlama, yakni 534 hari per 24 April 2017 lusa. Presiden Amerika, Donald Trump dan putrinya, Ivanka Trump, hari itu akan menyampaikan ucapan selamat kepada Whitson, melalui sambungan telepon.

Menebar Ikan Menggugah Peduli Bumi

KOLAM SUSU yang menjadi tajuk lagu Koes Ploes, memberi gambaran betapa Indonesia memang kaya raya. Abai melestarikannya pun masyarakat sudah banyak yang memahaminya. Masalahnya, orang masih banyak yang enggan atau malah memberi kontribusi pada penyelamatan lingkungan. Tidak peduli pada masa depan bumi.

Hari ini, 22 April, bertepatan dengan Hari Bumi, adalah momen yang tepat untuk mengingatkan penduduk bumi, untuk merawatnya melalui aksi-aksi penyelamatan lingkungan, kecil atau besar. Inilah waktu yang tepat untuk menggugah kesadaran  akan pentingnya menjaga kelestarian alam, antara lain dengan menjaga kebersihan dan memperbaiki ekosistem.

Ancaman banjir yang belum sepenuhnya dapat diatasi dari Ibukota Jakarta, dan banyak wilayah di tanah air, adalah gambaran bagaimana manusia menebar kerusakan lingkungan akan menuai banjir. Alam memperlihatkan, bagaimana manusia harus membayar tunai atas kerusakan lingkungan yang diperbuatnya.

Penyadaran akan pentingnya perhatian terhadap lingkungan hidup ini, Jumat (21/4/2017) dilaksanakan oleh  Pemerintah Provinsi (Pemptov) DKI Jakarta yang bekerjasama dengan  perusahaan penyedia air konsumsi di Jakarta, PT PALYJA.

Aksi yang dilakukan di antaranya  dengan menebar sebanyak 1.000 ekor ikan mujair dan menanam 150 pohon produktif  di bantaran Kali Ciliwung, RW 06 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan itu digelar dalam rangka menyambut Hari Bumi tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, perayaan Hari Bumi dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menjaga kebersihan dan memperbaiki ekosistem. “Kita mengapresiasi kepedulian komunitas, perusahaan dan masyarakat terhadap pelestarian bumi, khususnya terhadap Ciliwung,” katanya.

Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PALYJA, Meyritha Maryanie menambahkan, jenis pohon yang ditanam terdiri dari nangka, matoa, cannonball, kayu manis, asam jawa dan kenari. “Kegiatan yang berbarengan dengan perayaan Hari Kartini, kita mengajak generasi muda pentingnya menjaga lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan ini tentu saja perlu keberlanjutan dukungannya dari masyarakat. Masyatakat sekarang mungkin perlu mencontoh nenek moyang kita dahulu, yang tidak selalu mengaitkan aksi tanam pohon yang dilakukan dengan apa yang bisa dipetiknya kelak. Kesadaran semacam itu,  memberi kontribusi pada penyelamatan bumi.***

Patroli Miras ala Walikota Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya minta petugas menyita Miras yang dijual bebas pedagang kaki lima di kawasan Taman Topi. Foto: Periksa Ginting

MENANGGAPI banyaknya aduan warga mengenai maraknya pemuda yang meresahkan karena berkumpul dan minum-minuman keras (miras),  Walikota Bogor Bima Arya melakukan patroli malam ke sejumlah tempat di Kota Bogor, Kamis (20/4). Didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Herry Karnadi dan aparat kepolisian,  orang nomor satu di Kota Bogor ini berhasil mengamankan tiga pemuda dan menyita puluhan botol miras.

Ketiga pemuda itu sedang asyik meminum minuman keras di kawasan Taman Kencana. Mereka tengah mengonsumsi miras jenis tuak. “Kamu minum apa ini? kok bau miras, gak boleh, ini dilarang,” tegas Bima.

Saat diinterogasi ketiga pemuda tersebut mengaku membeli miras jenis tuak tersebut di daerah Taman Topi, Jalan Nyi Raja Permas. “Saya beli di daerah Taman Topi pak, satu plastik Rp. 20.000,” kata salah satu pemuda.

Mendapatkan informasi tersebut, ketiga pemuda langsung diamankan petugas dan diminta menunjukkan lokasi penjual miras. Benar saja, saat dihampiri petugas gabungan,  penjual miras menjajakan puluhan botol miras, ciu dan tuak, namun pemilik berusaha menolak ketiga petugas akan menyita barang dagangannya. Bahkan sempat terjadi adu mulut dan dorong-dorongan dengan petugas gabungan. “Ibu udah berapa lama jualan di sini? Dapat dari mana ini miras? Saya minta tutup dan Satpol angkut semuanya,” tegas Bima, sambil membanting botol miras ke lantai.

Sebelumnya,  Bima Arya  mendatangi kawasan  lapangan Heulang yang juga kerap digunakan tempat berkumpulnya pemuda untuk minum-minuman keras pada malam hari. Setibanya di lokasi ini,  Bima langsung menyisir setiap sudut lapangan dan menghampiri pemuda yang tengah berkumpul di posko salah satu ormas. Bima memerintahkan agar posko dibongkar. “Kan saya sudah pernah bilang sebelumnya, di sini tidak boleh ada ini (posko – red). Saya minta malam ini juga dibongkar,” kata Bima kepada salah satu anggota ormas dilokasi. ***

 

Saatnya Pendukung Ahok – Anies Rekonsolisasi

LUPAKAN hiruk pikuk yang berceceran menjelang pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) DKI Jakarta. Ketika dua figur calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan, yang sebelumnya saling berseberangan demi kepetingan mereka merebut kursi eksekutif puncak di Pemprov Ibukota Jakarta, telah “berdamai” massa pendukung seyogianya move on, kembali ke titik netral.

Setelah memastikan kemenangan dalam Pilkada Gubernur DKI –sementara ini baru lewat hitung cepat—Anies menyambangi Gubernur Ahok di Balaikota. Ahok sendiri, Rabu sore sudah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Anies – Sandi. Pertemuan kedua pemimpin di DKI itu menyejukkan, sebagai peta jalan untuk rekonsiliasi antarpendukung setelah pungkasnya Pilkada 2017.

Kepada wartawan, usai bertemu Ahok di Balaikota Kamis pagi, Anies menjelaskan ada dua hal pokok yang dibincangkan gubernur dan gubernur terpilih tersebut. “Pertama, soal Pilkada kemarin. Kedua, kita sama-sama akan rekonsiliasi antarpendukung dan menjaga persatuan,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Keduanya menginginkan, pasca Pilkada, para warga DKI Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, benar-benar menjaga persatuan secara maksimal. Saatnya membuka lembaran baru, setelah Pilkada usai. “Kita mulai babak baru,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

Gubernur Ahok, yang tinggal menuntaskan tugasnya enam bulan ke depan, menjamin bahwa para pendukungnya akan tetap tenang menanggapi hasil Pilkada 2017 yang nantinya diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. “Pendukung saya tidak akan ribut-ribut-lah. Saya jamin itu. Kami percaya kok semua itu Tuhan yang mengatur. Takdir kan ditentukan oleh Tuhan. Hidup itu, ya begitu,” kata mantan Bupati Bangka Belitung itu.

Dalam masa transisi ini, Ahok bahkan siap membantu tim Anies-Sandi untuk memberikan segala informasi yang dibutuhkan dalam rangka membangun Jakarta, di antaranya keterbukaan APBD. Menurut Anies, Basuki sangat terbuka, bahkan bersedia memberi contoh tentang program Anies-Sandi yang perlu dianggarkan dalam APBD, dan hal-hal apa yang mesti disiapkan semenjak mula. ***