Wagub Jakarta Nobar “Benyamin Biang Kerok”

WAKIL Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno bersama Deputi Gubernur serta jajaran menggelar nonton bareng film terbaru produksi Falcon Picture berjudul Benyamin: Biang Kerok di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Sebelum menonton film, Sandiaga Uno mengajak para penonton bernyanyi sebait lagu berjudul Nonton Bioskop.

“Benyamin Sueb ini banyak menghadirkan inspirasi, jadi Pioneer juga buat kita. 46 tahun lalu film Biang Kerok dihadirkan, kini di-remake lagi dengan gaya modern,” kata Sandiaga Uno.

Film Benyamin: Biang Kerok disutradarai Hanung Bramantyo, turut dibintangi aktor Reza Rahadian, Aziz Doa Ibu, Aci, Meriam Bellina, H. Qomar, Rano Karno, Delia Husein dan banyak lainnya.

“Atas nama Pak Anies Baswedan dan Pemrov DKI Jakarta kita dukung film Benyamin Sueb, Biang Kerok ini,” jelas Sandi menambahkan.

Benyamin: Biang Kerok dapat disaksikan di seluruh bioskop tanah air mulai 1 Maret 2018. ***

Tiket “Berkursi” Konser David Foster Sold Out

RAJAWALI Indonesia selaku event consultant konser Hitman David Foster and Friends di eks Pabrik Gula (PG) Colomadu, Karanganyar, mengklaim tiket untuk kelas berkursi sudah habis terjual. Padahal penjualan tiket konser level internasional ini mulai dibuka Kamis (1/2/2018) pukul 10.00 WIB.

David Foster bakal konser bersama Anggun C. Sasmi dan Brian Mc Knight di De Tjolomadoe (eks PG Colomadu), 24 Maret 2018 mendatang. Pembelian tiket ini dilakukan dengan sistem online melalui www.tiketapasaja.com.

Ada tiga kategori tiket untuk penonton berkursi, yakni kelas diamond (include lounge) seharga Rp5 juta, platinum Rp2,5 juta, dan gold Rp1,5 juta. Sedangkan tiker festival (tanpa kursi) seharga Rp600.000.

Hingga Jumat (2/2/2018), pukul 17.00 WIB, kategori diamond, platinum, maupun gold sudah sold outalias habis terjual. Hanya tiket kelas festival yang masih tersedia. Sebelumnya panitia menarget maksimal 3.000 penonton.

Sebelumnya, David Foster bakal menggelar dua konser sekaligus di Indonesia, Maret mendatang. Acara bertajuk Hitman David Foster & Friends tersebut diselenggarakan di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (22/3/2018), dan eks Pabrik Gula Colomadu (De Tjolomadoe), Karanganyar, Sabtu (24/3/2018).

Di sisi lain, konsep panggung bakal dibuat spektakuler seperti pentas mereka sebelum-sebelumnya. Dengan technical rider sama yaitu menggunakan grand piano seri tertentu yang hanya ada sedikit di Indonesia.

Sementara mengenai layout panggung saat di Karanganyar akan menyesuaikan convention hall De Tjolomadoe dengan mempertahankan unsur heritage gedung. Demikian ungkap Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Comm sebagai promotor yang mendatangkan David Foster. ***

‘Sekala Niskala’ Menang di Festival Film Berlinale

Film besutan sutradara Kamila Andini berhasil meraih penghargaan The Grand Prix pada kategori Generation Kplus International Jury di ajang Festival Film Berlinale, Berlin, Jerman. Selain itu, film ini juga meraih hadiah senilai 7.500 Euro dari Deutsches Kinderhilfswerk (Yayasan Bantuan Anak Jerman).

Pemberian penghargaan ini diberikan pada acara puncak Festival Film Berlinale kategori Generation di Haus der Kulturen der Welt, Berlin, 24 Februari 2018

Juri internasional untuk kategori ini adalah Amanda Duthie, Sanna Lenken dan Carla Simon. Para juri mengatakan, hadiah ini diberikan kepada sutradara yang memiliki visi sinematik yang istimewa. Film yang bercerita dengan puitis kehidupan yang seimbang dan yang tak seimbang.

 

Film ini juga menyampaikan perjalanan jiwa melalui kepedihan, kemarahan dan penerimaan. Film ini, disebut telah menyentuh setiap hati yang menontonnya melalui kosmos yang unik. Film yang merangkul resiko, keaslian dan mistis yang tergambar dalam tarian yang difilmkan dengan halus.

Kamila Andini mengatakan bahwa film ini ia persembahkan buat masyarakat di  Bali orang orangnya, kulturnya, talentnya. Senang sekali bisa memberikan sesuatu buat Indonesia.
Film Sekala Niskala merupakan film tentang sepasang anak kembar,Tantri dan Tantra. Mereka anak anak disebuah desa di Bali. Tantra mengalami sakit keras.Tantri mencoba mengerti apa yang tengah ia hadapi. Setiap malam ia bertemu menari bermain bersama Tantra dalam suasana magis. Andini banyak bermain dengan cahaya terang bulan, pagi, cahaya dan bayangan dengan sangat apik. Film ini seluruh syutingnya di Bali dan dibintangi oleh artis-artis dari Pulau Dewata, seperti Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Ayu Laksmi, I Ketut Rina, Happy Salma, dll. Sutradara Kamila Andini. ***

 

Penggemar Cuitkan Tagar #TolakDilanTurunLayar

Film drama remaja, Dilan 1990, berhasil mendapatkan enam juta penonton dalam waktu 30 hari. Pencapaian ini terbilang fantastis karena Dilan 1990 menjadi film Indonesia terlaris kedua sepanjang masa di bawah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 yang mendapat 6.858.616 penonton.

Pihak rumah produksi Falcon Pictures menyampaikan terima kasih kepada penggemar setia Dilan 1990. Mereka juga mengucapkan salam perpisahan lantaran film Dilan 1990 segera pamit dari bioskop.“Terima kasih penonton Indonesia atas dukungannya. Sebentar lagi Dilan akan pamit dari bioskop. Yang belum nonton, yuk segera nonton,” tulis pengelola akun resmi Instagram Falcon Pictures, @falconpictures_, Sabtu (24/2/2018).

Lebih lanjut, tim produksi meminta dukungan agar film Dilan 1990 tidak turun layar. Permintaan itu langsung mendapat sambutan hangat dari para penggemar yang menuliskan tagar #TolakDilanTurunLayar.

“Kita baru dapat kabar, kami juga mohon dukungan semua penonton jangan sampai kosong, jadi tidak diturunkan. Ayo Dilan tujuh juta penonton jangan sampai kosong,” sambung @falconpictures_.

Seperti diketahui, film Dilan 1990 mendapat enam juta penonton dalam waktu sebulan. Sementara film Warkop DKI Reborn yang menjadi terlaris sepanjang masa mengumpulkan 6,8 juta penonton dalam waktu 52 hari. Film horor Pengabdi Setan juga merai 4,2 juta penonton dalam kurun waktu yang hampir sama. Hal ini membuat warganet berharap Dilan 1990 bisa mengungguli kedua film tersebut.

“Padahal berasa kayak baru kemarin lho Dilan tayang. Baru kemarin nangis nonton Dilan sama Milea. Ibarat kata ditinggal kawin pas lagi cinta-cintanya. Jangan sampai Dilan turun layar, #TolakDilanTurunLayar,” komentar @nelvasolasi.

“Di tempat saya sudah turun layar. Sedih enggak bisa nonton untuk yang kesekian kali. Semoga Dilan sukses terus,” sambung @beeicanaha.

“Saya orang yang sangat merasa diperlakukan tidak adil. Cuma bisa menonton hari Minggu doang. Padahal baru nonton tiga kali. Pas mau keempat malah dapat kabar kayak gini. Pokoknya #TolakDIlanTurunLayar,” lanjut @lestasisryasyu997. Presiden Jokowi bersama anaknya, Kahiyang Ayu dan menantunya, Bobby Nasution menyempatkan diri nonton Dilan, 1990 di XXI Senayan City, Minggu kemarin (25/2). Beliau berfoto dengan sutradara Fajar Bustomi dan aktris Ira Wibowo.

‘Aib #cyberbully’, Film Thriller Horor

 

SOCIOLOGIST  telah mempelajari bullying sejak lama. Mereka tidak mengenal istilah ‘bullying’, mereka lebih akrab dengan istilah ‘perilaku mendominasi’. Dan inilah yang terjadi di kalangan masyarakat sekarang. Seseorang menunjukan kekuatannya dan berusaha menjadi lebih kuat atau lebih hebat dari orang lain dengan cara mengantimidasi dengan menunjukan dominasinya.

Tema seperti itulah yang coba diangkat oleh Surya Films selaku rumah produksi dalam film terbaru mereka berjudul ‘Aib #Cyberbully’. Dengan kejadian yang relevan dengan kejadian-kejadian yang sering terjadi, seperti yang sudah disinggung pada judulnya, aksi bullying yang diangkat lewat film ini adalah bullying yang terjadi di dunia maya.

Berdasarkan fenomena ini, Surya Films mempersembahkan sebuah film dengan judul AIB #Cyberbully yang menceritakan tentang pembullyan seorang teman melalui media sosial yang mencapai titik terekstrim, yaitu hilangnya nyawa seseorang. Lewat film ini, Surya Films berharapa para penonton bisa menyadari bahaya dari bullying itu sendiri. Dibintangi oleh pemain-pemain remaja seperti Damita Argoebi, Adeayu Sudrajat, Wendy Wilson, Baron Yusuf Siregar dan masih banyak lagi. Aib #Cyberbully sudah selesai menyelesaikan proses syuting dan akan segera tayang di bioskop-bioskop

Sinopsis:

Delapan sahabat yang terjebak dalam sebuah game berujung kematian, saling menteror sesama teman sendiri agar bisa terlepas dari jerat games sadis. Kamtian yang tidak wajar membuat mereka stress dan bertindak semaunya, saling menjatuhkan dan membuka aib teman sendiri.

Berawal dari sebuah postingan hingga menjadi sesuatuyang berujung maut, Bianca yang menjadi korban yang disebabkan 7 temannya Angel, Donna, Siska, Sarah, Antoni, Bondan dan Cupi. Apa yang mereka hadapi adalah balasan dari apa yang mereka perbuat, tak mungkin bisa dicegah, tak mungkin bisa dilawan, mereka terkurung dalam satu masalah ditempat berbeda, bagaimana akhir dari ini semua?

Cina Beli Film Produksi Multivision Plus

 

FILM Indonesia dilirik oleh pasar China. Permintaan agar film besutan tanah air tayang di penonton China rupanya terbilang tinggi.

Film layar lebar besutan rumah produksi Multivision Plus telah dibeli untuk disiarkan di Negara Tembok Besar tersebut. Pemilik rumah produksi Multivision Plus Raam Punjabi mengklaim telah dihubungi oleh produsen film China untuk membeli film buatan Multivision Plus.

“Sudah ada beberapa film produksi kami yang dibeli oleh China. Salah satunya adalah Lima Cowok Jagoan,” kata Ram Punjabi baru baru ini.

Film lain yang juga dibeli oleh China adalah Takeshi Abdullah dan Maju Kena Mundur Kena Returns. Raam menyebut akan ada dua film lainnya yang akan tayang di China. Namun Raam mengaku lupa judulnya.

Raam mengatakan China merupakan pasar yang besar untuk industri perfilman. Banyak film-film asal Hollywood yang meraup keuntungan besar di negeri tirai bambu tersebut.

Begitu juga film-film asal India seperti PK yang juga sukses di sana dengan perolehan US$ 16,68 juta. Bahkan, film PK sendiri mendapat Box Office di China.

Raam berharap agar film Indonesia yang bisa masuk ke pasar China makin banyak. Meski begitu, Raam mengakui bahwa permasalahan utama film besutan dalam negeri adalah kualitas film yang belum memenuhi standar internasional. Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas film yang diproduksinya.

Pada tahun ini, Multivision mempersiapkan sejumlah film mulai dari “EL” yang merupakan adaptasi novel Luluk HF dengan bintang Aurelie Moeremans dan Achmad Megantara. Film lain dengan genre horror yakni “Kuntilanak” karya Rizal Mantovani dan “Kaki Langit” karya Sridhar Jetty.

Film yang tengah digarap Multivision adalah “Almost Is Never Enough” yang merupakan adaptasi novel Sefryana Khairil. Plus, film ‘”Tersanjung” yang digarap sutradara Hanung Bramantyo. Terakhir, film “Catatan Si Boy 6” garapan sutradara Rizal Mantovani.

Tidak hanya pasar China, Raam menyebut bahwa Australia juga telah meminta agar film besutan Multivision hadir di bioskop Australia. “Untuk Lima Cowok Jagoan juga sudah dibeli oleh Australia dan akan tayang di sana dalam waktu dekat,” tukas Raam.

Ini Dia Rundown Acara Festival Danau Sunter 2018

Ondel Ondel Betawi–sumber foto commons.wikimedia.org/Gunawan Kartapranata

Yang ingin seru-seruan di Hari Minggu datang deh di acara menarik ini ‘Festival Danau Sunter 2018’, Minggu 25 Februari 2018. Dijamin nggak bakal nyesel! Aneka pertunjukan ada di sini, salah satunya yang paling spektakuler adalah lomba Menteri Susi Pujiastuti Vs Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Danau Sunter. Menteri Susi paddling (mendayung) sedang Sandiaga berenang, siapa yang paling cepat?

Acara ini akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB

Nah bagi yang tertarik datang, ini panduan acaranya:

06.00 Pembukaan pembawa acara

08.00 Senam Aerobic dan Zumba

08.15 Parade drumband STIP

08.25 Arak-arakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti didampingi palang pintu dan pantun

09.00 Sebanyak 80 Perenang akan membuka perlombaan dengan berenang secara bergantian

09.30 Lomba Susi dan Sandi yang akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

10.30 Susi dan Sandi bertemu sekitar 100 nelayan

11.00 Pembukaan Donor Darah

11.30 Penampilan Barongsai

13.00 Penampilan Biang Kerok

15.30 Penampilan Wali Band

***sumber:wartakota-tribunnews

 

Dewi Gita dan Vidi Aldiano Juri Baru The Next Boy/Girl Band

The Next Boy/Girl Band Season 2 siap digelar kembali. Kali ini, GTV sudah menunjuk musisi-musisi andal Indonesia sebagai juri ajang kompetisi tersebut. Siapa sajakah?

Di musim ke-2 The Next Boy/Girl Band, GTV kembali menunjuk Melly Goeslaw, Denada, Nino ‘RAN’ dan Gamaliel ‘GAC’ sebagai juri. Kembali dipercaya menjadi juri, Melly dan lainnya merasa senang luar biasa.

“Pastinya senang banget bisa diajak untuk season 2. Karena gue pun sangat menikmati season pertamanya dan benar-benar experience perjalanan membentuk mereka. Melihat mereka sekarang itu, senang banget. Ada perasaan bangga, senang sendiri bisa ikut season 2,” kata Gamal dalam konferensi pers di studio GTV, Kebon Jeruk, Kamis 22 Februari 2018.

Perasaan senang juga dirasakan Melly. Istri Anto Hoed itu merasa The Next Boy/Girl Band merupakan ajang pencarian bakat yang beda dari lainnya.

“Terima kasih kepada GTV yang melibatkan saya kembali. Senang banget karena ini unik. Saya pernah beberapa kali menjadi juri di acara pencarian bakat. Tapi ini unik. Mereka satu sama lain tidak saling kenal, terus bagaimana caranya mereka harus membangun bonding dengan teman-teman, attitude juga. Jadi, bukan cuma sekadar nyanyi dan dance, tapi semua ada di penilaian kami,” tutur Melly.

Begitu juga dengan Nino dan Denada. Sebagai juri dari tim yang juara di musim sebelumnya, dua penyanyi beda generasi ini yakin akan kembali mencetak tim pemenang The Next Boy/Girl Band musim kedua.

“Senang banget diberi kesempatan jadi tim juara di season 2 nanti. Mengikuti prosesnya itu, hal yang paling indah. Dulu melihat mereka jalan sendiri-sendiri, sekarang bersama, bisa bicara di industri musik. Itu indah banget,” jelas Nino.

Denada juga menambahkan, “Bangga banget. Melihat B-Force (pemenang musim pertama) sekarang, fanbase luar biasa. Membanggakan banget bisa jadi bagian dari mereka. Mudah-mudahan di season 2 ini, tim boys jadi juara lagi.”

Untuk perubahan suasana, GTV juga menggandeng Dewi Gita dan Vidi Aldiano sebagai juri baru. Keduanya merasa bangga bisa bergabung untuk memilih dan mencari bibit-bibit baru bertalenta Indonesia.

“Yang jelas, it is an honour for me. Kebanggaan banget dipilih oleh tim GTV untuk menjadi juri tim girls. Dan percaya banget tahun 2018, is all about woman empowerment dan gue percaya banget tim girls yang akan menang,” ucap Vidi.

Sementara Gita berkata, “Terima kasih karena memilih saya untuk menggantikan suami saya. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya, menjadi suatu suasana yang baru. Jadi, memberikan masukkan yang lebih bagus. Mudah-mudahan kehadiran saya tidak mengecewakan.”

Keenam juri akan dibagi menjadi dua tim. Melly, Gamal, dan Vidi Aldiano akan menjadi juri tim girls, sedangkan Nino, Denada, dan Dewi Gita sebagai judges tim boys. Episode perdana The Next Boy/Girl Band season 2 akan tayang di GTV, mulai Kamis 1 Maret 2018, pukul 19.15 WIB. ***

Rizal Djibran, Aktor ‘Angling Dharma’ Terjerat Narkotika

KEPOLISIAN kembali menangkap artis yang diduga memiliki sabu. Kali ini giliran aktor Rizal Djibran yang ditangkap di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Rizal memulai karier akting pada tahun 1994 lewat Lenong Bocah. Sejak itu ia terus berakting di sejumlah sinetron, di antaranya adalah Bulan Bukan Perawan, Permataku, Misteri Gunung Merapi, Tutur Tinular dan Bidadari 2.

Pria kelahiran tahun 1977 itu juga sempat berperan sebagai Pangeran Magora dalam Angling Dharma, sinetron kolosal hit berlatar zaman kerajaan Indonesia yang diproduksi oleh Genta Buana Pitaloka.

Dapat dikatakan Angling Dharma yang mengudara dari 2001 sampai 2005 itu merupakan salah satu sinetron terbaik Djibran. Namanya semakin dikenal publik setelah membintangi sinetron itu.

Angling Dharma tayang selama dua musim dengan puluhan episode. Sinetron ini berhasil membuktikan kualitasnya dengan menyabet penghargaan sinetron laga terpuji di Festival Film Bandung tahun 2004.

Usai Angling Dharma, Djibran tetap berkecimpung di dunia akting. Ia telah membintangi sinetron Hidayah, Raden Kian Santang, Si Buta Dari Lembah Hantu, Pangeran dan Malaikat Kecil Dari India.

Pada 2007, ia memulai debut berakting dalam layar lebar lewat film Tuanku Imam Bonjolberperan sebagai Imam Bonjol. Ia beradu akting dengan aktor senior seperti Kiki Amalia, Marcellino, HIM Damsyik dan Ray Sahetapy.

Seakan tak puas berakting, Rizal terjun ke dunia tarik suara pada 2004. Ia memilih aliran dangdut dan merilis album bertajuk Anugerah (2004), Sport Jantung adalah salah satu lagu di album itu.

Tak terbuai dengan dunia hiburan, Rizal sempat menjadi relawan di Aceh bersama Cut Keke, Nova Eliza, dan Gugun Gondrong pada tahun 2005. Mereka membantu warga Aceh yang tertimpa bencana tsunami pada 2004 silam.

Sayang, karier Rizal dalam dunia hiburan tak berjalan mulus. Ia baru saja ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait dugaan penyalahgunaan narkotik jenis sabu pada Rabu (21/2) dini hari.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Daniyanto mengatakan Rizal ditangkap di kediamannya di Sunrise Paradise Blok AD.1 Nomor 5, Grand Wisata, Kelurahan Lambang Jayan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. ***

Kisah Perjuangan Haji Agus Salim Diangkat Ke Layar Lebar

Adegan delegasi diplomasi Indonesia H Agus Salim,AR Baswedan dan kawan kawan berdiskusi di tradisional boat Sungai Nil –foto istimewa

Kemerdekaan Indonesia bukan hanya diperoleh dengan perjuangan bersenjata, namun lewat jalur diplomasi. Kisah heroisme dalam merebut kemerdekaan sudah banyak diangkat ke layar perak. Tidak demikian dengan halnya liku-liku diplomasi demi mempertahankan tanah air yang masih jarang difilmkan.

Untuk mengenang perjuangan diplomasi Indonesia, Yayasan Indovasi dan TVS Films merilis thrailer sejarah berjudul “Moonrise Over Egypt”. Film ini mengisahkan perjuangan diplomasi pertama Republik Indonesia yang dipimpin oleh Haji Agus Salim dengan delegasi yang terdiri dari Abdurrahman Baswedan, Mohammad Rasjidi serta Nazir Pamoentjak.

Film ini dibintangi oleh artis-artis senior dan bintang-bintang muda. Artis-artis yang terlibat antara lain Pritt Timothy, Mark Sungkar, Vikri Rahmat, Reza Smash, Ina Marika.

“Film ini diharapkan akan menginsipari masyarakat pada umumnya akan pentingnya kedaulatan suatu negara,” tutur Ibong Sjahroezah, salah satu cucu Haji Agus Salim. “Film ini inisiatif yang baik untuk memberikan alternatif tontonan bagi masyarakat,” tutur Anis Baswedan, cucu AR Baswedan.

Cerita film ini diwarnai oleh spionase, penghianatan sampai roman ini diharapkan produsernya, Adie Marzuki, dapat menjadi menjadi tontonan yang menghibur semua pecinta film. Sedangkan sutradara Pandu Adiputra mengatakan, film ini dipersembahkan bagi seluruh rakyat Indonesi yang bangga bagi bangsanya.***