Ekonom: Indonesia Bisa Survive dari Ancaman Resesi Global

JAYAKARTA NEWS – Resesi menjadi ancaman besar terhadap perekonomian dunia. Melonjaknya harga energi akibat dampak dari perang Ukraina dan Rusia menjadi salah satu faktor yang bisa memicu terjadinya resesi global.

Menteri Keuangan tahun 2013-2014 Chatib Basri tersebut mengungkapkan, Indonesia bisa selamat dari ancaman resesi apabila bisa mempertahankan private consumption atau konsumsi swasta di angka 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Para pengambil kebijakan menghadapi posisi sulit dan dilematis pada tahun depan. Akan terjadi kontraksi di sektor investasi dan tidak ada ruang yang cukup untuk kebijakan fiskal karena defisit anggaran dipatok kurang dari 3 persen pada 2023. Karena itu, private consumption menjadi satu-satunya harapan agar ekonomi tetap tumbuh,” kata Chatib saat menjadi pembicara di event SOE International Conference 2022 di panel Macro Economic Outlook di Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (18/10/2022).

Chatib menambahkan, pemerintah, perusahaan swasta dan juga masyarakat harus tetap melakukan spending atau mengeluarkan uang untuk menjaga private consumption. Pemerintah, kata Chatib, harus membuat kebijakan yang membuat masyarakat untuk bisa tetap mengeluarkan uang seperti Bantuan Langsung Tunai atau Program Keluarga Harapan.

“Kalau konsumsi swasta bisa dipertahankan 50 persen dari PDB maka ekonomi tetap akan tumbuh mungkin tidak sampai 5 persen tapi di angka 4,9 persen. Saya optimis, Indonesia tidak akan terkena dampak besar dari ancaman resesi global,” ujar Chatib.

Gubernur Bank Indonesia tahun 2013-2018 Agus Martowardojo menjelaskan, harus ada sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh pada tahun depan.

“Kita sudah pernah mengalami situasi seperti ini pada 2013. Ketika itu saya sebagai Gubernur Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pak Chatib yang ketika itu menjadi Menteri Keuangan untuk melakukan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal lebih difokuskan untuk mengejar stabilitas dan bukan untuk pertumbuhan,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, ekonomi Indonesia cukup mempunyai daya tahan dalam menghadapi ancaman resesi global. Dia memberi contoh neraca perdagangan yang selalu positif dalam tujuh kuartal terakhir, cadangan devisa yang besar, serta laju inflasi yang rendah. Ini memperlihatkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia cukup kuat.

Karena itu, kata Agus, penting bagi pemerintah untuk bisa mempertahankan stabilitas ekonomi guna menjaga terjadinya pelarian modal ke luar negeri atau capital outflow.

Ekonom Bank Dunia Habib Rab menjelaskan, inflasi yang tinggi menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian global pada tahun depan. Namun, Bank Dunia menilai tidak semua negara akan terkena dampak besar dari ancaman resesi global.

“Indonesia, Malaysia dan Vietnam kemungkinan tidak akan terkena dampak besar dari resesi global. Inflasi di negara tersebut kemungkinan naik di tahun ini hingga 8 persen, namun pada 2023 akan turun di angka 4-5 persen. Yang harus diantisipasi adalah penurunan 1 persen ekonomi negara-negara maju di G7 dan China akan berdampak pada turunnya perekonomian di negara-negara Asia Tenggara sekitar 0,5-1 persen,” kata Habib Rab.

Habib meminta Indonesia dan sejumlah negara berkembang untuk fokus pada tiga hal, yaitu memperketat kebijakan suku bunga, menjaga tekanan dari pasar eksternal serta menjaga jumlah utang agar tidak bertambah dalam jumlah banyak.***/uli

Trend Surplus Perdagangan Indonesia Diprediksi Berlanjut

JAYAKARTA NEWS— Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, surplus perdagangan masih akan berlanjut dengan trend yang terus menyusut atau mengecil. Hal ini dikarenakan impor akan terus mengimbangi ekspor di tengah percepatan pemulihan ekonomi.

“Saat ini nilai impor diperkirakan akan terus mengimbangi ekspor di tengah percepatan pemulihan ekonomi, yang menyebabkan peningkatan permintaan domestik, terutama untuk bahan baku dan barang modal impor (dua kelompok impor menyumbang sekitar 90% dari total impor),“ kata Faisal, Selasa (18/10/2022). Kebijakan pemerintah untuk melonggarkan berbagai batasan juga akan meningkatkan impor.

“Pelonggaran PPKM, telah meningkatkan mobilitas masyarakat yang dapat meningkatkan impor minyak. Sementara itu, tren kenaikan sebagian besar harga komoditas terlihat tertahan di tengah peningkatan ketakutan akan resesi global yang bersumber dari lonjakan inflasi, yang dapat melemahkan permintaan global. Hal ini memberikan risiko melemahnya kinerja ekspor,“ jelas Faisal.

Namun, dari sejumlah harga komoditas yang terdampak, permintaan komoditas berbasis nikel tetap tinggi. Faisal optimis, surplus perdagangan masih akan berlanjut dengan tren yang terus menyusut atau mengecil. Ini akan membawa kabar baik untuk neraca transaksi berjalan.

“Komponen penyumbang surplus terbesar pada neraca transaksi berjalan adalah neraca barang yang sejalan dengan neraca perdagangan. Neraca dagang diperkirakan masih surplus sampai akhir tahun, jadi ini masih memungkinkan untuk neraca transaksi berjalan mencatatkan surplus,” ungkap Faisal.

Diproyeksikan neraca transaksi berjalan 2022 berpotensi mencatat surplus sekitar 0,45% dari PDB (dibandingkan. 0,28% dari PDB pada tahun 2021).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di kuartal 4 diperkirakan makin kuat, meski tertekan inflasi. “Secara musiman pola konsumsi akan naik pada Q4 dan ditambah dengan pelonggaran PPKM dapat menjadi momentum. Tapi memang kenaikan bisa tertahan akibat tekanan inflasi,” tandas Faisal.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme pemulihan perekonomian nasional tetap terjaga meski di tengah gejolak tantangan global. Hal tersebut seiring dengan perbaikan indikator pada berbagai sektor.

Salah satu sektor yang menunjukkan perbaikan signifikan yakni konsumsi dan investasi yang ditandai dengan menguatnya daya beli masyarakat, terjaganya indikator Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penjualan eceran, terjaganya PMI manufaktur pada level ekspansi, serta kredit perbankan yang tumbuh di atas 10% sejak Juni 2022.

“Kerja sama semua pihak termasuk swasta, patut kita syukuri karena Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen selama 3 kuartal terakhir dan berharap di kuartal III dan IV mampu menargetkan pertumbuhan di atas 5 persen sehingga secara year on year di akhir tahun kita targetkan 5,2%,” ungkap Ketum Golkar itu.

Sektor Swasta

Sementara itu, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan terjaga. Hal itu didasarkan pada gambaran perkembangan ekonomi terakhir terutama di triwulan III dan tantang yang mungkin muncul di triwulan IV.

“Sepertinya mungkin sedikit di bawah target. Tapi kalau 5%, saya masih optimis itu masih bisa dicapai, tapi kalau 5,2% itu memang kita harus tumbuh cukup tinggi di triwulan tiga dan empat di tengah situasi ekspor sudah mulai kelihatan menurun, dampak dari eksternal global mulai terasa,” jelasnya.

Menurut Eko, implementasi kebijakan fiskal sebagai shock absorber yang dilakukan pemerintah memang cukup membantu. Menurutnya, justru perekonomian Indonesia disokong oleh sektor swasta yang memainkan peran besar baik dalam kondisi saat ini.

“Karena sebetulnya fiskal itu hanya berperan di bawah 10% dari total perekonomian, lebih banyak didorong faktor swasta. Swasta kalau melihat profil sampai hari ini ya lajunya masih positif dan meningkat. Penjualan ritel juga masih tinggi, tren investasi juga positif,” tandasnya.

Meski demikian, tahun depan kondisi tersebut akan mendapati tantangan cukup berat. Beberapa negara besar yang menjadi mitra dagang utama Indonesia akan menggalami pelambatan ekonomi. Meski demikian, Eko memprediksi Indonesia masih mampu bertahan dan tidak sampai jatuh ke jurang resesi.

“Indonesia masih survive. Tidak akan resesi, dugaan saya. Kecuali sangat ekstrim situasinya,” tegasnya.

Hal itu disebabkan perekonomian Indonesia lebih ditopang oleh konsumsi domestik, sehingga ketika negara besar seperti China dan Amerika Serikat mengalami resesi, Indonesia masih bisa bertahan.

“Sebetulnya dari sisi di luar ekspor, tidak juga. Ekonomi Indonesia tergantung pada konsumsi masyarakat dalam negeri. Jadi selama masyarakat dalam negeri masih konsumsi, masih belanja ya sebetulnya AS mau resesi, China mau resesi pun kita masih survive,” pungkasnya.***/din

KAI Bangkit Lawan Pandemi Cermin Optimalnya Transformasi BUMN

JAYAKARTA NEWS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memperlihatkan inovasi dan langkah maju selama 3 tahun kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir. KAI terbukti mampu bertahan dari goncangan pandemi dan bahkan bangkit kembali menjadi andalan dalam melayani transportasi jarak dekat maupun jarak jauh.

“Kebangkitan KAI melawan pandemi merupakan buah dari konsistensi penerapan nilai-nilai utama Kementerian BUMN kepada seluruh insan KAI yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK). Insan KAI harus mengutamakan AKHLAK sebagai pedoman agar dapat memberikan layanan yang sepenuh hati dan senantiasa menjalankan amanah dengan baik,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam Siaran Pers KAI, Selasa (18/10).

Selama pandemi, sesuai ketentuan dari pemerintah, KAI membatasi jumlah maksimal pelanggan di dalam kereta. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga KAI lakukan dengan optimal melalui penerapan protokol kesehatan ketat di stasiun dan kereta api, mulai dari pengecekan suhu tubuh, wajib masker, hingga menjaga jarak antar pelanggan.

Untuk membantu pelanggan dalam melengkapi syarat naik kereta api pada masa pandemi Covid-19, KAI telah menyediakan tes Covid dengan tarif murah dan vaksinasi gratis di stasiun-stasiun. Data hasil tes Covid-19 dan vaksinasi pelanggan dapat terbaca secara otomatis oleh petugas boarding karena sistem Boarding KAI telah terintegrasi dengan PeduliLindungi. Inovasi layanan ini KAI sediakan melalui upaya kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

“Masa sulit akibat pandemi tidak membatasi KAI untuk memberi kontribusi lebih kepada bangsa. Pada periode awal pandemi, misalnya, KAI telah membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. KAI juga memberikan bantuan senilai Rp328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi,” kata Didiek.

Bantuan untuk penanganan Covid-19 dalam bentuk ambulans dan alat pelindung diri (APD) juga KAI salurkan kepada sejumlah pemerintah daerah. Sebagai aksi nyata lainnya, KAI menggratiskan pengiriman angkutan oksigen dengan total berat 202 ton oksigen. Anak perusahaan KAI yakni KAI Logistik juga turut memberikan layanan pengiriman gratis untuk angkutan oksigen ataupun tabung oksigen serta diskon khusus untuk pengiriman obat-obatan, APD, dan alat medis lain dengan menggunakan kereta api.

Stand KAI banyak diminati oleh pengunjung pada event KAI Ekspo 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) yang berlangsung mulai tanggal 17 sampai 18 September 2022

Meski menghadapi tantangan yang begitu berat, KAI terus meningkatkan pelayanan bagi pelanggan di masa pandemi Covid-19. Bahkan, KAI membuat sejarah dengan mengoperasikan Commuter Line untuk pertama kalinya di jalur Yogyakarta – Solo serta mengoperasikan kembali kereta api di jalur Cibatu – Garut.

KAI juga terus melakukan inovasi pada layanan KA penumpang berupa percepatan waktu tempuh, penyediaan layanan wifi gratis, dan penyediaan layanan Live Cooking di atas KA. Inovasi layanan ini bertujuan untuk memenuhi harapan pelanggan akan waktu perjalanan yang lebih cepat, wifi gratis, dan masakan dadakan di atas KA.

Inovasi terbaru yang KAI lakukan dalam rangka menyambut HUT ke-77 KAI yang jatuh pada 28 September lalu di antaranya peluncuran Hype Trip yang diterapkan pada KA Taksaka sebagai pilot project. Pelanggan dapat menikmati layanan Entertainment On Board (EOB) berupa berbagai macam konten hiburan selama perjalanan.

Terobosan lain KAI di bidang digital yaitu KAI mulai mengujicobakan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung. Hadirnya Face Recognition Boarding Gate tersebut bertujuan untuk mempermudah pelanggan KA Jarak Jauh yang ingin naik kereta api, tanpa perlu repot-repot menunjukan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.

Untuk mengajak masyarakat naik KA di saat pandemi Covid-19 melandai, KAI menyelenggarakan berbagai event promo tiket KAI Access Online Travel Fair pada 27 s.d 29 Maret 2022, KAI Access Ramadan Festive 2022 pada 19-21 April 2022, serta KAI Expo 2022 pada 17-18 September 2022.

“Kami bersyukur di masa pemulihan ekonomi ini, KAI mencatatkan kebangkitan kinerja. KAI mencatat volume pelanggan KA pada Semester I 2022 yaitu 119,8 juta pelanggan, naik 42% dibanding Semester I 2021 sebanyak 84,1 juta pelanggan,” kata Didiek.

Volume pelanggan pada Semester I 2022 didominasi oleh pelanggan KRL di wilayah Jabodetabek dimana jumlahnya mencapai 89,9 juta pelanggan. Kenaikan ini ditunjang oleh meredanya pandemi Covid-19, tingkat vaksinasi yang semakin membaik, dan relaksasi persyaratan perjalanan di awal tahun 2022.

Tak hanya angkutan penumpang, sektor angkutan barang KAI pun menunjukkan kinerja yang positif pada Semester I 2022. KAI mengangkut sebanyak 26,7 juta ton barang, naik 15% dibanding Semester I 2021 dimana KAI mengangkut sebanyak 23,2 juta ton barang. Secara umum, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh faktor pandemi yang semakin mereda, sehingga iklim usaha pun turut membaik.

Untuk semakin memperkuat kebangkitan KAI pascapandemi, KAI juga terus mengoptimalkan aset-asetnya yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Aset-aset KAI yang dikuasai oleh pihak yang tidak berhak pun secara konsisten KAI tertibkan dengan dibantu oleh aparat kewilayahan dan kepolisian. Hingga Agustus 2022, KAI telah melakukan penertiban asetnya berupa tanah seluas 527.952 m2 dan bangunan seluas 37.147 m2 di wilayah kerjanya seperti di DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah. Adapun bangunan yang telah ditertibkan yaitu berupa kios, rumah perusahaan, bangunan dinas, dan bangunan liar. Melalui penertiban tersebut, KAI telah menyelamatkan asetnya senilai Rp1,02 triliun.

Atas membaiknya kinerja KAI tersebut, KAI menghasilkan laba bersih pada Semester I 2022 sebesar Rp740 miliar, atau tumbuh 254% dibanding Semester I 2021 yaitu minus Rp480 miliar. Di samping capaian peningkatan laba tersebut, KAI juga terus membukukan kinerja EBITDA yang positif yakni sebesar Rp2.078 miliar atau tumbuh signifikan jika dibandingkan periode Semester I 2021 sebesar Rp548 miliar.

“Bangkitnya kinerja KAI ini sejalan dengan strategi, harapan, dan aspirasi Kementerian BUMN yang menginginkan perusahaan agar dapat bertahan dan semakin kuat di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19 ini,” tutup Didiek.***/mel

Pemerintah Perlu Kaji Asumsi Nilai Tukar APBN 2023 Sebesar Rp14.800

JAYAKARTA NEWS— Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, mengamati dinamika ekonomi, pemerintah perlu mengkaji ulang asumsi nilai tukar APBN 2023, yang semula berada di Rp14.800.

“Asumsi nilai tukar dalam APBN 2023 perlu dilakukan revisi karena terjadi perubahan dinamika ekonomi. Moderasi harga komoditas berpengaruh terhadap pertahanan stabilitas rupiah,“ kata Bhima, pada Senin (17/10/2022).

Menurut dia, pada semester I 2022, nilai tukar rupiah masih bisa terjaga dengan bantuan bonanza komoditas. Begitu terjadi pembalikan arah maka tekanan kurs bisa terjadi.

“Berikutnya penyesuaian kurs rupiah mendesak dilakukan karena postur belanja akan alami peningkatan terutama belanja subsidi energi,” ungkap Bhima.

Seperti diketahui, pemerintah dan Badan Anggaran atau Banggar DPR RI juga menyepakati anggaran subsidi energi di 2023 sebesar Rp211,9 Triliun. Asumsi dasar Makro 2023 menyebutkan, target pertumbuhan ekonomi di 5,3%, inflasi YoY 3,6%, nilai tukar Rp14.800 per dolllar Amerika Serikat.

“Dikhawatirkan realisasi subsidi energi yang lebih tinggi dari rencana membuat tekanan pada penyesuaian harga BBM kembali terjadi tahun depan,” sebut Bhima.

Harga BBM sendiri telah mengalami penyesuaian bulan September lalu. Kenaikan Harga BBM ini menyumbang inflasi dan bisa menekan pemulihan ekonomi. “Inflasi energi yang terlalu tinggi bisa menekan pemulihan ekonomi,” tandas Bhima.

Di tengah penguatan dollar terhadap rupiah, Bhima menjelaskan pemerintah bisa melakukan ‘extra effort’, yaitu untuk mendorong Devisa hasil ekspor lebih banyak di konversi ke kurs rupiah terutama devisa pertambangan dan hasil perkebunan.

“Dalam situasi strong dollar terjadi secara kontinu maka BI perlu mempersiapkan capital control atau syarat bagi eksportir untuk menyimpan hasil ekspor dalam perbankan domestik selama sekurangnya 6-9 bulan,” sebut Bhima.

Lalu yang terakhir, meningkatkan porsi Local currency settlement dengan penambahan kerjasama negara tujuan ekspor utama menggunakan kurs lokal.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia terhitung masih lebih tahan banting dari krisis ekonomi yang kini terjadi di tingkat global dibanding banyak negara lain.

“Beberapa lembaga pemeringkat seperti S&P dan lain-lain melihat ekonomi Indonesia relatif stabil di tengah banyak negara ratingnya turun. Ini sekali lagi menunjukkan fundamental ekonomi kuat dan dari keuangan, utang, fiskal dan moneter cukup prudent,” kata Menko Airlangga beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, pelemahan nilai rupiah, namun masih banyak negara lain yang terdepresi lebih dalam.

Makin Berat

Sementara itu Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok sky Khadafi mengungkapkan agar semua pihak tidak terlena dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang masih mampu bertahan, bahkan mendapat pujian dari International Monetary Fund (IMF).

Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin berat. Hal itu ditunjukkan salah satunya dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin memperberat beban APBN. “Badai ekonomi makin mendekat, ketika lemahnya rupiah akan membebani APBN kita,” terangnya.

Menurutnya, Indonesia masih menggunakan dolar AS untuk membayar hutang luar negeri dan keperluan lain. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, maka akan semakin bertambah besaran rupiah yang dikeluarkan.

“Karena ketika mau bayar utang dan bunga utang dalam bentuk dollar AS, akan naik tinggi dalam rupiah. Belanja impor bahan baku atau yang lain, akan tinggi dan mahal. Daya beli rakyat makin lemah, dan lama kelamaan, rupiah tidak laku lagi sebagai transakai jual beli dalam negeri sendiri,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Uchok menyarankan perencanaan APBN 2023 harus lebih memberi ruang pada sektor pertanian, perkebunan, dan pangan. Menurutnya, sektor lain patut untuk ditunda dahulu. Ia menambahkan alokasi belanja negara untuk alutsista di TNI dan Polri juga patut dialihkan untuk kemandirian pangan dan energi.

“Perencanaan APBN ke depan, harus banyak pertanian dan perkebunan untuk menanam pangan. Tolong tinggal proyek IKN, atau APBN 2023 naik jadi Rp3.050 triliun,” ungkapnya.***/din

Indonesia Juara Festival Itaewon 2022 

KOREA SELATAN, JAYAKARTA NEWS – Indonesia berhasil meraih peringkat pertama dalam Festival Itaewon yang diselenggarakan pada 15-16 Oktober 2022. Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini merupakan bagian dari perhelatan Festival Indonesia 2022 yang diselenggarakan KBRI Seoul. “Puji syukur, Alhamdulillah, Indonesia berhasil meraih juara pertama di Festival Itaewon. Indonesia meraih nilai tertinggi dibanding 4 negara finalis lainnya yaitu, Filipina, Ukraina, Nigeria dan Kolombia.” Ujar Dubes Sulis dalam Siaran Pers Kemlu, Senin (17/10).

Lebih lanjut, Dubes Sulis menyampaikan bahwa Festival Indonesia 2022 bertujuan mempromosikan kebaya sebagai busana yang mencerminkan identitas perempuan Indonesia. Hal tersebut mendasari keikutsertaan Indonesia dalam Festival Itaewoni sebagai bagian dari rangkaian Festival Indonesia 2022.  Salah satu komponen penilaian adalah melalui penampilan Tarian Gantar Belian dari Kalimantan yang mencerminkan jiwa gotong royong bangsa Indonesia, yang ditampilkan secara apik oleh Kelompok Tari Tradisional Indonesia (KTTI).

Komponen utama lainnya berasal dari meriahnya parade kebaya, busana adat dan Batik serta Wastra Nusantara yang diikuti hampir 150 anggota masyarakat Indonesia di Korsel yang berasal dari lintas profesi dan mencerminkan kebhinekaan Indonesia. barisan pertama parade Indonesia, tampak komunitas perempuan Indonesia di Seoul termasuk Dharma Wanita Persatuan KBRI Seoul mengenakan kebaya dan kain Nusantara. Di samping itu, busana adat dari berbagai provinsi dan Batik serta Tenun tampak apik dikenakan seluruh peserta parade Indonesia. Parade membuktikan bahwa tidak hanya masyarakat Korea Selatan yang menunggu-nunggu, masyarakat internasional yang berdomisili di Korsel pun tampak antusias menanti parade tersebut.” Ujar Dubes RI, Gandi Sulistiyanto.

Sebelum parade berakhir, setiap kontingen diberikan kesempatan untuk menampilkan pertunjukan budaya di hadapan Walikota Itaewon, Duta Besar dan kalangan sektor swasta serta seniman. Merdunya lagu “Gemu Fa Mi Re” terdengar saat dilantunkan. Di akhir parade yang diselenggarakan di jalan raya Itaewon, wakil dari komunitas perempuan Indonesia menyampaikan karangan bunga kepada Ms Hee Young Park, Pimpinan Distrik Yongsan-gu yang merupakan penyelenggara Festival Itaewon.

Pada sesi pengumuman pemenang tanggal 16 Oktober 2022, Indonesia dinobatkan sebagai Juara Pertama Festival Itaewon. Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika, bersama menyaksikan wakil masyarakat Indonesia yaitu KTTI menerima Gold Prize sebesar 5 juta Won. Diungkapkan kebanggaan masyarakat Indonesia dengan capaian KTTI sebagai juara pertama Festival Itaewon 2022. Di tahun 2019, KTTI tampil sebagai juara kedua. KTTI kini beranggotakan pekerja professional dan Pekerja Migran Indonesia/PMI.

Festival Indonesia merupakan kegiatan tahunan KBRI Seoul. Namun akibat pandemi, festival belum dapat diselenggarakan secara luring di tahun 2020 dan 2021. Untuk pertama kalinya, Festival Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan Festival Itaewon yang terakhir diselenggarakan secara luring di tahun 2019 pra pandemi. Sampai berakhirnya Festival Itaewon di tanggal 16 Oktober 2022, disampaikan sebanyak hampir 1 juta masyarakat Korea dan asing turut ikut serta dan meramaikan festival tersebut. Ini merupakan strategi promosi KBRI Seoul untuk meningkatkan jumlah pengunjung parade budaya dan ekonomi kreatif Indonesia serta booth Indonesia.

Promosi Festival Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan sejalan dengan kepemimpinan Indonesia di forum G20, termasuk bidang ekonomi kreatif dan budaya. Pada Peringatan 50 Tahun Hubungan Bilateral RI-Korsel di tahun 2023, KBRI Seoul akan secara aktif mendorong dan menjembatani kerjasama anrara pelaku industri kreatif Indonesia dan Korsel.***/uli

Sultan Dorong Akselerasi Produksi dan Distribusi Pangan

JAYAKARTA NEWS— Isu krisis pangan dan energi yang mendorong masyarakat dunia masuk dalam zona merah kelaparan terus menjadi pembicaraan penting para pemimpin negara saat ini. Tak terkecuali Indonesia.

Menurut data Global Hunger Index (GHI) tahun 2021, tingkat kelaparan di Indonesia masih berada di level 18, tertinggi ketiga Asia Tenggara setelah Timor Leste dan Kaos. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 17 juta jiwa atau 6,1 persen penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong Pemerintah baik Pusat dan daerah segera melakukan akselerasi peningkatan produksi dan distribusi bahan pangan pokok. Baginya, ketersediaan Pangan merupakan faktor pertahanan terakhir bagi stabilitas nasional.

“Di tengah situasi krisis dan ancaman resesi saat ini, agenda mewujudkan kemandirian dan ketersediaan pangan nasional merupakan hal yang urgen bagi pemerintah. Setiap negara akan melakukan stop ekspor pangan demi menjaga pasokan dalam negerinya masingmasing”, ungkap Sultan melalui keterangan persnya pada Senin (17/10).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu pun menyampaikan data potensi kerawanan pangan Indonesia yang masih cukup tinggi. BPS menyebut bahwa masih terdapat sekitar 23,5 juta jiwa penduduk kita mengalami kerawanan pangan.

“Kami harap Pemerintah dan semua lembaga terkait termasuk BUMN yang ditugaskan untuk menyelesaikan agenda ketahanan pangan harus terus berkolaborasi. Dan yang tidak penting adalah pelibatan masyarakat petani”, tegasnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah memiliki cukup modal infrastruktur untuk mengakselerasi agenda intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

“DPD RI secara kelembagaan meminta agar investasi dan inovasi Industri pangan yang berkelanjutan menjadi prioritas pembangunan sektor riil ke di sisa kepemimpinan presiden Joko Widodo. Jika hal ini bisa terpenuhi, saya kira beliau pantas dikenang dan menyandang gelar Bapak Pangan Indonesia”, tutupnya.***/din

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, bank bjb dan OJK Regional 2 Jabar Gelar Sarasehan

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS — Guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, terdapat Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2016 dan Nomor 114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Saat ini, target inklusi keuangan di Indonesia ditingkatkan menjadi 90 persen pada 2024.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memberikan edukasi maupun memperluas layanan keuangan bagi masyarakat. Salah satunya sebagaimana yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, bekerjasama dengan bank bjb dan komunitas disabilitas di Indonesia.

Acara bertajuk Sarasehan Keuangan Bersama Komunitas Difabel tersebut diselenggarakan di Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Bandung, Sabtu, 16 Oktober 2022. Acara juga digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2022.

Difabel termasuk ke dalam salah satu subjek yang menjadi sasaran dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai wujud kesamaan hak tanpa diksriminasi. Untuk itu, komitmen penyedia jasa layanan keuangan dalam memberikan layanan yang inklusif bagi difabel sangat diperlukan.

“Terlebih saat ini Jawa Barat juga memiliki peraturan daerah yang mewajibkan fasilitas umum menyediakan kemudahan akses kepada penyandang disabilitas. bank bjb berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur dan program yang memudahkan kaum disabilitas untuk mengakses layanan keuangan,” ungkap Pemimpin Divisi Corporate Ssecretary bank bjb Widi Hartoto.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono, Direktur Kepatuhan bjb Cecep Trisna, Kepala Biro BUMD dan Investasi Pemprov Jabar Lusi Lesminingwati dan Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jawa Barat Tini Kustini, dan melibatkan kaum disabilitas yang tergabung dalam HWDI, baik yang hadir secara langsung maupun mengikuti secara daring.***/pr

Indonesia Jadi Ketua Pertemuan Pemimpin Transportasi se-ASEAN

BALI, JAYAKARTA NEWS – Indonesia melalui Kementerian Perhubungan RI menjadi ketua/chairman pertemuan para pemimpin sektor transportasi se-ASEAN, yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Terdapat dua pertemuan yang dilaksanakan yaitu: pertama, pertemuan tingkat pejabat senior transportasi atau 54th ASEAN Senior Transport Officials Meeting and Associated Meetings (STOM) pada 15-16 Oktober 2022 yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub RI Novie Riyanto. Kedua, pertemuan tingkat Menteri se-ASEAN atau 28th ASEAN Transport Ministers Meeting and Associated Meetings (ATM) pada 16-17 Oktober 2022 yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Pertemuan tahun ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan secara tatap muka, setelah dua tahun dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19. ASEAN STOM dan ATM merupakan agenda tahunan yang dilakukan sebagai ajang untuk bertukar pengalaman, membahas, mengusulkan inisiatif peluang kerja sama, dan menyepakati pengesahan penguatan konektivitas transportasi darat, laut, udara, dan kereta api antar kawasan ASEAN dan antara ASEAN dengan dunia Internasional.

Selain dihadiri para delegasi dari negara anggota ASEAN, hadir pula para delegasi dari mitra wicara ASEAN yaitu: China, Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Dalam pertemuan ASEAN STOM selama dua hari kemarin (Jumat dan Sabtu), telah dihasilkan sejumlah rekomendasi pengesahan kesepakatan di sektor transportasi antar negara ASEAN. Salah satu yang strategis yaitu: penyelesaian negosiasi Perjanjian Komprehensif Transportasi Udara ASEAN-Uni Eropa (AE CATA).

“Perjanjian ini akan menjadi perjanjian antar blok pertama di dunia dalam sektor transportasi udara, antara ASEAN dan Uni Eropa. Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung pembangunan kembali konektivitas udara antara ASEAN dan Eropa yang terdampak pandemi dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri penerbangan di kedua kawasan ini,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto, Minggu (16/10).

Selain itu, rekomendasi dan pengesahan kesepakatan yang strategis lainnya yaitu: disepakatinya Aeronautical and Maritime Search and Rescue (SAR) Cooperation, yaitu perjanjian untuk mengembangkan dan meningkatkan kerja sama di bidang pencarian dan pertolongan maritim serta udara antara negara anggota ASEAN.

Di sektor transportasi udara, disepakatinya ASEAN Guidelines on Airport Environmental Management System (EMS). Kemudian di sektor transportasi darat, disepakatinya Guiding Principles for the Regulation of Application-based Mobility Services for Passenger Transport in ASEAN. Serta di transportasi laut, disepakatinya Implementation Framework to Enhance Regional Container Circulation untuk mendukung pemulihan distribusi logistik yang terdampak pandemi Covid-19.

“Melalui kesepakatan tersebut, diharapkan hubungan kerja sama di sektor transportasi dengan negara anggota maupun dengan negara mitra wicara ASEAN semakin kuat. Serta dapat meningkatkan solidaritas antarnegara ASEAN untuk bersama-sama bangkit, pulih, saling membantu dan menguatkan, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Novie.

Seluruh kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan ASEAN STOM, akan ditandatangani pada pertemuan ATM yang akan dipimpin oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.***/jay

Menjaga Tradisi dan Budaya Batak Lewat Ombus-Ombus

JAYAKARTA NEWS – Pagi itu cuaca di kawasan Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara sangat cerah dan sejuk mengiringi masyarakat Silangit yang memulai aktivitasnya masing-masing.

Termasuk Senteria Br Siahaan. Pemilik toko Ombus-Ombus No. 2  ini baru saja selesai mengukus penganan khas Batak yang dijajakan di tokonya, ombus-ombus namanya.

Ombus-ombus merupakan kue tradisional khas Batak yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, gula merah ataupun gula putih. Kelapa parut ini kemudian dicampurkan dengan gula merah ataupun gula putih dan kemudian menjadi isian kue yang kemudian dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus ini.

Pagi itu, Opung Senteria, panggilan akrabnya, sedang melayani sejumlah pelanggan yang ingin membeli ombus-ombus buatannya. Kue ini dijual dengan harga yang relatif murah, hanya Rp3.000 saja perbuah.

Kenapa namanya Ombus-ombus No. 2? Karena di Siborong-borong itu sudah banyak orang yang kasih nama ombus-ombus nomor 1. Jadi supaya beda saya kasihlah nama Ombus-ombus No. 2,” kata Senteria menjelaskan filosofi dari nama usahanya.

Setiap hari, iya bersama anak bungsu dan keluarganya bangun pagi untuk memasak ombus-ombus di dapur yang berada di belakang tokonya. Mulai dari menumbuk beras hingga jadi tepung, mengaduk adonan, hingga mengukus.

Ombus-ombus buatan Opung Senteria relatif murah, satuannya Rp3.000. (Foto: Kemenparekraf)

“Berasnya tidak boleh beras sembarangan. Harus beras yang berkualitas, kalau saya pakai beras yang sri ramos yang paling bagus,” katanya.

Opung Senteria menceritakan dirinya meneruskan usaha orang tuanya yang juga berjualan ombus-ombus sejak tahun 1955. Meski sempat merantau ke Jakarta, namun akhirnya Opung Senteria memilih untuk pulang ke Siborong-borong dan meneruskan usaha yang sudah dirintis kedua orang tuanya.

“Sekitar tahun 1992, saya kembali dari Jakarta ke Silangit ini dan saya kepikiran untuk membuka usaha. Awalnya saya coba jualan kelontong, tapi kok kurang cocok rasanya, akhirnya saya putuskan untuk berdagang ombus-ombus,” ungkap Opung Senteria.

Sebelumnya, Senteria menjajakan ombus-ombus di Kota Siborong-borong. Namun, sekitar tahun 2015, ia pun pindah ke Simpang Muara di kawasan Silangit.

Lokasi yang hanya berjarak 1,8 kilometer dari Bandara Silangit ini tentu menjadi keunggulan tersendiri bagi usaha yang dijalankan oleh Opung Senteria dan keluarganya. Mengingat banyak wisatawan dan warga setempat yang mampir untuk membawa kudapan ini ke Jakarta maupun dibeli dalam jumlah banyak untuk disantap bersama keluarga.

“Banyak pejabat yang minta sama aku, katanya mereka ingin bawa ombus-ombus untuk oleh-oleh di Jakarta. Makanya kami akhirnya pindah ke sini,” ujar dia.

Opung Senteria mengungkapkan sebelum pandemi COVID-19, dirinya bisa menjual 400-800 buah ombus-ombus setiap hari. Namun, angka tersebut menurun drastis akibat pandemi COVID-19.

“Meskipun demikian, kami tetap mencoba bertahan dan menjaga kualitas produk. Puji Tuhan, rezeki yang kami peroleh tetap mencukupi di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Opung Senteria merupakan satu dari sekian banyak perempuan Indonesia yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan perempuan memang memiliki peranan penting di sektor parekraf Tanah Air. Demikian dikutip dari Siaran Pers Kemenparekraf, Minggu (16/10).

Sandiaga mengatakan ada sekitar 55 persen perempuan yang pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga, penguatan kapasitas perempuan merupakan hal utama untuk membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan kerja.

“Kita harus utamakan empowerment dari gender. Jadi perempuan-perempuan hebat dan mandiri kita harus kita berikan kesempatan dan pemberdayaan,” kata Sandiaga beberapa waktu lalu, dalam pertemuan W20 pada 19 Juli 2022.

Sandiaga mengatakan, perempuan merupakan tulang punggung dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. “Perempuan adalah pilar kesejahteraan masyarakat sekaligus penjaga tradisi dan budaya kita,” katanya.

Pihaknya juga akan menghimpun data-data keterlibatan perempuan dalam sektor parekraf, sehingga Kemenparekraf bisa menyusun kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk memperkuat peran serta perempuan dalam pengembangan sektor parekraf.

“Kami juga sangat mendukung kaum perempuan untuk mengeluarkan potensi yang mereka miliki secara penuh dalam upaya membuka kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Sandiaga.***(ulido)

Run For Sustainable Palm, Langkah BPDPKS untuk Memperkenalkan Sawit ke Masyarakat

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka memperkenalkan langsung kepada masyarakat mengenai komoditi kelapa sawit, Badan Layanan Umum yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan yaitu BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) menyelenggarakan Launching Oil Palm Marathon yang diselenggarakan di Jakarta (16/10)

Kegiatan ini diawali jalan santai,   diiringi dengan seni khas Betawi, dan dilanjutkan dengan talkshow serta pemutaran video trailer oil palm marathon 2022. Rangkaian  kegiatan ini menjadi opening dari serangkaian  Oil Palm Marathon 2022 yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 November 2022 mendatang di area perkebunan PT Perkebunan nusantara IV Provinsi Sumatera Utara.

Dengan menggunakan tagline “Run for Sustainable Palm”,  Oil Palm Marathon ingin mendekatkan kepada masyarakat bahwa kelapa sawit adalah komoditi yang berkelanjutan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati dan mempunyai fungsi sosial dan ekonomi, Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang mana sebelumnya telah diselenggarakan pada tahun 2019.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman mengungkapkan Oil Palm Marathon merupakan kolaborasi antara BPDPKS, Gapki Sumut, dan Perkebunan Nusantara. “Acara ini diharapkan membawa informasi yang positif ke masyarakat bahwa sawit itu baik, sawit itu sehat, berkelanjutan dan merupakan anugerah Tuhan yang perlu patut kita lestarikan,” Pungkas Eddy.***/mel