Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI

Harga Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI

JAYAKARTA NEWS – Harga saham meroket hingga 24,5 persen, emiten PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) disuspend atau distop Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk transaksinya selanjutnya.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) pada tanggal 29 Juli 2025,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resminya, Senin (28/7/2025).

BEI dalam pengumuman resminya itu juga menyatakan penghentian sementara PGUN melantai di bursa dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.

BEI menyatakan, penghentian sementara perdagangan saham PGUN tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Pradiksi Gunatama Tbk.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” sebut BEI dalam pengumumannya.

Sebelum itu, otoritas BEI telah memantau secara khusus pergerakan melesatnya saham Pradiksi Gunatama (PGUN) yang melesat hingga 24,59 persen dengan nilai saham Rp 1.140 pada Senin (28/7/2025).

Penghentian perdagangan saham perusahaan perkebunan kelapa sawit milik anak Haji Isam itu dipicu meroketnya harga saham dalam sebulan terakhir mencapai 111,11 persen.

Harga saham yang dicapai PGUN di level Rp1.140 merupakan harga tertinggi yang diraih sepanjang tahun berjalan 2025. Pada Januari 2023, saham PGUN pernah menyentuh level tertinggi di Rp1.350, yang kala itu membuat nilai kepemilikan keduanya mencapai sekitar Rp5,94 triliun.

Meroketnya harga saham PGUN diduga kuat setelah BEI merilis  kinerja keuangan pada Jumat (25/4/2025). Dalam laporan itu disebutkan, laba bersih PGUN naik signifikan tahun berjalan 883,76 persen menjadi Rp 45,45 miliar pada semester I-2025. Sedangkan pada periode sama tahun hanya Rp 4,62 miliar.

Rilis laporan kinerja keuangan itu juga disebutkan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih perseroan dari Rp 139,17 miliar menjadi Rp 175,69 miliar. Sebaliknya beban pokok penjualan justru turun dari Rp 115,47 miliar menjadi Rp 108,63 miliar.

Peningkatan laba tersebut berdampak positif terhadap laba bersih per saham PGUN dari semula Rp 0,81 menjadi Rp 7,92 per saham. Sedangkan total aset perseroan relative stabil level Rp 2,63 triliun dan kewajiban turun menjadi Rp 794,74 miliar.

PT Pradiksi Gunatama Tbk berdiri 1995 merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas ijin usaha mencapai 22.500 hektare (ha).

Saat ini luasan tertanam telah mencapai 12.800 ha dengan areal tanaman menghasilkan seluas 11.800 ha serta didukung satu unit Pabrik kelapa sawit kapasitas 60 ton perjam extendable ke 90 ton per jam.

Diperkirakan dari melambungnya harga saham, nilai kekayaan anak Haji Isam yakni Liana Saputri dan Jhony Saputra anak Haji Isam ini melonjak Rp990,08 miliar pada hari itu seiring harga saham menembus level Rp1.140 per saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Jhony dan Liana tercatat memiliki saham PGUN melalui dua entitas, yaitu PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, dengan total kepemilikan mencapai 4,40 miliar saham atau sekitar 76,69 persen dari total saham beredar.

Jhony Saputra, pemuda Gen Z lulusan SMA Al Azhar Pusat tahun 2018, telah mengantongi berbagai pengalaman memimpin sejumlah perusahaan. Jhony juga tercatat sebagai pemilik sekaligus pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa sejak 2018, serta memiliki kepemilikan di PT Surya Mega Adiperkasa sejak 2020.


Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2025, penjualan bersih PGUN di semester I/2025 meningkat 48,92 persen year on year (YoY), dari Rp258,63 miliar menjadi Rp385,17 miliar di paruh pertama 2025.

Pendapatan PGUN diperoleh dari penjualan minyak kelapa sawit sebesar Rp332,19 miliar, naik 39,62 persen dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp237,92 miliar.

Sedangkan penjualan inti kelapa sawit juga tercatat naik 181,47 persen menjadi Rp52,40 miliar dari sebelumnya Rp18,61 miliar. Sementara penjualan cangkang tercatat turun menjadi Rp571,13 juta dari sebelumnya Rp2,09 miliar.

Berdasarkan pelanggan, penjualan terbesar PGUN adalah kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) yang merupakan perusahaan afiliasi perseroan, yang meningkat hingga 39,62 persen secara tahunan menjadi Rp332,19 miliar pada semester I/2025. (yog)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *