• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
BRIN Ungkap Bukti Tsunami Besar Pernah Terjadi di Pesisir Selatan Jawa

BRIN Ungkap Bukti Tsunami Besar Pernah Terjadi di Pesisir Selatan Jawa

June 12, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home TELKO Riset

BRIN Ungkap Bukti Tsunami Besar Pernah Terjadi di Pesisir Selatan Jawa

by Redaksi
June 12, 2026
in Riset
0
BRIN Ungkap Bukti Tsunami Besar Pernah Terjadi di Pesisir Selatan Jawa
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga Bali terindikasi kuat tsunami besar pernah terjadi sekitar 400 tahun lalu.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Eko Yulianto, menuturkan, jejak tsunami besar hingga kini masih dapat ditemukan dan ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah mulai dari geologi, mikrofosil laut, arkeologi, hingga kajian terhadap narasi budaya masyarakat pesisir.

“Permasalahannya adalah tidak ada dokumen sejarah yang dapat menjelaskan kapan ruptur raksasa terakhir benar-benar terjadi,” ujar Eko dalam sebuah workshop di Jakarta, dikutip Kamis (11/6/2026).

Menurut Eko, jika gempa megathrust terjadi sebelum periode sejarah tertulis, memorinya mungkin sudah hilang dari catatan sejarah.

Hingga 2026, tim peneliti telah melakukan investigasi paleotsunami di dua belas lokasi utama yang tersebar dari Jawa Barat hingga Bali.

Dalam paparannya, Eko menyoroti empat lokasi representatif, yaitu Cibuaya (Banten), Pangandaran (Jawa Barat), Kulon Progo (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Tabanan (Bali).

Di Pangandaran, kata Eko, peneliti menemukan lapisan pasir tsunami yang memisahkan endapan lumpur mangrove dengan sedimen yang lebih muda di atasnya.

Analisis radiokarbon terhadap sisa tumbuhan yang berada di bawah lapisan pasir menunjukkan umur sekitar 400 tahun.

“Ini merupakan indikasi pertama bahwa tsunami besar kemungkinan pernah memengaruhi pesisir selatan Jawa sekitar empat abad yang lalu,” jelas Eko.

Temuan lain di Pangandaran berasal dari lingkungan rawa pesisir yang menunjukkan adanya lapisan sedimen berulang. Struktur tersebut diduga terbentuk akibat beberapa gelombang tsunami yang datang secara berturut-turut dalam satu kejadian besar.

Bukti yang mengarah pada periode waktu yang sama juga ditemukan di Situs Batu Kalde, Pangandaran.

Selain lapisan budaya yang mengandung fragmen gerabah Hindu-Buddha dan cangkang moluska, peneliti menemukan sejumlah struktur batu yang roboh.

Meski belum dapat dipastikan sebagai dampak tsunami, kondisi tersebut membuka kemungkinan adanya guncangan gempa atau genangan besar yang terjadi pada masa lalu.

Di Kulon Progo, yang berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta, tim menemukan lapisan pasir yang mengandung beragam mikrofosil laut seperti foraminifera, radiolaria, dan ostrakoda.

“Kehadiran mikrofosil laut dalam menjadi bukti kuat bahwa material tersebut terbawa oleh peristiwa genangan laut besar dan bukan oleh banjir pesisir biasa,” ujar Eko.

Temuan serupa juga diperoleh di Cibuaya, Banten. Di lokasi tersebut ditemukan lapisan pasir yang kaya akan mikrofosil laut dan berada tepat di bawah lapisan batang-batang pohon yang terkubur di rawa.

Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa pohon-pohon tersebut mati sekitar 300 hingga 400 tahun lalu.

Menurut Eko, hubungan stratigrafi tersebut mengindikasikan bahwa suatu peristiwa genangan laut besar kemungkinan terjadi terlebih dahulu, kemudian diikuti perubahan lingkungan yang menyebabkan pohon-pohon tumbang dan tertimbun dalam sedimen rawa.

Sementara di Tabanan, Bali, penelitian menemukan susunan bongkah batu dan fragmen genteng yang orientasinya mengarah ke daratan. Struktur tersebut menunjukkan adanya aliran air yang sangat kuat dari arah laut.

“Berdasarkan hubungan dengan lapisan abu vulkanik yang diduga berasal dari letusan Gunung Tambora tahun 1815, usia kejadian tsunami di lokasi tersebut diperkirakan kembali berada pada kisaran 400 tahun lalu,” Eko menjelaskan.

Setelah mengkompilasi data radiokarbon dari berbagai lokasi, para peneliti menemukan pola yang menarik. Umur endapan tsunami ternyata tidak tersebar secara acak, melainkan mengelompok pada beberapa periode tertentu.

Klaster termuda berada pada sekitar 400 tahun lalu, sementara klaster yang lebih tua muncul pada periode sekitar tahun 800–1000 Masehi, 100–300 Masehi, dan 400–700 Sebelum Masehi.

“Pola ini menjadi hipotesis kerja terbaik kami mengenai pengulangan tsunami besar di sepanjang margin selatan Jawa,” jelas Eko.

Namun,  lanjut Eko, data tambahan masih diperlukan untuk memastikan apakah seluruh kejadian tersebut terkait dengan megathrust regional atau kombinasi tsunami lokal dan regional.

Salah satu temuan yang paling menarik dari penelitian ini justru muncul di luar ranah geologi. Setelah menemukan indikasi tsunami besar sekitar 400 tahun lalu, para peneliti mulai mempertanyakan apakah jejak peristiwa tersebut masih tersimpan dalam memori kolektif masyarakat pesisir.

Kajian kemudian diarahkan pada berbagai narasi tradisional yang berkembang di pesisir selatan Jawa, termasuk tradisi mengenai Ratu Kidul dan naskah Serat Sri Nata.

Eko mengatakan, ketika deskripsi dalam naskah tersebut dibandingkan dengan kesaksian korban tsunami modern, ditemukan sejumlah kemiripan yang mencolok, seperti perilaku laut yang tidak biasa, suara keras dari arah laut, angin kencang, suasana gelap, kepanikan massal, kerusakan yang luas, dan banyaknya korban jiwa.

“Hal ini tentu bukan bukti bahwa suatu peristiwa tsunami tertentu benar-benar tercatat dalam naskah tersebut,” ujar Eko seperti dikuitp lama brin.go.id.

Namun, tambah Eko, temuan ini membuka kemungkinan bahwa narasi tradisional dapat menyimpan fragmen memori lingkungan yang bertahan sangat lama setelah peristiwa fisiknya sendiri hilang dari sejarah tertulis.

Menurut Eko, berdasarkan zona subduksi selatan Jawa berpotensi menghasilkan gempa megathrust.

Oleh karena itu, untuk memahami ancaman di masa depan, para peneliti berupaya merekonstruksi sejarah tsunami masa lalu melalui pendekatan paleotsunami, yaitu kajian terhadap jejak-jejak geologi yang ditinggalkan oleh tsunami purba. (yog)

Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version