JAYAKARTA NEWS— Tekanan pemenuhan kebutuhan pangan nasional menjelang akhir tahun membuat jajaran direksi Perum BULOG memperketat pengawasan di tingkat hulu produsen. Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke fasilitas penggilingan padi milik salah satu mitra makloon strategis, PT Cahaya Intan Jaya, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Langkah turun ke lapangan di salah satu wilayah lumbung padi utama nasional ini diambil di tengah performa pengadaan beras domestik BULOG yang mencatatkan rekor tertinggi. Hingga triwulan terakhir tahun ini, total stok beras yang dikuasai BULOG tercatat sangat kuat berada di kisaran 4,5 juta ton hingga menyentuh puncak 5,4 juta ton di gudang penyimpanan.
Kendati pasokan melimpah, beban distribusi BULOG justru semakin berlipat di sisa akhir tahun. Otoritas pangan nasional tersebut ditargetkan mengawal realisasi program bantuan pangan darurat secara masif untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekaligus menjaga keandalan suplai komersial ritel modern.
Tantangan distribusi masif dengan volume jutaan ton inilah yang memaksa BULOG ekstra ketat menjaga konsistensi mutu agar beras tidak mengalami penurunan kualitas fisik saat sampai ke tangan masyarakat bawah.

Di area fasilitas Rice Milling Unit (RMU) PT Cahaya Intan Jaya, Ahmad Rizal Ramdhani memantau ketat setiap lini produksi dari hulu ke hilir. Ia secara detail memeriksa kadar air gabah kering giling hasil serapan petani, keandalan mesin penyaring warna (color sorter), hingga mengecek akurasi berat timbangan kemasan karung jadi.
“Kunjungan kerja ke mitra makloon di Sragen ini krusial untuk memastikan seluruh proses pengolahan beras berjalan ketat sesuai standar baku, tepat waktu, efisien, dan menghasilkan produk yang presisi sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan,” tegas Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan resminya.
Sertifikasi Standar Mutu Resmi
Namun, sidak ini tidak sekadar menjadi ajang kontrol mutu operasional biasa. Kunjungan di Sragen ini sekaligus menjadi panggung bagi BULOG untuk melayangkan sinyal keras dan ultimatum bagi seluruh pelaku usaha penggilingan padi swasta di tanah air.
Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa BULOG saat ini tengah menggodok regulasi strategis yang mewajibkan seluruh mitra penggilingan swasta memiliki sertifikasi standar mutu resmi.

Penggunaan teknologi pengolahan modern kini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. BULOG menegaskan tidak akan segan untuk mendepak atau memutus kerja sama makloon dengan mitra lokal swasta yang lamban melakukan modernisasi mesin dan masih mengandalkan metode pengolahan tradisional berandemen rendah.
Melalui pengetatan dan restrukturisasi kemitraan di Sragen ini, Perum BULOG berupaya membuktikan komitmennya: pemenuhan kuota jaminan pangan nasional yang masif harus berjalan beriringan dengan jaminan kelayakan konsumsi berkualitas tinggi di tingkat masyarakat konsumen. (*/di)





































