• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Varian ‘Deltacron’ Jadi Sorotan, Masyarakat Diimbau Tetap Prokes Ketat

Varian ‘Deltacron’ Jadi Sorotan, Masyarakat Diimbau Tetap Prokes Ketat

admin by admin
March 16, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah bermutasi menjadi berbagai varian. Salah satu yang belakangan menjadi perhatian ialah varian GKA (AY.4/BA.1) yang terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian Delta 21J/AY.4 dan Omicron 21K/BA.1.

Sementara ini media menyebutnya ‘Deltacron’. Menurut Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, penamaan resmi varian ini belum ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO).

Data terkait karakteristiknya pun masih sangat terbatas meskipun WHO membahasnya dalam pertemuan Technical Advisory Group on Virus Evolution atau grup penasihat teknis terkait evolusi virus yang dihadiri para pakar virus di dunia.

“Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Selasa (15/3/2022). Demikian dikutip dari laman covid19.go.id

Tidak memberi ruang penularan, dapat mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan varian baru. Karena, selama virus masih beredar, apalagi dalam tingkat penularan yang tinggi, potensi mutasi virus semakin besar. Dalam bermutasinya, ada berbagai mekanisme. Salah satunya dengan rekombinasi seperti pada varian yang dijelaskan. Rekombinasi virus ini bukanlah hal baru.

“Untuk itu, dalam masa adaptasi ini, pencegahan penularan ini lebih banyak porsinya pada tanggung jawab setiap individu. Setiap orang wajib melindungi dirinya sendiri dan orang lain, melalui disiplin protokol kesehatan 3M,” pungkas Wiku. (ctr)

Tags: jayakartanewspandemi covid-19prof wiku adisasmitoVarian DeltacronWHO
Previous Post

Sukabumi Diguncang Gempa M5.5 Terasa Sampai Jakarta

Next Post

Program Kasuari Survey Lokasi Kandang Babi di Kabupaten Puncak    

admin

admin

Next Post
Program Kasuari Survey Lokasi Kandang Babi di Kabupaten Puncak    

Program Kasuari Survey Lokasi Kandang Babi di Kabupaten Puncak    

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version