• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Kisah Semut Melawan Gajah

Kisah Semut Melawan Gajah

October 31, 2019
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Semut Melawan Gajah

by admin
October 31, 2019
in Feature
0
Kisah Semut Melawan Gajah
498
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jayakarta News – Banyak kisah klasik yang bisa menjadi inspirasi bisnis. Masih ingat dengan fabel ‘’Semut Melawan Gajah?’’ Atau kisah ‘’David Melawan Goliath’’ dalam kitab Injil?

Ini pertanyaan yang sering muncul dalam pelatihan pemberdayaan ekonomi. Umumnya mereka menanyakan, bagaimana caranya agar produk UMKM bisa bersaing di pasar melawan produk perusahaan raksasa.

Saya bukan ahli marketing. Saya sama seperti kebanyakan kawan saya, pelaku bisnis UMKM: Usaha mikro kepepet modal. Sudah kecil skalanya, terbatas pula kapitalnya.

Dari bertanya ke sana-sini, saya punya kesimpulan: produk UMKM tidak harus bersaing dengan produk perusahaan konglomerat.

Berat. Terlalu berat.

Produk UMKM tidak mungkin kuat melawan produk perusahaan raksasa itu. Tapi produk UMKM pasti bisa hidup dan berkembang kalau masuk di pasar spesifik. Yaitu pasar komunitas.

Saya ingat dengan teman saya. Ia menjadi anggota sebuah komunitas yang sangat tertutup. Kalau pun saya bisa mengakses informasi, lebih karena saya berkawan dengan dia jauh sebelum masuk komunitas tersebut.

Saya awalnya heran. Kawan saya mengonsumsi produk-produk yang mereknya tidak saya kenal. Dari kecap sampai minuman suplemen dan parfum. Belum pernah saya temukan merk itu di lemari display di warung maupun minimarket.

Rupanya produk-produk itu produksi anggota komunitasnya sendiri. Dipasarkan dengan metode direct selling. Antarmember. Ruang pamernya hanya di kamar tamu.

Saya tahu komunitas itu tidak banyak. Tapi mereka solid. Punya kesadaran yang sama: Menyediakan dan mengonsumsi produk sendiri. Walau prosesnya mungkin dengan mesin-mesin yang sederhana. Walau harganya lebih mahal. Walau waktu kirimnya lebih lama karena dikirim dari luar pulau.

Pasar komunitas. Pasar emosional. Inilah yang mungkin bisa menjadi jalan bagi produk-produk UMKM.

Produk UMKM tidak perlu bersaing di toko umum. Tidak perlu bersanding dengan produk sejenis dari perusahaan besar. Produk UMKM itu hanya perlu dipasarkan melalui gerai yang ada di lingkungan komunitas. Toh volume produksinya belum besar. Distribusinya terbatas. Promosinya apa lagi: Nyaris tak terdengar.

Kalau di komunitas kawan saya yang kecil saja hidup, di komunitas Muhammadiyah produk UMKM pasti bisa lebih hidup. Bisa lebih besar. Bisa lebih berkembang.

Muhammadiyah memiliki anggota puluhan juta orang. Menjadi ormas Islam terbesar kedua di Indonesia. Berarti juga terbesar kedua di dunia. Itulah potensi pasarnya.

Muhammadiyah juga memiliki ribuan spot yang bisa menjadi titik distribusi. Sebut saja: masjid, mushola, klinik, rumah sakit, sekolah, pesantren dan kampus. Belum lagi kantor-kantor majelis, lembaga dan organisasi otonom di seluruh Indonesia. Dari kantor pusat hingga wilayah, cabang dan ranting.

Prinsipnya: Bisnis tidak boleh hanya menjadikan anggota Muhammadiyah sebagai pasar. Bisnis harus juga menempatkan warga Muhammadiyah sebagai pelaku usaha yang mencukupi kebutuhan pasar tersebut.

Beberapa hari ini saya keliling di berbagai kota. Saya menemukan beberapa usaha UMKM yang dikelola warga Muhammadiyah.

Pikiran saya mulai terganggu dengan gagasan baru: Bisakah menemukan bisnis yang mempertemukan aneka produk warga Muhammadiyah untuk mengisi kebutuhan di pasar komunitas Muhammadiyah sendiri?

Komunitas Muhammadiyah begitu besar. Tidak mungkin kebutuhan mereka bisa dipenuhi dengan usaha kelas teri. Kecuali: memetakan komunitas besar itu menjadi komunitas kecil.

Misalnya gagasan drh H Zainul Muslimin, Ketua Lazismu Jawa Timur tentang pentingnya kantin sehat di sekolah Muhammadiyah. Maka Lazismu Jawa Timur menyusun program untuk membersihkan produk-produk makanan dan minuman yang tidak sehat dari kantin-kantin di sekolah Muhammadiyah.

Targetnya: semua kantin di sekolah Muhammadiyah hanya boleh menyajikan makanan yang halal dan tayib. Halal saja tidak cukup. Harus tayib. Agar semua siswa di sekolah Muhammadiyah tumbuh menjadi generasi muda yang sehat jasmani dan rohani. Tidak generasi sakit-sakitan akibat kebanyakan micin.

Begitu banyak produk makanan dan minuman yang dijual di kantin-kantin sekolah Muhammadiyah. Saya coba ambil salah satunya saja: Mi instan. Pertanyaannya, mungkinkah menghadirkan mi instan yang sehat dan memberdayakan warga Muhammadiyah sendiri?

Mi instan dibuat dari bahan baku terigu. Bahan pangan yang harus diimpor. Semakin besar konsumsi mi instan itu, semakin besar pula impor terigunya.

Mungkinkah membuat mi instan dengan bahan baku lokal? Ternyata bisa. Tepung terigu bisa diganti mocaf. Tepung hasil olahan sari pati singkong. Sudah banyak warga Muhammadiyah yang bisa mengolah singkong menjadi mocaf. Antara lain di Banjar Negara, Jawa Tengah.

Telur dan daging ayamnya pun jenis organik yang dari peternak di Klaten, Jawa Tengah. Sausnya dari tomat dan cabai organik dari Kabupaten Bandung Barat. Bawang gorengnya juga organik yang ditanam petani di Biromaru, Sulawesi Tengah.

Distribusinya tidak perlu jauh-jauh. Di kantin sekolah Muhammadiyah saja. Mulai dari beberapa sekolah di satu kota. Nanti berkembang secara alamiah ke sekolah di kota lainnya.

Produk-produk itu juga bisa dibeli oleh Lazismu. Bisa disalurkan sebagai bantuan pangan bila terjadi bencana alam sewaktu-waktu. Melalui Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) dan mitra-mitra teknis lainnya.

Tanpa sadar, hanya dari satu produk bernama mi instan saja, begitu banyak yang bisa terlibat. Begitu banyak yang bisa ikut menikmati. Kalau bahan-bahannya lokal. Kalau pengusahanya lokal. Kalau pekerjanya lokal. Yang hobinya impor pasti tidak setuju. (joko intarto)

Tags: jayakartanewssemut versus gajahumkm versus konglomerat
Share199Tweet125
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version