Ditanya Soal Nasib KIB, Zulhas: Koalisi tapi Mimpinya Mulai agak Beda-Beda

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, pertemuan dengan PDI Perjuangan (PDIP) akan ada lanjutannya. Di mana akan membahas sesuai mekanisme partainya terkait hasil pertemuan yang dilakukan di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2023).

“Pertama sekali lagi, ini pertemuan pertama kami yang penuh persaudaraan, persahabatan, saling pengertian. Tapi ini kan pertemuan pertama, setelah ini sebagaimana tiap partai politik ada mekanismenya, tentu kami akan rapat, akan membahas. Nanti daerah-daerah kami undang bagaimana selanjutnya,” kata pria yang akrab disapa Zulhas.

Menurut dia, PDIP telah membentuk dua tim yang dikomandoi oleh Puan Maharani dan Ahmad Basarah. Sehingga, komunikasi akan dilanjutkan dengan kedua tim tersebut.

“Habis itu, Mbak Mega sudah ada tim juga kan. Nanti soal-soal setelah kami rapat, tentu kami akan komunikasi dengan tim yang sudah dibentuk oleh PDI Perjuangan yang dibentuk oleh Ibu Puan dan punya sayap satu lagi, yaitu sayapnya mengenai relawan,” jelas Zulhas.

Dalam hal ini, awak media menanyakan soal nasib Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang kemudian dijelaskan oleh Zulhas bahwa kehadirannya ke PDIP sudah dikomunikasikan.

“Bagaimana keadaan KIB sekarang? Masih walaupun dua masih sama, yang satu mimpinya sudah PDI Perjuangan. Nanti kalau bareng-bareng jadi sama, kalau beda baru nanti akan ada pembicaraan final seperti apa, ini belum ada. Walaupun istilah Yoga (Waketum PAN Viva Yoga) itu KIB, koalisi tapi mimpinya mulai agak beda-beda. Tapi masih,” ungkap Zulhas.

Dia pun disinggung soal pengajuan calon wakil presiden untuk Ganjar Pranowo. Menurutnya, tidak ada pembicaraan khusus soal ini dalam pertemuan dengan PDIP.

“Tetapi walaupun gak dibahas tapi masing-masing memahami. Dan tadi Mbak Mega sudah menjelaskan, ini menjadi kewenangan PDI Perjuangan,” pungkasnya.***/din

Di Tangan Zulhas, PAN Siap Tancap Gas

JAYAKARTA NEWS— Partai Amanat Nasional (PAN) membirukan Senayan pada momentum ulang tahun ke-24, tanggal 23 Agustus 2022, di Senayan, Jakarta. Logo matahari putih yang bersinar cerah dengan latar belakang biru, merupakan simbol PAN menuju pencerahan masa depan Indonesia yang lebih baik. “Selamat ulang tahun ke-24 kepada PAN. Saya merasakan denyut partai yang berbeda tahun ini,” ujar Buyar Winarso, kader PAN di Jakarta, Selasa (24/8/2022).

Buyar Winarso adalah Bupati Kebumen 2010 – 2015 yang (antara lain) diusung PAN. Ia mengikuti pasang surut PAN, sejak dideklarasikan 23 Agustus 1998 di Bogor, oleh Amien Rais dan kawan-kawan. “Pertama kali ikut Pemilu pada 1999, PAN berhasil meraup 7,4 persen suara pemilih nasional dan menempatkan 34 wakil rakyat di DPR RI. Secara positioning, jelas belum menjadi partai papan atas, tetapi sejarah tak bisa memungkiri peran PAN dalam memotori ‘poros tengah’ saat pemilihan presiden,” tambahnya.

Memang, dalam perjalanannya, PAN tidak menunjukkan grafik naik yang konsisten. Ia pernah terpuruk pada Pemilu 2009. Akan tetapi, hingga Pemilu 2019, PAN mampu bertahan dalam posisi medioker. “Saya melihat, Pemilu 2024 mendatang, sinar matahari putih akan kembali cerah. Perolehan suara akan naik signifikan. Faktor utama kenaikan suara PAN terletak pada ketajaman menangkap momentum, terutama dari Ketua Umum-nya, Zulkifli Hasan,” tambah Wabendum DPP PAN 2015  – 2020 itu.

Buyar Winarso mengutip makna logo PAN berupa simbol matahari bersinar terang. Sebuah logo yang bermakna merefleksikan matahari sebagai sumber cahaya dan sumber kehidupan. Adapun warna putih, sebagai ekspresi kebenaran, keadilan, dan semangat baru. “Kita tentu masih ingat, betapa tahun 1997, pendiri PAN membuat analisis generasi muda Indonesia saat itu sangat menghendaki perubahan dan penyegaran kepemipinan,” katanya.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, yang memimpin sejak 2015, adalah duplikat Amien Rais dalam beberapa hal. “Setidaknya saya satu periode menjadi petugas partai di bawah kepemimpinan beliau. Sangat taktis dan matang. Manuvernya bergabung dengan Koalisi Indonesia Baru, menurut saya adalah langkah cerdas sebagai politisi. Sekalipun, atas kebijakannya ia harus berseberangan dengan Amien Rais,” ujar pria kelahiran Alian, Kebumen itu.

Buyar mengaku masih menjalin komunikasi dengan Zulkifli Hasan. Baik sebelum masuk kabinet (sebagai Menteri Perdagangan), maupun setelah masuk kabinet. “Hanya dalam hitungan minggu, harga minyak goreng bisa turun drastis. Itu prestasi yang tak bisa dikesampingkan dan langsung dirasakan rakyat,” katanya.

Tidak heran jika momentum ulang tahun PAN yang ke-24 tahun 2022, adalah momentum strategis untuk menuju sukses partai pada Pemilu 2024. “Saya melihat, persiapan menghadapi Pemilu 2024 sudah mulai dilakukan dengan antara  lain membentuk juru bicara muda dari kalangan milenial dan generasi Z. Itu adalah bentuk aktualisasi program partai sekaligus menyiratkan regenerasi partai,” kata Buyar.

Zulhas, dalam banyak kesempatan menyampaikan, generasi milenial dan generasi Z merpakan pemimpin Indonesia saat ini. Jumlah mereka hamper 54 persen dari populasi penduduk Indonesia. Bahkan, pada Pemilu 2024, jumlah pemilih di bawah 40 tahun, mencapai 60 persen lebih. Terlebih positioning PAN yang menjalankan fungsinya sebagai jembatan antara pemerintah dan para tokoh Islam. PAN juga bertekad merajut kembali persaudaraan yang sempat terkoyak akibat perbedaan pilihan politik dalam Piplres 2019. Sebuah positioning yang –lagi-lagi—merupakan aspirasi rakyat Indonesia. “Jadi kalau PAN menargetkan bisa meraih 64 kursi atau 11 persen dari total kursi DPR pada Pemilu 2024, rasanya tidak berlebihan,” pungkas Buyar Winarso.***din

Zulkifli Hasan Jadi Mendag, Anis Matta: Saya Salut Nyalinya, Berani Memegang Bara Api

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, penunjukkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan Muhammad Lutfi sebagai anomali besar abad ini.

Anis Matta menilai penunjukkan Zulkifli Hasan sebagai Mendag akan menjadi pertaruhan besar bagi reputasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang berakhirnya masa jabatannya pada 2024 mendatang. Keberhasilan dan kegagalan Jokowi nantinya akan ditentukan oleh Zulkifli Hasan.

“Saya ingin katakan, Pak Zulkifli Hasan berani bener menjadi Menteri Perdagangan. Ini seperti menggenggam bara api, karena bukan masalah sederhana. Tapi saya salut atas nyalinya Pak Zulkfili Hasan berani menggenggam bara api,” kata Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora dalam Gelora Talks bertajuk “Kapan dan Bagaimana Akhir Perang Rusia-Ukraina? Apa Dampaknya terhadap Ekonomi Dunia?, Rabu (15/6/2022).

Pergantian Mendag dari Muhammad Lutfi ke Zulkifli Hasan, menurut Anis Matta, merupakan dampak dari perang Rusia-Ukraina yang mulai terjadi sejak 24 Pebruari 2022 lalu.

Saat ini, Indonesia dinilai mulai merasakan adanya dampak kenaikan harga komoditas energi dunia (minyak dan gas), harga bahan pangan, sehingga menyebabkan tingginya inflasi.

“Mendag (Muhammad Lutfi, red) itu diganti, karena kesalahan dia sendiri dalam menerapkan kebijakan. Bagaimana mungkin kita negara produsen terbesar sawit mengalami kelangkaan minyak goreng, itu sama saja seperti kelangkaan BBM yang terjadi di Arab Saudi,” ujarnya.

Menurut Anis Matta, sebagian besar pemimpin di dunia termasuk di Indonesia, mulai kebingungan dan tidak mengerti cara dalam menghadapi krisis yang sangat kompleks saat ini.

“Sudah banyak Presiden dan Perdana Menteri di dunia ini yang jadi korban, jatuh pemerintahannya akibat krisis sekarang. Tapi bedanya di sini, korbannya Mendag (Muhammad Lutfi, red),” tegas Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora ini mengatakan, penujukkan Zulkifli Hasan sebagai Mendag bisa menjadi solusi bagi Jokowi, atau sebaliknya menjadi bumerang dan menjadi masalah baru bagi Kabinet Indonesia Maju.

“Menjelang Pemilu 2024 mendapatkan pos baru di kabinet itu sangat bagus. Tapi taruhannya sangat besar seperti menggenggam bara api,” tandasnya.

“Nanti kita akan melihat, apakah Pak Zulkifli Hasan ini akan menjadi solusi atau justru akan menjadi masalah baru bagi kabinet Jokowi,” imbuh Anis Matta.

Namun Anis Matta berpandangan, penunjukan Zulkifli Hasan sebagai Mendag belum tentu akan menyelesaikan permasalahan krisis sekarang. Malahan sebaliknya, justru bisa memicu krisis ekonomi akan semakin dalam, dan berlanjut ke krisis sosial dan politik.

“Saya kira krebilitas Pak Zulkfli Hasan dipertaruhkan. Tapi yang jauh lebih besar, adalah reputasi kabinet dan Pak Jokowi yang dipertaruhkan. Kita bisa kita lihat nanti, apakah semakin hari semakin mengalami degradasi atau tidak,” ujarnya.

Anis Matta mengingatkan agar Presiden Jokowi lebih cermat dalam membaca situasi global sekarang, dengan merespon berbagai kebijakan yang bisa menjawab tantangan utama secara substansial dan permanen dalam mengatasi krisis yang kompleks saat ini.

Hal senada disampaikan ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhil Hasan. Ia mengatakan, dampak dari perang Rusia-Ukraina adalah kenaikan harga minyak mentah dunia, minyak sun flower (bunga matahari) dan minnyak nabati/CPO (minyak goreng).

“Kenaikan harga minyak goreng harusnya bisa dimanfaatkan untuk meningatkan pemasukan, dan memenuhi kebutuhan domestik market di dalam negeri. Tapi Alhamdulillah korbannya di sini masih dalam tingkat menteri,” kata Fadhil.

Fadhil Hasan menilai larangan ekspor CPO dan turunannya yang sempat diberlakukan sebelumnnya oleh mantan Mendag Muhammad Lutfhi beberapa waktu lalu, merupakan kesalahan besar dan kerugian bagi Indonesia yang menyebabkan kehilangan devisa negara sebesar USD 2 miliar.

Sebagai produsen terbesar minyak nabati dunia, lanjutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan secara maksimal besarnya permintaan pasar dunia saat ini, agar mendapatkan penerimaan besar di luar pajak guna memperkuat APBN kita.

“Tapi pemasukan itu, harus ditabung Pak Jokowi jangan dihambur-hamburkan untuk proyek-proyek yang tidak perlu seperti IKN, kalau digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat tidak masalah,” ujar Fadhil Hasan.

Ekonom senior Indef ini mengingatkan, pemerintah untuk mewaspadai bahaya stagflasi, yakni ancaman inflasi global yang tengah membayangi pertumbuhan ekonomi dunia.

Apalagi APBN kita saat ini masih kekurangan anggaran lebih Rp 100 triliun lebih, akibat menanggung beban subsidi dan kebutuhan anggaran perlindungan sosial yang semakin meningkat.

“Jadi stagflasi itu ditandai oleh inflasi yang tinggi, tetapi pertumbuhannya rendah. Permintaan barang yang kita ekspor menurun, akibatnya penerimaan kita juga akan menurun. Sementara inflasinya tetap tinggi, harga-harga tetap tinggi. Hal ini akan menyebabkan gap yang sangat besar antara penerimaan dan pengeluaran. Ini bahaya yang kita perlu waspadai,” jelasnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Tiongkok Imron Cotan menambahkan, stagflasi itu ditandai tiga fenomena yang sangat fundamental, yakni pengangguran tinggi, inflasi tinggi dan pertumbuhan lemah.

“Jadi kalau Presiden Jokowi sedang mencoba mengakomodasi partai politik untuk berpartisipasi dalam kabinetnya, itu adalah dalam rangka menghadapi turbulensi dari dampak perang Rusia-Ukraina yang akan datang,” kata Imron Cotan.

Imron Cotan memprediksi perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung lama, karena Rusia ingin mengakhiri dominasi Amerika Serikat (AS) dalam energi maupun tujuan strategis lainnnya.

“Ukraina ini didesain untuk menjadi kuburan oleh Rusia, seperti halnya Afghanistan oleh Amerika, sehingga Ukraina tidak dimanfaatkan Amerika dan Nato dalam jangka panjang supaya tidak menjadi ancaman bagi Rusia,” kata diplomat senior ini.

Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie meminta pemerintah agar mewaspadai upaya AS memindahkan medan tempur baru dari Ukraina ke Taiwan. Jika ini terjadi, AS akan berperang melawan China, karena Presiden AS Joe Biden sudah mulai terang-terangan mendukung Taiwan

“Presiden Joe Biden saat ini tengah kehilangan muka di dalam negerinya soal kebijakan perang di Ukraina. Perang Ukraina menjadi bumerang bagi Amerika Serikat, menyebabkan inflasi tinggi mencapai 9 persen,” kata Connie.

Presiden Joe Biden, lanjutnya, tengah berupaya menghilangkan tekanan di dalam negerinya dengan meningkatkan produksi dan bantuan persenjataan ke negara lain, termasuk mencari lokasi perang baru yang jauh dari Amerika dan Eropa, yakni pilihan di Taiwan-China.

“Karena itu kita harus sangat hati-hati dalam menyikapi hal ini, apakah kita menempatkan Taiwan itu sebagai negara atau bagian dari China. Jika terjadi perang akan mempengaruhi kawasan Laut China Selatan, mempengaruhi Indonesia juga. Karena Taiwan-lah yang memegang dokumen klaim China atas Laut China Selatan sejak zaman Dinasti Ming. Saya sudah melihat semua dokumen-dokumennya,” tegas Connie Rahakundini Bakrie.***din

MPR Minta Para Pembantu Presiden Satu Suara

JAYAKARTA NEWS— Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta agar para pembantu Presiden satu suara dalam info penanggulangan Covid 19 sehingga tidak membingungkan masyarakat. “Saya minta juga kepada pembantu-pembantu Presiden untuk seiring sekata. Satu pimpinan tidak masing-masing memberikan pernyataan yang kadang-kadang juga membingungkan masyarakat,” kata Zulhas dalam telekonferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Senin (13/4).

Hadir satu tempat bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo, Wakil Ketua MPR mengatakan penularan virus SARS-CoV-2 merupakan bencana nonalam yang sangat berat.

Dengan begitu, kata dia, perlu kemitraan satu komando dari Presiden Joko Widodo yang kemudian mendelegasikan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Oleh karena itu, lanjut dia, kementerian serta pemerintah daerah harus menahan pernyataan-pernyataan yang berpotensi membingungkan. Maka, sebaiknya mereka satu suara karena memang Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang diberi wewenang terkait penanganan corona.

“Karena sudah ditunjuk gugus tugas kalau bisa semua pernyataan bisa muncul dari kepala BNPB,” katanya. Zulhas juga mengingatkan agar setiap pihak dapat bersinergi tidak menyalahkan satu sama lain dalam mitigasi COVID-19.

“Saling menyalahkan di antara kita tidak akan ada manfaatnya. Tetapi kalau kita bersama-sama saling bergotong-royong tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah dengan satu komando di bawah pimpinan Presiden dan kepala gugus tugas sekarang, mudah-mudahan ini bisa bermanfaat,” kata dia.

Wakil Ketua MPR didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto berada di Graha BNPB untuk memberikan dukungan kepada Gugus Tugas dalam upaya penanganan COVID-19 di Tanah Air. ***/ebn

Politisi PAN: Zulkifli Hasan Masih yang Terbaik

Jayakarta News –  Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Fendri Jaswir menilai sampai saat ini, Zulkifli Hasan masih yang terbaik di antara sejumlah kandidat Ketua Umum DPP PAN 2020-2025. Ketokohan, pengalaman dan tingkat kenegarawanan Wakil Ketua MPR RI itu sudah terbukti dan teruji.

”Jadi tidak salah bila sebagian besar pengurus DPW dan DPD se-Indonesia masih menginginkan beliau memimpin kembali PAN lima tahun ke depan,” ujar Fendri Jaswir dalam siaran pers, Selasa (28/1/2020).

Fendri yang juga Instruktur Nasional PAN mengatakan Zulkifli Hasan punya pengalaman yang cukup di tingkat nasional. Diawali dari anggota DPR RI, menjadi Menteri Kehutanan dan Ketua MPR RI. ”Tingkat ketokohan, negarawan dan nasionalisme Bang Zul (Zulkifli Hasan, red), tak perlu diragukan. Masih di ataslah,” ujar politisi senior PAN ini.

Menurut Fendri, Zulkifli Hasan termasuk orang yang realistis. Sehingga fleksibel, mudah bergaul dan menyesuaikan dengan sutuasi dan kondisi. ”Bang Zul mudah bermanuver politik karena realistis dan mudah bergaul,” ujar mantan anggota DPRD Provinsi Riau itu.

Sikap realistis ini pula yang menyebabkan Zulkifli Hasan bisa diterima oleh pengurus, kader dan simpatisan PAN di seluruh Indonesia, di segala tingkatan. ”Bang Zul juga rajin turun ke bawah dan berkomunikasi dengan pengurus partai dan kader. Baik ketika beliau Sekjen partai, maupun ketika jadi Ketua Umum,” katanya.

Zulkifli Hasan juga dikenal santun dan taat beribadah. Karena itu, walaupun kompetisi merebut Ketua Umum agak ”keras”, namun dia tetap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang santun, sejuk dan tidak menohok. ”Beliau tetap menghormati Pak Amien sebagai imam kita, Pak Hatta dan Mas Tris sebagai senior kita, dan kandidat ketua umum sebagai saudara dan sahabat kita,” ujar Fendri Jaswir yang juga pendiri PAN di Riau itu.

Oleh karena itu, Fendri berharap Zulkifli Hasan dapat kembali memimpin PAN dan mengangkat suara PAN, terutama di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tergerus pada Pemilu 2019 lalu. ”Saya yakin Bang Zul mampu mengembalikan kejayaan PAN, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sempat turun drastis,” pungkasnya. (ebn)

Tokoh PAN Riau Dukung Zulkifli Hasan Kembali Jadi Ketua Umum PAN

Zulkifli Hasan dan Fendri Jaswir. (ist)

Jayakarta News – Tokoh PAN Riau yang pernah duduk di DPRD Provinsi Riau, Ir. H. Fendri Jaswir, MP mendukung Zulkifli Hasan kembali memimpin Partai Amanat Nasional (PAN). Alasannya, sosok Ketua MPR RI itu relatif masih diterima semua kalangan di internal PAN.

Pernyataan Fendri Jaswir ini menanggapi ramainya bursa calon Ketua Umum PAN 2020-2025 menjelang  Kongres PAN, Januari tahun depan. ”Bang Zul masih layak dan pantas untuk memimpin PAN lagi. Beliau relatif diterima semua pihak di internal PAN di semua tingkatan,” ujarnya di Pekanbaru, Jumat, (30/8/2019).

Bang Zul — begitu Zulkifli Hasan akrab dipanggil — merintis karir politik di PAN sejak awal. Sebelum menjadi Ketua Umum, berbagai jabatan sudah pernah dipegangnya antara lain Sekjen dan Ketua DPP.  Putra Lampung ini pernah di DPR dan menjadi Menteri. ”Pengalaman itu yang menempa Bnag Zul sehigga matang di politik,” kata Fendri.

Anggota Dewan Pendudikan Provinsi Riau ini menilai Zulkifli pandai memainkan irama politik sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Dia tetap mengangkat yang isu-isu nasional dan mengkritisinya tanpa menyinggung dan menyudutkan pihak lain. ”Di situ kepiawaian Bang Zul bermain politik,” ujarnya.

Memang kursi PAN agak turun dibandingkan lima tahun lalu, namun kata Fendri, itu tidak terlepas dari sistem perhitungan kursi dan suara pada Pemilu 2019 yang menguntungkan partai besar dan merugikan partai tengah. Makanya PAN dari awal menolak sistem perhitungan suara dan kursi ini.

Fendri yakin di tangan Zulkifli Hasan, PAN akan kembali berjaya lima tahun mendatang. Dengan syarat tentu konsolidasi partai dilaksanakan dari sekarang. Himbauan Bang Zul kepada kader PAN untuk move on dan tidak baper, adalah himbauan yang tepat untuk kondisi sekarang. Sebab, partai lain sudah melangkah menuju 2024.

”Saya melihat Bang Zul sudah mulai turun ke daerah-daerah untuk konsolidasi dan berkomunikasi. Selama ini Bang Zul memang rajin turun ke bawah, apalagi sejak beliau Ketua MPR RI,” kata Fendri Jaswir yang lima tahun lalu juga termasuk pendukung Zulkifli Hasan.

Selain Zulkifli Hasan, calon-calon Ketua Umum PAN yang ramai dibicarakan di internal PAN antara lain Drajat Wibowo, Hanafi Rais dan Asman Abnur. Dari luar kader muncul nama Anies Baswedan, Sandiaga S Uno, dan Jenderal (Pur)  Gatot Nurmantyo. (*/rr)

Serasa Cendol di Condet

Lautan massa laksana cendol di Lapangan Sepakbola Gedong (Samping Rindam). Mereka adalah sekitar 30.000 peserta jalan santai “GIS 17th Extravaganza”. (foto: GIS)

JAYAKARTA NEWS – Diperkirakan 30.000 manusia memadati Jalan Condet Raya, Minggu (17/3/2019) pagi. Mereka adalah peserta jalan sehat Ulang Tahun Global Islamic School (GIS) ke-17 (GIS 17 th Extravaganza). Angka itu memecahkan rekor sebelumnya, Gelora (Gerakan Keluarga Berolahraga Ceria) di Bekasi, 21 Mei 2017, yang diikuti 7.000 kepala keluarga atau sekitar 21.000 peserta.

Peserta datang tidak saja dari sekitar Kramatjati, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain di wilayah Jakarta Timur, bahkan ada yang datang dari Tangerang Selatan, Depok, dan Bogor. Hadiah berlimpah, ditengarai menjadi pemicu besarnya antusiasme masyarakat mengikuti jalan santai yang dihadiri Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, dan pejabat terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dengan menjual tiket murah sepuluh ribu rupiah, panitia menyediakan hadiah yang berlimpah. Di antaranya, tiga umrah, 12 sepeda motor Honda Beat, 17 kulkas, 20 sepeda, 19 TV LED, 12 Mickrowave, kompor gas, karpet, dan puluhan hadiah lainnya.

Titik start dari depan SMP-SMA Global Islamic School, dan finish di Lapangan Sepakbola Gedong (samping Rindam Jaya), menempuh jarak sekitar 2 km. “Ini bentuk rasa syukur kami, 17 tahun berkiprah di ladang pendidikan, membantu pemerintah mencetak generasi unggul. Rasa syukur kami wujudkan dengan merayakan bersama masyarakat dalam event jalan santai,” ujar Buyar Winarrso, pendiri Global Islamic School yang pagi itu tampak bersemangat.

Tiga umrah, 12 sepeda motor, sepeda, kulkas, TV LED, dan ratusan hadiah lain, memeriahkan acara Jalan Santai GIS 17 th Extravaganza, Minggu (17/3/2019). (foto: roso daras)

Pendiri Global Islamic School (GIS), Buyar Winarso di panggung “GIS 17th Extravaganza”, Lapangan Sepakbola Gedong, Condet, Minggu (17/3/2019). (Foto: GIS)

Buyar Winarso yang Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasionan (PAN) Dapil Jakarta 1 (Jakarta Timur) nomor urut 3, menampik tegas bahwa ajang jalan santai adalah ajang kampanye. “Soal itu, biar Bawaslu yang menilai. Yang pasti, tidak ada atribut partai di lapangan tempat berlangsungnya acara. Bahwa saya mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari PAN untuk Dapil Jakarta 1, Jakarta Timur, sudah banyak yang tahu. Bahkan mungkin lebih dari separuh massa yang ikut jalan santai ini adalah massa yang mendukung saya. Mereka datang bisa saja karena dua hal. Pertama, memang ingin mengikuti jalan santai dan berharap mendapatkan doorprize. Kedua, ingin menunjukkan loyalitas dukungan kepada saya. Tapi, yang pasti kegiatan jalan santai ini adalah kegiatan dalam rangka HUT Global Islamic School yang ke-17,” tegas mantan Bupati Kebumen 2010 – 2015 itu.

Tak pelak, sekitar 30.000 massa pun menyemut laksana cendol di sepanjang Condet. Sejak pukul 05.30, petugas Dishub, kepolisian, dan aparat lain menutup sebagian ruas Jalan Condet Raya, dan merekayasa rute pelalu-lintas. Saking banyaknya manusia, ketika ruas jalan dibuka pukul 10.00, kemacetan tak terhindarkan, terutama di pertigaan ujung Jalan Condet Raya – TB Simatupang, Gedong.

Bahkan, usai acara sekitar pukul 14.00 WIB, lautan manusia yang berarak meninggalkan lapangan, masih memenuhi ruas jalan. Pagi hingga siang itu, auforia GIS 17 th Extravaganza benar-benar gegap-gempita. Panggung dengan dukungan sound system yang sedikit kurang memadai, diisi atraksi seni dari para siswa Global Islamic School serta penampil undangan.

Ketika terik menyengat ubun-ubun, sebagian massa memilih minggir mencari tempat berteduh. Sebagian lainnya bertahan di tengah lapangan dengan menutup kepala. Doorprize yang diumumkan sebagian demi sebagian, membuat peserta betah berpanas-panasan di lapangan. Meski begitu, terdengar keluhan satu-dua peserta, “Pembagian doorprize-nya kelamaan. Peserta keburu lelah, kepanasan, dan akhirnya memilih pulang dengan kecewa. Apalagi lewat jam 12.00 belum usai. Peserta pasti kelaparan, sedangkan panitia tidak menyediakan makan siang, kecuali sepotong roti dan air mineral saat jalan tadi,” ujar Herawati, peserta yang datang dari Cijantung.

Sedangkan Nur, peserta lain menimpali, “Karena jalan santai, jadi saya bawa anak yang kebetulan masih balita. Ketika sampai siang belum selesai, saya kasihan melihat dia kepanasan. Jadi ya sudah, saya pulang saja. Lagi pula, anak-anak dan suami di rumah sudah nelfon terus kelamaan ditinggal.”

Menanggapi sebagian keluhan peserta, Buyar Winarso menanggapi arif, “Kami minta maaf. Insya Allah dalam kegiatan selanjutnya, lebih baik lagi. Dalam sebuah penyelenggaraan event, tentu ada kelebihan dan kekurangan. Hal-hal yang baik kami usahakan untuk dipelihara, sedangkan yang kurang baik, kami sempurnakan di lain kesempatan.” (rr)

Massa peserta Jalan Santai GIS 17th Extravaganza, seperti cendol di Condet. (foto: roso daras)

Lautan manusia memadati Jl Condet Raya, Minggu (17/3/2019). Mereka adalah peserta Jalan Santai “GIS 17th Extravaganza”. (foto: GIS)

Cegah Radikalisme dan Terorisme, UBJ Gelar Seminar 4 Pilar Kebangsaan

Rektor UBJ, Bambang Karsono.

 

UNIVERSITAS Bhayangkara Jaakarta Raya (UBJ), Rabu (13/12/2017) ini akan menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi 4 Pilar Kebangsaan Dalam Rangka Mencegah Radikalisme dan Terorisme” dengan key note speech Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Ketua MPR akan menyampaikan materi berjudul “Wawasan Kebangsaan dalam mencegah Radikalisme dan Terorisme”. Seminar itu akan menampilkan tiga pemateri, yakni guru besar UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azra, mantan Wakil Kepala BIN yang juag tokoh NU, KH Dr As’ad Said Ali dan Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) UBJ, Prof (Ris.) Hermawan Sulistyo, Ph.D, dan bertindak sebagai moderator Djuni Thamrin, Ph.D.

Rektor  UBJ Irjen Pol (Pur) Drs Bambang Karsono, SH, MM mengungkapkan, bahwa penguatan wawasan kebangsaan memerlukan peran seluruh komponen bangsa dan tidak terkecuali peran perguruan tinggi di Indonesia.  UBJ sebagai perguruan tinggi di Indonesia, juga memiliki tanggungjawab turut serta  dalam upaya penguatan wawasan kebangsaan. Untuk itu,  katanya, dalam rangka mencegah radikalisme dan terorisme, UBJ  menyelenggarakan seminar nasional ini  sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi, selaras dengan visi dan misi UBJ.

Rektor UBJ menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan merupakan strategi yang harus dilakukan dalam rangka mencegah paham radikalisme yang mengarah ke aksi terorisme.  Wawasan kebangsaan akan memperkuat jatidiri pancasila di tengah-tengah masyarakat sebagai modal sosial dan kultural mencegah paham radikalisme dan terorisme.***