Rara Bikin Kejutan dan Edgar Sumbang Perak di FISU World University Games 2021

JAYAKARTA NEWS– Atlet wushu putri Indonesia, Nandhira Mauriskha bikin kejutan di ajang The FISU World University Games 2021 yang dilaksanakan pada tahun 2023. Tampil di Chengbei Gymnasium Chengdu, China, Sabtu, 29 Juli 2023, peraih perak SEA Games 2021 Vietnam yang juga adik ipar mantan juara dunia Lindswel Kwok berhasil merebut medali emas nomor Changquan Putri dengan meraih angka tertinggi 9,600 poin.

Ini merupakan medali emas pertama yang diraih adik kandung peraih perak Asian Games 2018 Jakarta, M Hulaefi. Rara, panggilan akrab Nadhira Mauriskha yang menjalani Trainning Camp (TC) di China ini juga akan memperkuat Kontingen Wushu Indonesia pada Asian Games 2023 Hangzhou.

Medali perak nomor Changquan Putri direbut atlet Jepang, Moka Furukawa dengan mengantongi 9,596 poin dan medali perunggu diraih atlet Chinese Taipei, Lin Chien-hsi dengan 9,453 poin.

Di nomor Changquan Putra, atlet wushu Taolu andalan Indonesia, Edgar Xavier Marvelo harus puas meraih perak dengan mengantongi 9,716 poin. Medali emas direbut atlet tuan rumah China, Jin Zhedian dengan 9,723 poin dan perunggu direbut atlet Chinese Taipei, Chen Yue-xi dengan 9,706 poin.

Foto: Dok PB Wushu Indonesia

Dengan hasil ini, Timnas Wushu Indonesia yang berkekuatan 8 atlet sudah mengantongi 1 emas dan 1 perak. “Raihan 1 emas dan 1 perak ini merupakan awal yang baik. Semoga keberhasilan Nandhira Mauriskha dan Edgar bisa memicu atlet-atlet kebanggaan kita lainnya untuk Kembali mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di ajang FISU World University Games 2021,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto.

“Alhamdulillah di hari pertama Rara dan Edgar tampil dengan baik tanpa melakukan kesalahan sehingga mendapatkan nilai yang bagus dari wasit juri dan berhasil menyumbangkan medali emas dan perak,” kata Head Coach Timnas Wushu Indonesia, Novita.

Menurut Novita, hasil ini menjadi modal utama bagi keduanya untuk menambah rasa percaya diri pada saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou nanti. “Kita ketahui saat SEA Games 2023 Kamboja lalu, Rara mengalami pukulan berat saat gagal menyumbangkan medali. Kini, Rara mampu bangkit dan tampil perfec sekaligus melepas gelar Silver Queen-nya karena tahun 2022 ada 5 event yang diikuti semuanya meraih perak. Begitu juga dengan Edgar yang sudah menunjukkan penampilan memukau,” ujarnya.

Apa yang dicapai ini, kata Novita, tidak terlepas dari perhatian Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto dan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Kami berterima kasih pada Pak Ketum Airlangga Hartarto yang terus memberikan perhatian kepada Tim Wushu Indonesia. Ditengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Menko Perkonomian masih tetap memonitor kami yang sedang bertanding. Terima kasih juga kepada Kemenpora yang telah mendukung program Training Camp (TC) di China. Dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu mendoakan kami. Semoga pertandingan besok kami dapat menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia,” ujar Novita.

Edgar Xavier Marvelo yang merupakan mahasiwa Universitas Bhayangkara Raya akan kembali tampil di nomor Daoshu Putra. Sedangkan Nandhira Mauriskha yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Bina Nusantara akan tampil di nomor Jianshu Putri.***/din

Arya dan Ivana Jadi Bintang, Rajawali Sakti Juara Umum

JAYAKARTA NEWS— Rajawali Sakti Jakarta Utara dipastikan merebut gelar juara umum Sirkuit Nasional Wushu Taolu Season 2 Stage 2 yang digelar secara virtual, 1- 6 Juli 2022. Sasana milik Herman Wijaya yang bermarkas di Mall Pluit Village Jakarta Utara ini mengoleksi 12 emas, 8 perak dan 3 perunggu.

Posisi runner up direbut Sasana Yasanis Surabaya yang meraih 7 emas, 13 perak, dan 10 perunggu. Disusul Wushu Garuda Jember dengan 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu di peringkat ketiga pada Sirkuit yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini.

Di Sirkuit ini, dua atlet wushu Rajawali Sakti menjadi bintang. Yakni, Arya Gita Sentoso dengan menyumbangkan 2 emas (Nan Dao dan Nan Gun), dan 1 perak (Nan Quan) dan Ivana Beatrice Liestio dengan 3 emas (Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu Grup A).

“Saya sangat bangga bisa menyumbangkan dua medali emas pada hari terakhir sekaligus membawa nama besar Rajawali Sakti Jakarta Utara. Secara pribadi, saya juga bersyukur sekali Kepada Allah SWT,” kata Arya yang tercatat sebagai siswa SMAN 2 Jakarta saat dihubungi Rabu (6/7/2022).

Kebanggaan juga diungkapkan Iv, panggilan akrab Ivana Beatrice Liestio yang telah mempertahankan 3 medali emas yang diraihnya pada Sirkuit Nasional Taolu Season 2 Stage 1.

“Saya senang karena bisa menyumbangkan 3 emas untuk Rajawali Sakti Jakarta Utara, karena ini tahun pertama saya memainkan senjata golok dan toya. Target saya selanjutnya adalah saya bisa memenangkan pertandingan final dan masuk dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2023,” kata siswi SMA Kristen Calvin Jakarta ini.

Sementara itu, pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta, Herman Wijaya mengatakan, kesuksesan Rajawali Sakti Jakarta Utara merebut gelar juara umum tidak terlepas dari kerja keras atlet dan pelatih.
“Prestasi ini tidak bisa dicapai tanpa kerja keras atlet dan pelatih dalam menjalani persiapan. Begitu juga dengan dukungan orang tua atlet. Ke depan, kita akan terus mempersiapkan atlet lebih baik lagi dalam upaya memenuhi target pak Tjokro Gunawan sebagai Ketua Pengprov WI DKI Jakarta yang ingin menjadikan DKI Jakarta sebagai pencetak atlet wushu berprestasi nasional dan internasional,” katanya.

Rajawali Sakti Jakarta punya komitmen terus melakukan pembinaan dalam upaya mencetak atlet berprestasi. Apalagi, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) yang dipimpin Airlangga Hartarto menjalankan program pembinaan atlet secara berjenjang dan berkesinambungan.

Di pelatnas wushu junior, Rajawali Sakti telah menempatkan 4 dari 7 atlet DKI Jakarta. Saat ini, mereka sedang menjalani program latihan dalam rangka persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Desember 2022 mendatang. (azh)

Wushu harus Pertahankan Tradisi Medali Emas SEA Games dan Asian Games

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto berharap atlet wushu bisa terus mempertahankan tradisi medali emas pada ajang SEA Games dan Asian Games.

Sebab sejauh ini olahraga wushu selalu menyumbangkan medali emas saat Indonesia tampil di multievent tersebut.

Harapan Airlangga Hartarto tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus PB WI periode 2022-2026 di Badan Pengembangan SDM Industri Jl Widya Chandra Jakarta Selatan, Selasa malam (22/3).

“Tentu kita harapkan olahraga ini bisa hasilkan Indonesia Raya di berbagai event seperti SEA Games dan Asian Games, dimana  wushu selalu punya tradisi emas,” kata Airlangga.

Ini merupakan periode kedua Airlangga menjabat sebagai Ketua Umum PB WI. Pada periode pertama lalu, banyak prestasi yang sudah ditorehkan atlet binaannya, mulai Asian Games 2018 Jakarta Palembang dan SEA Games 2019 Filipina.

Pelantikan pengurus PB WI periode 2022-2026 di Badan Pengembangan SDM Industri Jl Widya Chandra Jakarta Selatan, Selasa malam (22/3)/foto: humas PB WI

Pada periode kedua ini, Airlangga mengakui bahwa PB WI memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi.

Selain mempersiapkan diri mengikuti SEA Games 2022 di Vietnam, Asian Games 2022 di China serta menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior akhir tahun ini, pihaknya juga siap memasyarakatkan olahraga wushu di Indonesia.

“Ada banyak tantangan yang dihadapi pada periode kedua ini. Selain banyak pertandingan, wushu harus lebih populer. Tapi beberapa sasana ada yang sudah membuka cabang di mal-mal, ini menandakan bahwa wushu sudah lebih populer,” ungkap Airlangga yang juga menjabat Menko Bidang Perekonomian ini.

Lebih lanjut, Airlangga juga menuturkan bakal menjalankan program pembinaan atket muda berbakat.

Apalagi, wushu masuk sebagai salah satu dari 14 cabor prioritas pemerintah yang dikemas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Pembinaan atlet muda ini juga diharapkan akan menjadi andalan Indonesia saat wushu dipertandingkan pada Olimpiade.

“Program pembinaan atlet muda berbakat ini akan terus berkesinambungan dan wushu dimasukkan roadmap Kemenpora (DBON) untuk ditandingkan di Olimpiade,” tambahnya.

Airlangga juga menyampaikan bahwa PB WI saat ini membina olahraga tradisional wingchun. Menurutnya, olahraga itu siap dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh Sumut.

“Rencananya nanti di PON Aceh Sumut karena beberapa single event telah dipertandingkan dan mengacu pada IWUF,” kata Airlangga.

Menenai Kejuaraan Dunia yang akan digelar tahun ini, pihaknya akan menyiapkan atlet yang berkualitas agar Indonesia sebagai tuan rumah bisa memberikan prestasi maksimal.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman berharap prestasi olahraga wushu di bawah kepemimpinan Airlangga periode kedua ini makin mentereng.

“Diharapkan pada masa masa bakti 2022-2026, prestasi wushu akan jauh meningkat sehingga apa yang diharapkan bersama bahwa 2032 wushu dipertandingkan di Olimpiade, bisa berprestasi,” ujar Marciano.

Mengenai harapan agar olahraga tradisional wingchun bisa diperlombakan pada PON 2024, pihaknya tak mempersoalkan. “Itu nanti akan satu paket dengan wushu kategori lain. Jadi tidak masalah,” terangnya.

Sebagai pembina induk organisasi seluruh olahraga Indonesia, KONI Pusat akan memberikan dukungan penuh kepada PB/PP, termasuk wushu.

“Oleh karenanya, mari berikan dukungan penuh, berikan kritik yang konstruktif dalam pembinaan wushu ini,” tegas Marciano.

Marciano Norman sendiri langsung melantik Airlangga Hartarto beserta jajaran dengan disaksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Di saat yang sama, Menpora Amali menyatakan bahwa pemerintah mengapresiasi dan mengharapkan kepengurusan periode kedua PB WI pimpinan Airlangga Hartarto bertambah sukses.

“Kalau periode pertama sukses, apalagi terpilih secara aklamasi akan lebih sukses lagi,” kata Menpora.

Menpora Amali menjelaskan, cabor wushu masuk dalam DBON dan sebagai cabor unggulan bukan main-main.

Sebab untuk menentukan cabor prioritas, kajiannya mendalam dengan melibatkan banyak pihak dan stakeholder olahraga Indonesia.

“Dan berdasarkan catatan statitisk, wushu memang selalu memberikan prestasi,” ungkap Menpora.

“Untuk dua cabor, pencak silat dan wushu sengaja kita masukkan prioritas karena pada saat itu kita sedang bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Wushu dan pencak silat diharapkan bisa jadi andalan Indonesia.

Tapi kita terlambat dan tuan rumah jadi Brisbane (Australia),” terangnya.

Meski demikian, Indonesia tak boleh patah semangat. Menpora menyampaikan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade selanjutnya pada 2036. “Bapak Presiden sampaikan untuk kita biding lagi tuan rumah Olimpiade 2036. Dan kalau kita tuan rumah, nanti tempatnya di IKN (Ibu Kota Negara),” tandasnya.***/din

Rama: Keberadaan Wing Chun Jangan Dipermasalahkan Lagi

JAYAKARTA NEWS— Upaya Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia, Airlangga Hartarto mendorong Wing Chun tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumatera Utara-Aceh 2024 merupakan langkah strategis dalam membangkitkan Wing Chun di Indonesia.

Hal itu diungkapkan pendiri Combat Ving Tsun Indonesia, Rama S Nugraha yang dihubungi Selasa (1/2/2022). Menurutnya, di Tiongkok, Wing Chun sudah menjadi salah satu komunitas Wushu yang sangat menjanjikan dengan praktisinya tersebar di seluruh dunia dan menjadi trending topic kung fu selama satu dekade lebih melalui film box office-nya Ip Man.

Ini juga sesuai dengan rencana Federasi Wushu Internasional (IWUF) untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Wing Chun. “Langkah yang baik untuk membangun infrastuktur agar Wing Chun Indonesia dapat berprestasi di tingkat Internasional melalui pertandingan-pertandingan baik di tingkat lokal dan nasional termasuk juga puncaknya pada PON XXI nanti,” katanya.

Lantas apa langkah yang perlu dilakukan PB WI agar atlet Wing Chun Indonesia mampu bersaing di kancah internasional?

Rama menyebut ada 5 tahapan.

Pertama, membangkitkan sasana -sasana Wing Chun di Indonesia sesuai dengan kriteria dari IWUF. Kedua,  Mengembangkan infrastruktur pertandingan atau kompetisi di daerah-daerah dan nasional dengan sistem penjurian yang mengacu pada induk organisasi IWUF. Ketiga, membangun infrastuktur Training Center bagi atlet-atlet Wing Chun berprestasi di Indonesia

Keempat, melakukan sertifikasi instruktur, wasit, dan juri Wing Chun yang mengacu pada system penilaian dan pertandingan dari IWUF. Kelima, mendorong Wing Chun agar dapat dipertandingkan dalam PON sebagai ajang kompetisi olahraga tertinggi di tingkat nasional.

Lebih jauh, Rama mengungkapkan keberadaan Wing Chun di bawah PB WI, kata Rama, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Apalagi, Wing Chun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Wushu baik dalam hal budaya maupun sebagai sebuah cabang olahraga prestasi.

“Penyatuan Wing Chun dengan Wushu itu sudah sesuai seperti di Tiongkok dan Hong Kong yang merupakan bagian dari Asosiasi Wushu dan IWUF. Dan, saya yakin Wing Chun akan semakin besar dan terarah di bawah PB WI,” tegasnya.

Alasan lain, jelas Rama, penyatuan itu sesuai terminologi bahasanya. Ketika berbicara tentang Federasi dalam Wing Chun, sesuai terminologinya, seharusnya beranggotaan dari kelompok-kelompok Wing Chun yang berasal dari keluarga Wing Chun yang berbeda-beda bersepakat untuk membentuk sebuah organisasi bersama dengan tujuan membesarkan nama Wing Chun namun tetap memegang otoritas di organisasi nya masing-masing.

“Pendirian Federasi pun harus secara bersama-sama bersepakat, tidak boleh satu kelompok mendirikan dan menamakan diri Federasi lalu setelah itu baru mengajak kelompok-kelompok yang lain bergabung untuk melegalkan langkahnya,” katanya.

“Namun bila sebuah Federasi hanya berisikan sekelompok orang dari satu keluarga, meskipun dari berbagai macam daerah atau negara namun masih berada dalam satu keluarga, maka ini lebih tepat disebut sebagai Asosisasi. Sebagai contohnya adalah VTAA (Ving Tsun Athletic Association) sebagai induk organisasi Wing Chun di bawah keluarga Ip Man. Meskipun praktisinya tersebar secara internasional, namun VTAA tetaplah sebuah Asosiasi, dan bukan menjadi Federasi,” tambahnya.

Perlu diketahui, Rama Nugraha mengawali perjalanan Wing Chun di tahun 2012 dengan mengikuti salah satu kelas Wing Chun di Jakarta. Pada tahun 2016, dia bergabung dengan Sifu David Peterson dari Wong Shun Leung Ving Tsun (WSLVT) Combat Science Malaysia hingga saat ini dan diberikan otorisasi mengajarkan WSLVT system di Indonesia sebagai perwakilan di Indonesia.

Di bawah asuhannya, Combat Ving Tsun Indonesia telah memiliki 4 cabang kelas yang tersebar di Jakarta Bogor. Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung. “Combat Ving Tsun Indonesia itu terkoneksi dengan cabang-cabang di seluruh dunia. Mulai dari Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Australia, Amerika, Eropa, hingga Afrika dan termasuk juga dengan Ving Tsun Athletic Association (VTAA) Hong Kong,” ujarnya.***bnt

Disaksikan Presiden, Penampilan Lindswell Hasilkan Medali Emas

Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada atlet wushu, Lindswell Kwok, yang sukses meraih medali emas pada Asian Games 2018 untuk nomor Taijijian (pedang) putri . (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

 

ATLET  wushu andalan Indonesia, Lindswell Kwok memastikan tambahan medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018 setelah meraih nilai tertinggi 9,75 pada nomor  Taijijian (pedang) putri.

Kemarin Lindswell juga membukukan nilai sama untuk nomor  Taijiquan (tangan kosong), sehingga total nilainya 19,50.

Penampilan Lindswell ini turut disaksikan Presiden Joko Widodo, yang tiba di  venue wushu di Hall B, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta sejak pukul 09.00 WIB. Tampak hadir mendampingi Presiden, Ketua Umum PB Wushu Airlangga Hartarto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Chef de Mission_ kontingen Indonesia Syafruddin.

“Saya datang ingin memberi semangat, setelah kemarin sore di taekwondo Defia mendapatkan emas, pagi hari ini kembali lagi Lindswell di wushu juga dapat emas. Saya kira semangat emas ini yang ingin terus kita dorong. Di sini emas, di sini emas, di sini emas. Yang nonton senang, saya datang juga senang. Senang senang,” kata Presiden usai menyaksikan pertandingan.

Penampilan Lindswell Kwok yang prima di Asian Games 2018 pada nomor  Taijijian (pedang) putri mengantar raihan medali emas.

Lindswell tampil prima dan tenang hingga berhasil mengalahkan 15 finalis lainnya. Catatan 19,50 poin yang dibukukan Lindswell membuatnya unggul atas Juanita Mok Uen Ying asal Hong Kong yang meraih 19,42 poin dan Aghata Chrystenzen Wong asal Filipina yang meraih 19,36 poin.

“Ada juri-jurinya yang menilai. Kalau nilainya tadi memang sudah mendekati sempurna, 9,75 tadi sudah mendekati sempurna, bagus sekali,” ujar Presiden.

Dengan raihan emas dari cabang wushu ini, kontingen Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medalinya menjadi 2 emas 1 perak. Terkait target, Presiden pun optimis Indonesia bisa memenuhinya.

“Ya belum tentu 10 besar, bisa saja nanti 8 besar,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan akan berusaha untuk menyempatkan waktu untuk mendukung dan menyaksikan langsung para atlet Indonesia berlaga di Asian Games 2018 ini.

“Pokoknya kalau ada waktu saya akan datang. Nanti ada pertemuan dengan Perdana Menteri Korea Selatan, bagi waktu. Ada waktu (saya) datang. Tidak harus yang dapat emas tapi di pertandingan apapun kita akan datang kalau ada waktu. Saya akan atur waktu seketat mungkin agar bisa datang di setiap pertandingan,” tuturnya.

Lega Dapat Emas

Seusai pertandingan Lindswell mengatakan dirinya merasa senang dan lega bisa meraih medali emas dan memenuhi target yang diberikan tim dan pelatih. Apalagi, di Asian Games 2014 di Incheon lalu Lindswell ‘hanya’ meraih medali perak.

“Senang pastinya dan lega banget karena prepare-nya sudah sejak jauh-jauh hari dan 2014 saya cuma dapat perak, kali ini bisa dapat emas,” kata Lindswell.

Atlet kelahiran Medan, 26 tahun silam ini mengaku awalnya tidak mengetahui kedatangan Kepala Negara. Walaupun demikian, dukungan supporter yang luar biasa membuat rasa groginya hilang dan justru menjadi tambahan motivasi baginya.

Medali emas ini, kata Lindswell, ia persembahkan untuk semua mulai dari keluarga, pelatih, official, teman, hingga semua pendukung. Ia pun memberikan semangat untuk atlet Indonesia lain yang akan berlaga di ajang olahraga multicabang terbesar se-Asia ini.

“Tetap semangat, yakin, harus berani dan kita pasti bisa,” tandasnya. ( Leste)

 

Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Jevon Raih Emas di Kejuaraan Dunia Wushu Yunior

LAGU Indonesia Raya berkumandang di Arena Kejuaraan Dunia Wushu Yunior di Brasil 9′-16 Juli 2018. Adalah Jevon Kusmoyo yang turun di nomor Taijiquan B berhasil menyabet emas pertama Indonesia.

“Alhamdulillah, sementara ini, tim kita telah mengumpulkan satu medali emas, empat perak dan lima perunggu,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, di Jakarta, Sabtu (14/7).

Airlangga optimistis, para atlet wushu Indonesia mampu memberikan penampilan yang terbaik dan bisa menambah perolehan medali. Pertandingan ini berlangsung selama 9-16 Juli 2018. PB WI mengirimkan sebanyak 20 atlet wushu junior, terdiri dari 12 atlet Taolu dan 8 atlet Sanda. “Mereka merupakan hasil Kejuaraan Nasional senior dan junior Piala Raja di Yogyakarta Maret lalu,” ungkapnya.

Ke-10 medali yang disabet tim Wushu Indonesia di Brasilia tersebut, yakni berkat kontribusi dari Jevon Kusmoyo yang berhasil meraih medali emas di nomor Taijiquan B. Selanjutnya, medali perak Nadya Permata di nomor Changquan, Jevon Kuswoyo di nomor Taiji, Joyceline di nomor Jianshu, dan Nadya Permata di nomor Ginshu A.

Untuk medali perunggu, diperoleh Thalia Marvelina di nomor Gunshu, Nelson Louis di nomor Jianshu, Patricia Geraldine di nomor Jianshu, Ahmad Gifari di nomor Tombak, dan Joyceline di nomor Nanquan B.

“Tim wushu junior kita ini akan menjadi cikal bakal pelapis tim senior yang ada sekarang. Maka, agar tidak ada kesenjangan antara junior dengan senior, perlu diberikan kesempatan kepada junior untuk menimba pengalaman di kejuaraan dunia,” jelas Airlangga.

Menurutnya, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Indonesia. Ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan tingkat internasional, di mana tim wushu Indonesia mampu meraih medali emas. Misalnya, dalam kejuaraan wushu disiplin sanda di Moskow, Rusia pada 16-20 Februari 2018, tim Merah Putih merebut tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Sebelumnya, pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Kazan, Rusia yang dilaksanakan pada 28 September-3 Oktober 2017 dengan diikuti sebanyak 60 negara, Indonesia mampu mengumpulkan satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menempati Indonesia di peringkat ke-4 dengan menurunkan 15 atlet, yang terdiri dari 9 atlet Taoli dan 6 atlet tarung.

“Bahkan, tim Wushu Indonesia juga berhasil mencapai target dengan meraih tiga medali emas pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia,” imbuhnya. Airlangga meyakini, seluruh atlet wushu Indonesia telah memiliki mental juara sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Untuk itu, PB Wushu Indonesia terus memacu semangat para atlet binaannya agar tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia. “Sebagai tuan rumah Asian Games nanti, kita juga harus sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi. Wushu akan menjadi salah satu cabang andalan untuk mendulang emas di Asian Games 2018,” pungkasnya.***

 

Laporan: Aryana

 

 

Wushu Amankan Target 1 Emas di Asian Games

RAPAT Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Besar Persatuan Wushu Indonesia (PBWI) yang berlangsung di Hotel Century Senayan Jakarta, Minggu (11/2), lebih menekankan pada semangat untuk mengamankan target 1 emas wushu di Asian Games 2018.

Target 1 emas itu merupakan permintaan pemerintah dalam hal ini Kemenpora. Oleh karenanya, tanpa harus menunggu pelatnas resmi dari pemerintah, PBWI telah melakukan persiapan lebih awal.

Sekjen PBWI Ngatino mengatakan hal itu usai Rakernas. Didampingi Wakil Ketua Umum PBWI Chairul Azmi dan Iwan Kwok, Ngatino menjelaskan, target 1 emas itu bukan main-main. ”Kami serius memenuhi target itu sehingga persiapannya pun tentu lebih serius. Sebagai tuan rumah tentu kita wajar mematok target 1 emas. Syukur-syukur lebih dari 1 emas,” papar Ngatino.

Sebelumnya saat membuka Rakernas, Ketua Umum PBWI Airlangga Hartanto mengatakan dalam mematangkan persiapan atlet-atlet wushu, menuju Asian Games 2018, tim wushu pelatnas akan mengadakan try out ke manca negara. Di antaranya nomor taolu training camp ke Hangzhou, Beijing, Sanda ke Iran dan Rusia.

“Sebelumnya, beberapa atlet akan kita kirim mengikuti event Moscow Wushu Stars, di Moskow, Rusia yang berlangsung 14-20 Februari. Kemudian dalam rangka menghadapi Asian Games 2018, kami akan menggelar Pelatnas di luar negeri, seperti di Iran dan Tiongkok,” jelas Airlangga.

Target 1 emas pun, menurut Airlangga sudah sesuai yang dicanangkan oleh PBWI. ”Mudah-mudahan ya, kalau bisa lebih dari satu. Mudah-mudahan, ya,” harap Airlangga.

PB WI juga seperti dikatakan Airlangga tak hanya fokus ke Asian Games juga tetap memperhatikan roda pembinaan di dalam negeri dengan menggelar Kejurnas Wushu Senor dan Yunior, 28 Maret hingga 4 April di Yogyakarta.

“Ya kami, Yogyakarta akan bertindak selaku tuan rumah Kejurnas Wushu Senior dan Junior, Maret hingga April mendatang,” tutur Ketua Harian Pengprov Wushu DI Yogya Muwardi Gunawan.

Rakernas yang diikuti 25 Pengprov dari 27 Pengrov Wushu se Indonesia berlangsung lancar dalam suasana kekeluargaan. “Seluruh laporan program kerja yang telah dilaksanakan tahun 2017 dan lapo­ran keuangan dapat diterima oleh peserta Rakernas dengan baik,” ujar Chairul Azmi.

Selain itu PB WI menyiapkan strategi untuk pengembangan wushu ke seluruh provinsi yang ada. “Kita ingin dalam periode ini, terbentuk 34 Pengprov wushu. Untuk itu, kami akan melakukan lebih banyak Diklat kepelatihan dan wasit juri dari seluruh Indonesia,” ujar Chairul. ***