• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Impian Gadis Penjual Roti Bakar Itu Tercapai Bisa Kuliah S1 di Stikosa-AWS

Impian Gadis Penjual Roti Bakar Itu Tercapai Bisa Kuliah S1 di Stikosa-AWS

admin by admin
August 4, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Melanjutkan studi di perguruan tinggi tidak pernah dibayangkan oleh Laila, yang punya nama asli Siti Nur Lailatul Hasanah  (19), anak yatim piatu dari keluarga prasejahtera di Surabaya.

Laila, satu dari sekian banyak lulusan SMA yang berhasil diterima menjadi mahasiswa baru di kampus Stikosa-AWS. Kampus, yang dijuluki sebagai kampus digital. Laila, masuk kuliah melalui jalur KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk tahun akademik 2022/2023.

“Awalnya sih saya gak pernah kepikiran ada kesempatan bisa lanjut kuliah di sini (di Stikosa-AWS). Saya sih bersyukur sudah lulus SMK saja sudah cukup. Sekarang saya didaftarkan di kampus ini untuk menggapai impian saya,” ungkap polos gadis kelahiran Surabaya ini kepada awak media.

Kampus digital ini ternyata adalah satu-satunya pilihan Laila, lantaran sesuai dengan cita-citanya menjadi seorang Public Speaking profesional.

“Sejak dulu cita – cita saya ingin menjadi Public Speaking profesional seperti orang-orang yang terkenal di media sosial, yang membawakan berita, seperti itu,” ujar Laila.

Laila diterima sebagai mahasiswa baru (maba) kampus Stikosa – AWS tahun ini, lewat Geng Gemes (Gerakan Mengajak Sedekah}. Sebuah komunitas pegiat sosial di Surabaya.

Dikisahkan Laila, ia ditinggal wafat ayah dan bundanya sejak usia kanak-kanak. Sejak saat itu, Laila dan adiknya tinggal bersama kakek dan neneknya,  di kawasan Karang Menjangan Surabaya.

Selama itu pula, Laila bersama adiknya diajarkan hidup mandiri lantaran penghasilan kakek dan neneknya yang berusia lebih dari 50 tahun, belum dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Selain menjalani aktivitas sekolah, Laila juga membantu dengan berjualan roti bakar selepas sekolah. Rutinitas itu dilakukannya sejak SMP sampai SMK, dengan modal usaha dari bantuan yang dihimpun relawan Geng Gemes. 

“Penghasilan saya setiap harinya tidak menentu, kadang sepi terkadang lumayan laku dengan hasil pas-pasan,” ujarnya.

Selain Laila, mahasiswa baru di Stikosa-AWS yang masuk melalui program KIP Kuliah bernama Muhammad Alif Maulana, juga berasal dari keluarga prasejahtera.

Menurut humas Direktorat Marketing and Public Relations (DMPR) Stikosa-AWS,  di tahun akademik 2022/2023 ini hingga awal gelombang 3 pendaftaran, jumlah pendaftar mengalami peningkatan pesat. Yakni hampir 200% di bandingkan tahun sebelumnya. Baik melalui jalur reguler, jalur prestasi (Japres) akademis maupun nonakademis, serta melalui jalur KIP Kuliah.

Sebagai bagian dari kepedulian perguruan tinggi terhadap kondisi masyarakat pascapandemi, Stikosa-AWS juga merealisasi program pemerintah untuk memberikan kesempatan Laila dan Alif sebagai keluarga tidak mampu, untuk  dapat berkuliah di Stikosa-AWS melalui program KIP Kuliah.

Ketua Stikosa – AWS Dr. Meithiana Indrasari, ST., MM. mengatakan, “Setelah mengetahui hasil verifikasi tim PMB kami di lapangan, setelah melakukan survei dan analisis, Laila dan Alif memang betul- betul berhak dan layak mendapat KIP untuk diajukan kuliah di Stikosa-AWS dan kita perjuangkan untuk disetujui,” ujar Dr. Mei, sapaan akrab Dr. Meithiana Indrasari.

“Kalau kita mau bilang pengabdian konkret ya ini, program pengabdian yang bukan wacana ya ini, jadi benar- benar program dari pemerintah (KIP Kuliah) sesuai dengan peruntukannya,” tuturnya.

Selanjutnya dilemukakan,  Stikosa-AWS memiliki concern untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

“Salah satunya yang kongkret ini. Jadi kita laksanakan secara total,” imbuh Dr. Mei, saat menyambut kedatangan pendaftar kuliah yang dibawa Geng Gemes di ruang layanan penerimaan mahasiswa baru, Selasa siang (2/8). (poedji)

Tags: jayakartanewspendidikanSTIKOSA-AWS
Previous Post

Para Atletik Indonesia Lampaui Target Medali Emas di ASEAN Para Games 2022

Next Post

Narkotika telah Jadi Ancaman Nyata yang Dapat Hancurkan Bangsa Indonesia

admin

admin

Next Post
Narkotika telah Jadi Ancaman Nyata yang Dapat Hancurkan Bangsa Indonesia

Narkotika telah Jadi Ancaman Nyata yang Dapat Hancurkan Bangsa Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version