Rhoma Irama Duet dengan DJ Dipha Barus di Synchronize Festival

JAYAKARTA NEWS——Ternyata, festival musik akbar dengan berbagai jenis musik Synchronize Festival jadi juga dihelat. Namun, karena pandemi masih merajalela, kali ini diadakan dengan format berbeda. Synchronize ditayangkan secara on air dan daring. “Acaranya tanpa penonton. Kita bisa melihat dari rumah masing-masing,” kata festival director David Kerto.

Kali ini, acara akan disiarkan di SCTV dan platform Vidio tanggal 14 November 2020. Selain itu, kali ini hanya ada 29 artis musik. Dalam Synchronize di tahun-tahun sebelumnya, terdapat lebih dari seratus artis musik, dari dangdut hingga Electronic Dance Music (EDM). Campursari hingga keroncong dan alternative rock. Yang jelas, kolaborasi spesial tetap disuguhkan.

Tahun ini, bakal ada duet antara ‘raja dangdut’ Rhoma Irama dan DJ (disc jockey, peramu musik) Dipha Barus. “Ini pertama bang Haji Rhoma Irama tarik suara sama DJ,” ikut bicara Kiki Ucup, program director. “Ini sebagai ‘kickoff’ perayaan hari jadi 50 tahun orkes dangdut Soneta, grup musik pengiring Rhoma yang kami undur di tahun 2021,” imbuh Kiki Ucup.

Semula Kiki Ucup meragukan ketika Rhoma ditawari main sama DJ
Maklum, selama ini Rhoma tidak akrab dengan musik ingar bingar diskotek. Apalagi, mau berkolaborasi dengan DJ.

Ihwal line up, Kiki Ucup merahasiakan artis siapa saja yang unjuk diri, karena masih akan didata lagi. “Yang pasti, ada Rockets Rockers dan reuni Kangen Band yang sudah lama enggak tampil,” ucap Kiki Ucup lagi. Kemudian, bakal ada preshow berupa penampilan puluhan artis mendendangkan OST (Original Sound Track) film Indonesia era 2000-an. (pik)

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

JAYAKARTA NEWS— Menyongsong ultah ke-30 SCTV tanggal 24 Agustus 2020, digelar beberapa kegiatan di Bandung, Surabaya dan Jogjakarta. Bertema #3xtra Ordinary, kegiatan secara virtual tersebut meliputi meet & great, sinetron, adu akting dan kejutan bayi 30.

Deputy Director Programming SCTV, David Suwarto mengemukakan, kali ini dalam merayakan ultah ke 30 SCTV melibatkan pemirsa agar lebih dekat. “Acara-acara semuanya digelar secara virtual. Karena pandemi Covid 19 masih berlangsung,” ujar David Suwarto.

Marcel Chandrawinata.(foto instagram )

Adu Akting adalah acara yang ditunggu, pemirsa merespon potongan adegan dari video dialog yang diucapkan oleh seorang pemain sinetron yang tayang di SCTV. Empat peserta dengan video terbaik akan menerima hadiah.

“Dan ada juga acara sosial yaitu bantuan biaya persalinan kepada 30 bayi di 30 kota yang lahir pada hari jadi SCTV, 24 Agustus 2020,”  terang David Suwarto.

Adapun 3 sinetron yang akan tayang ulang adalah ‘Dari Jendela SMP’, ‘Isteri Ke Dua’ dan ‘Samudra Cinta’.  Sebanyak 30 pemain ketiga sinetron ini akan hadir di 3 kota yaitu Sandrinna Michelle, Rey Bong, Immanuel Caesar Hito, Emiliano Cortizo, Donny Michelle, Marcel Chandrawinata, Tsania Marwa, Endah Indriana dll.

Emiliano Cortizo ( foto istimewa )

Malam puncak 30 Tahun SCTV akan dimeriahkan 30 bintang sinetron dan 30 pemirsa yang akan dipandu oleh Yuki Kato, Raffi Ahmad dan Andhika Pratama. Beberapa bintang musik yang tampil antara lain Iwan Fals, Agnez Mo, Noah, Syahrini, Rossa, Raisa, Judika, Inul Daratista, Reza Artamevia dan magician Demian akan unjuk diri menyanyikan lagu-lagu hitsnya di panggung didampingi 30 bintang sinetron. ( pik )

‘Dari Jendela SMP’ Tayang di SCTV

JAYAKARTA NEWS— Dua sinetron baru yang tayang setiap hari di SCTV menambah deretan program unggulan di televisi swasta tersebut. Keduanya menempati prime time yaitu ‘Dari Jendela SMP’ (DJS) tayang pk 18.25 WIB dan ‘Samudra Cinta’ (SC) pk 20.00 WIB.

David Suwarto selaku Deputy Director Programming SCTV  mengemukakan, 2 sinetron hadir dengan episode yang fresh. “Syuting di era new normal, yang artis, dan pekerja seni lainnya taat aturan protokol kesehatan,” kata David Suwarto.

“Remaja milenial bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah yang ditawarkan DJS yang mengangkat problematika kehidupan remaja yang menguras emosi,” imbuh David Suwarto.

Rey Bong –foto sctv

DJS berkisah ihwal kehidupan keluarga dan cinta. Kisah cinta di dalamnya penuh tawa, canda dan keseharian remaja sekolah dari sepasang murid bernama Joko (Rey Bong) yang sama berusia 14 tahun yaitu Wulan (Sandrinna Michelle) yang asyik berpacaran.

Mereka mengalami rasa bingung dan takut karena Wulan hamil. Mereka berdua  tak pernah membayangkan sebelumnya atas kejadian tersebut. Dan harus mempertanggungjawabkan hal itu, padahal mereka masih sekolah.

Sedangkan ‘Samudra Cinta’ mengusung romantisme yang lebih ke jenjang serius. Dikisahkan Cinta (Naico van der Vekken) dan Samudra (Rangga Azof) berpacaran sejak masa remaja dan mereka berdua berencana akan bertunangan hingga bermimpi untuk menikah.

Mencuat masalah demi masalah yang menimpa Cinta dan Samudra. Teman-teman keduanya berupaya menggagalkan pesta pertunangan, kemudian tampil seorang cewek baru yang menggantikan posisi Cinta dihadapan kedua orang tua Samudra.

Dilema kehidupan dibumbui konflik tampil berulang kali dalam sinetron ini. Pasti pemirsa penasaran dengan kelanjutan kedua sinetron penuh lika liku konflik ini. (pik)

Emtek Peduli Corona Salurkan APD dan Paket Sembako

JAYAKARTA NEWS— Upaya Emtek Peduli Corona untuk membantu dan amanah pemirsa SCTV dan Indosiar, termasuk pengguna Bukalapak dan pembaca Liputan 6 terus berlanjut, yang dilakukan di berbagai link di penjuru Nusantara.

Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) sebagai pengelola dana masyarakat menyerahkan aneka kebutuhan berbentuk APD untuk tenaga medis dan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak C19. Hari Selasa (9/6), Emtek salurkan paket APD ke banyak RS di Jabar, Jateng dan Jatim. Masing-masing sebanyak 600 baju hazmat, 50 foot cover, 50 face shield, 50 safety goggle, 500 safety gloves, 500 masker bedah, 80 masker N95 dan 500 masker kain di RS As Syifa Bogor, RS Klaten di Jateng dan RS Gotong Royong di Jatim.

Hal ini dilakukan YPP bekerjasama dengan berkoordinasi dengan stasiu n tranmisi SCTV dan Indosiar terdekat. Sasaran distribusi sebagai proses pengakuan tetap mengutamakan prosedur PSBB.

Sedangkan paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang secara ekonomi terdampak C19, seperti minggu lalu kaum disabilitas tuna netra se Jabodetabek melalui Yayasan Hidup Berdikari. Juga, warga desa Kalisuren, Tajurhalang, Bogor, yang terbantu dengan adanya paket sembako.

Sampai kini, lewat pengguna dana dan sponsor amal konser Satu Indonesia, SCTV dan Indosiar, pengguna Bukalapak dan pembaca Liputan 6, dana yang terhimpun menjadi Rp 29.159.994.090. (pik)

SCTV Suguhkan Program Ramadan ‘Para Pencari Tuhan’ 13 dan ‘Insya Allah Surga’

JAYAKARTA NEWS— Menyongsong bulan puasa Ramadan, SCTV menyuguhkan program Ramadan Penuh Cinta. Guna memenuhi keinginan pemirsa, SCTV siapkan beberapa program unggulan yaitu sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ jilid 13 dan ‘Insya Allah Surga’ yang akan tayang mulai 1 Ramadan  1441 H.

Deputy Director Programming SCTV, David Suwarto mengemukakan, ini menjadi bukti bagi SCTV untuk tetap menjadi pilihan utama pemirsa Indonesia di tengah anjuran pemirsa untuk tetap #di rumah saja. “Para Pencari Tuhan (PPT) selain menjadi hiburan, juga menjadi rasa cinta terhadap Ramadan,” kata David Suwarto.

Sinetron PPT jilid 13 tahun ini menampilkan cerita bertajuk ‘Masjid Sengketa’ yang merupakan petualangan Bang Jack (Deddy Mizwar) mempertahankan masjid yang telah didirikannya. PPT  jilid 13 juga diperkuat oleh Jarwo Kwat, Kukuh Prasetyo dll, tayang pukul 03.00 WIB, mulai 1  Ramadan 1441 H (24 April 2020).

Sedangkan sinetron baru berjudul ‘Insya Allah Surga’ juga tayang 1 Ramadan 1441 H pukul 04.00 WIB. Insya Allah Surga dibintangi Ricky Harun, Ridwan Abdul Ghany, Lolox, Dinda Azani dll. Sinetron ini berkisah ihwal tiga anak muda dalam mencari hidayah.

Beberapa program baru juga akan ditampilkan seperti ‘Mutiara Hati’ dan ‘Mengetuk Pintu Hati’ dilihat dari sudut pandang Islam yang menjadi solusi disetiap masalah yang muncul. ‘Mutiara Hati’ oleh Prof.Dr. Quraish Shihab jelang subuh, dzuhur dan ashar.

Sementara ‘Mengetuk Pintu Hati’ oleh ustad Subkhi yang akan menampilkan nasihat kehidupan yang sesuai dalam Al Quran dan Hadist. Kemudian, ada program Gerakan ’30 Hari 30 Juz’ yaitu mengajak umat Islam membaca Al Quran setiap hari 1 Juz. Menampilkan Muhammil Hasballah, qari yang akan membaca juz berbuka waktu sahur pk 02.00 WIB sebagai pembuka aktifitas Ramadan tiap hari. Diharapkan pemirsa dapat khatam menamatkan seluruh juz Al Quran. (pik)

‘Disebelah Ada Surga’ Siap Tayang Ramadhan

ANDHIKA Pratama, Gading Marten dan Uus kembali bintangi sinetron religi SCTV. Tak lagi berjudul 3 Semprul mengejar Surga, kali ini ketiganya akan muncul dalam sinetron berjudul Di Sebelah Ada Surga yang akan tayang selama Ramadan di SCTV.

Sinetron produksi Starvision ini masih dibintangi beberapa pemain yang sebelumnya muncul di 3 Semprul Mengejar Surga. Menariknya, sinetron Di Sebelah Ada Surga hadirkan ibu dan anak, Gisella Anastasia dan Gempita Nora Marten.

Ya, hadirnya si kecil Gempita jadi sorotan netizen yang penasaran dengan aksi anak Gading Marten dan Gisel ini. Sinetron ini juga dibintangi Nadira Octova yang sebelumnya bermain di D’Hijaberssebagai Yua.

Pemain lainnya ada Amy O’Brien, Aquino Umar, Vicky Nitinegoro, Tabah Penemuan, Derry 4 Sekawan, Arida Nuraini dan Razhu Khan.

Melalui instagramnya, Endik Koeswoyo selaku tim penulis mengungkap alasan 3 Semprul Mengejar Surga berganti judul. Di kolom komentar Endik mengungkap ada sedikit perubahan konsep agar cerita lebih segar dan menarik.

“ganti judul ka @endikkoeswoyo udh ga 3semprul ya kk… suka bgt sma sintron religi ini..kocak..lucu bgt jdi betah ntn..hehe,” tanya @zhie_lujieyanti17.

“hehehe ganti konsep dikit kak ? lebih fresh ceitanya,” jawab @endikkoeswoyo. ***

Industri Pertelevisian Bakal Tumbang

Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP).

JIKA sepuluh tahun silam banyak media cetak bertumbangan, kini, tidak menutup kemungkinan tiga atau lima tahu kedepan industri pertelevisian di republik ini, terancam tumbang. Sepatutnya, pelaku industri televisi bersiap siap beralih ke digital.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP) inhouse production dari SCTV dan Indosiar, saat berbicara dalam Semiloka dengan tema “TV vs Digital” yang diadakan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Cisarua, Puncak Bogor, Selasa (12/12)

Sejauh ini, televisi memang masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat, khususnya di daerah daerah. Meski demikian, Indra menambahkan, pola menontonnya pun sudah berubah.

Maka itu, tidak menutup kemungkinan tidak lama lagi televisi juga akan tersingkir. “Jadi, orang orang televisi (pelaku  bisnis,red) siap siap menghadapi kenyataan pahit ini,” ungkap Indra seraya menerangkan grafik survai indeks penonton televisi sekarang, masa lalu, serta mengintip penonton untuk tiga sampai lima tahun ke depan.

Lebih lanjut, Indra menerangkan, Sepuluh tahun lalu media cetak masih berjaya, internet tidak dianggap sebagai ancaman. “Sekarang, televisi juga menghadapi ancaman serius. Jika masih ada orang orang yang menganggap hal ini bukan ancaman. Bagi saya, ini serius, ancaman, “ tegas Indra.

Saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pemakai internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan pemakai 19 %.

Pengguna internet di Indonesia mencapai 103 juta orang pada tahun 2016. Menurut Indra, nilai e-commerce di Indonesia tumbuh 59% per tahun. Pengguna facebook 75 juta, BBM 62 juta, WA 40 juta dan pemakai Line mencapai 30 juta. “

“Tidak heran, jika kini Indonesia disebut sebagai ibu kota sosial media, banyak trending topik dari Indonesia,” paparnya

Anak-anak muda generasi milenial mengalihkan kebiasaannya menonton televisi ke komputer atau gadget. Generasi milenial hanya menonton program-program yang disukainya melalui youtube atau media online lainnya.

Justeru  itu, Indra  menekankan,waktu senja televisi semakin nyata. “Siapapun harus siap menghadapinya. Caranya harus mengenal dunia digital,” ungkap Indra

Sekali lagi, Indra menekankan  televisi harus siap-siap beralih ke televisi digital agar tidak bubar. Jangan sampai begitu jamannya tiba,  perubahan itu datang,  perkembangan jaman yang sedemikian cepat itu, tak bisa dibendung lagi, akhirnya tergilas, “ jelasnya panjang lebar. ***