Ketua DPD BAS Sumut: Apresiasi dan Dukung Gubernur Sumut Bangun Sport Centre untuk PON 2024

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Brigade Anak Serdadu, Sumatera Utara (DPD BAS Sumut) Mohd. Azmi apresiasi dan dukung terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Sport Centre oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Ada dua venue yang akan dibangun menjelang Sumatera Utara menjadi tuan rumah PON XXI 2024, yaitu Stadion Madya Atletik dan Martial Art Arena di sport centre yang berada di Desa Sena, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang.

Hal itu dikatakan Mohd. Azmi kepada Jayakartanews.com usai kegiatan DPD BAS Sumut bersama Koramil 02/MT bagi-bagi takjil di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Selasa (4/4)

“Kami dari DPD BAS Sumut sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh atas komitmen Gubernur Sumatera Utara, Bapak Edy Rahmayadi yang telah melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan venue Sport Centre. Dan kami siap kawal proses pembangunan kedepannya, hingga selesai tepat waktu,” ujar Mohd. Azmi 

Sebagai bagian dari masyarakat Sumut, tentu senang dan bangga Provinsi Sumatera Utara duet bersama Provinsi Aceh menjadi tuan rumah dalam perhelatan Pekan Olah Raga (PON) ke XXI 2024, yang diadakan setiap empat tahun sekali itu.

“Nah ini kan menurut saya kesempatan dan momen penting sekaligus suatu kebanggaan buat kita, alhamdulillah PON yang diadakan hanya empat tahun sekali ini Sumut menjadi tuan rumah, kenapa saya bilang begitu karena tidak semua propinsi mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah,” jelas Mohd. Azmi.

Tentunya nanti masyarakat Sumut akan senang usai perhelatan PON XXI ini. Gedung beserta sarana dan prasarananya menjadi aset daerah, selain itu, juga bermanfaat bagi para atlet dan masyarakat, dan gedung Sport Centre pun akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut.

“Jadi harapan saya semoga proses pembangunan Gedung Sport Centre ini berjalan lancar bisa selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan. Seperti dikatakan Gubernur Sumatera Utara, Bapak Edy Rahmayadi, sport centre ini akan selesai pada bulan Desember tahun ini,” ucapnya.

Dampak Tuan Rumah PON 

Tentunya dengan diselenggarakannya PON XXI 2024 di Sumatera Utara pastinya akan ada dampak yang diterima Sumut, khususnya masyarakat setempat dan Kota Medan. 

Selain dari sarana dan prasarana olahraga yang telah dibangun, secara ekonomi pun masyarakat terbantu. Artinya akan ada peningkatan pendapatan bagi pelaku-pelaku usaha, jasa transportasi dan lainnya selama pelaksanaan pesta olahraga terakbar di tanah air kita ini.

“Sebagai tuan rumah PON XXI 2024, Sumut tentunya nanti akan didatangi oleh ratusan atau ribuan pengunjung dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdiri dari para atlet, pelatih, sponsor dan manejer dari puluhan cabang olahraga yang dipertandingkan,” ungkap Mohd. Azmi.

Hal tersebut secara kajian bisnis, pasti akan membawa dampak ekonomi yang luar biasa besarnya. Seperti hotel, penginapan, rumah makan, pariwisata, jasa angkutan, souvenir dan lainnya akan menjadi efek positif yang dinikmati oleh tuan rumah. 

Dengan kehadiran para atlet dan official, tentu akan menjadi sorotan siaran langsung televisi, ini akan membawa manfaat promosi yang efektif bagi tuan rumah.

“Jadi harapan saya masyarakat Sumut harus siap menjadi tuan rumah dengan mempersiapkan segala aspek untuk mendukung sukses nya perhelatan PON XXI 2024 ini,” ujar Mohd. Azmi menutup pembicaraannya. (Monang Sitohang)

Bali-NTB Usung Sport Tourism

Dengan menggusung semangat Sport Tourism Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) siap bersaing menjadi tuan rumah PON 2024. Mereka mengikuti bidding tuan rumah PON 2024 di Hotel Bidakara Jakarta, baru baru ini.

“Sejak digelar tahun 1948, perhelatan PON belum pernah sekalipun digelar di Bali dan NTB. Kami ingin pemeratan karena semua daerah sudah kebagian, termasuk Sumut yang juga ikut mencalonkan diri. Karena itu, kami ingin diberi kesempatan menggelar PON 2024,” tegas Ketua KONI Bali Ketut Suwandi, kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, Bali dan NTB telah memilki pengalaman dalam menyelenggarakan event olahraga nasional dan internasional. Dalam dua tahun terakhir saja, kata Ketut Suwandi tidak kurang dari lima event internasional dan 10 event nasional digelar di Bali. “Bali dan NTB juga memiliki fasilitas olahraga berstandar internasional. Kami juga akan membangun venue dan merenovasi venue olah raga kalau terpilih sebagai tuan rumah PON XXI 2024,” tambah Suwandi.

Suwandi menambahkan, jika  Bali dan NTB terpilih menjadi tuan rumah PON XXI 2024, maka seluruh penginapan yang ada di dua propinsi ini akan memberikan discoun sebesar 50 persen bagi atlet dan offisial. “Termasuk juga wartawan. Kami juga memberikan discount 50 persen untuk pembelian souvenir di toko-toko yang telah ditunjuk Panitia,” katanya.

Kesempatan sama Ketua KONI NTB Andi Hardianto tak kalah semangat dalam memaparkan kesiapan NTB menjadi tuan rumah bersama Bali mengggelar PON XXI 2024. “Daya tampung hotel dan penginapan di Bali dan Lombok sangat representatif. Bahkan, hotel-hotel tersebut berdekatan dengan venue pertandingan. Kalau di Bali, kata Andi, sudah tersedia 1.300 kamar hotel bertaraf internasional, maka di NTB sudah tersedia 1.200 kamar hotel juga bertaraf internasional.

“Jadi, kalau soal penginapan dan fasilitasnya, Bali dan NTB sudah tidak diragukan lagi. Sementara untuk penonton yang hadir ke venue bukan hanya penonton lokal, tetapi juga penonton mancanegara yang tengah menjadi turis di Bali dan NTB. Jadi kita akan padukan penyelenggaraan ini menjadi sports tourism,” ungkap Andi.

Andi berharap alangkah bijaknya kalau nanti, KONIDA-KONIDA memilih tuan rumah PON XXI 2024 dengan hati nurani. “Bukan berdasarkan kepentingan, tapi berdasarkan hati nurani dengan mengedepankan fakta-fakta yang ada,” terang penyuka olah raga tantangan ini. ***

 

Musornaslub KONI, Tentukan Tuan Rumah PON 2024

SALAH satu agenda besar dihelat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat) adalah Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) adalah memilih tuan rumah PON XXI/2024 mendatang. Gawean ini akan digelar KONI Pusat pada 24-25 April di Hotel Bidakara, Jakarta.

Terdapat tiga calon tuan rumah PON 2024, yakni Sumatera Utara dan Aceh, Bali dan Nusa Tenggara Barat, serta Kalimantan Selatan. Sebenarnya satu peserta lain yang telah mendaftar, namun tidak lolos dalam verifikasi, yakni Sumatera Barat.

Menurut Wakil Ketua Umum KONI Puast IV Inugroho, Musornaslub kali ini memiliki makna khusus karena para peserta yang berasal dari 34 provinsi (peserta PON) akan menetapkan calon tuan rumah PON XXI 2024.

“PON menjadi agenda olahraga yang sangat strategis karena mengusung tiga tujuan pokok, yaitu memelihara persatuan dan kesatuan, menjaring bibit atlet potensial, dan meningkatkan prestasi olahraga. Dari tiga calon tuan rumah yang sudah diverifikasi yakni Sumut dan Aceh, Bali dan NTB, serta Kalsel yang telah memenuhi syarat,” terang Inugroho.

Namun Inugroho tidak menjelaskan secara rinci provinsi mana yang paling siap menajdi tuan rumah. Yang pasti ketiga calon tuan rumah tersebut telah memenuhi persyaratan minimal pembangunan infrastruktur mencapai 30 persen,” katanya.

Selain itu, Inugroho menambahkan, calon tuan rumah PON sudah harus ditetapkan 6 tahun sebelum venet digelar empat tahunan tersebut. “Pastinya ketiga calon tuan rumah tersebut sudah siap. Nanti terserah anggota atau peserta PON yang memilih mereka. Mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan daerah mana yang paling siap,” tambahnya.

Selain Musornaslub juga akan digelar Rakernas KONI pada tanggal 25 April 2018. Penanggung jawab Rakernas KONI Pusat. Marsekal Muda (Purn) Surya Dharma menjelaskan bahwa, Rakernas KONI Pusat akan diikuti KONIDA-KONIDA ditambah KONI Kabupaten/Kota yang tidak lebih dari 30 persen.

“Jadi peserta Rakernas diperkirakan mencapai 600 peserta. Atau khusus biding tuan rumah sekiatar 30 persen. Rencananya Rakernas akan mengundang tiga Menteri terkait sebagai pembicara sekaligus memberikan pembekalan yakni Mendagri, Menpora, dan Mendikbud,” ujar Surya Dharma yang juga Wakil Ketua Umum V KONI Pusat.

Menanggapi induk organisasi cabang olahraga yang bersengketa, baik Inugroho maupun Surya Dharma mengatakan, semuanya sudah tak ada masalah termasuk PTMSI. ”Khusus PTMSI, KONI menganggap persoalan sudah selesai. Alasannnya hasil Munaslub sudah sesuai arahan Menpora yakni menuju PTMSI bersatu,”papar Inugroho.

Inugroho juga menjlaskan cabang-cabang olahraga yang belum menjadi anggota KONI tetapi ikut Asian Games 2018, tetap direkomondasikan agar memperolah alokasi anggaran. Jika mereka menjadi anggota resmi KONI, Inugroho menegaskan pintu terbuka sejauh memenuhi persyaratan minimal 10 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan Pengkot/Pemkab.

Surya Dharma menambahkan bahwa Rakernas menurut rencana akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Sementara untuk Musornaslub akan dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. ***