Suparmi  ‘Terpikat’  Arief

SUHU politik terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Tangerang mulai memanas, seiring dengan munculnya  sejumlah nama yang siap bertarung dalam  pesta demokrasi lima tahunan di kota tersebut pada 2018 mendatang.

Ketua DPRD Kota Tangerang,  Suparmi ditengarai  mulai ‘terpikat’ pada sosok Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah. Suparni pun siap menjadi pendamping Arief maju dalam perhelatan demokrasi lokal tersebut untuk mengantongi tiket memimpin Tangerang.

Politisi yang sehari-hari berbusana muslimah itu, mengaku sejauh ini pihaknya belum mengantongi rekomendasi dari partai yang menjadi induk kejuangannya, PDI Perjuangan. Dengan berakhirnya Pilgub DKI Jakarta, yang menyita pikiran dan tenaga seluruh elite partai hingga lapisan tataran pengurus cabang, untuk memenangkan pasangan Basuki-Djarot, kini seperti jajaran PDIP Kota Tangerang bisa mulai fokus pada  Pilkada Kota Tangerang. Suparmi menyatakan, sebagai kader dirinya  siap mendampingi Arief dalam  Pilkada Kota Tangerang apabila warga dan partai mengamanahkannya.

“Saya siap jika dipercaya mendampingi Pak Arief.  Meski saya belum punya pengalaman dieksekutif, saya yakin  bisa menyesuikan diri  dengan cepat. Seperti saat pertama menjabat Ketua DPRD Kota Tangerang, saya merasa seperti berada di tengah hutan. Tetapi, setelah itu saya cepat memahaminya, dan ternyata seperti ini,” ujarnya kepada wartawan Kamis (27/4).

Jelang kontestasi Pilkada Kota Tangerang,  Walikota Tangerang sendiri, sekarang ini rutin  bersilahturahmi ke jajaran  petinggi partai politik yang ada di  kota tersebut. Arief dipastikan akan diusung oleh Partai Demokrat dimana dia menjabat sebagai Ketua Majelis Partai(MP) Partai Demokrat Kota Tangerang.

Dengan modal lima kursi Demokrat di DPRD Kota Tangerang, maka tidak ada cara lain bagi partai tersebut  untuk mengajukan kadernya pada Pilkada nanti harus berkoalisi  dengan partai lain untuk memenuhi syarat minimal  dengan 10 kursi (20% dari jumlah kursi dewan) atau  dua puluh tiga persen dari jumlah suara pemilih. Untuk syarat minimal itu, Partai Demokrat cukup berkoalisi dengan PDIP, untuk memastikan  Walikota Tangerang sekarang maju dalam  Pilkada.

Komposisi kursi  DPRD Kota Tangerang meliputi: PDIP dengan 10 kursi, Golkar dan Gerindra masing-masing 6 kursi, Demokrat, PKB dan PPP masing-masing 5 kursi, PKS dan PAN masing-masing 4 kursi, Hanura 3 kursi serta Nasdem 2 kursi. ***

Kang Emil Butuh 15 Kursi Lagi

RIDWAN Kamil yang akrab disapa Kang Emil akhirnya diusung Partai Nasdem untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat, 2018 mendatang. Walikota Bandung yang dikenal menguasai media-sosial ini, Minggu (19/3) kemarin mendeklarasikan pencalonannya bersama Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega, Bandung.

Sang “Walikota Taman” itu pun resmi sudah pada jalur kontestasi merebut jabatan Jabar-1. Sekalipun, Kang Emil masih harus mencari dukungan lain, mengingat jumlah kursi Nasdem di DPRD Jawa Barat hanya 5 Itu artinya, Kang Emil masih butuh 15 kursi lagi dari partai politik lain. Konon, PDIP termasuk yang mendukung Emil. Entahlah.

Dalam kesempatan deklarasi, Surya Paloh tak kalah yakin. Ia mengatakan, figur Ridwan Kamil sangat populer berkat presasinya memimpin Kota Bandung. Karena itu, ia optimis akan banyak partai politik lain yang mendukung menjadi Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan yang sudah dua periode.

Surya Paloh pun mengisyaratkan, bahwa partai pendukung pemerintah diperkirakan akan mendukung Ridwan Kamil. Karena itu, Kang Emil punya kewajiban juga memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.

Karena itu pula, dua parpol pendukung Ridwan Kamil waktu maju sebagai walikota, yakni Partai Gerindra dan PKS dikabarkan tidak akan memberi dukungan kepada Kang Emil. Kabar burung yang terdengar, Gerindra dan PKS sedang menjajagi kemungkinan mengusung Deddy Mizwar dan Netty Ahmad Heryawan. ***