Kado Emas Kemerdekaan Terindah Riau Ega/Rezza

JAYAKARTA NEWS— Lantunan lagu Indonesia Raya berkumandang di Saracoglu Sports Facilities, tepat di hari perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Rabu (17/08/22). Bukan sekadar senandung yang dinyanyikan untuk upacara kemerdekaan, tetapi lagu kebangsaan Indonesia ini bergema karena torehan prestasi dari pemanah Riau Ega Agatha Salsabila dan Rezza Octavia.

Duet Riau Ega/Rezza di nomor tim recurve campuran Islamic Solidarity Games 2021 Konya, Turki, berbuah manis. Mereka mempersembahkan medali emas sebagai kado kemerdekaan RI ke-77 setelah mendominasi 5-1 atas wakil tuan rumah Yasemin Ecern Anagoz/Mete Gazoz.

“Terima kasih untuk semua yang telah mendukung kami, Alhamdullilah kami sukses dan bisa membawa pulang emas di nomor tim recurve campuran. Medali ini kami persembahkan untuk Indonesia yang bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-77,” kata Rezza.

Riau Ega/Rezza tampil dominan sejak awal. Mereka mampu menjaga fokus, khususnya ketika berhadapan dengan tuan rumah yang berhak atas perak. Sementara perunggu diamankan wakil dari Uzbekistan Abdusattorova Ziyodakhon/Sadikov Amirkhon usai menang 5-4 atas Abdollah Mahta/Shabani Reza (Iran).

Sebagai informasi, Riau Ega/Rezza tampil mendominasi sejak awal. Mereka menang 6-0 atas Awor Moreen/Semukete Solomon (Uganda) di babak pertama, kemudian unggul 6-2 atas Nurul Azreena Mohamad Fazil/Muhammad Fitri Mohd Yusuf di perempat final, serta menang 5-1 atas Abdollah/Shabani di semifinal.

“Kesulitan mungkin cuma di cuaca, lebih ke membaca arah angin dan melawan panas di sini. Kita sempat kepanasan. Alhamdullillah semua itu bisa kita lewati dan kebetulan hari ini adalah HUT RI ke-77 dan semoga ini bisa menjadi kado terindah untuk Indonesia,” kata Riau Ega.

Selain medali emas, cabang olahraga panahan juga berhasil menyumbangkan tiga medali perak dari nomor tim recurve putra, tim recurve putri, dan Tim compound putra.

Tim recurve putra yang diperkuat Riau Ega/Bagas Alviyanto Prastyadi/Arif Dwi Pangestu berhak atas perak usai mengakui keunggulan tuan rumah yang diwakili Ak Samet/Gazoz Mete/Muhammed Abdullah Yildirmis dengan skor 2-6. Begitu juga tim recurve putri yang dipenggawai tiga srikandi Rezza/Assiefa Nur Haenza/Pande Putu Gina Putri Ariesta kalah 0-6 dari Yasemin Ecem Anagoz/Gulnaz Busranur/Asli Er (Turki).

Sementara tim compound putra yang beranggotakan Prima Wisnu Wardhana/Pratama Hendika Putra/Deki Adika Hastian kalah dari wakil Malaysia Loh Eugenius Loh Fo Soon.Alang Ariff Aqill Muhammad Ghazalli/Mohd Juwaidi Mazuki dengan skor 229-228.

Tim Panahan Indonesia masih berpeluang menambah pundi medali karena Arif Dwi Pangestu akan bertemu dengan Ak Samet di final, Kamis (18/08). Begitu juga Rezza yang akan bertemu wakil Negeri Jiran Fazil untuk perebutan medali perunggu.

Hingga press release ini ditulis, Tim Indonesia juga mendapat tambahan dua medali perunggu yang dipersembahkan perenang Azzahra Permatahani di nomor 200m gaya dada putri dan karateka Ahmad Zigi Zaresta di nomor kata perorangan putra.

Dengan demikian, Tim Indonesia memperkuat diri di posisi enam klasemen sementara dengan raihan 13 emas, 13 perak, 23 perunggu. (azh)

Sukses di SEA Games Vietnam, Pemanah Junior Bersiap Menuju Olimpiade Paris 2024

JAYAKARTA NEWS— Tim Nasional (Timnas) Panahan Indonesia sudah sejalan dengan program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menargetkan prestasi di Olimpiade.

Di SEA Games 2021 Vietnam, pemanah muda potensial mulai dimunculkan dengan hasil cukup memuaskan dimana target 4 medali emas sudah terpenuhi sehari sebelum pertandingan akhir cabang olahraga panahan yang berlangsung di Ha Noi National Sports Training Center, Kamis (19/5/2022) besok.

Kemunculan pemanah junior itu diakui Pelatih Kepala Timnas Panahan Indonesia, Nurfitriyana. Ada tiga nama yang disebutkan anggota srikandi peraih medali perak Olimpiade 1988 Seoul.

“Kita punya pemanah junior yakni Rezza Octavia, Gina Pandeputu dan Bagas Aprianto,” kata Nurfitriyana saat ditemui di lokasi pertandingan Rabu (18/5/2022).

Nama Rezza Octavia mencuat tatkala sukses menyumbangkan medali emas nomor Recurve perorangan putri dengan mengalahkan Syaqiera Mashayikh dari Malaysia. Pemanah asal Bojonegoro Jawa Timur ini manambah perolehan medali emas bagi kontingen Indonesia saat berpasangan dengan Riau Ega Agatha di nomor Mix Recurve.

Usai SEA Games 2021 Vietnam, kata Nurfitriyana, konsentrasi menghadapi babak kualifikasi Olimpiade dan Asian Games 2022 Hangzhou, China yang pelaksanaannya diundur tahun 2023. “Kita akan bersiap menghadapi babak kualifikasi Olimpiade di Kolumbia sekitar bulan Juni mendatang dan Asian Games 2022 Hangzhou,” ujarnya.

Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi pemanah Indonesia, Yana, panggilan akrabnya menjawab, “Kita berharap dukungan pemerintah terhadap Tim Panahan Indonesia untuk bisa lebih banyak tampil di single even internasional dalam upaya menambah pengalaman bertanding internasional sehingga bisa lebih banyak pemanah yang lolos ke Olimpiade 2024 Paris.”***azh

Kejuaraan Panahan di Summarecon Mall Bekasi

Kejuaraan bertajuk panahan bertajuk Growing Archery di kawasan Sumarecon Mall Bekasi.

 

LAZIMNYA  pengelola mal menggelar event olahraga seperti lari, bersepeda, jalan santai, atau senam. Tidak demikian halnya dengan  Summarecon Mal Bekasi. Bekerjasama dengan Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), pengelola mall bergenngsi di Bekasi ini  menggelar sebuah turnamen kejuaraan bertajuk “Growing Archery”.

Event yang terbilang unik ini digelar pada pekan lalu, tepatnta pada 15-17 Desember 2017, di area The Downtown Walk.  Kawasan Summarecon Mall Bekasi terpilih sebagai venue turnamen panahan bergengsi di Bekasi. Ugi Cahyono selaku Center Director Summarecon Mal Bekasi mengatakan “Menjadi hal yang baru bagi kami dengan menghadirkan di Summarecon Mal Bekasi, turnamen olahraga panahan.”

Kegiatan ini diadakan selain untuk memfasilitasi dan mendukung minat dari para atlet panahan di Indonesia juga sebagai sarana pembelajaran bagi para pemanah baik pemula maupun atlet. Diharapkan melalui kegiatan turnamen ini masyarakat pun dapat mengenal cabang olahraga panahan.”

Area seluas 2.820 meter persegi dirancang dengan aman agar menjadi lapangan panahan yang nyaman baik bagi para pemanah maupun bagi para pengunjung yang sekedar ingin menyaksikan pertandingan.

Tersedia papan target yang dilengkapi dengan dinding pengaman di bagian belakang setinggi 5 meter berbahan spandek alumunium untuk membantu menghalangi laju anak panah yang tidak mengenai sasaran.

Turnamen ini diikuti secara individual maupun beregu yang terbagi dalam lima kategori yaitu pelajar SD, SMP, SMA, Cartel Challenge dan Compund. Tidak hanya menggelar turnamen, tetapi wahana olahraga panahan bertajuk SMB Archery Range nantinya akan beroperasi secara permanen di Summarecon Mal Bekasi.