The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi, Buku Unik yang Menggulirkan Gerakan Kebajikan

Oleh: Nurcholis MA Basyari

Alhamdulillah, buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi telah naik cetak ulang yang ke-7 sehingga total oplag buku super best seller itu mencapai 140 ribu eksemplar dalam 3,5 tahun. Teristimewa lagi, edisi ke-7 itu khusus dicetak eksklusif untuk Grup NRA Tour & Travel Jakarta.

Pencapaian tersebut yang sungguh sangat spektakuler dan patut disyukuri bukan hanya oleh Mas Aqua selaku penulisnya dan saya sebagai editornya melainkan juga segenap komponen bangsa ini. Bagi para mitra Mas Aqua, baik sebagai donatur, sponsor, pembeli, maupun pembaca, dukungan mereka untuk penyebaran buku inspiratif tersebut tidak sia-sia.

Selain kandungan ilmu dan contoh-contoh nyata tentang pentingnya silaturahim sebagai kunci sukses menjalin komunikasi dan menjalani kehidupan, buku tersebut sarat nilai dan pesan moral kebajikan. Mendukung buku tersebut (baca: membeli, menyebarkan, atau membacanya) sama artinya menebarkan dan menyemai perdamaian dan cinta kasih pada diri, keluarga, sesama anak bangsa, dan makhluk ciptan-NYA di bumi yang satu ini.

Buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi  memang unik. Buku tersebut tidak hanya memuat paket kombinasi teori dan praktik silaturahim yang konsisten dan sukses dilakoni seorang Aqua Dwipayana. Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, itu bukan hanya pandai bicara saja alias omdo atau omong doang. Lebih dari itu, motivator yang sudah tampil ribuan kali di seluruh Indonesia dan puluhan negara tersebut sangat dikenal sebagai ahlinya dalam mempraktikkan silaturahim.

Efek Guliran Bola Salju

Lebih unik lagi, buku yang dicetak pertama kali pada April 2016 itu pun turut menggulirkan silaturahim dan kegiatan berbagi terhadap sesama bagaikan efek bola salju. Bagaimana caranya? Oleh Mas Aqua selaku pemegang hak cipta, hasil penjualan buku The Power of Silaturahim itu didedikasikan sepenuhnya untuk membantu sesama, terutama kaum fakir-miskin dan para janda. Selain itu, secara konsisten, Mas Aqua juga mengalokasikannya untuk memberangkatkan umroh puluhan orang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan beragam latar belakang sosial ekonomi.

Jamaah umroh yang diberi nama The Power of Silaturahim (POS) I menunaikan ibadah ke Tanah Suci di Mekah dan Madinah, Arab Saudi, pada 8-16 Januari 2017. Jumlah pesertanya 35 orang. Jamaah POS II yang berjumlah 39 orang diberangkatkan untuk umroh pada 18-26 April 2018. Adapun jamaah POS III yang berjumlah 50 orang melaksanakan umroh pada 4-12 April 2019.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera. Profesi dan pekerjaannya antara lain guru SD, guru mengaji, anggota TNI-Polri, wartawan, pegiat lingkungan, pekerja sosial, mahasiwa, pensiunan pegawai negeri-swasta, marbot masjid, tukang becak, pemulung, tukang parkir, pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, sopir, office boy, cleaning service. Sebagian besar dari para peserta umroh itu belum pernah saling kenal dan bertemu, termasuk dengan Mas Aqua dan saya selaku ketua rombongan. Alhamdulillah, ini uniknya, mereka begitu bersemangat mengurus semua persyaratan dan percaya saja berangkat ke Jakarta pada hari H untuk berkumpul sehari sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Bak gayung bersambut. Guliran bola salju makin membesar tak terbendung. Gerakan kebajikan buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi itu menyedot perhatian banyak pihak untuk ikut ambil bagian seolah tidak mau ketinggalan. Sekadar menyebut beberapa contoh, seperti Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Danseskoad) Mayjen TNI Kurnia Dewantara menyiapkan akomodasi dan transportasi jamaah saat transit di Jakarta sebelum terbang ke Jeddah, Arab Saudi. Dukungan juga datang dari Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. 

Dirut Duta Anggada Realty Ventje Suardana ikut pula memberikan bantuan dana dalam jumlah cukup besar. Bukan hanya itu, pria asal Surabaya, Jawa Timur, yang sangat rendah hati dan berbakti sekali kepada kedua orangtuanya itu juga aktif menjamu dan menemui para jamaah. Tidak mau ketinggalan, Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo juga merogoh koceknya sendiri untuk menyediakan tiket PP para jamaah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia ke dan dari Jakarta serta jadi donatur untuk dua orang yang umroh. Pemilik  Grup Sriwijaya Air Chandra Lie juga memberikan dukungan serupa, tremasuk pengiriman koper dan perlengkapan jamaah ke berbagai daerah.

Dirut yang juga pemilik Grup NRA Tour & Travel Irmawati Mochtar juga memberikan dukungan penuh. Irma memerintahkan jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah umroh POS II, III, dan insyaa ALLAH POS IV awal tahun depan. Secara khusus, pengusaha yang sangat rendah hati dan religus itu juga berkenan menerima para jamaah POS II di kamar suite Swissotel Al Maqom di Zamzam Tower, Mekah.

Dan tentu masih banyak lagi pihak yang tidak cukup ruang untuk disebutkan satu per satu di sini.

Saya meyakini suksesnya buku The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi dahsyatnya guliran bola salju gerakan kebajikan yang ditimbulkan kemudian itu buah dari perpaduan dahsyatnya kekuatan silaturahim dan kelapangan hati yang sepenuhnya tulus-ikhlas semua pihak yang terlibat didalamnya. Saya pun teringat Firman ALLAH: kasih sayangilah sesamamu, niscaya ALLAH dan seluruh penghuni langit akan menyayangimu. (*)

Penulis adalah wartawan senior yang mendapat amanah sebagai Ketua rombongan umroh The Power of Silaturahim I, II, dan III.

50 Orang Pilihan Umroh POS III

Oleh : Nurcholis MA Basyari
Labbaikallohumma labaik, labbaika laasyarikalaka labbaik. Kami datang memenuhi panggilan-MU ya ALLAH. Kami datang dan siap mematuhi perintah-MU. Kami datang….

JAYAKARTA NEWS – Alhamdulillah, hari yang ditentukan ini (Rabu, 27/2/2019) akhirnya tiba juga. Selamat kepada Bapak dan Ibu jamaah Umroh The Power of Silaturahim (POS) III yang per hari itu definitif resmi menjadi anggota rombongan umroh yang digagas dan disponsori oleh motivator kondang Mas Aqua Dwipayana. Insyaa ALLAH rombongan POS III akan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 4 April 2019 dan kembali ke Tanah Air pada Jumat, 12 April 2019.

Sesuai dengan yang kami informasi sejak awal dan terus diingatkan secara berkala, hari ini merupakan batas terakhir penyerahan seluruh berkas yang dipersyaratkan untuk berangkat umroh ke Tanah Suci Mekkah Al Mukarromah dan berziarah ke Madinah Al Munawwaroh. Dan alhamdulillah, seluruh jamaah calon tamu ALLAH itu telah bergegas mengurus berkas-berkas dan menyerahkan kepada kami hingga tenggat hari ini, kecuali satu orang. Karena itu, dengan sangat terpaksa, kami harus mencoretnya dari daftar yang semula direncanakan berjumlah 50 anggota itu.

Para calon tamu ALLAH itu telah menerima undangan yang diantarkan langsung sejak tahun lalu oleh tokoh penggagas dan penyandang dananya, yakni pakar komunikasi DR Aqua Dwipayana, M. I. Kom. Para penerima undangan itu, terutama yang telah lama menerimanya, mungkin selama ini harap-harap cemas.

“Benar enggak, ya? Jadi atau tidak ya Pak Aqua memberangkatkan saya?” Demikian kurang lebih tanda tanya yang timbul-tenggelam di benak beberapa jamaah seiring dengan kuat-lemahnya sinyal keyakinan atas kesungguhan janji yang dilontarkan Mas Aqua.

Ita Lizamia (kanan), salah satu anggota Perkumpulan Konco Lawas Jawa Pos (Cowas JP) yang mendapat hadiah umrah Power of Silaturahim Dr Aqua Dwipayana. (foto: cowas JP)

Menguji Kesungguhan

Bersyukurlah Bapak/Ibu yang telah benar-benar terpilih masuk rombongan umroh POS III. Jamaah POS III ini beranggotakan orang-orang terpilih sekaligus teruji dari 17 provinsi di lima pulau. Perinciannya, sembilan orang dari Surabaya, lima dari Malang, dan satu dari Banyuwangi (Jawa Timur), tujuh dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), lima dari Yogyakarta, lima dari Bandung dan Sukabumi (Jawa Barat), empat dari Makassar (Sulsel), dua dari Jayapura (Papua), dua dari Balikpapan (Kaltim), masing-masing satu dari Tanah Datar dan Solok (Sumatera Barat), Cilacap dan Jepara (Jateng), dan Simalungun (Sumut).

Sesungguhnya, ketika Mas Aqua “memberikan” undangan umroh, itu merupakan tiket masuk. Dicetak secara terbatas, limited edition. Tidak sembarang orang dapat menerimanya atau bisa memperolehnya meskipun berani bayar mahal. Namun sejatinya, sejatinya berlaku syarat dan ketentuan (S&K). Apa itu?

S&K-nya sangat sederhana, yakni yang bersangkutan sungguh-sungguh menyambut undangan tersebut dan benar-benar menggunakannya sebagai tiket masuk anggota jamaah umroh POS III. Itu sebagai wujud rasa syukur kepada ALLAH atas anugerah yang luar biasa untuk dapat menjadi tamu-NYA. Bersyukur mendapatkan tiket untuk bertandang ke Baitullah di Mekkah, berthowaf dan bermunajat di pelataran Ka’bah, serta sa’i atau berlari-lari kecil bukit Shofa dan Marwa, masih di sekitaran Ka’bah.  Juga berziarah dan beribadah di Masjid Nabawi, yang di dalamnya ada makam ROSULULLAH SAW dan dua sahabat Sang Utusan ALLAH itu.

Kesungguhan jamaah itu juga sebagai ungkapan terima kasih sekaligus apresiasi atau penghargaan kepada Mas Aqua, tokoh penyebar undangan itu. Undangan terbatas itu akhirnya jatuh ke tangan Bapak/Ibu jamaah POS III, yang terpilih di antara jutaan manusia yang sangat mendamba dapat pergi ke Tanah Suci.

Ujian terhadap kesungguhan para calon tamu ALLAH itu ialah dengan memenuhi semua dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku dan tenggat ( deadline ) yang telah ditentukan. Kami pun secara intensif mengawal dan memberikan dukungan kepada seluruh jamaah dalam mengurus dokumen yang diperlukan, termasuk paspor, kartu kuning suntik meningitis, dan surat rekam biometrik. Semua kami siapkan sehingga para jamaah hanya perlu kesungguhan untuk melangkah dan menggunakan segala potensi diri yang ada.

Sejak awal membentuk grup WhatsApp (WA) pada 16 Januari 2019, saya yang mendapat amanah dari Mas Aqua untuk memimpin rombongan umroh POS III, beberapa kali memotivasi, memandu, dan mengingatkan kepada para jamaah. Bu Yayah Nuriyah, relawan yang membantu menyiapkan pemberangkatan jamaah umroh POS III juga melakukan hal yang sama. Intinya ialah agar para jamaah bersegera mengurus semua dokumen yang diperlukan dan tidak menunda-nundanya. Saya juga menginggatkan agar tidak ada yang melewati batas waktu yang ditentukan. Yang tidak mematuhi ketentuan ini dengan terpaksa akan kami coret dari daftar, siapapun orangnya dan dari mana pun asal atau latar belakangnya.

Alhamdulillah, sejak POS I pada 2017 yang diikuti 35 orang, POS II pada 2018 (39 orang), dan kini POS III pada 2019 (50 orang), Mas Aqua selaku pemberi mandat mendukung sepenuhnya setiap langkah yang saya tempuh demi kebaikan bersama dan kelancaran persiapan hingga pelaksanaan umroh. Dan tahun ini rupanya terjadi pengulangan seperti tahun lalu (POS II), yakni ada satu orang yang harus dianulir dari keikutsertaan umroh bersama rombongan The Power of Silaturahim. Mereka telah menyia-nyiakan peluang dan kesempatan yang belum tentu datang kembali. Mereka gagal memanfaatkan waktu yang cukup panjang dan dukungan penuh dari kami untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan. Bahkan, untuk tahun ini, hingga batas akhir ini, yang bersangkutan sama sekali belum punya nomor antrean untuk mengurus paspor di Kantor Imigrasi.

“Sudah enggak kebagian kuota (antrean di kantor Imigrasi) dan mungkin untuk saya belum ada panggilan ALLAH. Mungkin ALLAH belum bisa menerima saya,” kata jamaah yang akhirnya dicoret dari daftar itu.

Tahun ini, Mas Aqua berencana memberangkatkan 50 orang anggota jamaah POS III. Namun, secara teknis kuota yang tersedia maksimal hanya 45. Hal itu terkait erat dengan aspek kenyamanan jamaah. Mas Aqua ingin dan berusaha secara maksimal agar semua anggota rombongan nyaman, tenang, dan gembira melaksanakan ibadah umroh tersebut. Karena itu, fokus pemberangkatan jamah POS III yang mengikuti paket khusus Milad NRA itu untuk 45 orang. Jamaah POS III insya ALLAH akan berada di satu bus selama di Mekah dan Madinah. Para jamaah POS III juga menginap di satu hotel di dekat Ka’bah dan Masjid Nabawi.

Untuk sisanya, akan diberangkatkan secara terpisah dari grup POS III kemudian. Mereka juga belum dapat diberangkatkan bersama rombongan POSI III karena baru belakangan terjaring undangan dari Mas Aqua dan perlu waktu untuk menyiapkan semua dokumen dan persyaratan yang diperlukan.

Selamat kepada Bapak/Ibu yang terpilih dan bergabung di Jamaah Umroh POS III. Mari kita siapkan diri, baik fisik maupun mental, jasmani maupun rohani agar dapat menjadi tamu kehormatan yang baik dan umrohnya mabrur.  Aamiin.

*Penulis adalah Ketua rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim I, II, dan III, serta wartawan senior.