Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Tengah Dinamika Global

JAYAKARTA NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow, Federasi Rusia, pada Senin, 13 April 2026, pukul 07.45 waktu setempat (WS), guna melakukan kunjungan kerja. Ketibaan Kepala Negara menandai komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral, serta meningkatkan kerja sama strategis dengan Rusia.

Di bawah tangga pesawat, ketibaan Presiden disambut oleh Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko, Director of State Protocol Department Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares, dan Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.

Selama berada di Moskow, Kepala Negara diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempererat kemitraan kedua negara, utamanya di bidang energi dan sektor-sektor prioritas lainnya.

Kunjungan ini juga mencerminkan langkah aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat. Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

Sebelumnya, Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Minggu, 12 April 2025, pukul 23.10 WIB. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Rusia yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di panggung global.***/mel

Ternyata Moskow Macet Seperti Jakarta, Kereta Bawah Tanah Jadi Favorit

Moscow Metro Station–foto istimewa

Kalau Anda berwisata di kota Moskow Rusia menggunakan moda transportasi umum, maka  salah satu pilihan terbaik adalah kereta bawah tanah yang bernama Metro Moskow.

Mengapa memilih Metro Moskow? Karena lalu lintas Kota Moskow macetnya bukan main. Mirip-mirip Jakarta. Maklum saja, kota itu adalah Ibukota negara Federasi Rusia sekaligus sebagai pusat politik, ekonomi, budaya, dan sains. Tak heran kalau kota itu sibuk sekali. Khususnya pada pagi  dan sore hari, yakni jam berangkat kerja dan jam pulang kerja selalu terjadi kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama kota Moskow.

Potret kemacetan lalu lintas di Moskow–foto id.rbth.com

Menurut data yang dilansir INRIX, sebuah perusahaan pengelola data lalu lintas, Moskow adalah kota nomor dua termacet di dunia, setelah Los Angeles, AS. Menurut laporan itu, seorang pengemudi di Moskow menghabiskan 91 jam dalam lalu lintas tahun lalu, atau sekitar 26% dari total waktu mengemudi. Pada jam sibuk, warga Moskow menghabiskan 34% dari waktu mereka terjebak dalam kemacetan.

Sebenarnya, berbagai upaya mengurangi kemacetan lalu lintas di kota Moskow sudah dilakukan. Namun belum membawa hasil yang diharapkan. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena para pengguna jalan belum siap berhenti mengendarai mobil dan menggunakan transportasi umum. Untuk diketahui jumlah penduduk kota Moskow  adalah 12.380.664 jiwa yang merupakan campuran dari sekitar 130 bangsa.

Mengutip  id.rbth.com, Setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991, masyarakat Rusia mulai membeli mobil pribadi secara massal, yang berdampak yang sangat buruk pada arus lalu lintas. Kemacetan di Moskow saat ini sangat parah.

Kepala Pusat Kajian Transportasi di Perguruan Tinggi Ilmu Ekonomi Konstantin Trofimenko menjelaskan, selama 1992-2010 pemerintah Moskow berupaya memecahkan kepadatan lalu lintas dengan mengembangkan jaringan jalan.

Pada tahun 1990-an, Jalan Lingkar Moskow (MKAD) yang mengelilingi kota itu diperbesar dan Jalur Lingkar Transportasi Ketiga (TTK) pun dibangun. Namun ternyata, jumlah mobil terus melampaui laju pembangunan jalan baru. Masalah lalu lintas Moskow menjadi salah satu alasan mantan Walikota Moskow Yury Luzhkov mengundurkan diri.

Cantiknya Stasiun Metro Moskow–foto regent-holidays.co.uk

Dengan sekelumit paparan di atas bisa dibayangnya betapa macetnya kota tersebut. Karenanya wisatawan yang datang ke kota yang pernah menjadi ibukota Ketsaran Rusia, disarankan menggunakan kereta bawah tanah ‘Metro Moskow’ ketimbang terjebak kemacetan berjam-jam di jalan.

Layanan kereta Metro Moskow menghubungkan berbagai wilayah di Kota Moskow dengan sebagian besar rel ada di bawah tanah, kecuali jalur rel yang melewati Sungai Moskow dan Sungai Yauza. Ada 14 jalur kereta Metro Moskow, termasuk satu jalur melingkar sepanjang sekitar 20 kilometer yang menghubungkan semua jalur.

Stasiun Metro Moskow–fsumber foto tripadvisor.com

Sebagai wisatawan yang baru berkunjung ke Moskow dan akan menggunakan kereta Metro Moskow, memang agak mengalami kesulitan, terutama dalam berkomunikasi dengan masyarakat setempat, baik petugas kereta maupun masyarakat pengguna jasa kereta, karena hampir seluruhnya hanya menggunakan bahasa lokal, tidak berbahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.

Sebagai orang baru pengguna jasa kereta Metro Moskow, terasa rumit, karena stasiunnya cukup banyak dan jalurnya juga cukup banyak yakni ada 14 jalur. Apalagi, petunjuk di stasiun-stasiun umumnya beraksara Rusia.

Menggunakan jasa kereta Metro Moskow harga tiketnya terhitung murah, yakni 55 ruble atau Rp12.650 dalam sekali perjalanan. Tiket kereta Metro Moskow ada tiket berlangganan dan ada tiket harian berbentuk kartu elektronik yang disentuhkan di pintu masuk menuju ke peron.

Kita tidak perlu menunggu terlalu lama di peron, karena dalam waktu beberapa menit kereta akan datang, pintu terbuka, penumpang turun dan naik, pintu tertutup, dan kereta berjalan lagi.

Stasiun kereta bawah tanah di Moskow meskipun berada di bawah tanah sekitar 30-40 meter, tapi tidak begitu terasa pengap karena dilengkapi kipas angin. Konstruksi bangunan dan interior juga tampak kokoh dan artistik. Ada dinding peron yang dihiasi gambar-gambar relief dan lukisan. Ada juga di peron yang dilengkapi oleh patung-patung tentara atau pejuang Rusia. Di peron stasiun juga bersih, tidak ada sampah, dan tidak ada pedagang kaki lima.***/ebn

Putin Minta A.S. Pangkas 755 Staf Diplomatiknya

 

Presiden Vladimir Putin

 

PRESIDEN Vladimir Putin merespon sanksi yang dijatuhkan Washington  terhadap Rusia dengan mengharuskan Presiden Donald Trump untuk memangkas staf diplomatik Amerika Serikat.

Putin mengatakan,  Amerika  harus memotong staf diplomatiknya di Rusia sebanyak 755 orang. Menurutnya,  Moskow juga dapat mempertimbangkan tindakan tambahan terhadap Washington, sebagai tanggapan atas sanksi baru A.S. yang disetujui oleh Kongres.

Keputusan  Moskow itu dikeluarkan  pada hari Jumat waktu setempat, agar Amerika  memotong ratusan staf diplomatik. Putin juga menegaskan, pihaknya akan menyita dua properti diplomatik A.S. setelah Kongres  AS dan Senat  mendukung penuh atas  sanksi baru terhadap Rusia. Dalam pernyataannya pada hari Jumat,  Gedung Putih menatakan,    Presiden A.S. Donald Trump akan menandatangani RUU sanksi.

Dalam sebuah wawancara dengan Vesti TV yang disiarkan Minggu, Putin mengatakan   bahwa Washington  harus memotong staf diplomatik dan teknisnya oleh 755 orang pada 1 September. “Karena lebih dari 1.000 pekerja – diplomat dan staf pendukung – bekerja dan masih bekerja di Rusia, 755 harus menghentikan aktivitas mereka di Federasi Rusia,” katanya.

Sanksi A.S. yang dijatuhkan terhadap Rusia,  sebagian merupakan tanggapan terhadap kesimpulan oleh badan intelijen A.S. bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden pada 2016 lalu, dan hukuman atas  tindakan Rusia melalukan aneksasi terhadap Crimea dari Ukraina pada tahun 2014.

Tanggapan Rusia ini menunjukkan bahwa Moskow telah menyingkirkan  harapan awal akan hubungan yang lebih baik dengan Washington di bawah Trump. Sebelum terpilih, Trump menyatakan,  dia ingin mencapai hubungan yang lebih baik dengan Rusia.

Berdasarkan hasil sementara penyelidikan penegakan hukum federal dan beberapa penyelidikan kongres A.S. , memperlihatkan  adanya kemungkinan  kampanye Trump berkolusi dengan Rusia. Situasi ini  jelas mempersulit Trump untuk membuka sebuah babak baru dengan Putin. Sekalipun Rusia membantahnya ikut campur dalam pemilihan dan Trump, namun saksi telah dijatuhkan terhadap Moskow.

Moskow mengatakan,  Amerika Serikat diberi waktu untuk mengurangi staf diplomatik sampai dengan tanggal 1 September,  menjadi 455 orang. Angka  455 itu disesuaikan dengan  jumlah diplomat Rusia yang tersisa di Amerika Serikat, setelah Washington mengusir 35 orang Rusia pada  Desember 2016.

Sebuah sumber diplomat di  di Kedutaan Besar AS, yang meminta namanya dirahasiakan,  mengatakan bahwa kedutaan tersebut mempekerjakan sekitar 1.100 staf diplomatik dan pendukung di Rusia, termasuk warga Rusia dan A.S. Adapun Departemen Luar Negeri  menolak untuk mengklarifikasi  jumlah pasti staf kedutaan dan konsulat AS di Rusia. Namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri menyebut tindakan Rusia itu sebagai “tindakan yang disesalkan dan tidak beralasan.”

“Kami menilai dampak dari pembatasan tersebut dan bagaimana kami akan meresponsnya,” kata pejabat tersebut yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut laporan Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri Amerika pada  2013, misi diplomatik A.S. di Rusia, termasuk kedutaan dan konsulat Moskow di St. Petersburg, Yekaterinburg dan Vladivostok, total mempekerjakan 1.279 staf. Itu termasuk staf 934 “dipekerjakan secara lokal” dan 301 pegawai AS-menyewa langsung dari 35 instansi pemerintah A.S. kata laporan tersebut. Dengan rincian itu menggambarkan, bahwa jumlah sebenarnya orang Amerika yang terpaksa harus meninggalkan Rusia akan jauh dari angka  755.

“Kami tidak  memiliki 755 diplomat Amerika di Rusia,” kata Michael McFaul, mantan duta besar A.S. untuk Rusia, dalam sebuah posting di Twitter pada hari Minggu. Pemotongan tersebut kemungkinan akan mempengaruhi seberapa cepat Amerika Serikat dapat memproses aplikasi Rusia untuk visa A.S., kata McFaul.

“Jika pemotongan ini nyata, Rusia harus memaklumi   menunggu berminggu-minggu jika tidak berbulan-bulan untuk mendapatkan visa untuk datang ke A.S.,” katanya.

Putin mengatakan bahwa Rusia dapat mengambil tindakan lebih banyak terhadap Amerika Serikat, namun tidak pada saat ini. “Saya menentangnya hari ini,” kata Putin dalam wawancara dengan Vesti TV. Dia mengulangi bahwa sanksi A.S. adalah langkah untuk memburuknya hubungan antara kedua negara.

“Kami menunggu cukup lama bahwa mungkin ada sesuatu yang akan berubah menjadi lebih baik, bertahan berharap situasinya akan berubah entah bagaimana. Tetapi nampaknya bahkan jika berubah suatu hari nanti tidak akan berubah segera,” kata Putin.

Dia mengatakan Moskow dan Washington mencapai hasil kerja sama, bagaimanapun, bahkan “dalam situasi yang sangat sulit ini.” Penciptaan zona de-eskalasi selatan di Suriah menunjukkan hasil nyata dari kerja sama antara kedua negara, kata Putin.

 

 

Teka-teki relasi email tentang upaya Rusia dukung kampanye Trump

Donald Trump Jr. berbicara pada sebuah demonstrasi yang berlangsung pada bulan Mei di Bozeman, Montana.[William Campbell / Corbis, via Getty Images]
SEBELUM mengatur pertemuan dengan seorang pengacara Rusia yang memiliki relasi dekat dengan Moskow, dia yakin akan menawarkan informasi kompromi tentang Hillary Clinton, Donald Trump Jr. telah disuplai  informasi melalui surat elektronik,  bahwa materi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Rusia untuk membantu pencalonan ayahnya, demikian keterangan yang disampaikan  tiga sumber yang mengaku mengetahui  tentang email tersebut.

Email kepada  Trump Jr tersebut  dikirim oleh Rob Goldstone, seorang humas dan bekas  reporter tabloid Inggris, yang membantu broker untuk  pertemuan  yang berlangsung pada bulan Juni 2016. Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu,  Presiden Trump mengakui bahwa dia tertarik untuk menerima informasi yang merugikan tentang Hillary  Clinton, namun tidak memberi indikasi bahwa dia menganggap atau patut menduga pengacara tersebut mungkin seorang wakil dari Kremlin.

Pesan  Goldstone, seperti yang dijelaskan kepada The New York Times oleh ketiga sumber  tersebut, mengindikasikan bahwa pemerintah Rusia adalah sumber informasi yang berpotensi merusak atau merugikan Hillary. Namun dalam hal ini  tidak menguraikan bagaimana upaya yang lebih luas yang dilakukan oleh Moskow untuk membantu kampanye Trump. Tidak ada bukti yang menunjukkan, bahwa informasi yang dijanjikan tersebut, terkait dengan peretasan  komputer yang dilakukan oleh pemerintah Rusia, yang menyebabkan dikeluarkan atau terbukanya ribuan email Komite Nasional Demokrat.

Tetapi email tersebut kemungkinan sangat menarik bagi Departemen Kehakiman dan pihak penyelidik kongres, yang memeriksa apakah ada rekan Presiden Trump yang berkolusi dengan pemerintah Rusia untuk mengganggu proses pemilihan presiden tahun lalu. Badan intelijen Amerika telah memberikan penilaian,  bahwa pemerintah Rusia berusaha untuk mengurangi pemilihan sehingga  menguntungkan  Trump.

Alan Futerfas, pengacara Trump Jr., mengatakan bahwa kliennya tidak melakukan kesalahan apapun, namun berjanji untuk bekerja sama dengan penyidik ​​jika dihubungi.

“Menurut saya, ini sangat berbeda dari apapun. Selama masa sibuk ini, Robert Goldstone menghubungi Don Jr. dalam sebuah email dan menyarankan agar orang-orang mengetahui informasi tentang tuduhan melakukan kesalahan oleh   Hillary Clinton, dalam hubungannya dengan Rusia,” katanya kepada The Times dalam sebuah email, Senin .

“Pengambilalihan Don Jr dari komunikasi ini adalah (ketika) seseorang memiliki informasi yang berpotensi membantu kampanye (ayahnya) dan itu berasal dari seseorang yang dia kenal. Don Jr tidak tahu apa informasi spesifik, jika ada, akan dibahas. ”

Tidak jelas apakah  Goldstone memiliki pengetahuan langsung tentang asal usul bahan yang merusak itu. Satu orang yang mendapat pengarahan pada email tersebut mengatakan, bahwa dia menyampaikan informasi yang telah diberikan kepadanya oleh orang lain.

Jared Kushner, menantu Mr Trump, dan Paul J. Manafort, ketua kampanye saat itu, juga menghadiri pertemuan yang berlangsung pada  Juni 2016 di New York. Perwakilan untuk  Kushner menyampaikan  permintaan untuk berkomentar kembali atas pernyataan sebelumnya, yang mengatakan bahwa dia secara sukarela mengungkapkan pertemuan tersebut kepada pemerintah federal. Dia telah menunda pertanyaan tentang isi pertemuan tersebut kepada Donald Trump Jr.

 

Menolak berkomentar

Tapi di Gedung Putih, wakil sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders, bersikeras  bahwa “kampanye presiden tidak berkolusi dengan cara apapun. Don Jr tidak berkolusi dengan siapapun untuk mempengaruhi pemilihan. Tidak ada yang dalam kampanye Trump berkolusi untuk mempengaruhi pemilihan. ”

Presiden Trump, yang adalah sosok pengguna Twitter yang produktif, tidak menanggapi kontroversi putranya yang terjadi pada  hari Senin, dan ia sebaliknya berusaha menyoroti isu-isu lain sepanjang pagi.

Dalam serangkaian tweet, Trump Jr.  berkeras bahwa dia melakukan apa yang berhubungan dengan kampanye politik –untuk mendengar informasi yang berpotensi merusak tentang lawan. Dia berpendapat, bahwa berbagai pernyataannya tentang pertemuan tersebut tidak bertentangan.

“Jelas saya orang pertama dalam sebuah kampanye yang pernah mengadakan pertemuan untuk mendengar info tentang lawan … pergi entah ke mana, tapi harus mendengarkan,” tulisnya dalam satu tweet.

Dalam kesempatan  lain, dia menambahkan, “Tidak ada ketidakkonsistenan dalam pernyataan, pertemuan akhirnya menjadi terutama tentang adopsi. Sebagai tanggapan terhadap Q (pertanyaan – red) lebih lanjut, saya hanya memberikan rincian lebih lanjut. ”

Trump Jr.,  yang memiliki reputasi selama kampanye karena mengadakan pertemuan dengan berbagai macam orang yang ingin berbicara dengannya, tidak bergabung dengan pemerintahan ayahnya. Dia menjalankan bisnis keluarga, Organisasi Trump, dengan saudaranya, Eric.

Pada  Senin, setelah mendapat kabar bahwa Trump Jr.  telah menyewa seorang pengacara, dia mengindikasikan dalam sebuah tweet, bahwa dia akan terbuka untuk berbicara dengan Komite Intelijen Senat, salah satu panel kongres yang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu tersebut. “Senang bekerja sama dengan panitia untuk menyampaikan apa yang saya ketahui,” tulis Mr. Trump yang lebih muda.

Goldstone mewakili bintang pop Rusia Emin Agalarov, yang ayahnya adalah rekan bisnis Presiden Trump, dalam membawa kontes Miss Universe ke Moskow pada 2013. Dalam sebuah wawancara Senin,  Goldstone mengatakan, bahwa dia diminta oleh Tuan Agalarov untuk mengadakan pertemuan tersebut dengan Donald Trump Jr. dan pengacara Rusia, Natalia Veselnitskaya.

“Dia berkata, ‘Saya diberitahu bahwa dia memiliki informasi tentang kontribusi kampanye ilegal ke D.N.C.,'” kenang Mr. Goldstone, mengacu pada Komite Nasional Demokratik. Dia mengatakan bahwa dia kemudian mengirim email kepada Donald Trump Jr., menguraikan apa yang seharusnya dimiliki pengacara tersebut.

Tapi  Goldstone, yang menulis email tersebut lebih dari setahun yang lalu, membantah adanya pengetahuan tentang keterlibatan pemerintah Rusia dalam masalah tersebut, dengan mengatakan bahwa dirinya  tidak pernah ingat atas hal itu.  “Tidak pernah, tidak pernah,” katanya. Kemudian, setelah email tersebut dideskripsikan ke The Times, sebagai upaya untuk menghubunginya guna  mendapatkan komentar lebih lanjut, tidak berhasil.

Dalam wawancara tersebut, dia mengatakan bahwa pemahamannya bahwa  Veselnitskaya hanyalah seorang “warga negara” yang bisa dibantu oleh Agalarov. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah ayah  Agalarov, Aras Agalarov, seorang konglomerat real estat Moskow yang diketahui dekat dengan Presiden Vladimir V. Putin dari Rusia, terlibat.  Agalarov dan  Trump yang lebih muda bekerja sama untuk membawa  Trump Tower ke Moskow, namun proyek tersebut tidak pernah terealisasi.

Goldstone juga mengungkapkan,  bahwa ingatannya tentang pertemuan tersebut sebagian besar dilacak dengan akun yang diberikan oleh putra presiden, sebagaimana digariskan dalam pernyataan hari Minggu bahwa  Trump dilepaskan, sebagai tanggapan atas sebuah berita tentang pertemuan pada bulan Juni 2016. Goldstone mengatakan,  dirinya terakhir kali  berkomunikasi dengan  Trump Jr  adalah dengan mengiriminya sebuah surat ucapan selamat setelah pemilihan November. Dia  menambahkan, bahwa dia memang berbicara dengan “Organisasi Trump” selama akhir pekan lalu, sebelum memberikan laporannya kepada media.

Donald Trump Jr., yang awalnya mengatakan kepada The Times bahwa  Veselnitskaya ingin berbicara tentang dimulainya kembali adopsi anak-anak Rusia oleh keluarga Amerika, yang diakui dalam pernyataan hari Minggu bahwa satu topik dalam pertemuan tersebut mungkin mengkompromikan informasi tentang Nyonya Clinton.

Namun dia mengatakan bahwa pengacara Rusia tersebut tidak memberi konsekuensinya, dan bahwa pertemuan tersebut berakhir setelah dia mulai berbicara tentang Undang-Undang Magnitsky –sebuah undang-undang Amerika yang mencantumkan daftar hitam yang diduga sebagai tersangka hak asasi manusia Rusia. Undang-undang tahun 2012 itu telah membuat Presiden Vladimir Putin sangat marah, sehingga dia menghentikan adopsi Amerika terhadap anak-anak Rusia.

Menurut Goldstone, Veselnitskaya menawarkan “pernyataan singkat dan sederhana tentang dana kampanye dan bagaimana orang-orang, termasuk orang-orang Rusia, yang tinggal di seluruh dunia menyumbang jika mereka tidak boleh menyumbang” sebelum beralih ke argumen anti-Magnitsky Act-nya.

“Itu omong kosong paling aneh yang pernah saya dengar,” katanya. “Dan aku benar-benar merasa gelisah karenanya. Seandainya saya, Anda tahu, benar-benar menghabiskan waktu sibuk mereka dengan omong kosong ini? ”

Veselnitskaya,  membantah bahwa kampanye atau kompromi materi tentang Hillary Clinton pernah muncul. Dia mengatakan, dirinya  tidak pernah bertindak atas nama pemerintah Rusia. Seorang juru bicara untuk Presiden Putin mengatakan pada hari Senin, bahwa Presiden Rusia Putin  tidak mengenal  Veselnitskaya, dan tidak mengetahui pertemuan bulan Juni 2016.

Sanders mengatakan pada sebuah konferensi pers, bahwa presiden Amerika telah mengetahui pertemuan tersebut baru-baru ini, namun menolak untuk membahas rinciannya.

Pihak pers Gedung Putih, bagaimanapun, menuduh tim Clinton sebagai munafik. Kantor tersebut menyebarkan sebuah artikel pada  Januari 2017 yang diterbitkan di Politico, merinci bagaimana pejabat pemerintah Inggris berusaha membantu kandidat Demokrat melakukan penelitian oposisi terhadap  Trump dan beberapa pembantunya.

Berita tentang pertemuan yang melibatkan  Trump Jr, Kushner dan  Manafort, tampaknya  menumpulkan perasaan baik apa pun yang dimiliki tim presiden setelah mereka melakukan  perjalanannya ke Eropa untuk KTT ekonomi Kelompok 20.

Presiden Trump  belajar dari para pembantunya tentang pertemuan 2016, demikian keterangan  seorang pejabat Gedung Putih. Tetapi beberapa orang di Gedung Putih telah mengetahui beberapa hari sejak hal itu terjadi, karena  Kushner telah merevisi dokumen pengungkapan kontak asingnya untuk memasukkannya.

Presiden Trum jelas diperparah oleh berita pertemuan tersebut, demikian kata sebuah sumber  yang dekat dengan Presiden –kurang dari fakta  bahwa hal itu telah terjadi— dan lebih,  karena itu adalah merupakan cerita lain tentang Rusia yang telah mengurangi siklus media.