Menparekaf Uji Coba Penggunaan Kapal Cepat dalam Paket Wisata 3B

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banyuwangi, Pemda Kabupaten Jembrana, dan Pemda Kabupaten Buleleng meluncurkan paket wisata 3B yakni Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara. Paket wisata ini merupakan salah upaya Kemenparekraf dalam melakukan redistribusi wisatawan yang banyak terpusat di Bali Selatan untuk menyebar ke Bali Barat dan Bali Utara dengan Banyuwangi sebagai pintu masuk. 

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno usai uji coba kapal cepat, rute Pantai Boom di Banyuwangi menuju Lovina, dengan titik pemberhentian di dermaga Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Sabtu (21/9/2024)

Aksesibilitas yang ditawarkan dalam paket tersebut salah satunya adalah menggunakan kapal cepat dari Pantai Boom di Banyuwangi menuju Lovina, dengan titik pemberhentian di dermaga Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berkesempatan melakukan uji coba penggunaan kapal cepat dengan rute tersebut, Sabtu (21/9/2024). 

“Senang sekali hari ini kami menjajal uji coba pertama untuk paket wisata Bali Barat Bali Utara dan Banyuwangi,” kata Menparekraf Sandiaga saat tiba di Dermaga Desa Pemuteran. 

Tidak sekadar sarana transportasi, Menparekraf mengatakan selama perjalanan dirinya menikmati suguhan alam yang amat indah. Salah satunya adalah pemandangan dari Taman Nasional Bali Barat. 

Hal ini tentu akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi wisatawan nantinya. 

“Kita tadi disambut dengan lumba-lumba dan itu saya sangat _surprise_, selain melintasi Selat Bali yang indah di sebelah kanan dan kiri. Saya juga didampingi Kepala Taman Nasional yang menceritakan potensi taman nasional untuk ekowisata, lalu tiba-tiba ada muncul sekelompok lumba-lumba yang sepertinya menyambut kami. Jadi ini adalah _good sign_,” kata Menparekraf Sandiaga. 

Menparekraf optimistis paket wisata ini nantinya akan menarik minat banyak wisatawan. Karena selain menuju Lovina, Desa Pemuteran sendiri juga memiliki berbagai daya tarik seperti wisata religi juga salah satu event terbaik yakni Pemuteran Bay Festival. 

“Dengan kapal cepat, mereka (wisatawan) bisa bermalam lebih dulu di Banyuwangi lalu menuju Lovina hanya dengan waktu dua jam,” ujar Menparekraf Sandiaga. 

Menparekraf berharap paket wisata ini menjadi _game changer_ yang akan memperkuat pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Bali. 

“Kita sudah mendapatkan sinyal positif, dan kita lihat _demand_-nya seperti apa, dan infrastruktur akan menyesuaikan,” ujar Menparekraf Sandiaga.***/mel

Menparekraf Apresiasi Peluncuran Film Dokumenter 25 Tahun Perjalanan Karier Rossa

JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peluncuran film dokumenter “All Access to Rossa 25 Shining Years” yang menceritakan tentang perjalanan karier dan cerita kehidupan dari penyanyi Rossa dalam 25 tahun berkarya.

“Saya sangat mengapresiasi diluncurkannya film ‘All Access to Rossa 25 Shining Years’ yang menjadi penanda perjalanan salah satu pelaku ekonomi kreatif Indonesia, diva Indonesia, Rossa selama 25 tahun berkarya di industri musik tanah air,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis (25/7/2024) malam di CGV, Grand Indonesia, Jakarta. 

Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) menghadiri peluncuran film dokumenter “All Access to Rossa 25 Shining Years” di CGV, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

“All Access to Rossa 25 Shining Years” akan memberi kesempatan kepada penonton untuk mengenal lebih jauh sosok Rossa. Dan menilik lebih jauh di balik 25 tahun perjalanan karier penyanyi asal Sumedang itu.

Di dalamnya juga disajikan kisah-kisah menarik di balik deretan karya Rossa. Apa makna di baliknya, cerita dari orang-orang terdekat seperti anak, keluarga, dan sahabatnya di dunia musik.

“Film ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya di luar sana untuk terus berkarya, dengan melihat bagaimana seorang Rossa tak lelah berinovasi dan berkolaborasi sehingga membawanya terus eksis memasuki 25 tahun kariernya di dunia musik Indonesia,” ujar Sandiaga.

Film yang menempatkan sejumlah nama besar seperti Prilly Latuconsina sebagai produser eksekutif juga Umay Shahab sebagai produser ini diharapkan mewarnai dan memperkaya industri film tanah air dengan lahirnya film dokumenter.

Tahun 2023, dari seluruh subsektor ekonomi kreatif, film menjadi salah satu subsektor yang pertumbuhannya paling positif. Total jumlah penonton bioskop di Indonesia mencapai 55 juta. 

Di tahun lalu juga terdapat 20 judul film Indonesia yang berhasil tembus 1 juta penonton. 

“Daya tarik subsektor film sangat tinggi, sehingga diharapkan dapat memperkuat peningkatan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sementara itu, penyanyi Rossa menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi seluruh pihak atas peluncuran film dokumenter “All Access to Rossa 25 Shining Years”. Film yang akan tayang pada 1 Agustus 2025 ini diharapkan bisa memotivasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tak mudah menyerah dan melihat bagaimana dirinya bisa menjaga eksistensi selama 25 tahun berkarier. 

“Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada fans, yang membuat aku bisa sampai 25 tahun (berkarya). Mudah-mudahan ini jadi satu sejarah bagi industri musik dan perfilman dan mari kita sukseskan film Indonesia,” ujar Rossa. 

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi dan Birokrasi Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar. ***/mel

Menparekraf Dukung Pengajuan Salatiga Sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO

SALATIGA, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata Sandiaga Salauddin Uno mendukung  pengajuan Kota Salatiga sebagai Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2023 (UNESCO Creative Cities Network (UCCN). 

Menparekraf Sandiaga dalam kegiatan workshop peningkatan inovasi dan kewirausahaan kabupaten/kota kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga, Kamis (14/9/2023), mengatakan kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendorong penetapan Kota Salatiga sebagai kota kreatif dunia. 

“Terima kasih Salatiga yang kembali memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dalam workshop ini. Saya sangat menghargai optimisme dan antusiasme dari pelaku ekonomi kreatif untuk mendorong Salatiga atas penetapannya sebagai kota kreatif dunia,” ujar Menparekraf Sandiaga. 

Kota Salatiga sebelumnya mengajukan diri sebagai kota gastronomi. Kota ini memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar pada subsektor kuliner. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekraf. Kreativitas dan inovasi pelaku ekonomi kreatif dalam menjangkau pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. 

Menparekraf Sandiaga mendorong para pelaku ekonomi kreatif Kota Salatiga agar terus berinovasi dan berkarya serta membangun jejaring dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. 

“Terlebih tadi saya menangkap ada satu narasi baru yaitu tentang keberlanjutan lingkungan yang dilakukan dalam konsep dekarbonisasi dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan memperkuat kedudukan Kota Salatiga sebagai kota kreatif nantinya,” ujar Sandiaga. 

Melalui kegiatan ini Kemenparekraf/ Baparekraf berupaya mendorong kebangkitan ekonomi kreatif dengan bentuk aktivasi kegiatan dengan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dan pelaku UMKM dalam mengeksplorasi dan mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga memiliki nilai tambah dan memberikan penguatan branding dari produk-produknya. 

“Mendukung terciptanya 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” kata Sandiaga.

Workshop KaTa Kreatif Kota Salatiga merupakan lokasi ke-29 dari rangkaian program Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia tahun 2023. Kegiatan ini diikuti pelaku ekonomi kreatif yang berdomisili di Kota Salatiga dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang. 

Kegiatan ini juga diisi oleh narasumber seorang Digital Marketer dan Manajer di Impala Network yaitu Bapak Agung Pambudi untuk berbagi pengalaman dan memberi materi tentang “Kunci Utama dalam Digital Marketing” sehingga diharapkan dapat memperkuat pemahaman para pelaku usaha ekonomi kreatif Kota Salatiga dalam memasarkan produk-produk kreatif mereka.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Komisi X Dapil Jawa Tengah I, A.S. Sukawijaya; serta Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi.  

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Inspektur Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Bayu Aji; Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Plt. Direktur Infrastruktur Ekonomi Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setyaharini; serta Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin.***/mel

Pelaku Parekraf Meriahkan KTT ke-43 ASEAN Lewat ‘CElebrASEAN Expo 2023’

JAYAKARTA NEWS – Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif turut memeriahkan pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN melalui penyelenggaraan ‘CElebrASEAN 2023’ yang diinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). 

Diselenggarakan di Skybridge ASEAN, Stasiun MRT ASEAN, pada 6-9 September 2023, CElebrASEAN Expo 2023 bertujuan untuk memperkuat dan meramaikan KTT ke-43 ASEAN, dengan kegiatan yang relevan, konkrit, dan turut merangsang keterlibatan berbagai entitas, termasuk koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta pelaku ekonomi kreatif baik dari Indonesia maupun wilayah ASEAN lainnya.

Sebanyak 23 pelaku parekraf yang mengikuti ‘CElebrASEAN Expo 2023’ ini diantaranya Dapur Mama Eza Rendang; Ahza; Cabilong; Galleries Abata; MAGYS & Ka Ha Su; de’Dessert (Dessert Ibukota); Safaa Craft; Qorychan Handmade; Gandaria Batik Betawi; Ngramu Djamoe; Desa Wisata Keranggan; Desa Saba Budaya; Perkampungan Budaya Setu Babakan; WONDERFUL INDONESIA CO-BRANDING; Soloputri; Si Juki; Bella Bello; Pesona RekseASEAN.

Ada juga Tourism Malaysia; Singapore Tourism Board; Taman Safari Indonesia; ASITA TRAVEL FAIR; dan Jakarta Experience Board. 

Salah satu pelaku ekonomi kreatif dengan brand Ahza, Nirahma Hamim, menyampaikan ia sangat antusias saat mendapatkan informasi untuk membuka stand di event CElebrASEAN 2023.

“Kami senang sekali saat lolos kurasi. Dan langsung mempersiapkan produk-produk yang akan dijual,” kata Nirahma. 

Ia menjual berbagai produk kerajinan tangan dengan motif yang mengangkat budaya Betawi, seperti pouch bergambar ondel-ondel, tas bergambar monas, dan sebagainya. 

Nirahma berharap melalui CElebrASEAN 2023, produknya bisa dibeli dan disukai oleh para delegasi ASEAN yang hadir.

“Harapannya produknya bisa digunakan, dimanfaatkan, nggak cuma dipajang saja, karena produk kami bisa dipakai di kantor, di mobil, ini usefull banget. Bisa untuk tempat tisu basah, tisu kering, hand sanitizer, dan apalagi ini menurut saya unik, karena ada ornamen ondel-ondelnya yang khas, jadi memperkenalkan Jakarta dan budaya Betawi,” kata Nirahma. 

Sama dengan Nirahma, pelaku ekraf lainnya dari brand MAGYS & Ka Ha Su, Grace Yurianne, dengan produk unggulannya kopi, berharap semakin banyak delegasi ASEAN yang bisa berkunjung ke event CElebrASEAN Expo 2023 ini. Sebab, banyak produk ekonomi kreatif yang dapat dibeli di sini untuk dijadikan buah tangan, termasuk produk kopi miliknya. 

“Kami ingin kualitas kopi Indonesia bisa dikenal lagi oleh masyarakat di negara-negara ASEAN. Dan produk kopi kami yang compact sekali untuk dijadikan oleh-oleh ini bisa menarik perhatian mereka,” kata Grace. 

Sementara itu, pelaku pariwisata dari Desa Wisata Keranggan, Maulana, berterima kasih dengan adanya CElebrASEAN Expo 2023 ini, karena banyak penumpang MRT yang menyampaikan ketertarikannya untuk berlibur ke Desa Wisata Keranggan, desa wisata di tengah kota. 

Ia berharap para delegasi KTT ke-43 ASEAN yang tidak memiliki waktu banyak di Indonesia, bisa menyempatkan untuk berwisata di Desa Wisata Keranggan di Tangerang Selatan, Banten.

“Harapan kami para delegasi bisa ke tempat kami, ke Desa Wisata Keranggan, untuk menikmati atraksi-atraksi yang kita tawarkan, salah satunya jungle track, dan susur sungai, dan kalau ingin wisata alam kita ada camping ground, dan ini sangat dekat dari Jakarta,” kata Maulana.***/uli

Rekomendasi Jajanan Pasar Khas Jakarta yang Wajib Dicicipi Selama KTT ASEAN 2023

JAYAKARTA NEWS – DKI Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan berlangsung pada 5 – 7 September 2023, memiliki sederet destinasi wisata yang dapat dikunjungi dan produk ekonomi kreatif yang bisa dijajal oleh para delegasi.

(foto ilustrasi)

Salah satunya adalah wisata kuliner yang menjadi andalan, yakni kuliner khas Betawi dengan berbagai jenis penganan menggoda selera mulai dari makanan pembuka hingga makanan penutup termasuk jajanan pasar. Disebut jajanan pasar karena biasanya camilan tradisional Betawi ini mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional Indonesia. 

Dan seiring berkembangnya waktu, jajanan pasar naik kelas merambah mal-mal atau pusat perbelanjaan modern.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabarekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta (3/9/2023) mengatakan kuliner Betawi memiliki cita rasa otentik dan unik yang diturunkan dari generasi ke generasi. 

“Saya berharap di sela-sela rangkaian agenda pertemuan, para delegasi KTT ASEAN menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner khas Betawi agar kunjungan kerja ke Indonesia khususnya Jakarta lebih berkesan,” kata Sandiaga.

Berikut jajanan pasar khas Jakarta yang wajib dicicipi para delegasi KTT ASEAN 2023:

Kerak Telor

Siapa yang tak kenal kuliner satu ini? Siapapun yang berkunjung ke Jakarta pasti mudah sekali menemukan jajanan khas Betawi legendaris yang bercita rasa gurih, tekstur dalamnya lembut dan luarnya garing ini. Sangat cocok untuk dijadikan sebagai selingan sambil menyeruput kopi atau teh hangat di sore hari.

(foto Ilustrasi)

Kenikmatan ini berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Dimana telur bebek dicampurkan dengan beras ketan putih, bawang goreng, ebi yang sudah disangrai. Lalu ditambahkan bumbu yang telah dihaluskan berupa cabai merah, kencur, jahe, serundeng, merica, garam, dan gula.

Cara memasaknya pun unik yakni ketika adonan kerak telor sudah setengah matang, wajan yang digunakan kemudian diarahkan ke arang. Posisi ini akan dibiarkan hingga kerak telor benar-benar matang.

Selendang Mayang

(foto ilustrasi)

Selendang mayang merupakan salah satu kuliner  khas masyarakat Betawi yang sangat populer. Berbahan dasar tepung beras yang dijadikan kue warna-warni (biasanya warna hijau, merah, dan putih) dipadukan dengan sirup, santan, dan es. Sehingga hidangan ini memiliki cita rasa manis, gurih, dingin, dan segar. Tak ayal menjadikan selendang mayang sebagai hidangan penutup yang sempurna. 

Bir Pletok

(foto ilustrasi)

Bir pletok telah melekat dan menjadi salah satu ikon kebudayaan tradisional Betawi selain ondel-ondel. Meskipun disematkan kata “bir” dalam minuman ini, tapi sama sekali tidak mengandung alkohol. Justru bir pletok menjadi minuman yang mampu menghangatkan dan menyegarkan tubuh karena terbuat dari godokan rempah-rempah pilihan.

Mulai dari kayu secang, kayu manis, jahe, sereh, jahe merah, kunyit, lada hitam, daun pandan, biji pala, daun jeruk, kembang lawang, kapulaga, serta cengkeh. Kemudian ditambahkan gula dan garam agar rasanya lebih nikmat.

Kue Cincin

(foto ilustrasi)

Sesuai dengan namanya, kue ini berbentuk seperti cincin yang berwarna kecokelatan karena berasal dari gula merah. Masyarakat Betawi biasanya menghadirkan Kue Cincin pada acara-acara spesial. Tak jarang yang menjadikan kue cincin sebagai camilan. Selain gula merah, bahan yang digunakan dalam membuat kue cincin ialah tepung beras dan kelapa sangrai.

Kembang Goyang

Tidak hanya kue cincin, kembang goyang pun kerap kali ditemui ketika hajatan masyarakat Betawi. Nama “kembang goyang” sendiri diambil dari bentuknya yang memang menyerupai sebuah kembang dan teknik pembuatannya pun digoyang-goyangkan hingga adonan terlepas dari cetakan.

(foto ilustrasi) 

Berbahan dasar sederhana hanya dengan tepung beras yang diberi garam dan gula kemudian digoreng garing dan dipercantik dengan taburan wijen. Dapat menghasilkan cita rasa yang gurih dan manis.

Talam Pandan

Talam pandan merupakan kue khas tradisional Betawi yang sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Rasanya yang lezat dan tampilannya yang cantik membuatnya menjadi kesukaan banyak orang. 

(foto ilustrasi)

Kue ini memiliki ciri khas pada bentuknya yang mirip dengan bunga teratai dengan dua lapisan berbeda. Lapisan bawahnya biasanya terbuat dari adonan beras ketan yang putih dan kenyal. 

Sementara lapisan atasnya terbuat dari adonan berwarna hijau dari tepung beras, gula, santan, dan daun pandan. 

Untuk mempercantik tampilan sering kali kue talam diberi hiasan seperti potongan daun pandan, kelapa parut atau wijen di atasnya.

Putu Mayang

(foto ilustrasi)

Putu mayang adalah camilan tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras dan santan kelapa. Rupanya seperti mi yang dibentuk bulat. Biasanya putu mayang dihidangkan dengan gula merah cair yang kental sehingga memberikan rasa manis khas yang sangat gurih.***/mel

Menparekraf: Tradisi ‘Tepung Tawar’ Sarat Makna dan Harus Dilestarikan

TANJUNG PINANG, JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengikuti prosesi tradisi “Tepung Tawar” di Desa Wisata Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan berharap tradisi ini terus dilestarikan. 

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengikuti prosesi tradisi “Tepung Tawar” di Desa Wisata Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, (30/7/2023).

Menparekraf Sandiaga usai mengikuti prosesi “Tepung Tawar” di Desa Wisata Pulau Penyengat yang masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, mengatakan bahwa “Tepung Tawar” merupakan salah satu tradisi adat khas Melayu dengan kearifan budaya yang tinggi dan dapat menjadi salah satu unggulan daya tarik wisata. 

Menparekraf melakukan prosesi ‘tepung tawar’ di Balai Adat Indra Perkasa yang merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah di Pulau Penyengat. 

Menparekraf mengikuti prosesi tradisi “Tepung Tawar” di Desa Wisata Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, (30/7/2023)

“Ini merupakan tradisi yang sangat sarat dengan kearifan budaya kita, dan ini harus terus kita lestarikan, dan karena itu mengandung banyak sekali dari doa yang baik, sampai juga dengan pantun, maupun gurindam,” kata Menparekraf Sandiaga, Sabtu (29/7/2023). 

Tradisi Tepuk Tepung Mawar merupakan upacara adat Melayu Riau peninggalan raja-raja terdahulu. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas terkabulnya satu keinginan atau usaha. Penaburan “tepung tawar” diiringi dengan doa dan lantunan ayat-ayat suci Alquran. 

Menparekraf Sandiaga mengatakan tradisi prosesi ‘tepung tawar’ ini harus dilestarikan karena mengandung makna mendoakan keselamatan orang tersebut. 

“Jadi ini harus kita pastikan dilestarikan yang merupakan bagian dari pada wisata edukasi,” ujar Sandiaga. 

Sekretaris Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Dewan Masjid Penyengat, Raja Al Hafiz, menjelaskan bahwa ada sejumlah bahan untuk melakukan prosesi ‘tepung tawar’ ini. Diantaranya beras kunyit, beras putih, beras bertih, dan air tepung tawar. Ada juga daun gandarusa, daun cuang-cuang, serta daun ribu-ribu.

(Foto: Kemenparekraf)

“Jadi beras yang telah dicuci lalu dikasih serbuk kunyit, jadi beras kunyit. Ada juga padi yang digoreng, keluar seperti kembang, ada lagi air diberi beras sejuk lalu diramu. Maknanya itu memberikan doa, doa akan tamu selamat,” kata Raja Al Hafiz.

Al Hafiz menjelaskan bahan-bahan tersebut juga mengandung makna. Seperti, beras kunyit yang melambangkan agar diberikan kemurahan rezeki, beras putih melambangkan kesucian, air tepung tawar melambangkan penyejuk hati.

Hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Staf Khusus Menparekraf Bidang Akuntabilitas, Pengawasan, Reformasi, dan Birokrasi Kemenparekraf/Baparekraf, Irien Pol Krisnandi; serta Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua.***/mel

Sandiaga Pun Nyanyikan Sinanggar Tulo di Workshop KaTa Kreatif Kabupaten Samosir

SAMOSIR, JAYAKARTA NEWS – Ada yang menarik dalam acara workshop KaTa Kreatif di Kabupaten Samosir, yakni saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ditantang untuk bernyanyi Sinanggar Tulo oleh pelaku ekonomi kreatif yang hadir. 

Menparekraf Sandiaga Uno pun bernyanyi Sinanggar Tulo bersama pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam acara KaTa Kreatif Kabupaten Samosir di Aula Serba Guna Sopo Bolon HKBP Pengururan, Kamis (20/7/2023).

Menparekraf Sandiaga dengan suka cita menyanyikan lagu Sinanggar Tulo diiringi tarian Tortor Panomu nomuon.

“Saya dulu SD di PSKB Kebayoran Baru, setiap pagi kami diminta bernyanyi Sinanggar Tulo, mangkannya saya hafal lagu ini,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sinanggar Tulo merupakan lagu daerah berbahasa Batak dan Melayu yang berasal dari Provinsi Sumatra Utara. Lagu ini biasanya digunakan untuk memeriahkan Tari Tortor dan dinyanyikan dengan riang. 

Tarian Tortor sendiri merupakan jenis tarian purba dari Suku Batak, Sumatra Utara, yang meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah, dan juga Samosir. 

Turut mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Pemasaran Pariwisata BPODT, Wahyu Dito Galih Indharto; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Zumri Sulthony. Turut hadir Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom. ***/mel