Ronaldo Mandul, Messi Antar Barca Menangi El Clasico

DUEL El Clasico selalu Senin dinihari WIB, berakhir dengan kekecewaan punggawa Real Madrid setelah Lionel Messi berhasil menceploskan gol keduanya di menit ke-90+2. Gol itu memastikan tim Catalan membawa poin penuh dalam tandangnya ke Ibukota. Madrid 2 Barcelona 3!

Bermain di depan penggemarnya, Real Madrid sebenarnya langsung menekan semenjak  menit awal, yang membuahkan gol pertama Madrid melalui  sepakan  Casemiro pada menit ke-28. Namun, hanya butuh lima menit bagi Barca untuk menyamakan kedudukan melalui mega bintang mereka,  Messi. Real Madrid 1-Barca 1.

Barca balik mengungguli Madrid ketika pada  menit ke-73 tembakan  Ivan Rakitic gagal dijakau oleh kiper Navas. Keputusan pelatig Madrid Zidane untuk memasukkan  James Rodriguez, dibayar dengan baik setelah dia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.  Namun, Mesi kemudian menghadirkan mimpi buruk dalam duel klasik tersebut setelah di penggujung pertandingan berhasil menyarangkan gol keduanya.

Pengorbanan Messi yang bermain  hingga berdarah-darah pada laga ini, benar-benar berbuah manis, karena penyerang Argentina itu berhasil memaksakan kemenangan  melalui golnya pada menit-menit akhir.

Pada menit ke-18,  sebuah epakan Benzema, penyerang Madrid, gagal membuahkan hasil. Lantas   Barcelona langsung melakukan serangan. Sayangnya,  umpan jauh Roberto yang dilanjutkan ke  Paco buat  Suarez, gagal dibidikkan dengan sempurna

Madrid sebenarnya secara statistik unggul dalam  jumlah tembakan yang dilepaskan ke  ke gawang Barcelona.  Bintang Madrid, Cristiano Ronaldo misalnya, mengancam gawang Barca pada menit ke-21. Sayang, tembakannya  bisa ditepis Marc-Andre Ter Stegen.

Setelah gol Messi yang pada menit ke-33, pasukan Madrid tampak tampil  ragu-ragu dalam melepaskan umpan, sehingga membikin  mereka seriang kehilangan bola. Namun untungnya,  umpan akhir  tamu mereka juga sama buruknya.

Madrid berupaya memperbaiki keadaan dengan melakukan serangan ke jantung pertahanan Barca. Sebuah tendangan  jarak jauh yang dilakukan Modric pada menit ke-36,  dengan cantik berhasil diselamatkan oleh Ter Stegen.

Sebuah peluang bagi Barca setelah  pada menit ke-40 Suarez sukses  mencuri bola yang kemudian mengumpannya kepada Messi yang lalu dicoba mengembalikannya melalui sebuah  chip. Tembakan Suarez melenceng dari gawang Navas.  Di penghujung babak pertama,  Messi kembali djatuhkan Casemiro, namun gelandang Madrid tersebut tidak diganjar lagi dengan kartu oleh pengadil pertandingan.

 

Selepas dari ruang ganti, Madrid mencoba memperbaiki keadaan. Sebuah umpan Messi pada menit ke 47 berhasil dipatahkan oleh pungawa Madrid, lalu meracik sebuah serangan  balik yang diarahkan ke sisi kanan. Namun, serangan tim Ibukota berhasil dihalau oleh  Pique. Lagi, Madrid mengancam dengan sepakan dari luar  kotak pinalti melalui kaki Kroos, namun lagi-lagi  Ter Stegen berhasil mementahkannya. Ancaman terus dicoba lalukan oleh  Real Madrid dengan memanfaatkan  situasi bola, namun  Ramos dan Ronaldo menjangkau umpan yang disodorkan kepada mereka.

Sebuah blunder nyaris dilakukan Ter Stegen pada menit 51, ketika dia  buru-buru dalam mengeksekusi sepakan gawang. Untungnya,  bola tersebut berhasil dihentikan rekan-rekannya.

Madrid kembali menekan pada menit ke-53 ketika  Marcelo dengan cantik mengumpan  matang kepada Benzema, yang kemudian menanduknya ke  gawang Barca. Namun sayang,  Ter Stegen berhasil menyapu dengan  kakinya untuk menyelamatkan gawang Barca. Semenit kemudian, sepakan voli Carvajal, juga gagal memanfaatkan  bola liar karena tendangannya masih  melambung dari gawang Barca.

Ronaldo tampaknya tidak beruntung pada pertandingan ini.  Sebuah sepakan voli Ronaldo yang memanfaatkan umpan Asensio, pada menit ke-66 masih melebar dari sasaran. Kapten timnas Portugal itu tampaknya  marah dengan kegagalannya itu. Lagi, umpan yang disodorkan  Asensio setelah suskes  meraih umpan terobosan dari Benzema, gagal dimanfaatkan oleh CR-7.

Madrid kehilangan palang pintu pertahanannya setelah  Sergio Ramos García diganjar kartu merah karena melakukan tekel keras kepada Messi. Ramos menjadi pemain terakhir pertahanan Madrid, sekalipun dalam posisi di tengah lapangan, atas pelanggaran itu wasit langsung menghadiahi  kartu merah. Situasi ini cukup berad bagi Zidane, dimana Madrid ketinggalan gol dan harus kehilangan satu pemainnya.

Zidane menarik Benzema pada menit ke-82 dan menggantikannya dengan  James  David Rodríguez Rubio. Tak lama kemudian Madrid menyerang melalui tendangan James dari luar kotak penalti, namun lagi-lagi gawang Barca dapat diamankan Ter Stegen. Madrid bersorak, setelah  James David Rodríguez Rubio berhasil membuat gol penyeimbang pada menit 85. Tanpa  pengawalan yang berarti, James dapat masuk ke  muka gawang Barcelona lantas memberikan sentuhan akhir bolanya untuk membuat gol.  Tapi, kegembiraan Madrid buyar, ketika di penghujung pertandingan Messi mencoploskan gol keduanya.


***

Madrid Masih Kokoh di Puncak La Liga

REAL Madrid hingga kini masih memuncaki  klasemen sementara Liga Spanyol (La Liga) dengan raihan  75 poin dari 31 kali pertandingan, unggul tiga poin dari seteru abadinya,  Barcelona yang mengumpulkan  72 poin dari 32 laga yang sudah dilakoninya. Madrid lebih diuntungkan, karena masih punya tabungan 1 pertandingan dibandingkan dengan dua tim yang membuntuti mereka, Barca dan Atletico Madrid yang sudah memainkan 33 kali pertandingan.

Data yang dikutip dari  Gracenote berikut ini, menggambarkan klasemen lengkap hingga pertandingan yang dihela pada Jumat (21/4) lalu, dengan  urutan: main, menang, seri, kalah, memasukan, kemasukan, poin:

 

  1. Real Madrid 31 23 6 2 82 33 75
  1. Barcelona 32 22 6 4 91 30 72
  1. Atletico Madrid 32 19 8 5 59 24 65
  1. Sevilla 33 19 8 6 58 39 65
  1. Villarreal 32 15 9 8 46 26 54
  1. Athletic Club 32 16 5 11 45 37 53
  1. Real Sociedad 32 16 4 12 48 45 52
  1. Eibar 32 14 8 10 52 44 50
  1. Espanyol 32 13 10 9 44 42 49
  1. Celta Vigo 31 13 5 13 48 51 44
  1. Alaves 32 11 10 11 31 39 43
  1. Valencia 32 11 7 14 47 54 40
  1. Las Palmas 32 10 8 14 51 57 38
  1. Real Betis 32 9 7 16 35 51 34
  1. Malaga 32 8 9 15 36 49 33
  1. Deportivo Coruna 32 7 10 15 35 50 31
  1. Leganes 32 6 9 17 26 49 27
  1. Sporting Gijon 32 5 7 20 34 64 22
  2. Granada CF 33 4 8 21 27 70 20
  3. Osasuna 32 3 8 21 32 73 17

Jadwal pertandingan selanjutnya (waktu GMT):

Sabtu, 22 April

Malaga vs Valencia (11.00)

Villarreal vs Leganes (14.15)

Osasuna vs Sporting Gijon (16.30)

Espanyol vs Atletico Madrid (18.45)

 

Minggu, 23 April

Real Sociedad vs Deportivo Coruna (10.00)

Celta Vigo vs Real Betis (14.15)

Las Palmas vs Alaves (16.30)

Real Madrid vs Barcelona (18.45)

Senin, 24 April

Eibar vs Athletic Club (18.45).

Ronaldo dan Mimpi Real Madrid

CRISTIANO Ronaldo berpeluang merebut top score Liga Champions setelah membukukan  hat-trick pada laga perempat final Liga Champions yang mengantarnya mengemas 7 gol di kompetisi paling elite di Eropa itu. Sejauh ini, Ronaldo masih devisit 4 gol untuk bisa menyamai Lionel Messi yang mencatatkan 11 gol di Liga Champions.

Dengan tersingkirnya Barcelona,  Paris Saint-Germain, Bayern München,  dan Dortmund Borussia,  maka Ronaldo dapat dikatakan hanya bersaing dengan dirinya sendiri untuk dapat melampaui Messi guna merebut gelar top skor.  Edinson Cavani  Uruguay (Paris Saint-Germain) yang mencatat 8 gol, Robert Lewandowski (Bayern München) yang mengemas  8 gol (4 di antaranya pinalti), dan  Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund) yang berhasil menyumnang  7,  sama dengan capaian Ronaldo sampai dengan   babak perempat final, sudah tidak mungkin menambah pundi-pundi golnya, karena tim mereka sudah tersingkir.

Pesaing terdekat Ronaldo untuk mencetak rekor terbanyak menciptakan gol adalah Karim Benzema (Real Madrid), Radamel Falcao (AS Monaco), Antoine Griezmann (Atlético Madrid) dan Kylian Mbappé ( AS Monaco) yang masing-masing membuat 5 gol. Jika ingin menjadi top skor, mereka minimal harus membuat 7 gol. Sangat berat, walau tidak boleh dikatakan tidak mungkin. Ronaldo, dengan tradisi hat-trick, masih sangat mungkin untuk mengejar 5 gol lagi guna meraih 12 gol.

Ronaldo merupakan pemain Real Madrid yang tercatat paling sering mencetak hat-trick atau lebih di Piala Eropa. Dengan hat-trick yang disarangkan di gawang Bayern saat Madrid menjamu tim Jerman tersebut, Ronaldo berarti sudah  enam kali membuat tiga gol atau lebih  setelah berseragam  Madrid di Champions League. Di tim blanco, Ronaldo menjadi yang terbanyak sukses mengemas hat-trick untuk tampilannya di Liga Champions.  Di belakang CR7, ada  Di Stéfano dan Puskas, yang mengemas  5 kali hat-trick.

Ronaldo tercatat  telah memasukkan  tiga gol dalam lima penampilannya  dan empat gol di pertandingan lain. Hat-trick perdana yang dibuat Ronaldo pada November 2012 ke gawang Ajax. Setahun kemudian,  tepatnya  Spetember 2013, mantan pemain Porto itu sukses dengan hat-trick saat tim Ibukota itu bertanding  melawan Galatasaray.

Mantan pemain Manchester United itu pada  September  2015,  berhasil membuat hat-trick saat skuad Ibukota Spanyol itu melawan  Shakhtar Donetsk. Prestasi serupa diciptakan lagi pada tiga bulan kemudian, saat Madrid bertemu Malmö. Pada April  2016, Ronaldo cemerlang saat Madrid menjamu  Wolfsburg.

Rekor cantik juga dicapai kesebelasan Real Madrid, untuk  menjadi satu-satunya kesebelasan  yang selalu dapat mencapai ke babak semifinal  sejak musim  2010/11. Dengan suksesnya  Madrid menggulung  Bayern Muenhen, maka tim besutan  Zidane itu menjadi tim pertama  yang  bisa  tampil tujuh kali berturut-turut di semifinal Champions.

Madrid juga menjadi  tim yang paling sering tampil disemifinal sepanjang kompetisi level Eropa tersebut. Dengan kompetisi yang tengah berlangsung  saat ini, secara keseluruhan Madrid membukukan tampil di Liga Champions  28 kali. Prestasi kedua ditorehkan  Bayern dengan 18 kali laga. Selama tujuh kali mencapai semifinal tersebut, Madrid meraih  dua gelar : ‘la Décima’ pada tahun  2014 dan ‘la Undécima’ pada tahun 2016. Bagi Real Madrid, kini hanya membutuhkan tiga pertandingan lagi untuk   menorehkan sejarah  dan sekaligus menjadi kesebelasan pertama yang mampu mempertahankan gelar.

Duo Madrid Rebut Tiket Semifinal Liga Champions

HATTRICK  Cristiano Ronaldo dan gol semata wayang  Saul Niguez memastikan dua tim kota Madrid melenggang ke semifinal  Liga Champions. La Liga berpeluang menempatkan tiga tim, apabila Barcelona kembali sukses membalikkan keadaan, saat menjamu Juventus Kamis dinihari nanti.

Melalui perpanjangan waktu, Real Madrid memenangi laga versus Bayern Muenchen   4-2 (agregat 6-3) dalam laga leg kedua babak perempat final Liga Champions yang dihela  di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari WIB.

Gol bunuh diri Sergio Ramos sempat membuat pendukung Madrid waswas. Gol pembuka pertandingan itu dibuat oleh  penyerang Muenchen, Robert Lewandowski melalui titik penalti yang disamakan kedudukannya oleh  Ronaldo.

Dua penyelamatan penting dilakukan oleh bek Madrid Marcelo, sementara  Jerome Boateng juga berhasil melakukan hal yang serupa.  Real Madrid mendapat situasi menguntungkan, ketika  Arturo Vidal diusir wasit setelah diganjar  dua kartu kuning.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, Real Madrid  akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi  2-2.  Ronaldo  membukukannya  golnya yang  ke-100 di Liga Champions, sebelum pemain asal Portugal itu mencatatkan hattrick. Kemenangan Madrid makin manis dengan gol yang dilesakkan  Marco Asensio setelah berhasil mengecoh para punggawa pertahanan Muenchen.

Atletico Madrid VS Leicester City

Sementara itu dalam lawatannya ke markas Leicester City, Atletico Madrid berhasil memaksa hasil imbang 1-1 untuk memastikan dirinya melaju ke semi final.  Tim yang ditukangi  pelatih Diego Simeone itu melengkapi bersinarnya La Lina di kancah Eropa setelah mendepak juara Liga Inggris pada musim 2015/16 tersebut.

Bermain di Stadion King Power, Leicester gagal memaksimalkan dukungan suporternya untuk membuat sejarah baru klub tersebut. Tapi, pencapaian Leicester City sampai pada perempat final Liga Champions merupakan sejarah yang patut dibanggakan para pendukungnya. Kini, mereka harus berfokus pada Liga Inggris, untuk memperbaikan kinerja tim yang masih jauh dari apa yang dicapai pada musim lalu.

Keunggulan Atletico diraih melalui  Saul Niguez saat pertandingan berjalan  26 menit.  The Foxes terus melakukan serangan  secara bertubi-tubi, namun gagal memaksimalkan peluang. Pada menit ke-61,  Leicester akhirnya dapat membalas Atletico melalui  gol penyerang andalannya,  Jamie Vardy. Sayang, hasil imbang  tak cukup  menghantar juara Liga Inggris musim lalu untuk mengantongi tiket  perempat final Liga Champions. Dengan hasil seri itu, Leicester tersisih karena kalah  1-2. Bagi Atletico, inilah  semifinal Liga Champions   ketiga kalinya dalam laga bergensi di benua biru itu untuk empat musim terakhir ini.

Sukses dua tim ibukota itu mungkin akan menyemangati Barcelona yang akan menjamu tim Italia, Juventus pada leg kedua perempat final dinihari nanti. Jika Barca sukses ke semifinal, maka Liga Champions berpeluang kembali menyajikan tontonan derbi Spanyol.

 

Real Madrid 4 – 2 Bayern Muenchen   

Real Madrid: 1 Keylor Navas (Goalkeeper), 6 Nacho, 2 Daniel Carvajal, 4 Sergio Ramos (Gol Bunuh diri), 12 Marcelo, 19 Luka Modric, 8 Toni Kroos (Substitution Off), 14 Casemiro (Yellow Card), 22 Isco (Substitution Off), 7 Cristiano Ronaldo (3 Goal) 9 Karim Benzema (Substitution Off).
Cadangan: 21 Álvaro Morata, 16 Mateo Kovacic (Substitution On) 23 Danilo, 17 Lucas Vázquez (Substitution On) 20 Marco Asensio (Substitution On, Goal), 13 Kiko Casilla, 10 James Rodríguez.

Coach: Zinedine Zidane

FC Bayern München: 1 Manuel Neuer (Goalkeeper), 27 David Alaba, 21 Philipp Lahm, 5 Mats Hummels (Yellow Card), 17 Jérôme Boateng, 6 Thiago Alcántara, 14 Xabi Alonso (Yellow Card,  Substitution Off), 10 Arjen Robben (Yellow Card), 7 Franck Ribéry (Substitution Off), 23 Arturo Vidal (Yellow Card, Second Yellow Card), 9 Robert Lewandowski (Penalty, Substitution Off)

Substitutes: 25 Thomas Müller (Substitution On), 11 Douglas Costa (Substitution On), 18 Juan Bernat, 29 Kingsley Coman, 32 Joshua Kimmich (Substitution On),

13 Rafinha, 26 Sven Ulreich.

Coach: Carlo Ancelotti

 

LEICESTER 1 – 1 ATLÉTICO

Leicester City: Schmeichel; Simpson, Morgan (Amartey, 84’), Benalouane (Chilwell, 46’), Fuchs; Ndidi, Drinkwater; Mahrez, Okazaki (Ulloa, 46’), Albrighton; and Vardy.

Atlético de Madrid: Oblak; Juanfran (Lucas, 55’), Savic, Godín, Filipe Luis (Correa, 74’); Saúl, Giménez, Gabi, Koke; Carrasco (Fernando Torres, 69’) and Griezmann.

Referee: Gianluca Rocchi (Italy).