LAMONGAN, JAYAKARTA NEWS – Sebuah aksi nyata pelayanan kepolisian ditunjukkan oleh Ipda Purnomo saat mendapati seorang pemudik yang mengalami kendala kendaraan di wilayah hukum Polres Lamongan. Kejadian ini berlangsung di kawasan Desa Telanak, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.
Sepeda motor milik pemudik tersebut mengalami kerusakan mesin (mogok) di tengah perjalanan. Melihat situasi tersebut, Ipda Purnomo langsung mengambil tindakan cepat dengan memberikan bantuan evakuasi. Mengingat kondisi motor yang tidak bisa berjalan, Ipda Purnomo membantu mengantar pemudik tersebut menggunakan kendaraan operasional hingga sampai ke rumah asalnya di wilayah Baureno, Bojonegoro. Tak hanya memberikan tumpangan, Ipda Purnomo juga memberikan santunan berupa uang tunai secara pribadi yang ditujukan untuk membantu biaya servis motor yang rusak tersebut. Langkah ini diambil semata-mata untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang sedang menjalankan tradisi mudik agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.
Kami melihat ada warga yang kesulitan di jalan, tentu menjadi kewajiban kami untuk membantu. Yang terpenting adalah mereka sampai di tujuan dengan selamat, dan sedikit bantuan tadi semoga bisa meringankan beban untuk perbaikan motornya, ungkap Ipda Purnomo. dikutip dari Laman Humas Polri, Kamis (26/3/2026).
Aksi sigap ini menjadi potret kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga ketertiban lalu lintas, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat di jalan raya.***/mel
JAYAKARTA NEWS— Guru-guru Sekolah Dasar dari 27 Kecamatan se-Kabupaten Lamongan antusias mengikuti pelatihan untuk Pelatih Literasi Matematika Gernas Tastaka. Para guru ini digembleng bagaimana menerapkan pembelajaran matematika yang bernalar, kontekstual, sederhana, dan mendasar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munif Syarif menyatakan pelatihan literasi numerasi ini sangat penting untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.
“Pelatihan ini sangat penting untuk membangun dan mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan. Pendekatan konkret berdasarkan pengalaman siswa sehari-hari akan sangat membantu siswa mengembangkan nalarnya, “tegas Munif Syarif.
Munif Syarif menuturkan kompetensi literasi numerasi sangat dibutuhkan di masa depan. Guru-guru di Lamongan diharapkan dapat memperkuat kompetensi literasi numerasi dan menularkan ke guru-guru lainnya.
“Setelah pelatihan ini guru-guru dapat mendesiminasikan ke teman sejawatnya, kepada guru-guru lainnya, “ ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Heru B. Arifin mengaku bangga atas antusiasme guru-guru di Lamongan. “Para guru ini berasal dari 27 Kecamatan di Lamongan. Mereka bisa menjadi duta-duta baru Gernas Tastaka sehingga pembelajaran literasi matematika bernalar kontekstual bisa diterapkan di kelas-kelas pembekajaran,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini banyak pembelajaran matematika di kelas-kelas tidak mencerminkan pembelajaran matematika. Sebab di kelas matematika tidak terjadi proses bermatematika. Akibatnya, kompetensi matematika siswa Indonesia selalu berada di level terendah dari berbagai survei yang dilakukan organisasi kerjasama pembangunan ekonomi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).
“Gernas Tastaka membangun standar proses bermatematika dengan indikator yaitu penalaran dan pembuktian, koneksi, representasi, komunikasi, pemecahan masalah. Plus pendekatan konkret gambar abstrak. Di kelas matematika harus terjadi proses bermatematika tersebut, ” ujarnya.
Menurutnya, setiap guru di kelas sekolah dasar harus membawa anak-anak ke indikator tersebut. “Dengan cara itu, anak-anak diajak untuk bernalar dengan baik sesuai dengan perkembangan kognitif anak-anak. Dengan pendekatan konkret-gambar dan abstrak anak-anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang menakutkan,” katanya.
Saat ini, Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) telah bergerak melakukan pelatihan literasi matematika di hampir 27 provinsi di Indonesia, lebih dari 100 kabupaten dan kota. Gernas Tastaka juga bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, BUMN, Organisasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah. Sasaran pelatihan juga menyebar ke guru sekolah dasar, guru madrasah ibtidaiyah di sekolah formal dan madrasah ibtidaiyah di pesantren serta di Pondok Pesantren Muadallah.***ebn
JAYAKARTA NEWS—- Guna mengetahui secara dekat kondisi pelabuhan selama pandemi Covid-19, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berkesempatan berkunjung ke UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Lamongan di Jalan Raya Daendles, Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (23/5/2021).
Orang nomor satu di Jatim itu juga melihat secara dekat pelayanan Pelabuhan Paciran dalam mengangkut penumpang serta barang (kargo). Didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono, Gubernur Khofifah pun menyempatkan diri melihat Terminal Transit Pelabuhan Paciran.
Setelah melihat kondisi di Pelabuhan Paciran, Kab. Lamongan, Gubernur Khofifah bersyukur bahwa di tengah turunnya penumpang di beberapa pelabuhan, jumlah pengiriman barang di Pelabuhan Paciran meningkat signifikan. Dengan demikian dapat mendukung dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat hampir 400 persen.
“Meskipun selama pandemi kita terapkan pengurangan penumpang hingga 50 % dari kapasitas, penumpangnya memang menurunnya drastis. Nah kekuatan pelabuhan di sini adalah pada kargo. Meskipun penumpangnya turun drastis muatan kargonya meningkat 400 %,” kata Gubernur Khofifah saat meninjau bagian dalam KMP Gili Iyang di Pelabuhan Paciran.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, jumlah penumpang di Pelabuhan Paciran sebelum pandemi Tahun 2019 sebanyak 17.571 penumpang sedangkan setelah pandemi turun drastis dari Tahun 2020 hingga April 2021 sebanyak 9.079 orang. Sebaliknya untuk angkutan barang naik dari Tahun 2019 sebanyak 21.500 ton dan Tahun 2020 – April 2021 mencapai 198.550 ton.
Selain itu, Pelabuhan Paciran sendiri telah melayani Kapal Barang dengan beberapa komoditi antara lain Limestone dengan tujuan Cilegon sebanyak 7.500 ton/bulan, Dolomithe dengan tujuan Palembang (Pupuk Sriwijaya) sebanyak 3.000 ton/bulan, dan Kalsium ke Kalimantan sebanyak 184 kontainer/bulan.
Dari layanan tersebut, kenaikan PAD pada 2019 mencapai Rp. 250 juta. Sedang pada 2020 mencapai Rp800 juta.
Oleh karena itu, seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Paciran pada 2021-2022, Gubernur Khofifah berharap adanya penambahan untuk terminal kargo.
“Saya minta ada penambahan untuk terminal kargo di Paciran Lamongan. Jika itu selesai saya target menaikkan 2 kali lipat dari income yang didapatkan,” jelasnya.
“Kita berharap akan ada kenaikan lebih signifikan lagi seiring penambahan untuk terminal kargo di sini. Ini salah satu yang tahun kemarin bisa mendulang PAD di saat pandemi Covid,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada pelayanan kargo, demi tercapainya target pengoperasian secara penuh tahun ini, Pemprov Jatim telah menyediakan armada kapal penumpang secara rutin berlabuh di Pelabuhan Paciran. Pertama, yakni KMP Giliyang dengan rute Paciran-Bawean beroperasi setiap Senin dan Rabu dengan kapasitas 240 penumpang. Termasuk kendaraan Roda 4 (15 Unit), dan kendaraan Roda 2 (25 unit). Rata-rata jumlah penumpang sebanyak 145 orang.
Kedua, terdapat KMP Drajat Paciran dengan rute Paciran-Bahour, Kalimantan Tengah beroperasi setiap Jumat dengan kapasitas 380 penumpang. Termasuk Roda 4 (20 Unit), dan Roda 2 (30 unit). Lalu ketiga, KMP Dharma Kencana dengan rute Paciran-Garongkong, Sulawesi Selatan beroperasi setiap Kamis dengan kapasitas 525 penumpang. Termasuk kendaraan Roda 4 (53 unit), dan kendaraan Roda 2 (25 unit).
Dengan terus dilakukan pembenahan di kawasan pelabuhan, besar harapannya agar bisa segera beroperasi secara penuh pada 2021 ini. Hal ini sejalan dengan ikhtiar Pemprov Jatim untuk terus melaksanakan program yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Jawa Timur. Utamanya, melalui pengembangan pelabuhan yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat kepulauan, utamanya soal layanan transportasi laut dan penyeberangan yang aman, nyaman dan rutin.
Usai melakukan koordinasi dengan UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Lamongan, Khofifah juga berkesempatan melihat kondisi fasilitas serta penerapan protokol kesehatan di KMP Gili Iyang sebelum melakukan perjalanan ke Bawean.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dishub Jatim Nyono menyebut, pembangunan dermaga 3 dan 4 sudah rampung sejak 2020. Kendati demikian, dirinya akan terus berbenah untuk melengkapi fasilitas yang belum selesai.
“Kami kan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas. Kita harus bisa berbenah diri untuk melengkapi semua fasilitas yang diperlukan, insentif bagi pengguna jasa sehingga mereka merasa nyaman di Pelabuhan Paciran. Untuk tarif kita kompetitif, tarif sudah sangat rendah karena sesuai dengan peraturan Gubernur, sesuai dengan PNBB,” jelas Nyono.
Terkait peningkatan kargo yang cukup signifikan, Nyono mengungkapkan bahwa dirinya berharap tahun ini target PAD mencapai Rp. 1,5 M bisa tercapai.
“Kita berharap PAD yang telah meningkat dari Rp. 250 juta menjadi Rp. 800 juta bisa ditingkatkan lagi. Tahun ini harapannya seiring banyaknya pengguna jasa yang memesan kargo dapat naik,” tutupnya.(poedji)
Menteri Sosial Khofifah Indar Pawawansa tengah mengecek pelaksanaan pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Lamongan, Jawa Timur.(Foto: Ist.)
SEPEKAN sebelum siswa masuk sekolah setelah libur Lebaran, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) berjalan maksimal di berbagai titik di Indonesia.
“Bansos PKH tahap kedua harus cair maksimal pekan kedua Juli karena tanggal 17 Juli anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Uang bansos PKH tentu sangat ditunggu ibu-ibu penerima PKH,” katanya.
Bagi daerah yang belum cair Mensos minta jajarannya meningkatkan koordinasi dengan bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara), pemerintah daerah serta agen bank setempat.
Untuk memastikan pencairan berjalan lancar, Mensos memantau langsung proses pencairan bansos PKH secara non tunai di beberapa titik. Salah satunya adalah di Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (9/7).
“Mungkin ada anak-anak yang seragamnya sudah usang atau kekecilan sehingga harus ganti yang baru, sepatu yang sudah kekecilan atau robek, buku tulis dan alat tulisnya sudah habis, tas yang sudah robek dan perlu diganti, daftar ulang dan sebagainya. Gunakan uang PKH untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah. Semoga cukup,” tambahnya.
Khofifah menjelaskan salah satu peruntukan bansos PKH salah adalah untuk pendidikan. Maka dana tahap kedua yang cair sebesar Rp500.000 diharapkan dapat dimaksimalkan untuk menambah pemenuhan kebutuhan sekolah anak.
“Sehingga anak-anak bisa sekolah dengan tenang dan fokus belajar, saat yang sama orang tua juga tenang karena bisa mencukupinya,” tambahnya.
Bantuan sosial PKH non tunai merupakan upaya pemerintah untuk menyalurkan bantuan yang transparan dan akuntabel melalui sistem perbankan. Jumlah bantuan untuk setiap keluarga adalah Rp1.890.000 pe tahun. Pencairan dilakukan bertahap sebanyak empat kali yakni pada Februari, Mei, Agustus, dan November.
Pencairan bansos non tunai PKH menggunakan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Melalui sistem penyaluran nontunai, bansos akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat.
KKS ini, lanjut Mensos, dilengkapi dengan fitur saving account untuk menabung dan e-wallet untuk menyimpan berbagai program bantuan dan subsidi. Jadi dalam satu kartu dapat digunakan untuk berbagai bansos dan subsidi.
Di Lamongan, penyaluran bansos non tunai dilakukan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) 46. Di kota dan kabupaten lainnya, bank yang turut mendukung penyaluran adalah BRI, BTN dan Bank Mandiri.
Kabupaten Lamongan pada tahun 2017 menerima bantuan sosial sebesar Rp229.261.877.200. Bantuan tersebut terbagi dalam beberapa progam yakni PKH, Bantuan Beras Sejahtera (Rastra), Bansos Disabilitas, Bansos Lanjut Usia dan Bansos Usaha Ekonomi Produktif-Kelompok Usaha Bersama (UEP-KUBE).
Tahun ini, sebanyak 47.562 keluarga menerima bansos PKH, sementara 100.567 keluarga menerima bantuan Rastra. Kemudian sebanyak 244 jiwa menerima bantuan disabilitas, 50 jiwa menerima bansos Lansia, dan 300 keluarga menerima bansos UEP-KUBE.
Selain menjelaskan tentang program-program Kemensos, kepada para ibu penerima PKH tersebut Mensos juga mengimbau agar tetap samangat dan optimistis kelak mereka akan dapat lulus dari PKH dan menjadi keluarga mandiri.
Menghadiri Haul Nyai Gede Pinatih
Sementara itu selain memantau pencairan PKH, Mensos juga menghadiri haul ke-550 Nyai Gede Pinatih yakni ibu asuh Sunan Giri, salah satu Wali Songo.
Ia memberikan ceramah pada Pengajian Umum Haul yang diselenggarakan di halaman makam Nyai Gede Pinatih di Gresik. Nyai Gede Pinatih merupakan ibu asuh dari Sunan Giri sekaligus Syahbandar Gresik pada tahun 1412 M.
“Perempuan mulia dan tangguh ini yang sangat berjasa mengembangkan Gresik sebagai daerah perdagangan. Pada masanya, ia dikenal sebagai perempuan muslimah pertama di nusantara yang menguasai ilmu bea cukai dan keuangan. Sosok beliau sangat inspiratif dan patut kita teladani,” papar Mensos yang juga berziarah ke makam Nyai Gede Pinatih, tak jauh dari lokasi ceramah.
Nyai Gede Pinatih menguasai ilmu duniawi sangat luas dan pada saat yang sama ilmu agamanya juga sangat luas karena pernah menjadi santri Sunan Ampel sekaligus santri Sunan Malik Ibrahim.
Keseimbangan pengetahuan umum dan agama, menurut Mensos, sangat penting, karena setiap orang sekolah akan pintar dan ahli di bidangnya, serta mendapatkan gelar akademik. Tetapi kepintaran yang diperoleh di sekolah atau kampus belum tentu digunakan dengan benar. Maka melahirkan generasi bangsa yang pintar dan benar harus kita siapkan.
Di sisi lain Khofifah berpesan kepada masyarakat terutama para orang tua agar memberikan kesempatan kepada anak perempuannya untuk mencari ilmu setinggi-tingginya dan mengamalkannya seperti yang dicontohkan Nyai Ageng Pinatih di abad ke XV sudah berperan sangat strategis.
Di akhir ceramah Mensos menyampaikan agar sebagai sesama manusia terus memperkuat silaturahmi. Hal ini penting karena silaturahmi akan melahirkan sikap rasa saling memahami dan menghargai, yang pada akhirnya akan berujung pada rasa saling percaya satu sama lain.
“Dengan adanya sikap saling memahami, saling menghargai, saling menghormati dan saling mempercayai di antara sesama manusia maka akan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, dan penuh toleransi,” katanya.***